Sarung Tenun Toldem

Sarung Tenun Toldem Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Sarung Tenun Toldem, Kroya.

Bumbu CintaTidak ada resep khusus untuk mencintai perempuan di samping saya ini. Cukup ingat saja kebaikan-kebaikan yang...
14/05/2025

Bumbu Cinta

Tidak ada resep khusus untuk mencintai perempuan di samping saya ini. Cukup ingat saja kebaikan-kebaikan yang tiada hentinya ia alirkan sehari-hari pada saya, suaminya.

Salah satunya adalah mengingat ketika Ramadan, waktunya bangun sahur dan saat itu sedang tidak ikut berpuasa, dia bangun lebih awal untuk menyiapkan makan sahur suaminya. Padahal dia sendiri tidak ikut makan sahur.

Saya sendiri pesimis, dan tidak yakin kalo diganti perannya, saya yang tidak puasa dan dia yang harus makan sahur, kemungkinannya kecil untuk saya bisa bangun lebih awal menyiapkan masakan dan memastikan sahurnya tercukupi 😌

Atau ketika dengan ikhlasnya dia mengambil handuk saya di kasur, sambil tersenyum begitu ramahnya 🙂 senyum yang membuat saya akhirnya sebisa mungkin tidak meletakkan handuk di atas kasur lagi.


14/05/2025
Kembaran KostumAda alasan kenapa saya tidak pernah memakai setelan jas warna hitam dalam menghadiri akad nikah. Karena s...
20/04/2025

Kembaran Kostum

Ada alasan kenapa saya tidak pernah memakai setelan jas warna hitam dalam menghadiri akad nikah. Karena selain beskap putih, setelan jas warna hitam menjadi kostum yg paling umum bagi catin laki-laki dalam prosesi akad nikah.

Jadilah saya menyiapkan setelan jas warna coklat, grey, dongker, atau warna lainnya. Tujuan saya semata agar penampilan saya tidak menyerupai calon pengantin.

Tapi, hari ini takdir menunjukkan tajinya. Sehebat apapun rencana saya, sedetail apapun analisis yg saya lakukan, di mata takdir, semua dapat diruntuhkan.

Dari ratusan, atau mungkin sudah menyentuh seribuan pasang pengantin, saya dibuat kaget ketika mas manten menggunakan setelan jas yg sama persis dengan saya. Bedanya hanya di kemeja, dasi, dan peci belaka.

Saya duduk lebih awal di majelis, barulah mas manten menyusul kemudian. Saya berusaha bersikap biasa saja.
Sebelum akad nikah menuju purna, saya sempatkan untuk menyampaikan kepada tamu undangan.

"Bapak/Ibu/Hadirin yg saya hormati. Saya punya uneg2. Setelah ratusan hari saya lalui di dunia pertratagan, hari ini untuk pertama kalinya setelan jas saya sama plek sama pengantin. Bedanya mas manten pakai melati, kalo saya pakai pin KORPRI."

Saya diam sejenak, menunggu tawa hadirin mereda. Kemudian saya melanjutkan ..

"Oleh sebab itu, mohon Bapak/Ibu/Hadirin, setelah ini jangan salah menyalami."

😌


Semoga.Seringkali saya membuat satu kepsyen yang panjang. Namun khusus foto ini, sepanjang apapun kepsyen, rasanya tak c...
31/03/2025

Semoga.

Seringkali saya membuat satu kepsyen yang panjang. Namun khusus foto ini, sepanjang apapun kepsyen, rasanya tak cukup jua menuliskan segala kebaikan, kehangatan, keramahan dan kenyamanan yang dihadirkan Allah SWT melalui perempuan di samping saya di dalam gerbong kehidupan yang sedang kami tumpangi.

Sering p**a saya merangkai bilangan kata-kata. Namun khusus foto ini, bilangan kata-kata itu luluh menjelma cinta yang semakin bertumbuh. Melebur bersama kasih yang mengkristal menjadi kisah.

Semoga di lebaran selanjutnya Allah SWT masih takdirkan kami bersama. Semoga teman-teman yang membaca ini diberikan kebahagiaan oleh Allah SWT dari pintu kebahagiaan yang sama, juga dari pintu kebahagiaan lainnya. Semoga puasa yang kita tempuh membuat jiwa kita semakin tangguh.

Semoga Allah SWT ampuni semua kesalahan kita. Semoga Allah SWT menerima rangkaian amal ibadah kita. Semoga semoga semoga.

Purwokerto, 01 April 2025 M/01 Syawal 1446 H.

Penghulu Ahlul QohwahTahun 2025 ini seharusnya menjadi tahun kelima kami menjadi tukang catat nikah. Karena kami angkata...
20/01/2025

Penghulu Ahlul Qohwah

Tahun 2025 ini seharusnya menjadi tahun kelima kami menjadi tukang catat nikah. Karena kami angkatan 2019, harusnya sih 2020 kita sudah terima SK. Tapi, qadarullah Kovid 19 datang. Rangkaian ujian memakan waktu 1 tahun. Jadilah SK kami terima 2021.

Pengalaman ujian tersimpan sangat rapi di memori hipokampus kami masing2. Dan sepertinya ada satu kesamaan dari kami waktu ikut ujian, yaitu tidak berpikir berapa jumlah saingannya. Dalam benak, berapapun angkanya, masuk 11 besar adalah harga mati. Karena berfikir tentang saingan, bagi saya sudah 1 langkah menuju kekalahan. Yakin saja dgn kemampuan, sisanya serahkan pada Tuhan.

Alhamdulillah Allah mudahkan kami untuk lolos lebih awal daripada peserta lainnya. Kenapa lebih awal? Karena banyak juga peserta lain yg akhirnya lolos di tahun berikutnya. Termasuk lolos di tahun 2024 ini yg jumlahnya mencapai 700an orang. Jumlah yg hampir sama dengan total peserta ujian di tahun 2019.

Tentang Ahlul Qohwah sebetulnya tidak semua dari kami penikmat kopi. Hanya kita coba renungi filosofi dari biji kopi yg lembut, pahit, tapi aroma dan rasanya menenangkan. Bahwa sepahit apapun hidup, serumit apa masalah, hadapilah dengan ketenangan. Nanti pasti Allah mudahkan.

Demi merawat nalar akademis dan menjaga batin tetap waras, setahun sekali kami mengagendakan anjangsana. Titik lokasi bergantian. Waktu yg dipilih bulan Suro/Muharram, bulannya orang mengindari untuk menikah.

Tahun ini, kami kedatangan rekan2 baru. Tidak main-main jumlahnya. Dengan jumlah segitu, tentu KUA sangat diberkati. Harapannya pelayanan akan meningkat, kepuasan masyarakat makin meluas.

Semoga kita bisa bersinergi. Tetap menjaga marwah penghulu. Tidak silau dengan kerlip kamera apalagi jabatan. Berhati-hati dalam memutuskan masalah. Tidak gegabah dan tetap berhati rendah. Karena sekali kita mengecewakan, diingatnya oleh mereka bisa sampai tua kemudian.





Sampai detik ini, sy masih menikmati profesi sebagai juru catat pernikahan. Serupa kegiatan lain, titik jenuh itu adalah...
14/01/2025

Sampai detik ini, sy masih menikmati profesi sebagai juru catat pernikahan. Serupa kegiatan lain, titik jenuh itu adalah niscaya. Dan kebosanan adalah satu hal yg tak bisa dielak.

Di sinilah sy sedikit beruntung karena setiap peristiwa nikah punya kisah yg secara alami insyaallah dapat menekan rasa bosan.

Contohnya pasangan ini. Daftar tidaklah sampai seminggu. Untung berkas lengkap jadi semua prosedur dilibas tanpa hambatan. Awalnya sy dikabari nikahnya sederhana, tamu bisa dihitung dengan jari tangan.

Tapi, siapa yang tidak ingin menyaksikan kegembiraan? Hadirlah mempelai laki2 bersama rombongan serupa beberapa kompi pas**an.

Sudahlah usia menyentuh kepala 4, rupa-rupanya ia belum pernah menikah. Timbullah raut wajah yg tegang sebelum kami bersalaman. Ditambah riuh suara hadirin yg menyaksikan. Maksimal sudah kadar groginya.

"Bismillah, sing tenang ya mas," kata sy.

"Siap mas pengulu. Kulo tak moco lafal qobule mboten nopo nggih? Dereng apal."

"Aman. Ora ujian, nyontek ya rapopo," kata sy lagi.

Tepat sebelum prosesi, sy memperhatikan jas yg dipakai si mamas manten. Dua butir kancing di jas itu masuk ke sarangnya. Pantas dari tadi ia seperti habis napas saat bicara.

"Mas, kalo duduk kancing jasnya dilepas ya. Biar gak hilang napas waktu bicara."

Sejurus, dua butir kancing keluar dari sarangnya.

"Nyaman?"

"Lega mas pengulu." Ucap dia sambil terkekeh.

Acara dimulai. Wali nikah mewakilkan kepada sy untuk menikahkan putrinya. Ini pernikahan kedua mempelai putri. Tepat sebelum akad nikah sy bilang ke mereka berdua:

"Jadilah pasangan yg saling menghormati. Jangan rusak nilai suci pernikahan dengan emosi yg lepas kendali. Hindari menuntut dibahagiakan, tapi berlombalah membahagiakan."

Ijab qobul dimulai. Semua berjalan lancar. Hikmat, sekali ucap tanpa pengulangan. Dilanjutkan berdoa dan prosesi tandatangan. Di sudut ruangan, suara sesenggukan merambat lirih melalui angin yang tiba di telinga saya. Tipis sekali, tapi sungguh dalam.

Sy serahkan buku nikah ke mereka.

"Senyum dulu mas," ledek sy.

"Eaaaaa," sambung hadirin lainnya. Gelak tawa muskil dibendung.

Alhamdulillah, acara purna, sy lanjut sarapan. Eh pamitan. 😬

Nikah CampuranSejak bertugas menjadi penghulu, saya sudah memproses belasan pernikahan campuran (WNA & WNI). Dan yang cu...
10/11/2024

Nikah Campuran

Sejak bertugas menjadi penghulu, saya sudah memproses belasan pernikahan campuran (WNA & WNI). Dan yang cukup mencengangkan, seratus persen bulenya adalah laki-laki. Sedangkan catin perempuannya, sebagian besar adalah produk asli Cilacap punya.

Mak comblangnya? Banyak. Ada yang memang bekerja di negara yang sama, dijodohkan, ketemu waktu liburan, dan yang tidak saya duga adalah, lewat Facebook. Ya, Anda tidak salah baca. Gak main-main, ada lebih dari 3 pasang yang menambatkan hatinya via Facebook.

Seingat saya, mas-mas bule yang nyari jodohnya sampe ke Indonesia ini asalnya dari Taiwan, Jepang, Kanada, Turki, Timor Leste dan yang terbaru ini mas-mas dari Australia.

Perasaan saya? Jelas senang sekali. Tapi saya agak sedikit bingung kalo bulenya tidak bisa ngobrol bahasa Inggris. Saya emang ga ahli juga, tapi minimal dulu waktu MTS, pelajaran konversesyen saya selalu maju pertama. Hhe

Apesnya lagi, ada catin putri yang juga tidak menguasai betul bahasa calon suaminya. Akhirnya om gugel turun tangan menjadi perantara kami dalam komunikasi di KUA saat validasi data. Dan bisa jadi berlanjut sampai di awal pernikahan, om gugel adalah asisten komunikasi mereka.

Untuk ijab qobul, saya minta pengantin pria melafalkan qobul dalam dua bahasa. Indonesia dan bahasa ibu mereka. Apakah dihafal? Ya jelas tidak, mereka saya siapkan contekan, jadi tinggal dibaca saja.

Sebelum ijab qobul saya membiasakan diri untuk menyampaikan nasihat pernikahan. Bagi saya, nasihat pernikahan ini sangat penting untuk disampaikan. Meski tanpa nasihat atau khutbah nikah, pernikahan juga tetap sah.

Termasuk untuk mas bule satu ini, nasihat pernikahan saya tulis di selembar stiky notes. Menurut saya ini tidak panjang, tidak sampai satu menit dilafalkan. Toh yang saya sampaikan ini nasihat, bukan pengajian, jadi pendek saja.

Pakai bahasa juga sebisa saya. Salah kata ya jelas ada, yang penting mas bulenya ngangguk2. Tandanya dia paham, kan? 😄

Nah, tren nikah campuran ini menarik. Salah satunya karena kita bisa mengerti bahwa selain buta, cinta juga terkadang bisu. Mereka berbicara, tanpa mulut harus berkata-kata.

Tentang Pertanyaan Khairaa tumbuh di dalam rumah yg ibuk bapaknya lumayan s**a ngobrol. Apa saja diobrolin. Dari obrolan...
13/10/2024

Tentang Pertanyaan

Khairaa tumbuh di dalam rumah yg ibuk bapaknya lumayan s**a ngobrol. Apa saja diobrolin. Dari obrolan itu lantas muncul banyak pertanyaan yg kadang serius, kadang receh tapi tetep perlu dijawab. Akhirnya, tanpa sadar kebiasaan bertanya itu kami bawa kepada Khairaa.

Dimulai sejak dia sudah mulai berlatih mengucapkan beberapa kata, entah insting ini darimana datangnya, kami mulai menanyakan banyak hal kepada Khairaa. Dan sepertinya insting ini melekat di kebanyakan orangtua yg anaknya baru mulai berlatih bicara.

Mulai dari memanggil "ayah" atau kalimat semaknanya. "Mama" juga kalimat lain yg semakna. Atau mengucapkan namanya sendiri. Nah, dari sini kehidupan mulai menarik. Sy dan ibuknya Khairaa jadi s**a sekali bertanya kepada bayi yg baru mulai bicara itu.

Semisal, "Ini namanya siapa?" Sambil sy pegang pundak mungilnya. "Aiaa", belum puas sy tambah lagi pertanyaannya, "kalo ini?" sambil menunjuk diri sy sendiri. "Bapaak", belum puas lagi, "yang ini?" sambil sy pegang pundak ibuknya. "Ibuu". Dan rangkaian pertanyaan lain yg kadang bisa dijawab, kadang dia diam saja.

Nah, mungkin kebanyakan yg orangtua rasakan adalah, ketika seorang anak menjawab apa saja bentuk pertanyaan mereka, tidak ada perasaan lain selain bahagia, terharu, dan puas.

Tapi, dalam kesenangan itu sy menyadari satu hal. Bahwa sy sedang mengajari Khairaa menjadi seperti sy, ibuknya, dan beberapa orang yang berinteraksi dengan dia. Mengajari apa? Ya, mengajari untuk banyak bertanya.

Di sinilah titik balik kesadaran sy bahwa ke depan, sy harus siap menghadapi banjir pertanyaan dari Khairaa. Dan di usianya yg sekarang, rintik pertanyaan itu mulai muncul membasahi interaksi kami. Itulah yg terjadi, salah satu alasan kenapa anak2 banyak bertanya wkwk

Jadi, kami, khususnya sy, perlu menyiapkan amunisi agar tidak kehabisan kesabaran dan jawaban. Ini tanggungjawab moral sy karena sudah banyak bertanya kepada Khairaa. 😂

Sama seperti perasaan sy saat ia berhasil menjawab pertanyaan, sy pun ingin dia merasa bahagia, senang, dan puas karena keberhasilan bapaknya menjawab pertanyaan. Dan memori ini yg sy harap dia ingat dalam tahap pertumbuhannya. Semoga.

Saya bukan pakar pernikahan, juga bukan psikolog apalagi ahli parenting yg punya banyak teori dan kasus tentang kisah hi...
16/08/2024

Saya bukan pakar pernikahan, juga bukan psikolog apalagi ahli parenting yg punya banyak teori dan kasus tentang kisah hidup anak manusia. Saya hanya punya kesempatan untuk bertemu banyak orang yg kebetulan ingin menikah atau telah kandas pernikahannya. Jadi nasihat ini adalah untuk diri sendiri, dan kalo kebetulan pas sama njenengan, mbok bisa jd pengingat buat kita.

Kisah seputar nikah ini bagi sy barang mewah. Banyak celah di sisi lain pernikahan yg tidak semua orang punya pengalaman yg sama. Namun, ada satu yg pasti semua orang mengalaminya, yaitu usia pernikahan yg terus bertambah. Jangan terjebak. Jangan gengsi berbenah. Yakinlah, sabar dan syukur kita akan jadi penopang semua masalah. Semoga Allah SWT melindungi kita, pasangan kita, dan keluarga kita semuanya.

Setelah bimbingan pra-nikah, bimbingan pasca menikah rasanya lumayan perlu juga. Gimana menurut temen2?

Address

Kroya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sarung Tenun Toldem posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share