22/05/2025
Chamimah, seorang guru honorer di Surabaya, Jawa Timur, telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan selama lebih dari 61 tahun.
Chamimah, seorang guru honorer di Surabaya, Jawa Timur, telah mengabdikan dirinya dalam dunia pendidikan selama lebih dari 61 tahun.
Ia memulai kariernya sebagai guru pada tahun 1963 dan telah mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) Masa Putra Bhakti.
Meskipun gajinya hanya berkisar antara Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per bulan, semangatnya untuk mengajar tidak pernah pudar.
"Saya sebenarnya bisa dapat Rp 1 juta. Karena banyak yang menunggak, jadi terima kadang-kadang Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu," ucapnya.
Ia mengakui bahwa gaji tersebut sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meskipun demikian, ia bersyukur karena masih memiliki pensiun sebesar Rp 2 juta yang digunakannya untuk kebutuhan hidup.
Pada tahun 2020, Chamimah menjadi sorotan publik setelah berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Ia lulus di usia 78 tahun dan diwisuda bersama 1.139 sarjana lainnya.
"Selama kita bersungguh-sungguh, tidak ada kata terlambat dalam menuntut ilmu," ujar dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama kuliah, ia tidak pernah bolos kecuali saat merasa tidak enak badan.
Selama menjalani perkuliahan, Chamimah merasa didukung oleh rekan-rekan kuliahnya yang seusia cucunya.
βJustru mereka yang memotivasi saya untuk terus belajar dan menyelesaikan studi tepat waktu,β katanya.
Ia merasa nyaman belajar di Universitas Muhammadiyah Surabaya berkat dukungan dosen-dosen yang sabar dan mumpuni.
Humas Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya mewisuda sarjana berusia 78 tahun tersebut.
βKami secara inklusif membuka kesempatan belajar bagi siapa pun selama memiliki tekad dan ikhtiar yang kuat dalam menuntut ilmu,β ujarnya.