07/11/2024
Macular degeneration adalah kondisi mata yang biasanya menyerang orang lanjut usia, dikenal sebagai Age-related Macular Degeneration (AMD). Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada makula, yaitu bagian tengah retina yang bertanggung jawab atas penglihatan yang tajam dan detail, seperti saat membaca, mengenali wajah, atau melihat objek secara jelas.
Macular degeneration dibagi menjadi dua jenis utama:
1. AMD Kering (Dry AMD): Jenis ini lebih umum, sekitar 80–90% dari semua kasus. Pada AMD kering, makula secara perlahan mengalami degenerasi. Biasanya terjadi penumpukan protein kecil yang disebut drusen di bawah retina, yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel makula seiring waktu. Gejala berkembang lebih lambat, tapi tetap bisa menyebabkan kehilangan penglihatan sentral.
2. AMD Basah (Wet AMD): Jenis ini lebih jarang, tapi cenderung lebih serius. Pada AMD basah, pembuluh darah baru yang abnormal tumbuh di bawah retina dan bocor, menyebabkan kerusakan lebih cepat pada makula. Gejalanya bisa berkembang cepat, seringkali dalam hitungan hari atau minggu, dan bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang signifikan jika tidak segera diobati.
Gejala Macular Degeneration
Penglihatan kabur di area tengah
Kesulitan membaca atau melihat detail halus
Distorsi penglihatan (garis lurus tampak bengkok atau bergelombang)
Kesulitan mengenali wajah
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab pasti AMD tidak sepenuhnya dipahami, tapi faktor risiko meliputi usia lanjut, riwayat keluarga, merokok, obesitas, dan paparan sinar matahari berlebih.
Meskipun age-related macular degeneration (AMD) tidak sepenuhnya dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risikonya dan memperlambat perkembangannya. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan makula dan mengurangi risiko AMD:
1. Konsumsi Makanan Bergizi
Konsumsi makanan kaya antioksidan, seperti sayuran hijau (bayam, brokoli, kale) dan buah-buahan (jeruk, buah beri), yang mengandung lutein dan zeaxanthin baik untuk kesehatan mata.
Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon dan tuna, juga baik karena dapat mendukung kesehatan retina.
Vitamin C, vitamin E, seng, dan beta-karoten (dalam dosis yang dianjurkan oleh dokter) bisa membantu memperlambat perkembangan AMD.
2. Berhenti Merokok
Merokok adalah faktor risiko utama AMD karena bisa merusak pembuluh darah di mata. Berhenti merokok dapat mengurangi risiko kerusakan retina.
3. Gunakan Pelindung Mata Terhadap Sinar UV
Sinar ultraviolet dari matahari bisa mempercepat degenerasi sel-sel mata. Gunakan kacamata hitam yang memiliki perlindungan terhadap sinar UV saat berada di luar ruangan.
4. Rutin Memeriksakan Mata
Pemeriksaan mata rutin bisa membantu mendeteksi tanda-tanda awal AMD. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan membantu memperlambat perkembangan penyakit.
5. Jaga Tekanan Darah dan Kolesterol
Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko AMD. Dengan menjaga gaya hidup sehat dan mengontrol kondisi ini, risiko kerusakan pada retina dapat dikurangi.
6. Aktivitas Fisik Teratur
Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah, termasuk ke mata. Ini membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko degenerasi makula.
7. Hindari Paparan Layar Berlebihan
Menatap layar komputer atau gadget terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan mata. Usahakan untuk beristirahat sejenak (metode 20-20-20, yaitu melihat sesuatu yang jauh setiap 20 menit selama 20 detik) untuk menjaga kesehatan mata.
Menerapkan kebiasaan hidup sehat ini dapat membantu menjaga kesehatan mata dan mengurangi risiko AMD.