SELDA by elly

SELDA by elly Jual kain songket..jumputan.pakaian wanita ( gamis dan atasan .trm pesanan. Pasar Baru Bandung, Lantai 3, Blok A1, No. 48-49, Indonesia. Cp : 081321442299.

Khasanah motif kain Indonesia tak luput dari perkawinan beragam kultur dan tradisi. Di Kota Bandung, aneka motif khas oriental ini banyak ditemukan pada komoditas songket. Namun, sebagian besar orang menyebutnya kain rantau karena mengambil gaya etnik khas tatar Sumatera Selatan. Uniknya, motif yang dimunculkan kental dengan akulturasi Melayu-oriental. Berbagai ornamen khas China pun melekat kuat

pada kain ini. Umumnya, kain banyak dikenakan kalangan muda atau wanita berusia matang. Mengenakan kain rantau dengan motif oriental bisa menandakan kelas dan selera eksklusif di usia senja. Tak hanya monopoli batik, pada forum resmi dan kenduri adat, songket rantau bisa dikenakan sebagai baju kebesaran. Keanggunan tenun ATBM misalnya, sanggup menuai decak kagum saat dikenakan dengan atasan kebaya brokat atau sejenisnya. Namun, tampilan klasik ini sudah bergeser. Untuk tampil lebih praktis, para wanita lebih memilih kain dengan serutan tali atau rok simpel dengan ragam atasan berbahan sifon. Dulu songket kerap dikenakan raja-raja Palembang sebagai isyarat kedudukannya yang tinggi. Kini songket bisa digunakan berbagai kalangan. Pakaian ini juga banyak dikenakan dalam beragam suasana, seperti pesta atau forum semi formal. SELDA Songket Indonesia banyak memamerkan jenis songket dengan motif yang menonjolkan kebudayaan Tionghoa yang dulu pernah singgah di daratan Sumatera. Ciri khasnya bisa diamati dari motif indah pacar china, lepus, cantik manis bunga china, lepus sutra alam merakam dan sebagainya. Sementara untuk modifikasi kain modern, muncul motif atraktif seperti songket jelly glitter dan pelangi. Sementara, karakter songket modern biasanya lebih mengedepankan permainan warna yang mencolok, seperti biru, ungu, hijau, merah, dan polesan warna bright lainnya. Tak bisa dipungkiri, keragaman kain di daratan Sumatera bernapaskan budaya China oriental. Namun, pengaruh ini melebur dengan etnik Nusantara. Hasilnya, kain songket tersebut lebih dinamis dan memiliki corak yang unik. Sementara, songket klasik kebanyakan mengandalkan warna merah menyala, marun, dan oranye. Tak sulit mengenal songket yang diproduksi dengan tangan. Karakteristik itu dapat terlihat dari lebarnya yang hanya 90 cm. Untuk varietas benang, dominasinya menggunakan jenis sutra alam. Satu setel kain songket pembuatannya bisa menghabiskan waktu hingga sebulan. Songket asli sangat mudah ditebak. Lebarnya hanya 90 cm karena ukurannya mengikuti mesin tenun ATBM yang biasa digunakan. Ciri lain, teksturnya lembut, sejuk saat dikenakan dan tahan lama, meski usianya sudah puluhan tahun. Motif kain dengan pengaruh China tak hanya songket. Misalnya, kain jumputan dengan motif kental budaya Tionghoa. Bukti akulturasi budaya ini tertuang pada jenis kain jumputan Palembang berbahan semi sutra. Perkawinan dua etnik inilah yang melahirkan motif titik tujuh dan sasirangan. Sekilas, sama persis dengan motif Dayak khas Kalimantan Barat, lantaran kedua tempat ini menjadi persinggahan para saudagar China. Selain itu, para wanita muda dan usia matang mengandalkan opnesel bermotif batik sebagai alternatif. Salah satu yang menjadi jawara, motif kebon kosong, warisan leluhur Sumatera. Layaknya motif persilangan etnik, gaya Melayu rantau ini juga mengalami percampuran pengaruh Tionghoa. Bukti sejarah ini dilihat dari motif kebon kosong yang bercerita tentang interaksi orang Tionghoa dan pribumi pada era lama. Inspirasi inilah yang akhirnya menjadi opnesel batik yang memukau. Coraknya nampak lebih bersahaja ketika dikombinasikan dengan kurung Malaysia, kalong, kotak serut, tumpuk tiga, atau kaftan pendek. Ibu-ibu memilih opnesel batik karena alasan sederhana, mudah diaplikasikan dan terkesan santun. Kain ini biasanya hanya dililit tali dan tinggal dipadukan dengan atasan berbahan sifon cerutti atau sifon bunglon. Bukti songket rantau yang orisinal bisa ditilik juga dari tabung kemasannya. Seperti di Selda Songket Indonesia, selembar kain songket dikemas rapi dengan gulungan p**a, kemudian dilindungi plastik dan dimasukkan ke tabung cantik yang dibuat secara tradisional. Tabung inilah yang akan menjaga kain dari kerusakan. (Sumber: Dini Budiman, Koran Sindo, 8 November 2013)

Address

Pasar Baru Bandung, Lantai 3, Blok A1, No. 48-49
Bandung

Telephone

082214251094

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SELDA by elly posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share