META OPTIC

META OPTIC Hi, we're now in the Palazzia, Jalan Bukit Gambir

04/03/2025
The Free Spectacle Programme 2024 by Meta Optics, providing a positive impact on students' lives and raising awareness a...
14/12/2024

The Free Spectacle Programme 2024 by Meta Optics, providing a positive impact on students' lives and raising awareness about the importance of eye care.

09/12/2024
Buta warna adalah kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan untuk membezakan warna tertentu. Kondisi ini biasanya dis...
09/11/2024

Buta warna adalah kondisi di mana seseorang memiliki kesulitan untuk membezakan warna tertentu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah pada sel-sel fotoreseptor di mata, khususnya sel-sel kerucut di retina, yang bertanggung jawab menangkap warna.

Ada beberapa jenis buta warna, yaitu:

1. Buta warna merah-hijau: Ini adalah jenis buta warna yang paling umum. Orang yang mengalami kesulitan membedakan antara warna merah dan hijau.

2. Buta warna biru-kuning: Jenis ini lebih jarang terjadi. Orang yang mengalaminya kesulitan membedakan warna biru dan kuning.

3. Buta warna total (monokromasi): Ini adalah kondisi yang sangat langka, di mana seseorang tidak bisa melihat warna sama sekali. Segala sesuatu terlihat dalam nuansa hitam, putih, dan abu-abu.

Penyebab utama buta warna adalah faktor genetik, yang berarti bahwa kondisi ini sering diwariskan dari orang tua. Selain faktor genetik, buta warna juga bisa disebabkan oleh kerusakan pada mata, saraf optik, atau otak, serta bisa dipengaruhi oleh faktor usia atau efek samping obat-obatan tertentu.

Buta warna umumnya tidak dapat disembuhkan, tetapi alat bantu, seperti kacamata atau lensa kontak khusus, dapat membantu penderitanya mengenali warna lebih baik.

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi karena kerusakan saraf optik, yang sering kali disebabkan oleh tekanan intrao...
08/11/2024

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi karena kerusakan saraf optik, yang sering kali disebabkan oleh tekanan intraokular (tekanan di dalam bola mata) yang tinggi. Saraf optik ini penting untuk mengirimkan informasi visual dari mata ke otak, dan kerusakannya dapat menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan jika tidak segera ditangani.

Jenis-jenis Glaukoma

1. Glaukoma Sudut Terbuka: Ini adalah jenis glaukoma yang paling umum, di mana cairan mata mengalir terlalu lambat keluar dari mata, menyebabkan peningkatan tekanan. Biasanya berkembang perlahan tanpa gejala awal.

2. Glaukoma Sudut Tertutup: Terjadi ketika saluran drainase mata tertutup tiba-tiba, menyebabkan peningkatan tekanan secara cepat. Jenis ini adalah darurat medis karena bisa menyebabkan kebutaan dengan cepat.

3. Glaukoma Sekunder: Disebabkan oleh penyakit lain, cedera, atau kondisi medis tertentu seperti diabetes atau peradangan.

4. Glaukoma Kongenital: Glaukoma yang langka dan ditemukan pada bayi atau anak-anak, akibat kelainan perkembangan pada mata.

Gejala Glaukoma

Pada glaukoma sudut terbuka, gejala biasanya tidak muncul hingga kerusakan penglihatan telah signifikan. Namun, pada glaukoma sudut tertutup, gejala dapat mencakup:

Sakit kepala parah

Nyeri mata

Penglihatan kabur

Melihat lingkaran cahaya di sekitar cahaya terang

Mual dan muntah

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor risiko untuk glaukoma meliputi usia di atas 60 tahun, riwayat keluarga dengan glaukoma, kondisi medis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, serta riwayat cedera mata.

Pengobatan Glaukoma

Pengobatan bertujuan untuk menurunkan tekanan di dalam mata guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Pilihan pengobatan meliputi:

Obat Tetes Mata: Untuk mengurangi tekanan intraokular.

Operasi Laser: Membantu memperbaiki aliran cairan mata.

Operasi Tradisional: Untuk membuat jalur drainase baru agar cairan bisa keluar dari mata.

Pentingnya Deteksi Dini

Karena gejala awal glaukoma sering kali tidak kentara, pemeriksaan mata rutin sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Macular degeneration adalah kondisi mata yang biasanya menyerang orang lanjut usia, dikenal sebagai Age-related Macular ...
07/11/2024

Macular degeneration adalah kondisi mata yang biasanya menyerang orang lanjut usia, dikenal sebagai Age-related Macular Degeneration (AMD). Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada makula, yaitu bagian tengah retina yang bertanggung jawab atas penglihatan yang tajam dan detail, seperti saat membaca, mengenali wajah, atau melihat objek secara jelas.

Macular degeneration dibagi menjadi dua jenis utama:

1. AMD Kering (Dry AMD): Jenis ini lebih umum, sekitar 80–90% dari semua kasus. Pada AMD kering, makula secara perlahan mengalami degenerasi. Biasanya terjadi penumpukan protein kecil yang disebut drusen di bawah retina, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel makula seiring waktu. Gejala berkembang lebih lambat, tapi tetap bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sentral.

2. AMD Basah (Wet AMD): Jenis ini lebih jarang, tapi cenderung lebih serius. Pada AMD basah, pembuluh darah baru yang abnormal tumbuh di bawah retina dan bocor, menyebabkan kerusakan lebih cepat pada makula. Gejalanya bisa berkembang cepat, seringkali dalam hitungan hari atau minggu, dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang signifikan jika tidak segera diobati.

Gejala Macular Degeneration

Penglihatan kabur di area tengah

Kesulitan membaca atau melihat detail halus

Distorsi penglihatan (garis lurus tampak bengkok atau bergelombang)

Kesulitan mengenali wajah

Penyebab dan Faktor Risiko

Penyebab pasti AMD tidak sepenuhnya dipahami, tapi faktor risiko meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, merokok, obesitas, dan paparan sinar matahari berlebih.

Meskipun age-related macular degeneration (AMD) tidak sepenuhnya dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risikonya dan memperlambat perkembangannya. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan makula dan mengurangi risiko AMD:

1. Konsumsi Makanan Bergizi

Konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti sayuran hijau (bayam, brokoli, kale) dan buah-buahan (jeruk, buah beri), yang mengandung lutein dan zeaxanthin baik untuk kesehatan mata.

Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon dan tuna, juga baik karena dapat mendukung kesehatan retina.

Vitamin C, vitamin E, seng, dan beta-karoten (dalam dosis yang dianjurkan oleh dokter) bisa membantu memperlambat perkembangan AMD.

2. Berhenti Merokok

Merokok adalah faktor risiko utama AMD karena bisa merusak pembuluh darah di mata. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko kerusakan retina.

3. Gunakan Pelindung Mata Terhadap Sinar UV

Sinar ultraviolet dari matahari bisa mempercepat degenerasi sel-sel mata. Gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV saat berada di luar ruangan.

4. Rutin Memeriksakan Mata

Pemeriksaan mata rutin bisa membantu mendeteksi tanda-tanda awal AMD. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan membantu memperlambat perkembangan penyakit.

5. Jaga Tekanan Darah dan Kolesterol

Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko AMD. Dengan menjaga gaya hidup sehat dan mengontrol kondisi ini, risiko kerusakan pada retina dapat dikurangi.

6. Aktivitas Fisik Teratur

Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, termasuk ke mata. Ini membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko degenerasi makula.

7. Hindari Paparan Layar Berlebihan

Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan mata. Usahakan untuk beristirahat sejenak (metode 20-20-20, yaitu melihat sesuatu yang jauh setiap 20 menit selama 20 detik) untuk menjaga kesehatan mata.

Menerapkan kebiasaan hidup sehat ini dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko AMD.

Rabun dekat, atau presbiopia, adalah kondisi mata di mana seseorang mengalami kesulitan melihat objek yang dekat dengan ...
06/11/2024

Rabun dekat, atau presbiopia, adalah kondisi mata di mana seseorang mengalami kesulitan melihat objek yang dekat dengan jelas. Kondisi ini sering terjadi pada usia sekitar 40 tahun atau lebih dan biasanya disebabkan oleh penuaan alami.

Saat muda, lensa mata bersifat fleksibel dan dapat berubah bentuk untuk memfokuskan cahaya pada retina, baik untuk objek jauh maupun dekat. Namun, seiring bertambahnya usia, lensa mata menjadi lebih kaku dan kurang elastis. Akibatnya, kemampuan mata untuk menyesuaikan fokus pada objek dekat menurun.

Gejala rabun dekat meliputi:

1. Kesulitan membaca tulisan kecil atau objek dekat tanpa menjauhkan pandangan.

2. Mata terasa lelah atau tegang setelah membaca atau bekerja jarak dekat.

3. Kebutuhan akan pencahayaan lebih terang saat melihat objek dekat.

Untuk mengatasi rabun dekat, biasanya disarankan menggunakan kacamata baca atau lensa progresif.

Rabun silau, atau astigmatisme, adalah keadaan di mana kornea atau lensa mata mempunyai bentuk yang tidak rata, menyebab...
05/11/2024

Rabun silau, atau astigmatisme, adalah keadaan di mana kornea atau lensa mata mempunyai bentuk yang tidak rata, menyebabkan cahaya yang masuk ke dalam mata tidak difokuskan dengan betul pada retina. Ini menjadikan objek kelihatan kabur atau herot, sama ada dekat atau jauh.

Bagaimana Astigmatisme Berlaku:

Pada mata normal, kornea dan lensa berbentuk bulat, jadi cahaya yang masuk difokuskan dengan betul ke satu titik pada retina, menghasilkan penglihatan yang jelas. Dalam kes astigmatisme, kornea atau lensa mempunyai bentuk lebih bujur atau elips (seperti bola ragbi), menyebabkan cahaya difokuskan pada beberapa titik, sama ada di hadapan atau di belakang retina. Ini menyebabkan penglihatan yang tidak tepat.

Tanda dan Simptom Astigmatisme:

1. Penglihatan Kabur atau Herot: Objek kelihatan berbayang atau herot.

2. Mata Cepat Penat: Kerap berlaku apabila melihat dekat atau jauh dalam tempoh yang lama.

3. Sakit Kepala: Disebabkan oleh usaha tambahan mata untuk memfokus.

4. Kesukaran Melihat pada Waktu Malam: Kualiti penglihatan mungkin semakin berkurangan dalam keadaan cahaya malap.

Punca Astigmatisme:

Kongenital (Semulajadi): Ramai yang dilahirkan dengan bentuk kornea yang tidak rata.

Kecederaan Mata atau Pembedahan: Trauma atau prosedur pada mata boleh menyebabkan perubahan bentuk kornea.

Penyakit Mata: Keadaan seperti keratokonus (penipisan kornea) juga boleh menyebabkan astigmatisme.

Rabun jauh, atau miopia, adalah satu keadaan mata di mana seseorang sukar untuk melihat objek yang jauh dengan jelas. In...
04/11/2024

Rabun jauh, atau miopia, adalah satu keadaan mata di mana seseorang sukar untuk melihat objek yang jauh dengan jelas. Ini disebabkan oleh cahaya yang masuk ke dalam mata tidak difokuskan dengan betul pada retina (lapisan sensitif cahaya di bahagian belakang mata) tetapi difokuskan di hadapannya. Biasanya, ini berlaku kerana bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung.

Faktor Penyebab Rabun Jauh:

1. Genetik: Risiko rabun jauh lebih tinggi jika ibu bapa juga mengalami masalah ini.

2. Penggunaan Mata Secara Berlebihan: Aktiviti seperti membaca terlalu lama, penggunaan skrin digital yang berpanjangan, dan kurang pendedahan kepada cahaya matahari semula jadi boleh meningkatkan risiko.

3. Gaya Hidup: Pendedahan kepada cahaya terang atau penggunaan peranti elektronik yang berlebihan juga dapat memperburuk keadaan ini

Address

97-G-13 The Palazzia
George Town
11700

Opening Hours

Monday 10:30 - 21:30
Tuesday 10:30 - 21:30
Wednesday 10:30 - 21:30
Thursday 10:30 - 21:30
Friday 10:30 - 21:30
Saturday 10:30 - 21:30
Sunday 10:30 - 21:30

Telephone

+60102270168

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when META OPTIC posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to META OPTIC:

Share