28/04/2024
Di sebuah pesantren yang terletak di pinggiran kota kecil, tinggal dua sahabat baik, Ikram dan Adin. Mereka adalah dua sosok yang selalu bersama dalam s**a dan duka. Namun, nasib mempertemukan mereka dengan sebuah kejadian yang tak terlupakan.
Pagi itu, matahari telah bersinar terang, menggiring umat manusia untuk beraktivitas. Namun, bagi Ikram dan Adin, pagi itu menjadi hari yang agak berbeda. Mereka berdua terlambat bangun dan hampir saja melewatkan waktu shalat subuh.
"Adin, cepat bangun! Sudah hampir waktu shalat!" seru Ikram sembari menepuk-nepuk bahu Adin yang masih terlelap.
Dengan tergesa-gesa, mereka berdua berlari menuju masjid pesantren. Namun, sayangnya, saat mereka tiba, takbir pertama telah berkumandang. Mereka terpaksa menunaikan shalat berjamaah dalam posisi terlambat.
Setelah shalat selesai, sang kiai dengan tegas memanggil Ikram dan Adin ke hadapannya. "Kalian berdua telat lagi! Karena itu, kalian akan mendapat hukuman mandi air got sebagai pelajaran!"
Tak ada jalan lain, mereka harus menerima hukuman itu dengan lapang dada. Di tengah suasana tegang, Adin mencoba mencari sisi lucu dari situasi tersebut. "Ikram, setidaknya kita akan menjadi pemandi got profesional setelah ini!"
Ikram tertawa mendengar celaan sahabatnya. "Benar juga, Adin! Mungkin kita bisa membuka layanan mandi got eksklusif di pesantren ini!"
Dengan semangat yang sama-sama bersemangat, mereka berdua menuju got pesantren. Dengan setiap siraman air yang jatuh, mereka saling tertawa dan bercanda. Meskipun terkena hukuman, mereka tidak membiarkan kejadian itu merusak semangat dan persahabatan mereka.
Setelah selesai, mereka berdua berjalan kembali ke pondok dengan pakaian basah kuyup. Namun, kini mereka telah menjadi bahan obrolan di pesantren karena kisah unik mereka. Dari situlah, mereka belajar bahwa dalam setiap kejadian, selalu ada sisi lucu yang bisa ditemukan, bahkan di tengah-tengah hukuman sekalipun.