12/04/2026
Minggu malam, 12 April 2026
Pukul 19.00, di dalam ketenangan kamar.
Malam ini aku terduduk diam, merenungi hari yang baru saja lewat. Lucu rasanya melihat bagaimana kebiasaan bisa menular; aku yang sebenarnya tahu bahwa lambungku sering protes jika terkena kopi, malah mulai terbiasa ikut-ikutan jajan kopi di Family Mart mengikuti kebiasaan Abang. Kadang, kita memang rela mengabaikan sedikit kenyamanan fisik demi sebuah kebersamaan yang sederhana, bukan?
Pagi tadi pun dimulai dengan sedikit "pelarian". Begitu mata terbuka, Abang langsung mengajakku keluar. Alasannya sederhana tapi sangat bisa kupahami sebagai sesama jiwa yang tertutup: menghindari riuhnya obrolan dengan bapak-bapak komplek yang akan datang ke rumah untuk urusan infak masjid.
Bagi orang lain, mungkin itu hal sepele. Tapi bagi seorang 'introvert', bertemu dengan orang yang tidak terlalu akrab bisa terasa begitu menguras energi. Menghindar bukan berarti tidak peduli, tapi terkadang itu adalah cara kami menjaga kedamaian batin. Akhirnya, hari ini kami habiskan di luar tanpa rencana yang pasti. Menjelajahi waktu berdua saja.
Di tengah perjalanan tanpa arah itu, pikiranku tetap tertuju pada beban yang belum usai. Aku masih punya janji pada diri sendiri untuk menelpon seseorang yg kukasihi. Ada rasa bersalah yang menyelip karena aku belum sempat meluangkan waktu khusus untuk bersimpuh, mendoakan kebaikan bagi mereka. Aku tahu, apa yang sedang dihadapinya saat ini pasti sangat berat.
Namun, di sela-sela rasa pahit kopi dan lelahnya hari, aku teringat satu hal: "Tak ada satu pun takdir yang Allah gariskan tanpa ada kebaikan tersembunyi di baliknya."
Keyakinan itulah yang menguatkan aku. Baik itu ujian yang sedang menimpa orang yang kusayangi, maupun kerikil-kerikil tajam yang saat ini tengah aku dan suamiku lalui, semuanya adalah bagian dari rencana besar yang indah. Terkadang kita harus "menghindar" dari keramaian dunia hanya untuk menyadari bahwa kekuatan sesungguhnya ada pada doa dan penerimaan.
Nasihat Baik untuk Hari Ini:
Dengarkan Tubuhmu: Kebersamaan itu penting, tapi kesehatanmu (dan lambungmu) juga amanah yang harus dijaga.
Berdamai dengan Diri: Tak perlu merasa bersalah jika sesekali butuh waktu untuk menghindar dari keramaian. Setiap orang punya cara berbeda untuk mengisi ulang energinya.
Kekuatan Doa: Saat kita tidak bisa membantu seseorang dengan tangan kita, ingatlah bahwa kita selalu bisa membantu mereka dengan doa-doa tulus di sujud kita.
Prasangka Baik pada Takdir: Ujian bukanlah hukuman, melainkan cara Tuhan untuk menaikkan kelas kesabaran dan kedewasaan kita. Tetaplah percaya bahwa ada pelangi setelah hujan.
Dari aku yg mulai ingin belajar mencurahkan hati, (momie milidi)