Handmade Rajut Lien Lazuardy

Handmade Rajut Lien Lazuardy Membuat berbagai hasil rajutan tangan

30/08/2026


Ellunar Publisher
Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

30/07/2026

✨ Pasar Kreatif Bandung tinggal 3 hari lagi! ✨
Waktu berlari seperti gerimis yang singgah sebentar. Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menemukan karya-karya terbaik para pelaku UMKM dan kreator lokal.
🗓 Sampai 2 Agustus 2026 📍 Pasar Kreatif Bandung di King's Shoping Centre
Kunjungi booth Lien-Lien Handmade Crochet dan temukan berbagai koleksi rajut handmade yang dibuat dengan cinta dan ketelitian:
🧶 Tas rajut premium
🧶 Vest & bucket hat handmade
🧶 Aksesori rajut unik
🧶 Souvenir dan hadiah istimewa
Setiap helai benang dirangkai menjadi cerita, setiap karya dibuat untuk menemani langkahmu dengan sentuhan hangat dan elegan.
Terima kasih untuk semua yang sudah berkunjung, mendukung, dan membawa p**ang karya kami. Semoga tiga hari terakhir ini dipenuhi pertemuan-pertemuan baik, rezeki yang berkah, dan senyum yang tak putus.
✨ Masih ada waktu untuk datang, melihat, dan jatuh hati pada karya lokal.

27/07/2026

Semua perlu proses, semua perlu efforts dan semua perlu perjalanan waktu tanpa diam. Kita berusaha dan berdo'a, soal hasil kita serahkan sama yang Maha Kaya 🤲🤗🥰
Pasar Kreatif Bandung Disdagin Kota Bandung

13/07/2026

🌧️ 30 Hari Menulis, 30 Hari Menempa Diri ✍️
Alhamdulillah, satu langkah kecil telah dituntaskan.

Sertifikat ini bukan sekadar lembar penghargaan, melainkan jejak perjalanan yang merekam ketekunan, komitmen, dan keberanian untuk terus menulis meski ide kadang datang seperti gerimis, kadang deras seperti hujan.

Terima kasih kepada Program Gerakan Rutin Menulis (GERIMIS) Edisi Juni 2026 yang telah menjadi ruang belajar, bertumbuh, dan berproses. Menjadi Penempuh Hujan selama 30 hari mengajarkan bahwa setiap kata yang ditulis adalah langkah menuju versi diri yang lebih baik.

Semoga perjalanan ini tidak berhenti di sini. Semoga aksara terus menemukan jalannya, dan semoga setiap tulisan kelak menjadi manfaat, inspirasi, serta jejak kebaikan yang abadi.

📖✨ Karena menulis bukan hanya tentang merangkai kata, tetapi juga tentang merawat makna.

30/06/2026

Gerimis di Dalam Dada

:Lien Lazuardy

Gerimis turun sejak petang, menyisir kaca-kaca waktu yang kusimpan dengan hati-hati, meski berkali-kali retak oleh tangan yang pura-pura menjaga.

Aku pernah berdiri di tengah keramaian, tetapi terasa seperti bayangan yang tak memiliki tubuh. Namaku disebut ketika perlu, lalu dilupakan secepat hujan menghapus jejak di jalan.

Ada hari-hari ketika aku dianggap tak ada, suaraku jatuh sebelum sempat menyentuh telinga. Segala usaha menjadi debu, segala pengorbanan berubah menjadi cerita yang tak pernah dituliskan.

Mereka tersenyum semanis embun pagi, menawarkan hangat yang tampak tulus. Namun di belakang punggung, kata-kata mereka berubah arah, menjadi angin dingin yang menusuk tanpa terlihat.

Aku belajar, bahwa tidak semua pelukan berarti menerima, tidak semua pujian berarti menghargai. Ada kepalsuan yang dibungkus begitu rapi, hingga tampak lebih indah daripada kejujuran itu sendiri.

"Setidak pentingnya kah aku? hingga suaraku tak dianggap lagi?"

Di antara semua luka, yang paling sulit kutaklukkan bukanlah mereka. Melainkan ego yang terus berteriak, meminta balasan, meminta pembuktian, meminta dunia menyaksikan bahwa aku bukan pecundang seperti yang mereka bisikkan.

Maka pada malam yang basah oleh gerimis, aku duduk bersama diriku sendiri. Menatap luka yang belum sepenuhnya sembuh, menyentuh kecewa yang masih bernapas, lalu perlahan mengajaknya p**ang.

Sebab kemenangan terbesar bukan ketika mereka akhirnya mengakui keberadaanku.
Melainkan ketika aku mampu berdiri tanpa membutuhkan pengakuan mereka.

Ketika hinaan tak lagi menentukan nilai diriku, ketika pengabaian tak lagi menghapus langkahku, ketika aku mampu berjalan meski tak ada tepuk tangan di ujung perjalanan.

Gerimis masih turun. Namun kini ia tak terdengar seperti ratapan. Ia menjelma doa yang pelan, membasuh sisa-sisa amarah, mengalirkan luka ke muara yang tenang.

Dan aku, yang pernah dianggap tak ada, yang pernah dipanggil pecundang oleh mulut-mulut yang pandai menyamar, akhirnya mengerti. Tidak semua yang diremehkan akan kalah.

Bandung, 30 Juni 2026




Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

29/06/2026

: Lien Lazuardy

Sore sabtu di langit abu-abu
Rinai gerimis menyusuri kaca-kaca sunyi yang menyimpan rahasia
Aku melihatmu di sela ribuan tetes air
Seperti bayangan yang pernah begitu dekat
Namun tak pernah benar-benar menjadi milikku

Kita pernah berdiri di musim yang sama
Menghirup udara yang sama
Menertawakan hal-hal kecil yang tak penting
Begitu dekat hingga aku lupa
Bahwa tak semua yang dekat ditakdirkan menetap

Gerimis mengajarkan sesuatu malam ini
Bahwa ada hujan yang jatuh ke bumi
Tanpa pernah bisa memeluk langit yang melahirkannya
Barangkali aku adalah hujan itu
Mencintaimu diam-diam, seperti gerimis yang menyentuh daun-daun
Tanpa suara yang cukup keras untuk didengar

Menyimpan namamu dalam doa-doa yang tak selesai
Dan harapan yang kutahu sejak awal
Tak memiliki tempat untuk p**ang
Ada jarak yang tak bisa diukur oleh langkah
Tak bisa dipendekkan oleh waktu
Tak bisa dikalahkan oleh rindu

Jarak yang tumbuh dari keadaan
Dari batas-batas yang tak pernah kita ciptakan
namun harus kita terima
Maka aku memilih menjadi gerimis saja
Datang sebentar di halaman kenanganmu
Membasahi tanah tanpa meminta dikenang

Sebab mencintaimu adalah menerima
Bahwa tidak semua perasaan diciptakan untuk memiliki
Sebagian hanya dititipkan pada hati
Agar kita belajar ikhlas lebih dini
Dan ketika musim berganti nanti
Jika namamu masih tersimpan di sudut langitku
Biarlah ia menjadi awan yang lewat perlahan

Tak perlu turun menjadi hujan
Karena ada cinta yang memang ditakdirkan hidup
Bukan dalam pelukan, melainkan dalam gerimis yang jatuh diam-diam
Lalu menghilang sebelum sempat menjadi badai

Bandung, 29 Juni 2026




Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

28/06/2026

The Abyss of Separation

:Lien Lazuardy

Malam ini, gerimis masih turun di langit abu-abu
Mengurai semesta menjadi ribuan ragu
Setiap tetesnya seperti menyebut namamu
Lalu jatuh sebelum sempat menjadi temu

Aku berdiri di tepi musim yang tak pasti
Menyimpan perasaan dalam payung yang rapuh tak terperi
Kau hadir seperti cahaya di balik kabut pagi
Terlihat dekat, namun tak pernah benar-benar utuh berseri

Ada isyarat yang kadang singgah di matamu
Hangat yang sebentar menyentuh udara berdebu
Membuat hati ini percaya pada kemungkinan semu
Meski kenyataan berkali-kali mengingatkan arah palsu

Sebab di antara kita terbentang jarak
Bukan hanya jalan yang memisahkan langkah dan gerak
Ada batas yang tegak tanpa suara serak
Dinding tak kasat mata tak mudah runtuh serentak

Gerimis semakin larut dalam malam
Sementara rinduku belajar menjadi diam
Aku mencintaimu seperti hujan mencintai alam
Jatuh berkali-kali tanpa pernah meminta memiliki begitu suram

Dan bila esok langit kembali mendung
Biarlah aku tetap menjadi awan yang mengembara tuk bernaung
Membawa namamu dalam perjalanan panjang
Meski tak pernah tiba pada pelukan yang sama berlindung

Karena kadang cinta bukan tentang bersama
Melainkan tentang bertahan di antara harap dan nyata
Seperti gerimis yang terus turun dengan setia
Meski tahu dirinya hanya akan singgah sejenak di jendela

Bandung, 28 Juni 2026




Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

26/06/2026

Kasih Tak Pernah Sampai

:Lien Lazuardy

Malam ini, gerimis turun perlahan
Menjahit langit yang koyak oleh sepi
Setiap tetesnya seperti namamu, jatuh tanpa suara
Namun membuat dada penuh riuh

Ada rindu yang tumbuh di tempat yang salah
Seperti bunga liar di sela batu
Tak pernah diminta mekar
Tak pernah p**a mampu berhenti tumbuh

Aku menyimpanmu terlalu lama
Di ruang yang tak berani kubuka
Menguncinya rapat dengan alasan, dengan waktu
Dengan segala yang seharusnya membuatku lupa

Namun gerimis selalu tahu jalan p**ang
Ia datang membawa wajahmu
Yang telah jauh melampaui jangkauan
Sejauh cakrawala yang tak bisa disentuh laut
Sedekat kenangan yang tak bisa dihapus waktu

Barangkali aku terlambat
Terlambat memahami getar yang diam-diam tinggal
Terlambat membaca isyarat yang pernah lewat
Terlambat mengucapkan satu kalimat sederhana
Kini menjadi beban paling panjang dalam ingatan

Di bawah langit yang basah oleh gerimis
Aku hanya menjadi seseorang
Yang belajar mencintai dalam diam
Menyebut namamu dalam doa-doa yang tak bersuara
lalu mengembalikannya pada malam

Sebab ada perasaan, yang tidak ditakdirkan untuk sampai
Hanya ditakdirkan untuk tinggal
Seperti gerimis yang jatuh berulang kali
Namun tak pernah mampu membawa dirinya
menjadi laut

Bandung, 27 Juni 2026



Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

26/06/2026

Cerita Kita

:Lien Lazuardy

Langit tampak murung, katanya
Entah mengapa, bersamamu bahkan cuaca yang sendu
Terasa seperti pesta kecil yang rahasia
Gerimis turun pelan di ujung senja
Menyulam jalan-jalan dengan benang perak yang sederhana

Kita adalah sekump**an cerita yang tak pernah rapi
Tertawa pada hal-hal yang kadang tak masuk akal
Membahas awan yang bentuknya mirip gorengan
Atau tetiba terdiam hanya untuk mendengarkan
Suara hujan yang mengetuk daun-daun

Ada hari ketika langkah kita seirama
Seolah kaki-kaki ini hafal arah yang sama
Ada p**a saat pendapat berlarian ke mana-mana
Bertabrakan seperti butir gerimis yang ditiup angin
Namun anehnya, selalu ada jalan p**ang
menuju kata "kita"

Gerimis mengajarkan banyak hal
Ia tidak datang dengan gemuruh yang menggetarkan bumi
Hanya jatuh perlahan, setia, dan terus ada
Seperti persahabatan yang tumbuh tanpa banyak janji
Namun tetap bertahan di antara musim yang silih berganti

Kelak, bila waktu membawa kita ke jalan berbeda
Aku percaya akan ada satu sore yang mengingatkan
Tentang tawa-tawa yang tercecer di trotoar basah
Tentang percakapan yang melompat dari topik ke topik tanpa arah
Tentang kita yang selalu berhasil menemukan bahagia
Dalam hal-hal yang tampak biasa

Dan jika suatu hari gerimis kembali turun
Aku ingin langit menyimpan kisah ini baik-baik
Bahwa pernah ada persahabatan
Yang serandom awan diterbangkan angin
Namun sekokoh akar yang menggenggam tanah
Karena beberapa orang hadir bukan sekadar menjadi teman
Melainkan rumah kecil yang tetap hangat
Meski cuaca sedang belajar menjadi hujan

Bandung, 26 Juni 2026




Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

25/06/2026

Tak Pernah Usai

:Lien Lazuardy

Sisa gerimis meninggalkan jejak basah di kaca jendela
Aku memandangnya lama
Seolah setiap butir membawa pertanyaan
Yang tak pernah sanggup kujawab sepenuhnya

Di antara suara rintik berkejaran jatuh
Terselip rasa yang sering kusembunyikan
Rasa bersalah yang tumbuh diam-diam
Ketika langkahku tak selalu mampu
Mengantar kalian pada jalan yang paling lapang

Maaf, jika ada hari-hari ketika lelah membuatku rapuh
Jika ada mimpi yang belum sempat kubelikan
Atau pelukan yang tertunda
Karena hidup menagih terlalu banyak tenaga

Aku hanyalah seorang ibu, yang sedang belajar setiap hari
Menjahit harapan dengan benang-benang yang kadang putus
Merajut masa depan dari sisa keberanian
Yang sering kali hampir habis

Namun gerimis mengajarkanku sesuatu
Langit pun tidak selalu cerah
Untuk tetap disebut langit
Bahwa jatuhnya air dari awan, bukan pertanda kalah
Melainkan cara bumi menerima kehidupan

Maka kutitipkan doa pada setiap tetes yang turun
Agar langkah kalian lebih ringan daripada langkahku
Agar luka yang pernah kutemui
Tak perlu kalian kenal namanya

Aku selalu ingin melihat lengkung sabit di matamu
Menyala oleh mimpi yang tercapai
Menyaksikan tawa kalian tumbuh
Lebih tinggi dari segala kekhawatiranku

Aku ingin suatu hari nanti
Ketika gerimis kembali datang menyapa jendela
Aku dapat berkata pada langit
"Perjalanannya belum sempurna,
tetapi anak-anakku telah sampai
pada kehidupan yang lebih baik dari yang pernah kubayangkan."

Dan jika hari itu tiba, biarlah seluruh kecewa yang pernah kupikul
Larut bersama gerimis, meneduhkan hari
Menjadi tanah subur
Tempat harapan-harapan kalian bertumbuh

Bandung, 25 Juni 2026




Gerakan Rutin Menulis 30 Hari

Address

Hong Kong

Telephone

+85295871737

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Handmade Rajut Lien Lazuardy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Handmade Rajut Lien Lazuardy:

Shortcuts

Share