26/02/2024
Bila ada pertanyaan kapan, sih, orang tua bisa mulai membacakan buku untuk anak? Maka jawabannya adalah sedini mungkin atau bahkan bisa dilakukan sejak bayi atau balita! Yang benar saja? Apakah itu tidak berlebihan? Tidak, justru mulai membacakan buku untuk anak perlu dilakukan sedini mungkin agar mereka terbiasa.
Membiasakan anak membaca buku sejak kecil akan membuat mereka mencari dan membaca buku karena mereka menyukainya. Hal ini akan lebih mudah dilakukan daripada mulai memperkenalkan mereka dengan membaca di usia sekolah sehingga mereka akan mencari buku dan membacanya hanya karena terpaksa atau karena keharusan semata.
Memangnya anak-anak mengerti? Jangan salah! Bayi dan balita memiliki kemampuan luar biasa. Pikiran mereka terus bekerja menyerap semua bahasa yang dia dengar serta gambar yang ia lihat saat orang tuanya membacakan buku.
Apa saja, sih, manfaat membacakan buku untuk anak sedini mungkin?
1. Membangun Bonding Orang Tua dan Anak
Jangan dikira membacakan buku untuk anak hanya punya manfaat edukasi saja. Membaca buku untuk anak memberikan kesempatan yang luar biasa untuk membangun koneksi atau bonding antara orang tua dan anak.
Dr. Elisabeth Duursma, dosen senior bidang literasi anak usia dini di University of Wollongong, Sydney, Australia dari hasil penelitiannya menunjukkan bahwa aktivitas membaca dapat mendukung hubungan orang tua-anak yang solid. Keterlibatan orang tua untuk membacakan buku dapat memberikan rasa aman untuk anak. Di samping itu, sikap positif orang tua terhadap buku dan membaca dapat menumbuhkan minat anak terhadap literasi.
2. Mengasah Keterampilan Mendengarkan
Keterampilan mendengarkan adalah sesuatu yang harus dimiliki anak-anak sebelum mereka mampu membaca sendiri. Kata-kata yang Anda ucapkan sambil menunjuk huruf atau gambar di buku akan menjadi bekal untuk membuka dunia baru baginya, bahkan tanpa Anda sadari.
3. Meningkatkan Perkembangan Kognitif dan Bahasa
Saat membaca buku bersama Anda, anak akan mendapat berbagai manfaat stimulasi kognitif. Mereka akan belajar mulai dari warna, bentuk, angka, huruf, dan kata. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Child Language Teaching and Therapy menunjukkan bahwa bayi ya