tokoannisa.com

tokoannisa.com tokoannisa.com / momie milidi

07/05/2026

Hai, ini keseharianku. Ngurusin kucing kesayangan. Setuju gak kalau rutin upload konten kucing?

Mungkin Allah memang belum memberi kepercayaan keturunan kepada aku dan suami, tapi kami (khususnya aku) merasakan nikma...
20/04/2026

Mungkin Allah memang belum memberi kepercayaan keturunan kepada aku dan suami, tapi kami (khususnya aku) merasakan nikmat Allah itu sangat banyak dan kebahagiaan itu bisa datang dari apa saja. Allah bukan tidak memberi kita kebahagiaan hanya saja kesadaran atau hidayah itu yang mungkin belum sampai kepada kita. sehingga kita sulit merasa bahagia. Aku menyadari nikmat yg paling besar yg harus kita syukuri nikmat iman dan hidayah. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan petunjuk kepada kita semua ya.

Tetap semangat buat kita semua apapun takdir ya Allah beri adalah yang terbaik untuk kita. Allah Maha pengasih dan penyayang.

Sebagai pengingat ==>

Secara harfiah, nikmat atas hidayah adalah karunia berupa "petunjuk" atau "bimbingan" yang diberikan Sang Pencipta kepada hamba-Nya. Dalam Islam, ini dianggap sebagai nikmat tertinggi, melampaui harta, kesehatan, maupun jabatan.

Berikut adalah penjelasan lebih mendalam mengenai makna tersebut:

1. Definisi Hidayah

Hidayah berasal dari bahasa Arab yang berarti petunjuk atau bimbingan. Dalam konteks spiritual, ini adalah cahaya yang dimasukkan Allah ke dalam hati manusia sehingga ia mampu:

•Membedakan antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).

•Merasakan ketenangan dalam ketaatan.

•Memiliki keinginan kuat untuk berjalan di atas "Siratal Mustaqim" (jalan yang lurus).

2. Mengapa Disebut Nikmat Terbesar?

Banyak orang memiliki segalanya secara materi, namun merasa hampa. Nikmat hidayah disebut sebagai puncak kenikmatan karena:

•Bersifat Kekal: Harta dan fisik akan sirna, namun hidayah membawa keselamatan hingga akhirat.

•Penentu Kebahagiaan: Hidayah memberikan makna pada kehidupan. Tanpanya, manusia seringkali kehilangan arah meskipun bergelimang kemewahan.

•Hak Prerogatif: Tidak semua orang mendapatkannya. Ini adalah bentuk "undangan khusus" dari Tuhan kepada hamba yang Dia kehendaki.

3. Tingkatan Hidayah

Para ulama sering membagi hidayah ke dalam beberapa tingkatan:

•Hidayah Fitrah: Naluri dasar (seperti bayi yang tahu cara menyusu).

•Hidayah Hawas (Indra): Kemampuan melihat, mendengar, dan merasa untuk memahami dunia.

•Hidayah Aql (Akal): Kemampuan berpikir logis untuk memecahkan masalah.

•Hidayah Din (Agama): Mengenal syariat dan aturan ketuhanan.

•Hidayah Taufik: Inilah nikmat yang paling spesifik, yaitu ketika hati seseorang digerakkan untuk benar-benar mengamalkan kebenaran tersebut.

Cara Mensyukuri Nikmat Hidayah

Karena hidayah bersifat dinamis (bisa menguat atau melemah), cara mensyukurinya adalah dengan:

•Istiqomah: Konsisten dalam berbuat baik.

•Belajar: Terus menambah ilmu agar petunjuk tersebut semakin terang.

•Berdoa: Seperti doa yang sering dipanjatkan: "Ya Muqallibal Qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).

{Intinya: Nikmat atas hidayah adalah ketika seseorang merasa "terkoneksi" dengan tujuan hidupnya yang hakiki dan merasa ringan dalam menjalankan kebaikan, meski tantangan menghadang.}

Wallahualam bishawab (والله أعلم بالصواب)
"Dan Allah-lah yang lebih mengetahui kebenaran yang sesungguhnya".

16/04/2026

Rujakan mangga dari pohon sendiri mantul
Maafkan makannya berisik karna ini mangganya asem enak bikin air liur banjir bun 😆

Malam ini, di tanggal 14 April, akhirnya jemari saya mau bekerja sama dengan kertas putih ini. Lucu juga kalau diingat-i...
14/04/2026

Malam ini, di tanggal 14 April, akhirnya jemari saya mau bekerja sama dengan kertas putih ini. Lucu juga kalau diingat-ingat, kemarin niatnya sudah menggebu-gebu, bahkan saking semangatnya (atau mungkin melamun?), saya sampai salah tulis tanggal melompati dua hari ke depan. Tapi ya begitulah proses, kadang ide tidak bisa dipaksa, dia butuh waktu untuk "pulang" ke dalam pikiran.

Lagi asyik merenung soal *personal branding*, saya terjebak pada satu kata: "Melekat."

Jujur, ada sedikit rasa risih dengan kata itu. Kenapa? Karena saat saya mencari apa yang paling melekat dalam diri, jawabannya adalah "rasa takut". Rasanya kok tidak keren ya? Takut seringkali dicap sebagai musuh, sesuatu yang negatif, atau penghalang kesuksesan.

Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, ternyata rasa takut itu tidak selamanya jadi "penjahat". Coba deh lihat dari sudut pandang yang berbeda:

sebagai Pelindung:"Ketika kita takut berbuat buruk, takut menyakiti orang lain, atau takut melanggar aturan Tuhan, di situlah rasa takut berubah menjadi **integritas**'.
sebagai Filter:"Takut berbuat dosa justru adalah kompas moral paling jujur yang kita miliki".

Mungkin ini bisa jadi nasihat kecil untuk kita,
"Kita tidak perlu takut pada "rasa takut" itu sendiri. Yang perlu kita lakukan adalah meletakkan rasa takut itu di tempat yang tepat. Takutlah pada hal-hal yang merusak dirimu dan hubunganmu dengan Sang Pencipta. Selain dari itu? Terjang saja. Rasa takut pada kegagalan atau penilaian orang lain seringkali hanyalah "hantu" yang tidak punya kekuatan kalau kita tidak memberinya ruang.

Jadi, untuk kamu yang sedang belajar mengenali diri: Jangan membenci rasa takutmu. Peluk dia, arahkan dia ke hal-hal baik, dan biarkan dia menjagamu agar tetap berada di jalur yang benar.

Semangat terus ya proses belajarnya!😶✌️

(Catatan harian momie milidi)

Minggu malam, 12 April 2026Pukul 19.00, di dalam ketenangan kamar.Malam ini aku terduduk diam, merenungi hari yang baru ...
12/04/2026

Minggu malam, 12 April 2026
Pukul 19.00, di dalam ketenangan kamar.

Malam ini aku terduduk diam, merenungi hari yang baru saja lewat. Lucu rasanya melihat bagaimana kebiasaan bisa menular; aku yang sebenarnya tahu bahwa lambungku sering protes jika terkena kopi, malah mulai terbiasa ikut-ikutan jajan kopi di Family Mart mengikuti kebiasaan Abang. Kadang, kita memang rela mengabaikan sedikit kenyamanan fisik demi sebuah kebersamaan yang sederhana, bukan?

Pagi tadi pun dimulai dengan sedikit "pelarian". Begitu mata terbuka, Abang langsung mengajakku keluar. Alasannya sederhana tapi sangat bisa kupahami sebagai sesama jiwa yang tertutup: menghindari riuhnya obrolan dengan bapak-bapak komplek yang akan datang ke rumah untuk urusan infak masjid.

Bagi orang lain, mungkin itu hal sepele. Tapi bagi seorang 'introvert', bertemu dengan orang yang tidak terlalu akrab bisa terasa begitu menguras energi. Menghindar bukan berarti tidak peduli, tapi terkadang itu adalah cara kami menjaga kedamaian batin. Akhirnya, hari ini kami habiskan di luar tanpa rencana yang pasti. Menjelajahi waktu berdua saja.

Di tengah perjalanan tanpa arah itu, pikiranku tetap tertuju pada beban yang belum usai. Aku masih punya janji pada diri sendiri untuk menelpon seseorang yg kukasihi. Ada rasa bersalah yang menyelip karena aku belum sempat meluangkan waktu khusus untuk bersimpuh, mendoakan kebaikan bagi mereka. Aku tahu, apa yang sedang dihadapinya saat ini pasti sangat berat.

Namun, di sela-sela rasa pahit kopi dan lelahnya hari, aku teringat satu hal: "Tak ada satu pun takdir yang Allah gariskan tanpa ada kebaikan tersembunyi di baliknya."

Keyakinan itulah yang menguatkan aku. Baik itu ujian yang sedang menimpa orang yang kusayangi, maupun kerikil-kerikil tajam yang saat ini tengah aku dan suamiku lalui, semuanya adalah bagian dari rencana besar yang indah. Terkadang kita harus "menghindar" dari keramaian dunia hanya untuk menyadari bahwa kekuatan sesungguhnya ada pada doa dan penerimaan.

Nasihat Baik untuk Hari Ini:
Dengarkan Tubuhmu: Kebersamaan itu penting, tapi kesehatanmu (dan lambungmu) juga amanah yang harus dijaga.
Berdamai dengan Diri: Tak perlu merasa bersalah jika sesekali butuh waktu untuk menghindar dari keramaian. Setiap orang punya cara berbeda untuk mengisi ulang energinya.
Kekuatan Doa: Saat kita tidak bisa membantu seseorang dengan tangan kita, ingatlah bahwa kita selalu bisa membantu mereka dengan doa-doa tulus di sujud kita.
Prasangka Baik pada Takdir: Ujian bukanlah hukuman, melainkan cara Tuhan untuk menaikkan kelas kesabaran dan kedewasaan kita. Tetaplah percaya bahwa ada pelangi setelah hujan.

Dari aku yg mulai ingin belajar mencurahkan hati, (momie milidi)

Selamat buat kk bunda yang terpilih, lanjut di inbox yaa Bun.. 🫶😊
06/03/2026

Selamat buat kk bunda yang terpilih, lanjut di inbox yaa Bun.. 🫶😊

05/03/2026

Lope lope buat yg sudah komen dan inbox yah kk bunda semua 🩷

05/11/2025

SHALAWAT JIBRIL

Address

Tangerang Selatan

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00
Sunday 09:00 - 17:00

Telephone

+6281290177326

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when tokoannisa.com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share