19/07/2018
Anak Bunda sering merajuk malas pergi ke sekolah?
Bagaimana bunda menyikapinya? memarahi anak anda atau membiarkan membolos begitu saja?
--
Menurut Psikolog Desi Adriana dari Growth Consultan, anak malas sekolah sesuatu yang wajar terjadi. Rasa malas itu bisa muncul kapan saja. Hal penting yang harus dilakukan orangtua jika anaknya menunjukkan tanda-tanda enggan ke sekolah, seperti malas bangun pagi, tak mau mengerjakan PR, pura-pura sakit dan lainnya, jangan langsung dimarahi. Tapi cari tahu penyebabnya.
--
Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak malas ke sekolah dan sering bolos, di antaranya adalah :
1. Takut atau trauma dengan sesuatu
2. Haus dengan perhatian
3. Kekerasan orang tua
4. Teman yang tidak baik
Kemalasan siswa masuk sekolah pasti akan mempunyai akibat yang buruk bagi perkembangan anak terutama bagi prestasi dan masa depan mereka tentunya.
--
Upaya penanggulangannya :
1. Mempelajari dan memahami kondisi anak
Untuk mengetahui sebab-sebab malasnya anak ke sekolah dan sering kabur dari sekolah tidak cukup hanya dengan menanyakan sebabnya. Maka kadang-kadang anak sudah pandai berdalih dengan apa saja dan berbohong agar perkara tersebut cepat selesai dan tidak dipermasalahkan lagi, namun kedua orang tua juga harus memahami kondisi psikologis anak.
Dengan demikian hendaklah kedua orang tua datang ke sekolah menanyakan kondisi anaknya di sekolah seperti apa, karena siapa tahu sekolah bisa mengetahui problem yang sedang dihadapi anak atau juga teman-temannya.
Menyikapi anak seperti ini haruslah dengan sikap lembut dan penuh kasih sayang agar anak berani menungkapkan yang sebenarnya alasan dia sering bolos dan atau melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
--
2. Bijaksana dan bertahap
Untuk menyembuhkan anak dari penyakit seperti ini sangatlah dibutuhkan kesabaran dan kebijaksanaan, jangan terburu-buru, khawatir akibatnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, akan tetapi dengan memberikan pemahaman kepada anak, bahwa apa yang telah dilakukannya di sekolah adalah tidak baik.
Dengan cara seperti ini saja terkadang anak belum bisa menerima dan langsung memahami namun memang butuh proses sampai anak betul-betul bisa memahami dan menilai segala yang dilakukannya.
--
3. Menghindari sikap kasar dan keras
Salah kaprah orang yang mengartikan kekerasan itu adalah cara yang paling ideal untuk memperbaiki anak, namun realitanya justru sebaliknya, sebgaimana yang telah dijealskan di atas.
Terlebih lagi sesuatu yang berkaitan dengan sekolah janganlah sekali-kali memakai pendekatan seperti ini, haruslah dengan lemah lembut, perhatian dan kasih sayang. Sebagaimana dibutuhkan juga untuk memberikan pemahaman dan tidak membedakan satu sama lain, memberikan hadiah atas keberhasilan anak di sekolah yang telah berusaha sungguh-sungguh, terus memotifasi,
--
4. Memberikan kenyamanan & Keamanan
Menyediakan waktu luang untuk berbagi cerita ketika dirumah, atau bahkan mengajaknya mengobrol santai tentang kegiatan apa saja yang sudah dilakukan di sekolah ketika perjalanan pulang menjemput anak sekolah. Tentunya obrolan ringan seperti ini akan membuat anak akan dengan mudah bercerita mengenai dirinya dan lingkungan sekolahnya dan dengan tidak langsung akan menciptakan suasana yang nyaman bagi anak.
--
Kenyamanan yang tercipta saat ada obrolan ketika pulang sekolah ini juga menghindari rasa kantuk anak saat di motor, meski demikian tidak ada salahnya bagi bunda untuk tetap memperhatikan keselamatan & kemanannya dengan Sabuk Bonceng Motor Zatra. Karena keselamatan anak dalam mengendarai motor juga merupakan aset berharga bagi orang tua dan anak untuk masa depannya.
--
Sabuk Bonceng Motor Zatra tersedia 3 ukuran, warna & motif karakter
1. Bayi: usia 6bulan-2tahun Rp 180.000
2. Standar (digunakan anak usia 2 tahun-12 tahun) Rp 120.000
3. XL (digunakan anak usia 5 tahun-12tahun) Rp 130.000
--
detail info & pemesanan:
1. WA 087845655858
2. bukalapak.com/babyshopline
3. tokopedia.com/babyshopline
4. shopee.co.id/babyshopline
5. lazada.co.id/babyshopline