Gudang Geer

Gudang Geer 👰‍♀️Komunikasi Intim, Halal, dan Islami
🤵‍♂️Seputar Keintiman di Rumah Tangga

Di sebuah pesantren yang terletak di pinggiran kota kecil, tinggal dua sahabat baik, Ikram dan Adin. Mereka adalah dua s...
28/04/2024

Di sebuah pesantren yang terletak di pinggiran kota kecil, tinggal dua sahabat baik, Ikram dan Adin. Mereka adalah dua sosok yang selalu bersama dalam s**a dan duka. Namun, nasib mempertemukan mereka dengan sebuah kejadian yang tak terlupakan.

Pagi itu, matahari telah bersinar terang, menggiring umat manusia untuk beraktivitas. Namun, bagi Ikram dan Adin, pagi itu menjadi hari yang agak berbeda. Mereka berdua terlambat bangun dan hampir saja melewatkan waktu shalat subuh.

"Adin, cepat bangun! Sudah hampir waktu shalat!" seru Ikram sembari menepuk-nepuk bahu Adin yang masih terlelap.

Dengan tergesa-gesa, mereka berdua berlari menuju masjid pesantren. Namun, sayangnya, saat mereka tiba, takbir pertama telah berkumandang. Mereka terpaksa menunaikan shalat berjamaah dalam posisi terlambat.

Setelah shalat selesai, sang kiai dengan tegas memanggil Ikram dan Adin ke hadapannya. "Kalian berdua telat lagi! Karena itu, kalian akan mendapat hukuman mandi air got sebagai pelajaran!"

Tak ada jalan lain, mereka harus menerima hukuman itu dengan lapang dada. Di tengah suasana tegang, Adin mencoba mencari sisi lucu dari situasi tersebut. "Ikram, setidaknya kita akan menjadi pemandi got profesional setelah ini!"

Ikram tertawa mendengar celaan sahabatnya. "Benar juga, Adin! Mungkin kita bisa membuka layanan mandi got eksklusif di pesantren ini!"

Dengan semangat yang sama-sama bersemangat, mereka berdua menuju got pesantren. Dengan setiap siraman air yang jatuh, mereka saling tertawa dan bercanda. Meskipun terkena hukuman, mereka tidak membiarkan kejadian itu merusak semangat dan persahabatan mereka.

Setelah selesai, mereka berdua berjalan kembali ke pondok dengan pakaian basah kuyup. Namun, kini mereka telah menjadi bahan obrolan di pesantren karena kisah unik mereka. Dari situlah, mereka belajar bahwa dalam setiap kejadian, selalu ada sisi lucu yang bisa ditemukan, bahkan di tengah-tengah hukuman sekalipun.

Telah dibuka!👨🏻‍🎓Jasa Bimbingan Belajar Privat.Apakah Anda atau anak Anda mengalami kesulitan dalam membaca Alquran?Atau...
28/04/2024

Telah dibuka!
👨🏻‍🎓Jasa Bimbingan Belajar Privat.

Apakah Anda atau anak Anda mengalami kesulitan dalam membaca Alquran?
Atau kesulitan dan perlu meningkatkan minat matematika?
Ditambah dengan ingin menguasai Bahasa asing?
Kami di sini untuk membantu Anda mewujudkannya!

📖 Layanan Kami :
➗ Matematika SD - SMP - SMA
📖 Tahfidz Alquran
🗣 Bahasa Inggris
🏡 Dan dapat dipanggil ke rumah

🌐 Ada juga layanan online melalui Google Meet atau Whatsapp

Segera Hubungi Kami di :
📲 089695393651

🌍 Khusus Area Garut
Waktu Bisa disesuaikan!

Tunggu Apa Lagi? Segera Hubungi Kontak di atas!

Cerpen Nasehat 2**Judul: Bersyukur di Tengah Keterbatasan**Rina duduk di bangku taman kampus, wajahnya terlihat lesu sam...
23/04/2024

Cerpen Nasehat 2

**Judul: Bersyukur di Tengah Keterbatasan**

Rina duduk di bangku taman kampus, wajahnya terlihat lesu sambil memainkan ujung pensil di atas buku catatan. Sudah beberapa kali dia menghela nafas dalam, mencoba meredakan kegelisahannya. Rani, sahabatnya, duduk di sebelahnya, merasakan kekhawatiran yang sama.

"Rina, aku tahu kamu sedang khawatir tentang biaya kuliah," kata Rani perlahan, mencoba membuka pembicaraan.

Rina mengangguk pelan. "Ya, Rani. Semakin hari semakin sulit. Sumbangan dari orang tua saja tidak cukup, dan aku sudah mencoba mencari pekerjaan paruh waktu, tapi belum juga mendapatkan yang cocok."

Rani menggenggam tangan Rina dengan penuh empati. "Aku paham betul perasaanmu. Tapi kamu harus ingat, kita tidak sendirian dalam masalah ini. Banyak dari teman-teman kita yang menghadapi situasi yang sama. Ini tidak mudah, tapi kita harus tetap kuat."

Rina mengangguk, namun ekspresinya masih penuh kekhawatiran. "Tapi bagaimana kita bisa bersyukur dalam situasi seperti ini, Rani? Rasanya sulit sekali untuk melihat sisi positifnya."

Rani tersenyum lembut. "Ketahuilah, masalah ekonomi itu tidak melulu tentang uang. Bersyukur adalah kunci utamanya. Meski kita menghadapi keterbatasan, kita masih punya banyak hal untuk disyukuri. Kita masih memiliki kesempatan untuk belajar di sini, memiliki teman-teman yang peduli, dan masih memiliki kemampuan untuk berusaha."

Rina mendengarkan dengan cermat, wajahnya mulai sedikit cerah. "Tapi bagaimana bersyukurnya, Rani?"

"Bersyukur bukan berarti kita harus membandingkan diri kita dengan orang lain yang lebih beruntung," jelaskan Rani. "Bersyukur adalah ketika kita menghargai apa yang kita miliki saat ini, sekecil apapun itu. Kita mungkin tidak punya banyak, tapi kita punya cukup untuk hari ini. Itu sudah merupakan anugerah besar."

Rina merenung sejenak, lalu senyum kecil mulai terukir di wajahnya. "Aku mulai mengerti, Rani. Terima kasih atas nasihatmu."

Rani mengangguk. "Kita akan melewati ini bersama-sama, Rina. Kita harus tetap optimis dan percaya bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja. Kita akan menemukan jalan keluar dari masalah ini."

Dua sahabat itu duduk bersama di bawah sinar matahari senja, merasakan kehangatan persahabatan dan harapan baru yang tumbuh di dalam hati mereka. Meski tantangan ekonomi masih ada di depan, mereka yakin bahwa dengan bersyukur dan saling mendukung, mereka bisa mengatasi segalanya.

23/04/2024

Masalah ekonomi itu, sekalipun dia orang yang kaya dan berada tidak akan puas jika tidak disyukuri. Kunci dari cukupnya ekonomi atau dunia adalah bersyukur. Maka jika hal itu tidak dilakukan, maka tidak akan pernah puas, akan terus dan terus ingin lebih banyak dan tidak pernah cukup. Bersyukurlah, maka yang banyak itu akan terasa banyaknya.

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hijaunya hutan belantara, tinggallah dua gadis muda bernama Laila dan Rere. M...
18/04/2024

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi oleh hijaunya hutan belantara, tinggallah dua gadis muda bernama Laila dan Rere. Mereka adalah sahabat sejak kecil, menjalin ikatan persahabatan yang kuat seiring berjalannya waktu.

Laila adalah gadis yang taat beragama, setiap hari ia meluangkan waktu untuk beribadah dan mempelajari ajaran agamanya dengan tekun. Sementara Rere, meskipun juga lahir dalam keluarga yang beragama, ia belum terlalu mendalami ajaran agama secara mendalam. Namun, kebaikan hati dan sifat ceria Rere selalu mampu menyinari hari-hari Laila.

Suatu hari, ketika Laila sedang sibuk menyiapkan diri untuk pergi ke masjid, Rere mengajaknya untuk ikut ke sebuah pesta yang diadakan di desa tetangga. Laila ragu, karena pesta itu mungkin akan mengganggu jadwal ibadahnya, namun dia tidak ingin mengecewakan sahabatnya. Akhirnya, Laila menyetujui undangan Rere dengan syarat mereka harus pulang sebelum waktu sholat Maghrib tiba.

Mereka berdua berangkat menuju pesta dengan senyum cerah di wajah masing-masing. Di sana, mereka bertemu dengan teman-teman baru dan bersenang-senang tanpa memikirkan waktu. Namun, ketika matahari sudah mulai merunduk ke peraduan, Laila mengingatkan Rere bahwa mereka harus segera pulang.

Rere terlihat kecewa karena pesta masih begitu meriah, namun dia menghormati keputusan sahabatnya. Mereka pun berdua bergegas meninggalkan pesta dan berjalan pulang menuju desa mereka. Namun, di tengah perjalanan, hujan turun dengan derasnya.

Laila dan Rere mencari tempat berlindung, namun tak kunjung menemukannya. Akhirnya, mereka terdampar di sebuah rumah tua yang tampak sepi. Tanpa ragu, mereka meminta izin untuk berteduh sejenak di sana.

Pemilik rumah, seorang nenek yang ramah, mengizinkan mereka masuk dan menawarkan minuman hangat. Saat duduk bersama di dalam rumah itu, nenek tersebut membagikan cerita-cerita inspiratif tentang kebaikan dan kebijaksanaan.

Saat hujan reda, Laila dan Rere berterima kasih pada nenek tersebut dan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan pulang. Namun, sebelum pergi, nenek itu memberikan nasihat bijak, "Sahabat yang baik adalah mereka yang membimbing kita pada kebaikan dan memperkuat iman kita. Jagalah persahabatanmu dengan Laila, karena dalam persahabatanmu dengan dia, kalian saling memperkaya iman dan kebaikan satu sama lain."

Kata-kata nenek itu menggetarkan hati mereka berdua. Dengan penuh kehangatan, Laila dan Rere melanjutkan perjalanan pulang. Dari hari itu, mereka semakin kuat dalam persahabatan mereka, saling mendukung dan membimbing satu sama lain dalam menjalani hidup dengan penuh kebaikan dan keimanan.

18/04/2024

Di pagi yang cerah pasca-lebaran, Udin melangkah dengan semangat ke sekolahnya. Dia adalah seorang pelajar kelas 7 SMP yang baru saja kembali dari mudik lebaran.

Tasnya tergantung di pundaknya, dan senyum ceria terukir di wajahnya, mengisyaratkan antusiasme yang menyala-nyala. Udin tak sabar untuk bertemu kembali dengan teman-teman sekolahnya setelah berpisah cukup lama selama libur panjang.

Ketika sampai di sekolah, suasana sudah mulai ramai dengan kerumunan siswa yang kembali ke rutinitas harian. Udin menyapa teman-temannya dengan gembira, sambil berbagi cerita tentang pengalaman mudiknya.

Beberapa temannya menceritakan pengalaman seru mereka selama perjalanan pulang ke kampung halaman, sementara yang lain mengeluhkan lalu lintas yang padat dan macet.

"Beneran deh, kemarin jalanannya kayak lalat yang lagi nyasar!" keluh Ani sambil tertawa.

"Betul banget, aku hampir aja nggak sampai di rumah buat shalat Id," sahut Dodi.

"Aku juga hampir aja gak tidur karena masih di jalan dan takut gak sampe ke rumah nenek."

Udin dan teman-temannya tertawa mendengarnya. Mereka saling bertukar cerita tentang perjalanan mereka masing-masing, dari kejadian lucu hingga momen mendebarkan yang mereka alami.

"Tahu gak, di tol itu ada kebakaran, aku melihatnya sendiri, waktu aku lewat mobil yang kebakar itu, dari sebelumnya aku tidur jadi melotot, sepanjang perjalanan jadi tidak tenang," tambah Eman.

"Iya, bener-bener, aku juga lihat beritanya, tapi Alhamdulillah kita selamat dan sekarang masih bisa kumpul di sini," timpal Ani.

Setelah berbagi cerita, bel masuk berbunyi, menandakan waktu untuk masuk ke kelas. Mereka pun berpisah dan menuju ke kelas masing-masing dengan semangat yang baru saja dipupuk oleh tumpukan cerita-cerita seru.

Di kelas, guru mereka menyambut mereka dengan hangat, menanyakan bagaimana liburan mereka dan berbagi cerita singkat tentang pengalaman lebaran mereka sendiri. Udin duduk di bangku, merasa senang bisa kembali ke sekolah dan bertemu dengan teman-teman serta guru-gurunya.

Setelah beberapa pelajaran berlalu, tiba saatnya untuk istirahat. Udin dan teman-temannya berkumpul di luar kelas, duduk di bawah pohon rindang di halaman sekolah. Mereka mengobrol sambil menikmati makanan bekal yang mereka bawa dari rumah.

"Pas lebaran kemarin, aku hampir aja nggak kebagian ketupat," ujar Udin sambil tertawa.

"Aku juga hampir gak kebagian THR," tambah Dodi.

"Aku juga hampir gak kebagian sosis bakar dan kueh nastar, di rumah nenek rame banget sampe mau ke toilet aja nyasar, rumah nenek besar." Ani membanggakan rumah neneknya.

Teman-temannya mengangguk-ngangguk saling mendengarkan cerita satu sama lain, sambil menyelipkan cerita-cerita lain tentang momen menyenangkan selama liburan lebaran. Mereka merasa bahagia bisa bersama kembali, meskipun liburan telah berakhir.

Saat istirahat berakhir, mereka kembali ke kelas dengan semangat yang menggebu-gebu. Hari itu berlalu dengan penuh keceriaan dan kehangatan, mengawali petualangan baru di sekolah setelah liburan panjang lebaran yang menyenangkan.

Lantas bagaimana dengan libur lebaran mu?

Follow donk
17/04/2024

Follow donk

Kejahatan seksual sangat rentan untuk anak-anak yang belum faham dalam membedakan dan memilih pergaulan dengan lawan jenis

02/04/2024

Di dalam kamar yang remang-remang, Anya duduk termenung di depan ponselnya.

Layar ponselnya menunjukkan beberapa panggilan tak terjawab dari Bima.

Anya memejamkan matanya erat-erat, berusaha menahan air mata yang ingin mengalir.

Dia ingin mengangkat panggilan Bima, tapi dia tak kuasa.

Setiap kali dia melihat nama Bima di layar ponselnya, hatinya terasa begitu sakit.

Kenangan tentang masa lalu mereka kembali menghantui.

Kenangan tentang cinta mereka yang indah, dan juga tentang pengkhianatan yang menyakitkan.

Anya tak ingin terluka lagi.

Dia tak ingin kembali merasakan sakit hati yang sama.

Oleh karena itu, dia memilih untuk tidak mengangkat panggilan Bima.

Dia tahu bahwa ini adalah pilihan yang menyakitkan, tapi dia tak punya pilihan lain.

Dia harus melindungi dirinya sendiri.

Dia harus move on.

Tiba-tiba, sebuah pesan masuk dari Bima.

Bima : Anya, tolong angkat teleponku. Aku ingin berbicara denganmu.

Anya membaca pesan itu dengan berlinang air mata.

Dia ingin membalas pesan Bima, tapi dia tak tahu harus berkata apa.

Dia hanya bisa diam, dan membiarkan matanya mengalir.

Di luar sana, hujan turun dengan deras.

Suara hujan bagaikan melodi yang menyayat hati.

Anya merasa begitu sendirian.

Dia tak tahu harus berbuat apa.

Dia hanya bisa berharap suatu hari nanti, dia bisa melupakan semua ini.

Dan dia bisa menemukan kebahagiaan yang baru.

18/02/2024

Cerpen :
Pramuka dan Husna

Husna duduk di tepi lapangan, tangannya gemetar dan wajahnya memerah karena rasa malu. Barisannya lagi-lagi berantakan, dan seniornya, Kak Farhan, tak lagi bisa menyembunyikan kekesalannya.

"Masih salah lagi, Husna? Apa kamu tidak bisa mengerti?" bentak Kak Farhan, matanya menyala dalam kemarahan.

Husna mengangguk ragu-ragu, "Maaf, Kak. Saya benar-benar mencoba."

Kak Farhan menggeleng frustasi, "Kamu harus lebih serius! Ini bukan main-main. Sudah berapa kali aku katakan ini? Ini pramuka, bukan tempat main-main!"

Husna menelan ludahnya, merasa semakin kecil di hadapan senior-senior yang galak itu. "Saya tahu, Kak. Saya benar-benar mencoba. Saya hanya belum terbiasa."

"Tidak ada alasan! Kamu harus bisa! Kamu pikir pramuka ini seperti main ke pasar?!" teriak Kak Farhan semakin keras.

Husna tertunduk, hatinya hancur. Dia benar-benar berharap bisa memperoleh pengalaman yang menyenangkan dalam pramuka, tapi sepertinya semua yang dia dapatkan adalah teguran dan kekecewaan.

Setelah latihan, Husna mengeluhkan keberatan kepada temannya, Aisha. "Aisha, aku capek, aku lelah. Kenapa Kak Farhan harus semarah itu padaku? Aku kan baru pertama kali ikut pramuka. Dia nggak peduli sama sekali dengan situasiku."

Aisha mengusap punggung Husna dengan penuh simpati, "Sabar ya, Husna. Mereka memang keras, tapi itu karena mereka ingin kita jadi lebih baik. Jangan menyerah. Aku yakin suatu saat nanti kamu akan bisa."

Husna mengangguk, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan menyerah.

Hari demi hari berlalu, dan setiap kali Husna melakukan latihan, dia berusaha lebih keras lagi. Dia memperhatikan setiap gerakan, mendengarkan setiap instruksi dengan seksama. Dan akhirnya, setelah berlatih selama sepuluh hari, Husna mulai bisa baris berbaris dengan baik.

Ketika latihan hari ke sepuluh berakhir, Kak Farhan mendekati Husna dengan senyuman yang tulus. "Selamat, Husna. Kamu sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku bangga padamu."

Husna tersenyum lebar, merasa bangga dengan pencapaiannya. Dia tahu bahwa semua teguran dan kritik yang dia terima sebelumnya adalah bagian dari proses pembelajaran. Dan sekarang, dia merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan di masa depan dalam pramuka.

18/02/2024

JIKA KAMU TIDAK MENYUKAI BELAJAR, MULAILAH BELAJAR MENYUKAINYA, MAKA ITU AKAN MERUBAH HIDUPMU.

Address

Jalan Pangauban
Bogor

Opening Hours

Monday 09:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 09:00 - 16:00
Thursday 09:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00
Saturday 09:00 - 16:00

Telephone

+6289695393651

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gudang Geer posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Gudang Geer:

Share