02/02/2019
INI MONOLOG : Tanpa perlu ku baca habis IX BAB dan 54 Pasal itu, gak penting !!!
Kalian butuh Sertifikasi Kompetensi Bermusik dari Pemerintah? Menyedihkan !!!
Jadilah artis dan ngeband lah bersama Anang.
Apakah RUU (atau aku rasa masih draft) ini membatasi kreatifitas kalian? Sekali lagi, Menyedihkan !!! Dimana sifat asli undergrounder yang selalu bergerilya dalam pergerakannya. Tetap muda (walau sudah tua) dan berbahaya. Tetaplah jadikan scene kita sebagai budaya tandingan, bukan budaya panikan, budaya pancingan apalagi budaya anjingbabian dan pukian. Dari dulu sampai sekarang movement underground selalu ada untuk berontak dan akan tetap seperti itu. Menolak tunduk. Menolak untuk tunduk bukan menolak tapi tetap tunduk. Tanpa movement mau kita sebut apa scene ini. Semakin dikekang, semakin militan (seharusnya). Jangan melempem dan terkesan melemah. Tetap saja berkarya. Walaupun belum tentu itu untuk kita. Jikapun iya, kenapa rupanya?
Ini tidak bicara ianya sebagai hobi atau profesi, karena itu gak penting sama sekali.
Selagi kau berada didalam jangan tanggalkan 'ruh' tadi, tetap bergerilya dan tak terdeteksi.
Sertifikasi Kompetensi atau apalah namanya hanya akan membunuh gerakmu, memenggal kreatifitasmu dan memenjarakan kebebasanmu karena kau terdeteksi.
Masih butuh pengakuan?. Untuk ketiga kalinya ku katakan, Menyedihkan !!!
Dan untuk bermain disebuah gigs Sertifikasi Kompetensi mu sangat tidak diperlukan sama sekali, disana hanya cukup menjadi pribadi yang menyenangkan selama show berlangsung dan masuklah dengan membeli tiket, itu cukup !!!
Tidak ada kasta didalam scene, bahkan senioritas menjadi menggelikan dan membuat lubang burit gatal dan pler gemetar jika diterapkan. Yang terpenting adalah sikap saling menghargai dan menghormati. Itu pondasi membangun scene yang merupakan dunia kita bersama. Itupun jika kalian percaya itu. Jika tidak, silahkan diluar saja, bikin (lagi) dunia mu sendiri...
Tetap Do It Yourself atau Do It With Your Friend, itulah kita !!!
Jangan lupa, ini monolog dan ini tulisan pribadi yang tak mewakili siapapun !!!
Kau bebas memberikan pendapat sesukamu, begitupun aku, jangan kekang !!!
Aku, Waank Hutagalung, hanya penikmat musik yang berasal dari kampung.
Maaf jika membuatmu tersinggung, bagudung...
(gambar sama sekali tak ada korelasi dengan tulisan, abaikan...)