Hasbi Collection Store

Hasbi Collection Store Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Hasbi Collection Store, Krajan Karangjati susukan, Banjarnegara.

24/09/2025

Wanita muda yang didesak untuk menikah itu salah naik mobil. Tanpa diduga, pengemudinya mengunci pintu dan berbalik untuk bertanya, "Bagaimana pendapatmu tentangku?"

Sopir DitoPengkhianatan, Denny Wang sudah sering menjumpainya. Tunangannya saja mengkhianatinya, keluarganya mengkhianat...
24/09/2025

Sopir Dito
Pengkhianatan, Denny Wang sudah sering menjumpainya. Tunangannya saja mengkhianatinya, keluarganya mengkhianatinya, anak buahnya yang dia latih sendiri dan dia bebankan tugas penting kepadanya, menjadi bagian pengelola keuangan Keluarga Wang juga mengkhianatinya.

Satu satunya orang yang bisa dia percayai adalah perempuan di depannya ini.

Dalam dua tahun ini Keluarga Ye memperlakukannya dengan sangat tidak segan segan, bahkan mertuanya saja bisa memakinya saat perasaan mereka sedang tidak baik, hanya Friska Ye lah yang selalu diam dan tenang, meskipun tidak pernah menunjukkan sikap yang baik kepadanya, tapi dia tidak pernah merendahkannya karena dia buta, matanya tidak bisa disembuhkan selama dua tahun ini, dia juga tidak pernah membahas mengenai perceraian sekalipun.

“Aku sudah mengatakannya berkali kali kepadamu, jangan mencariku lagi.” Friska Ye membalas pesan laki laki itu.

Tatapan dingin kedua mata Denny Wang semakin menguat, dia melirik ke layar telepon Friska Ye diam diam.

Profil di dalam kontak itu sepertinya foto profil asli dari dirinya, dia terlihat tampan saat mengenakan jas, tangannya memegang seikat bunga, Friska Ye menamai kontaknya dengan nama Fidel.

“Friska, apa kamu akan setega ini? Saat SMA, kamu menyukaiku, aku juga menyukaimu, jika bukan karena aku tiba tiba belajar ke luar negeri, mungkin kita sekarang sudah bersama kan? Tidak bisa mendapatkanmu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku.” Fidel membalas.

“Semua sudah berlalu, waktu itu kita masih belum tau apa apa.” Friska Ye kembali membalas.

“Semua ini karena dia kan, si buta itu?” Fidel bertanya.

Denny Wang diam diam melihat ekspresi di wajah Friska Ye, wajahnya saat ini terlihat sedikit memerah, menggenggam telepon di tangannya erat, tatapannya bergetar, entah apa yang sedang dia pikirkan.

Tiba tiba Friska Ye duduk di ranjang di sampingnya.

Denny Wang duduk dengan gelisah, melanjutkan mengintip pesan yang mereka berdua kirimkan.

“Iya!” Friska Ye menjawab dengan tegas.

Denny Wang menatap Friska dengan tatapan tidak percaya, kemarahan dalam hatinya menghilang separuhnya. Kerutan di keningnya terlihat lebih memudar, ujung bibirnya juga tidak bisa menahan senyuman yang memaksa muncul.

Tapi perkataan Friska Ye membuat hatinya menciut, “meskipun aku tidak menyukainya, aku tidak menyukai tuan muda kaya sepertinya, tapi aku sudah menikah dengannya, maka aku harus setia pada pernikahanku. Masih ada waktu satu bulan untukmu kembali ke luar negeri kan, nikmatilah liburanmu, jangan mencariku lagi.”

“Aku bersedia menyimpan kontakmu karena mempertimbangkan kita adalah teman sekolah, waktu itu aku memang sedikit menyukaimu, tapi sekarang aku tidak akan menyukai siapapun lagi.”

Denny Wang memanyunkan bibirnya, jika ada perempuan yang mengganggunya atau merisaukannya, dia pasti sudah memblokir kontaknya, menunjukkan sikap yang tegas.

“Hahaha, ternyata kamu tidak menyukai si buta itu, kamu hanya menghormati pernikahan kalian saja. Tapi apa kamu pernah terpikir mengenai apa yang bisa diberikan orang buta itu kepadamu? Sepertinya dulu dia memiliki begitu banyak uang, tapi dia sekarang sudah cacat. Apa artinya jika kamu bisa bersamanya, lebih baik bersamaku saja.” Fidel menjelaskan.

“Maaf, aku akan memblokir kontakmu.” Friska Ye dengan yakin memblokir kontaknya.

Denny Wang.....

Seketika ekspresi di wajahnya berubah menjadi tidak mudah diartikan, dalam hatinya berpikir ternyata perempuan ini begitu berpendirian, dia langsung memblokirnya begitu saja saat mengatakan ingin memblokirnya, tapi dia menyukainya ketegasan sikapnya.

Untung saja sebelumnya dia tidak pernah menyinggungnya, jika tidak maka dia tidak tau posisi apa dirinya di dalam hati Friska Ye saat ini.

“Aku akan mengantarmu kembali ke kamar.” Tatapan kedua mata Friska Ye terlihat kecewa, dia meletakkan teleponnya dan berkata kepada Denny Wang.

“Tidak perlu, kepalaku tidak pusing lagi, aku bisa kembali sendiri.” Denny Wang beranjak dan pergi terburu buru.

Kelihatannya dia sudah menyepelekan perempuan ini, dia perempuan yang kuat, dia tidak bersedia direndahkan dilecehkan oleh orang lain, dia harus dihormati.

Denny Wang juga begitu kagum pada pribadi Friska Ye.

Laki laki bernama Fidel itu memiliki paras yang lumayan, dia memiliki latar belakang pendidikan yang bagus, pasti kondisi keluarganya juga tidak buruk, laki laki sepertinya pasti begitu dis**ai oleh perempuan. Dia dan Fidel sepertinya teman saat SMA, mereka saling memiliki ketertarikan, tapi karena Fidel melanjutkan kuliah di luar negeri, jadi mereka putus kontak, dan mereka baru kembali saling berhubungan baru baru ini.

Jika ingin membuat Friska Ye bahagia, maka dia harus memiliki kemampuan yang mumpuni.

Dia bisa melihat lagi untuk kali ini, dia tidak berencana untuk bergantung pada Keluarga Wang lagi, meskipun kekuasaan Keluarga Wang sangat besar, tapi mereka sudah menelantarkannya, dia membenci Keluarga Wang, harapan keduanya adalah balas dendam kepada Keluarga Wang.

Tapi apa yang harus dia lakukan agar bisa mendapatkan kekuatan seperti yang dimiliki oleh Keluarga Wang?

Dia mencari kaca mata hitam di dalam kamarnya, mengenakan jas yang dia bawa dari rumah dulu, karena dirinyalah Keluarga Ye bisa berhubungan dengan Keluarga Wang, sekarang kakaknya lah yang memegang kendali dan memiliki kekuasaan mutlak, kekuatan kakak keduanya di Keluarga Wang juga terbilang lumayan, kerabat Keluarga Ye menindasnya, pasti karena ada backingan dari kakak pertama dan kakak keduanya, dalam Keluarga Ye pasti memiliki mata mata dari Keluarga Wang. Jika ayahnya mengetahui kedua matanya bisa melihat lagi pasti akan sangat senang, tapi ayahnya adalah orang yang pintar, dia pasti memikirkan akan hal ini, dia tidak boleh mengatakan mengenai masalah ini begitu saja dengan gamblang, dia akan berpura pura buta, sebelum dia berhasil, dia tidak akan mengungkapkan identitasnya yang sebenarnya.

Dan juga, kedua matanya baru saja pulih, mengenakan kaca mata hitam juga demi melindungi kedua matanya dari cahaya terang yang baginya masih belum terbiasa.

Dia membawa kunci mobil berjalan keluar kompleks perumahan, terlihat Dito sedang memeriksa mobil Audy hitam yang dia kendarai sebelumnya.

Melihat Denny Wang berjalan keluar dengan jas lengkap yang membalut tubuhnya, Dito langsung menganga, berteriak sambil menunjuknya, “ternyata matamu sudah sembuh, saat kembali dengan menaiki taxi aku sempat berpikir, bagaimana seseorang yang buta bisa mengendarai mobil tanpa kecelakaan, kamu menakutiku setengah mati.”

“Aku sudah memeriksa mobilnya, bahkan satu goresan saja tidak terlihat, aku baru saja mengantarkanmu ke dokter memeriksakan matamu, setelah itu kamu bisa kembali ke rumah dengan mengendarai mobilmu, ternyata matamu sudah pulih.”

“Heh, kamu membuatku ketakutan setengah mati!”

“Benar, mataku sudah berhasil disembuhkan.” Denny Wang menunjukkan wajah sumringah, tersenyum dengan sangat puas.

“Hahah, apa matamu sudah sembuh? Bukankah kamu adalah tuan muda yang sangat kaya di kota Kimraden? Dengar dengar kamu dibuang oleh mereka karena kamu buta. Sekarang matamu sudah pulih, apa kamu akan kembali menjadi tuan muda Keluarga Wang?” tatapan kedua mata Dito begitu berbinar berteriak kegirangan.

“Iya benar, aku akan kembali menjadi tuan muda Keluarga Wang.” Ekspresi di wajah Denny Wang terlihat semakin puas.

“Bagus sekali, aku sudah menjagamu selama dua tahun ini, jika kamu sukses, jangan melupakanku.” Dito berteriak keras.

“Bagaimana aku bisa melupakanmu? Aku pasti akan membuatmu sukses.” Denny Wang membuka kedua lengannya, mendekat kepada Dito.

“Kali ini harus sampai sukses!” Dito berteriak kegirangan, dia juga membuka kedua tangannya menyambut langkah Denny Wang, sudah akan memeluknya dengan sangat erat.

Denny Wang sama sekali tidak memeluknya, dia berjalan memutar ke sisi mobil, mengeluarkan pemukul baseball dari bagasi belakang.

Setelah itu dia memukulkannya keras ke kaki Dito.

“Sialan, kenapa memukulku?” Wajah Dito sudah meringis kesakitan, terkapar di atas tanah dengan memeluk kakinya kesakitan. Setelah itu dia berguling ke samping, meringis, “sakit sekali, kakiku mungkin sudah dibuat patah olehmu.”

“Apa kamu pikir kamu bisa menindas tuan muda ketiga dari Keluarga Wang?” Denny Wang melempar pemukul baseball di tangannya, menatapnya dingin.

“........” wajah Dito terlihat memucat ketakutan, memeluk kakinya yang kesakitan dan tidak mengatakan apapun lagi.

“Semua perbuatan baikmu kepadaku, aku mengingatnya. Kamu ingat pemukul ini? Dulu saat aku masih buta, jalanku lambat, kamu memukulku dengan ini.” Denny Wang menatapnya dingin.

“Uang siapa yang kamu terima dari Keluarga Wang? Mata mata siapa kamu?” Denny Wang berjongkok, menatap Dito, menyeringai.

“.......” Dito tidak mengatakan apapun lagi.

Denny Wang mencoba menelisik tatapan kedua matanya dari balik kacamata yang dia kenakan, wajah menghinanya terlihat begitu dalam, berpikir sebentar, kemudian mengeluarkan rokok, menyalakannya, menghisapnya dalam dalam, “aku tidak peduli kamu orangnya siapa, jika kamu berdiri di pihak yang salah, maka kamu akan habis, ingat, aku bukanlah laki laki baik hati, kali ini aku hanya memberikan peringatan kepadamu, perhatikan perkataanmu, mengenai mataku, jangan sampai berkata di luar batas, jika kamu berani mencampuri urusanku, jangan salahkan aku yang akan mematahkan kedua kakimu.”

Setelah mengatakan itu dia menekan kaki Dito yang terluka.

Dito berteriak kesakitan, menatap Denny Wang dengan penuh ketakutan.

“Kamu tau kalau kamu salah?” terlihat jelas tatapan merendahkan di kedua mata Denny Wang.

“Iya, iya, tuan, kelak aku tidak akan berani ikut campur.” Dito tau jelas mengenai kekejaman Denny Wang, tidak heran jika ada begitu banyak orang yang ingin menghalanginya untuk bangkit kembali.

“Dua tahun ini kamu sudah mendapatkan begitu banyak uang dari Keluarga Wang, berikan beberapa juga kepadaku.” Denny Wang menghisap dalam dalam rokok di tangannya.

“............” tatapan kedua mata Dito langsung menciut.

Si Menantu Buta - Bab 2 Friska YeSebelumnya Denny Wang memang tidak bisa melihat apa apa, tapi sekarang dia sudah bisa m...
23/09/2025

Si Menantu Buta - Bab 2 Friska Ye
Sebelumnya Denny Wang memang tidak bisa melihat apa apa, tapi sekarang dia sudah bisa melihat.

“Apa kamu cantik?” Denny Wang menyunggingkan senyuman tipis di wajahnya.

Mengenai paras dan wajah Friska Ye, jangan diragukan lagi, dia bahkan bisa membuat laki laki terpana dalam sekali tatap, apa lagi saat memikirkan jika dia adalah istrinya yang bisa dia nikmati kapan saja, dia tinggal bersama Friska Ye, mencium aroma dalam dirinya membuat Denny Wang tidak tahan untuk tidak menggodanya.

“Aku sangat jelek.” Friska Ye menjawab.

“..........” Denny Wang.

“Baiklah, kembalilah, aku akan bekerja.” Friska Ye tidak memperdulikan Denny Wang lagi, dia membalikkan badannya menuju ke meja kerjanya, menuliskan sesuatu.

Denny Wang masih saja menatap Friska Ye, pemikiran aneh dalam benaknya semakin menguasainya.

Tiga tahun yang lalu, dia kehilangan penglihatannya saat dia masih begitu muda dan membanggakan, tetapi tiba tiba dia mendapatkan pukulan yang sangat besar dalam hidupnya. Seluruh Keluarga Wang, selain ayahnya, tidak ada satu orangpun yang memahami penderitaannya, mereka hanya memikirkan apakah dia masih berguna untuk bisa menjadi penerus bagi Keluarga Wang atau tidak.

Dua tahun yang lalu mereka berpikir jika matanya sudah tidak bisa disembuhkan lagi, kemudian menendangnya keluar seperti menendang sampah saja, tunangannya, yang merupakan salah satu dari empat keluarga besar di kota Kimraden bersikeras untuk mengakhiri pertunangan dengannya, setelah itu dua bulan kemudian dia malah menikah dengan kakaknya, bahkan tanpa mempertimbangkan perasaannya ataupun persetujuannya, penghinaan seperti ini tidak mudah baginya untuk bisa menerimanya.

Keluarga Wang tidak kekurangan uang, meskipun kakaknya menikahi Anita, itu hanya demi kerja sama saja, kakaknya itu begitu menyukai perempuan cantik, entah reaksi apa yang dia berikan saat mengetahui jika dirinya menikah dengan perempuan secantik Friska Ye.

Dia ingin mendapatkannya, dan membuat semua orang di kota Kimraden mengetahui jika dialah perempuan paling bahagia di dunia ini.

Begitu memikirkan hal ini Denny Wang langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang Friska Ye.

“Hari ini kamu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan matamu kan, apa kamu lelah?” Friska Ye menatap Denny Wang dengan ekspresi terkejut.

“Iya, aku sedikit lelah.” Kedua mata Denny Wang tanpa disengaja menatap baju tipis Friska Ye.

Hal itu membuat Friska Ye sedikit risih.

Meskipun dia tau jika kedua mata Denny Wang tidak bisa melihat, tapi jika dilihat dengan tatapan seperti itu olehnya, dia merasa sedikit tidak nyaman. Denny Wang tinggal di rumahnya selama dua tahun, dan dia selalu kekeh ingin memeriksakan matanya ke dokter, tapi malah tidak kunjung membaik.

Meskipun dia adalah istri Denny Wang, tapi status itu hanya sebatas di atas kertas saja.

Mereka bahkan tidak saling berbincang, tidak memiliki perasaan diantara masing masing, jika kedua mata Denny Wang pulih, apa bedanya dia dengan pria pria mesum di luar sana?

Begitu memikirkan hal itu dia merasa ada yang tidak beres.

Cuaca di musim panas sangat panas, Friska Ye tidak s**a menyalakan AC, jadi dia memakai pakaian tidur yang sangat tipis, jika Denny Wang bisa melihat, bukankah dia....

Begitu memikirkan hal ini wajahnya langsung merona.

Dia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut, menggunakan satu tangannya yang dia gerakkan di depan mata Denny Wang.

“Ehem ehem!” Denny Wang terbatuk dua kali memecah kecanggungan, sekaligus mengalihkan pandangannya.

“Denny Wang, matamu sudah sembuh, kamu bisa melihat kan?” Nafas Friska Ye sudah mulai panik.

Denny Wang juga sama paniknya.

Dalam hatinya dia sedang bimbang, apakah dia harus mengakuinya atau tidak.

Jika mengaku, maka Keluarga Ye pasti akan menyukainya, bagaimana pun juga dia dulu adalah tuan muda dari Keluarga Wang yang sangat dimanjakan, hanya saja dia di asingkan begitu saja dan ditinggalkan di Keluarga Ye, Keluarga Ye juga menerimanya, dan Friska sebagai istrinya juga memiliki tugas untuk menjaganya, dia juga berharap jika suatu saat nanti kedua matanya berhasil disembuhkan, Denny Wang bisa membawa Keluarga Ye berjaya.

Tapi jika dia mengakuinya itu berarti menandakan jika dia sedang melecehkan Friska Ye.

Sebelum dia berusia 22 tahun, Denny Wang adalah penggila belajar, setelah sukses dia baru kembali ke Keluarga Wang, kehidupan sebelum menikahi Friska Ye bisa dibilang sangatlah membosankan baginya, setiap harinya, selain bekerja dan belajar, dia dikenal sebagai konglomerat yang tidak kenal perempuan di kota Kimraden, setelah menikahi Friska Ye, dia juga masih sama, mereka bahkan tidak saling berbincang, jika mengakuinya bukanlah akan merusak penilaiannya di mata Friska Ye?

“Apa kamu tidak bisa melihatnya?” Friska Ye kembali bertanya.

Denny Wang sengaja membuat pandangannya kosong, menatap ke atas tanpa bergeming.

“Maaf, aku sudah menyinggungmu.” Friska Ye mengira jika Denny Wang merasa sedih, jadi dia mencoba menenangkannya.

Setelah itu Friska Ye tidak memperdulikan Denny Wang lagi, dia kembali ke meja kerjanya menuliskan sesuatu. Setelah dipikir lagi rasanya lucu sekali, dia dan Denny Wang sudah menikah, dia adalah istri sah Denny Wang. Keluarga Wang mengantarnya kemari adalah agar dia bisa memiliki keturunan, jika Denny Wang ingin berbuat sesuatu, apa yang bisa dia lakukan?

Kedudukan Keluarga Ye di kota Harayu tidaklah biasa saja, sebagai seorang perempuan dia tidak bisa menjadi kepala keluarga, yang bisa dia lakukan juga hanya sebatas ini.

Dua tahun yang lalu, dia menunjukkan penolakan atas pernikahannya dengan Denny Wang.

Dalam sekejap mata waktu 2 tahun berlalu begitu saja, dia sudah pasrah.

“Tidak bisa, aku tidak bisa menulis apapun jika kamu berbaring di sampingku, kembalilah ke kamarmu.” Friska Ye tiba tiba menjatuhkan pensil di tangannya, beranjak dari kursi yang dia duduki.

Pada saat ini Denny Wang sedang diam diam menikmati keindahan dalam diri Friska Ye.

“Tidak bisa menulis apapun?” Denny Wang langsung mengalihkan pandangannya.

“Iya, kembalilah. Entah apa yang terjadi kepadamu hingga sampai membuatmu tertarik kepadaku. Sebenarnya aku ini sangat jelek, meskipun Keluarga Wang tidak menginginkanmu, tapi kamu tetaplah seorang tuan muda dari Keluarga Wang, aku tidak pantas untukmu.” Friska Ye berkata tidak berdaya.

Ada beberapa pemikiran yang tidak bisa ditarik kembali setelah diungkapkan.

Denny Wang sudah berumur 26 tahun, sejak kecil dia belum pernah menyentuh perempuan, meskipun sebelumnya dia tidak memperdulikan Friska Ye, tapi dia juga begitu penasaran akan parasnya. Kali ini dia melihat seorang perempuan cantik, dan membuatnya memiliki ketertarikan yang kuat kepadanya, sejak melihat sosok Friska Ye, kegilaannya mulai muncul, rasanya ingin sekali membuat perempuan ini menjadi miliknya sepenuhnya.

Tapi dia adalah laki laki yang sangat toleran, jika Friska Ye tidak menyetujuinya, maka dia tidak akan pernah melakukan hal hal di luar batas, dia tidak ingin memberikan kesan yang buruk bagi Friska Ye.

Dia kembali berpura pura buta, berkata kepada Friska Ye, “aku sangat lelah saat kembali dari rumah sakit, kepalaku pusing, setelah berbaring sebentar aku lupa arah, apa kamu bisa memapahku kembali?”

“Boleh.” Friska Ye mengangguk mengiyakan.

Denny Wang baru mulai beranjak perlahan, mengulurkan tangannya ke pakaian yang di kenakan oleh Friska Ye.

“Apa yang kamu lakukan!?” wajah Friska Ye langsung dipenuhi kemarahan, pertahanannya membuatnya mundur ke belakang, menghindar.

Denny Wang tidak menyangka jika Friska Ye akan bereaksi secepat ini, hal itu membuatnya merasa sangat canggung, “aku tidak bisa melihat, apa aku telah melakukan kesalahan?”

“Tidak....” Friska langsung mengerutkan keningnya.

Kali ini Friska Ye memilih untuk bersikap pintar, jika Friska Ye sampai berpikir jika dirinya ingin melecehkannya maka masalah akan menjadi sangat merepotkan, Denny Wang bernapas lega dalam hatinya.

Saat tidak tau lagi apa yang harus dikatakan, tiba tiba telepon milik Friska Ye berdering.

“Hai.” Denny Wang mengintip ke layar teleponnya, ternyata seorang laki laki lah yang mengiriminya pesan.

Saat melihat pesan di teleponnya, Friska terlihat sedikit gelisah, dia segera mengambil teleponnya dan membalas pesannya, tapi setelah mempertimbangkan Denny Wang yang berada di depannya, dia kembali menaruh teleponnya ke atas meja.

“Apa temanmu mencarimu? Jika ada yang penting, balas saja, jangan memperdulikanku, bagaimanapun juga aku tidak bisa melihat.” Denny Wang sengaja mengkosongkan pandangannya.

“Duduklah sebentar.” Friska Ye ragu beberapa saat, kemudian mengambil teleponnya.

Ekspresi di wajah Denny Wang memang terlihat biasa saja, tapi hatinya sudah mendidih, dia bahkan sampai memikirkan bagaimana harus memperlakukannya dengan baik, ternyata ada sesuatu yang tersembunyi dari perempuan ini.

Si Menantu Buta - Bab 1 Bisa Melihat Lagi“Tuan, selamat akhirnya bisa melihat lagi.”Kota Harayu, Central Hospital, seora...
21/09/2025

Si Menantu Buta - Bab 1 Bisa Melihat Lagi
“Tuan, selamat akhirnya bisa melihat lagi.”

Kota Harayu, Central Hospital, seorang pemuda di depannya menatap Denny Wang dengan begitu antusias.

Denny Wang membuka matanya perlahan, terlihat berair karena cahaya terang yang menusuk masuk ke dalam kedua matanya, membuatnya kembali menutup mata.

“Kedua matanya bereaksi saat terkena cahaya, cara kita berhasil.”

Perlahan, Denny Wang membuka kembali kedua matanya, mulai bisa melihat dengan jelas pemandangan di dalam ruangan, saat ini ruangan cukup gelap, tirai gorden jendela dibuka. Tiga tahun tidak melihat cahaya terang, dan cahaya yang tiba tiba masuk ke dalam matanya membuat matanya merasa sakit.

Tiga tahun!

Denny Wang adalah salah satu tuan muda ketiga Keluarga Wang dari ke empat keluarga besar di kota Kimraden, sejak kecil dia sudah menjadi kebanggaan keluarganya, kemampuannya begitu diakui dan juga dialah yang kelak akan menjadi pimpinan dari Perusahaan Keluarga Wang.

Tiga tahun yang lalu dia tiba tiba mengalami kecelakaan, meskipun dia berhasil diselamatkan, tapi syaraf matanya terjepit oleh kelenjar darah yang mengakibatkan kedua matanya buta.

Satu tahun setelah kejadian itu, orang tuanya membawanya berobat ke dokter terkemuka bahkan sampai ke luar negeri, tapi kondisi kedua matanya masih tidak kunjung membaik.

Di mata semua orang, dia sudah cacat.

Meskipun kakeknya memanjakannya, tapi penerus keluarga mereka juga tidak bisa jika dia adalah orang yang buta, jadi kakeknya melepaskannya, menggantinya dengan kakaknya. Tahun itu tunangannya, Anita juga memutuskan pertunangan mereka, setelah itu dia menikah dengan kakaknya dua bulan kemudian. Karena hal itu posisi kedua orang tuanya di Keluarga Wang juga tersisihkan. Mereka hanya bisa mengandalkan keturunan Denny Wang nantinya dengan mengirimkannya untuk menikah dengan seorang gadis di kota Harayu, bersembunyi disana sebagai status seorang menantu.

Dulu dia melakukan begitu banyak hal hingga membuatnya memiliki banyak musuh, saat Denny Wang kehilangan penglihatannya, besar kemungkinan jika kecelakaan itu terjadi karena disengaja.

“Tuan, aku akan memberitahukan hal ini kepada kakek, kakek dulu sangat memanjakanmu, jika dia mengetahui hal ini dia pasti akan sangat senang.” Pemuda itu mengatakan.

“Tidak usah terburu buru.” Denny Wang mengangkat tangan kanannya perlahan.

Sebelumnya, dia berada di Keluarga Wang kota Kimraden untuk mengambil alih kekuasaan, dia begitu kuat dan memiliki segalanya di tangannya, jika orang biasa ingin melawannya, maka baginya mereka hanyalah semut yang mencoba untuk mengguncang pohon, bahkan anak anak lainnya yang memiliki status sama dengannya bisa dia injak dengan mudah.

Dia sudah meninggalkan Keluarga Wang sekitar 3 tahun, semua orang orangnya yang dulu sudah tidak bersamanya lagi, sebelumnya dia adalah orang terkaya di Keluarga Wang, kekayaannya bahkan mencapai puluhan triliun. Saat kecelakaan dia tidak memiliki uang pribadi yang mengakibatkan kondisi keuangannya saat ini sangat memprihatinkan, kakaknya sudah menduduki posisi kuat sebagai pimpinan perusahaan, jika kembali juga tidak ada gunanya. Dan jika membiarkan orang mengetahui mengenai keberadaannya, pasti akan membuat mereka datang dan kembali berbuat sesuatu kepadanya.

“Apa istriku cantik?” Denny Wang bertanya setelah berpikir beberapa saat.

“Dengar dengar dia cukup cantik.” Pemuda itu menjawab.

“Cukup cantik?” tatapan kedua mata Denny Wang menyiratkan sedikit kekecewaan.

Ya sudahlah, bagaimanapun juga sebelumnya dia hanyalah orang buta, istrinya, Friska Ye saja tidak peduli akan kekurangannya dengan bersedia menikah dengannya, hak apa yang dia miliki sampai memperdulikan wajah istrinya.

Meskipun mereka adalah suami istri yang tidak menikah dengan kehendak sendiri, entah bagaimanapun parasnya, dia juga harus memperlakukannya dengan baik.

“Harapanku selama menjadi seorang menantu adalah mengetahui paras istriku. Sekarang kedua mataku bisa melihat, aku ingin melihat bagaimana parasnya, kabulkan harapan pertamaku.” Denny Wang tersenyum tipis.

“Aku akan kembali ke kota Kimraden untuk melapor kepada kakek, tuan jaga keselamatan tuan baik baik.” Laki laki muda itu mengatakan.

“Kamu tidak perlu mengkhawatirkan keselamatanku.” Denny Wang menenangkan.

Dia menganggukkan kepalanya.

Dia tau jelas mengenai kemampuan Denny Wang, kemampuannya bisa dibilang tidak tertandingi. Dia bukan hanya seorang lulusan dari luar negeri, dia juga menguasai beberapa bahasa asing, di usianya yang masih muda dia berhasil mendapatkan gelar master, sebelumnya dia bahkan diam diam pergi ke kota Bubois dan memenangkan perlombaan K-1, dan mendapatkan juara pertama

Saat di kota Kimraden dulu, dia hanya menggunakan sedikit kepintarannya untuk memainkan mereka para tuan muda dari keluarga kaya.

“Kenapa pergi selama itu? Dasar buta.”

Saat turun ke bawah, terlihat seorang laki laki kurus duduk di dalam mobil, saat melihat Denny Wang, dia menekan klakson mobilnya tidak sabaran, dia adalah sopir dari Keluarga Ye, Dito.

Menjadi buta selama 3 tahun, ditindas oleh orang orang dan menjadi menantu dari Keluarga Ye. Keluarga Wang memberikan sejumlah uang kepada Keluarga Ye, tapi para kerabat Keluarga Ye selalu memperlakukannya dengan sikap merendahkan dan tidak menganggap akan keberadaannya.

Sebenarnya sopir inilah yang menindasnya paling keterlaluan.

Sebelumnya Denny Wang tidak memiliki niat untuk meladeninya, dia tidak bisa melihat apapun, dan membiarkannya menindasnya seenak hati, waktu dua tahun ini dia habiskan dengan minum minum, terkadang pergi berobat ke rumah sakit dengan mengandalkan keberuntungannya.

Sekarang dia memiliki niat dan waktu untuk meladeni sopir ini.

Denny Wang masih bersikap seakan dirinya buta, berjalan mendekat ke sumber klakson dibunyikan, pura pura tidak bisa membuka pintu.

“Kak Dito, aku tidak bisa membuka pintu, tolong bantu aku membuka pintu ini.” Denny Wang berkata.

“Pintunya tidak dikunci, bukalah dengan kuat, matamu sudah buta, tapi tanganmu masih bisa digunakan kan?” Dito menjawab tidak sabaran.

“Pintunya aneh sekali tidak bisa dibuka, tolong bukakan sebentar.” Denny Wang berpura pura panik, menekan kuat bukaan pintu mobil.

“Dasar tidak berguna.” Dito kesal, dia terpaksa turun dari dalam mobil.

Jika itu adalah kerabat Keluarga Ye yang lainnya, maka dia akan membukakan pintu dengan penuh hormat, menahan kepalanya agar tidak terbentur, mengatakan hal yang baik untuk di dengar, tapi Denny Wang buta, kenapa harus segan segan kepadanya, banyak juga Keluarga Ye yang tidak segan kepadanya.

Dia takut karena kebodohan Denny Wang hanya akan membuat mobil Keluarga Ye rusak, dan jika rusak, maka dia yang menjadi sebagai sopir lah yang akan menggantinya.

Saat Dito turun dari mobil, Denny Wang sengaja mundur ke belakang satu langkah, setelah Dito berjalan mendekat untuk membantu Denny Wang membuka pintu, dia baru mengulurkan kakinya.

“Aduh!” Dito tidak sempat menghindar, langsung saja terjatuh karena kesandung.

“Sampah!” Denny Wang menyeringai.

Dia masuk ke dalam kursi kemudi, menutup pintu mobil, kemudian menjalankan mobilnya begitu saja.

“Sialan, si bodoh itu berani mempermainkanku!” Dito terjatuh cukup serius, dia merangkak sambil memaki ke arah mobil melaju.

Seketika dia menyadari sesuatu, wajahnya langsung memucat.

Denny Wang itu buta, kenapa dia membawa mobilnya pergi?

Meskipun sebelumnya kedua mata Denny Wang buta, tapi hatinya tidaklah buta. Dia tau dimana Friska Ye tinggal, asalkan dia bisa mengemudikan mobilnya sampai ke depan kompleks, dia akan bisa dengan mudah menemukan rumahnya.

Mereka tinggal di rumah dengan luas sekitar 200 meter persegi, dan keluarga Friska Ye juga tinggal di sana.

Setelah kembali ke rumah, Denny Wang langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamar Friska Ye, dia ingin melihat bagaimana tampang istri yang sudah dia persunting selama 2 tahun lamanya.

Dia tercengang.

Pada saat ini Friska Ye juga ada di rumah, dia mengenakan baju tidur tipis, duduk di depan meja, entah apa yang sedang dia tulis, saat melihat Denny Wang tiba tiba kembali, dia terlihat sangat terkejut.

Hal pertama yang dilihatnya adalah kedua kaki Friska Ye, ramping dan mulus seputih susu, jika dlihat lihat kakinya seperti batu giok yang bertatakan sandal rumah di kakinya.

Setelah itu dia menatap pinggang ramping Friska Ye, meskipun ramping tapi terlihat penuh, berisi, cuaca saat ini sangat panas, jadi dia mengenakan pakaian yang tipis saat di rumah, tubuh indahnya terpampang begitu saja, membuatnya terlihat sangat menggoda.

Mengenai parasnya, tidak perlu diragukan lagi, wajahnya mungil, putih, bersih, hidungnya mancung, bibirnya tipis, dan dia memiliki mata yang memancarkan aura dingin, rambutnya yang saat ini diikat ke atas, auranya benar benar sangat memikat.

Bahkan jika perempuan tercantik di kota Kimraden, Anita, yang sebelumnya memutuskan pertunangan dengannya, terlihat sangat jauh jika dibandingkan dengan dirinya.

Sebelum kembali dia sudah mempersiapkan hatinya, entah Friska Ye memiliki paras seperti apa, dia akan menerimanya, tidak disangka dia sudah seperti bidadari saja.

“Apa yang kamu lihat?” Ditatap oleh Denny Wang seperti itu, Friska Ye tersenyum kesal.

“Aku ingin melihat parasmu.” Denny Wang menjawab.

“Kamu bahkan tidak bisa melihatku....” Friska Ye menjawab tanpa pikir panjang.

31/07/2025

Incredibox Sprunki

Address

Krajan Karangjati Susukan
Banjarnegara
53474

Telephone

+628561421740

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hasbi Collection Store posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hasbi Collection Store:

Share