30/05/2026
Q.U.R.B.A.N. (bagian I)
Idul Adha adalah hari perayaan lulusnya ujian ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah Ta'ala. Nabi Ibrahim telah membuktikan bahwa kepatuhan kepada Allah di atas segalanya. Mengalahkan cintanya kepada buah hati yang telah lama dinantikannya. Kepatuhan luar biasa yang meneguhkan Nabi Ibrahim memang layak menjadi kekasih Allah Ta'ala.
Saat Nabi Ibrahim memberi tahu Nabi Ismail tentang perintah Allah untuk menyembelihnya, Nabi Ismail sama sekali tidak menampakkan keberatan dalam sikap dan tutur katanya. Bahkan, Nabi Ismail menguatkan hati Nabi Ibrahim dengan tutur kata yang sangat lembut dan penuh adab agar ayahnya mengerjakan perintah Allah Ta'ala (QS. Ash-Shaffat: 102).
Kita rayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan qurban yang dibeli dengan sebagian harta kita. Pada hakikatnya, ini untuk membuktikan kepatuhan kita pada Allah Ta'ala. Bukan darah dan daging hewan qurban yang sampai kepada-Nya, melainkan ketakwaan kita, ketundukan, dan kepatuhan terhadap ketetapan-Nya.
Maka, akan menjadi kontradiktif jika momentum Idul Adha justru kita jadikan acara pesta pora atau melakukan hal-hal yang tidak diridhai-Nya.
__________
Bacaan: Al-Mustafadad min Qashash Al-Qur'an Lidda'wah wa Ad-Du'at, Asy-Syaikh Dr. Abdulkarim Zaidan, Muassasah Ar-Risalah, cet. ke-1, 1440 H, hal. 149-155
=======
Kisah ini dan hikmahnya bisa dibaca di buku saya "Asal-Usul Kesyirikan di Mekah".