Kaos KOTA TOEA Magelang

Kaos KOTA TOEA Magelang "Kaos KOTA TOEA MAGELANG" merupakan fanspage dari Komunitas KOTA TOEA MAGELANG khususnya untuk penaw

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ **MAGELANG KEMBALI 1949** ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉDentuman perlawanan, semangat persatuan, dan pengorbanan para pejuang akan kembali hadir ...
02/06/2026

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ **MAGELANG KEMBALI 1949** ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Dentuman perlawanan, semangat persatuan, dan pengorbanan para pejuang akan kembali hadir dalam sebuah pertunjukan kolosal yang menghidupkan salah satu babak penting sejarah perjuangan bangsa.

**โ€œKemerdekaan tidak diberi, tapi direbut kembali!โ€**

Melalui **Magelang Kembali 1949**, masyarakat diajak menyaksikan rekonstruksi perjuangan rakyat Magelang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sebuah kisah heroik yang diangkat dari peristiwa nyata, menghadirkan suasana perjuangan, semangat gotong royong, serta keberanian rakyat dalam menghadapi penjajah.

๐Ÿ“ **Alun-alun Kota Magelang**
๐Ÿ“… **Teatrikal Perjuangan, minggu 7 Juni 2026 pukul 13.00 wib**
๐Ÿ—“๏ธ **acara Magelang Tempo Doeloe (MTD), Jumat โ€“ Minggu, 5-7 Juni 2026**

Mari hadir bersama keluarga, sahabat, dan generasi muda untuk mengenang jasa para pejuang sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air.

๐Ÿ”ฅ **Berani melawan penjajah**
๐Ÿค **Bersatu untuk merdeka**
๐Ÿฉธ **Berkorban demi bangsa**
๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ **Merdeka hak seluruh bangsa**

**Datang, saksikan, dan rasakan bagaimana sejarah hidup kembali di Kota Magelang!**

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉโœจ

Tamu dari Belanda. Kemarin minggu sore, saya kedatangan tamu dari negeri kincir angin. Adrian Duijsters  berasal dari Ut...
11/05/2026

Tamu dari Belanda.
Kemarin minggu sore, saya kedatangan tamu dari negeri kincir angin. Adrian Duijsters berasal dari Utrecht, Belanda. Ia masih berkerabat dengan Vincent Jenner. Vincent Jenner adalah papa dari Ivar Jenner, pemain sepak bola nasional Indonesia.
Mereka berkunjung ke makam tokoh kemanusiaan Johannes van der Steur di Jl. Ikhlas Kota Magelang.
Cc .o.s
Foto





09/05/2026

Ada suasana yang sebentar lagi kembali hidup di tengah kota.

Magelang Tempo Doeloe 2026
Segera hadir.

Potret diri.... "....Esok pagi, ku buka jendela... Kan kudapati seikat kembang merah.... "
06/05/2026

Potret diri....
"....Esok pagi, ku buka jendela... Kan kudapati seikat kembang merah.... "

Mencari Jejak Bapakku dan EmakkuDi tempat inilah, bapakku dan emakku menikah. Bapakku Tjari bin Saljan (31 tahun) dan em...
03/05/2026

Mencari Jejak Bapakku dan Emakku

Di tempat inilah, bapakku dan emakku menikah. Bapakku Tjari bin Saljan (31 tahun) dan emakku Hindun binti Rumban (20 tahun) menikah pada hari Djumah 9 Besar 87 H (1387 H) atau bertepatan dengan Jumat 8 maret 1968 jam 09.00 wib.

Mereka menikah di KUA Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang, persis di pinggir Kali Comal, cuma dipisahkan oleh jalan kabupaten dan beberapa rumah kampung saja. Yang menikahkan bapaknya emakku Rumban bin Tjato (48 tahun). Mas kawinnya berupa uang sebesar Rp100 rupiah dibayar tunai.

Di tempat ini, masih ada buku induk pencatatan pernikahan keduanya. Tapi tinta pada buku itu telah luntur karena pada tahun 2018 kantor itu kebanjiran oleh luapan Kali Comal. Samar-samar masih terbaca catatan itu yang identik dengan surat nikah orangtuaku. Sama persis.

Bapakku berstatus duda, istri pertama sudah bercerai. Istri pertamanya bernama Sarini binti Rakiban dan dikaruniai anak 2 yakni Muslichah (lahir 24/12/1959) dan Tarsinah (lahir 13/08/1965). Saat itu bapakku tinggal di Bedji (Beji, Pemalang). Sarini tinggal Dusun Pedurungan RT 8 RW 2, Desa Taman, Pemalang. Saya kurang tahu, mengapa mereka bercerai saat anak-anaknya masih kecil. Bapakku punya adik yg tinggal di Baros Pekalongan.

Emakku berstatus janda, belum memiliki anak dan tinggal di Desa Jatirejo Kec. Ampelgading Kabupaten Pemalang. Saya kurang tahu siapa suami pertamanya. Dapat info jika suami pertamanya dari Desa Karangasem, tak jauh dari KUA itu.

Bapakku dan emakku memiliki 5 anak laki-laki (Pendowo) yang semuanya lahir di Magelang. Aku sendiri nomer 3. Kami bangga pada mereka.

Kisah Bapakku dan EmakkuBapakku Tjari bin Saljan (31 tahun) dan emakku Hindun binti Rumban (20 tahun) menikah pada hari ...
22/04/2026

Kisah Bapakku dan Emakku

Bapakku Tjari bin Saljan (31 tahun) dan emakku Hindun binti Rumban (20 tahun) menikah pada hari Djumah 9 Besar 87 H (1387 H) atau bertepatan dengan Jumat 8 maret 1968 jam 09.00 wib.

Mereka menikah di KUA Kecamatan Ampelgading Kabupaten Pemalang. Yang menikahkan bapaknya emakku Rumban bin Tjato (48 tahun). Mas kawinnya berupa uang sebesar Rp100 rupiah dibayar tunai.

Bapakku berstatus duda, istri pertama sudah bercerai. Istri pertamanya bernama Sarini binti Rakiban dan dikaruniai anak 2 yakni Muslichah (lahir 24/12/1959) dan Tarsinah (lahir 13/08/1965). Saat itu bapakku tinggal di Bedji (Beji, Pemalang). Sarini tinggal Dusun Pedurungan RT 8 RW 2, Desa Taman, Pemalang. Bapakku punya adik yg tinggal di Baros Pekalongan.

Emakku berstatus janda, belum memiliki anak dan tinggal di Desa Jatirejo Kec. Ampelgading Kabupaten Pemalang. Saya kurang tahu siapa suami pertamanya.

Jika merunut pada buku nikah, pekerjaan mereka adalah petani. Mungkin saja mereka bertemu saat menjadi petani. โ˜บ

Yang menarik dari arsip-arsip yang saya buka, pada 1 Juli 1966 bapakku diangkat menjadi PNS Sementara di Rindam VII/Diponegoro di Magelang. Sebelumnya hanya Pekerja Harian Tetap (PHT) di tempat itu. Belum diketahui mulai kapan bekerja sebagai PHT.

Ini berarti bahwa saat bapakku menikah dengan emakku, bapakku sebenarnya sudah bekerja di Rindam VII Diponegoro di Magelang, bukan sebagai petani (jika merujuk pada buku nikah). Ah betapa rendah hatinya bapakku. โ˜บ

Mengapa bapakku bisa bekerja di Magelang?

Bapakku dan emakku pernah bercerita, pasca peristiwa 1965 bapakku meninggalkan Pemalang ikut dompleng tentara dari Magelang yang saat itu melakukan pengamanan di Pemalang. Bapakku takut 'kena' jika tetap tinggal di Pemalang. Kita tahu di kawasan itu (termasuk Tegal, Brebes dsk) menjadi 'area merah'.

Berkat dompleng tentara itulah bapakku bisa bekerja di Rindam VII/Diponegoro Magelang meskipun cuma sebagai Pekerja Harian Tetap (entah mulai kapan, mungkin antara Oktober 1965 - 1 Juli 1966). Sebagai PNS Sementara, tugasnya menjadi Pelayan Makan (bagian dapur) pada 1 Januari 1968 dengan golongan 1a bergaji Rp440 pada 1 Oktober 1973 naik golongan menjadi 1b.

Address

Magelang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kaos KOTA TOEA Magelang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Kaos KOTA TOEA Magelang:

Share