Pakaian Bayi Dan Anak

Pakaian Bayi Dan Anak Pakaian anak laki-laki dan perempuan

18/09/2025

ada yang mau gak bunda?



KOKO RASYID*🍀Bahan* Atasan : Katun import                Toyobo PremiumCelana : Katun import                Drill *🍀Mode...
15/09/2020

KOKO RASYID

*🍀Bahan*
Atasan : Katun import
Toyobo Premium
Celana : Katun import
Drill

*🍀Model*
*1. Kurta Lengan Panjang*
▪️lengan panjang
▪️ada kancing di lengan sehingga bisa digulung jd lengan 3/4
▪️Krah tegak dngn kancing logo jepret dua
▪️Kancing logo sepanjang dada
▪️Kantong dada dan samping kanan kiri
▪️variasi label emboss di atas kantong dada
▪️celana cargo 6 kantong berbahan katun import drill warna hitam

Coming soon 😍
05/03/2020

Coming soon 😍

🍂Detail *MAULINA* Set🍂💐 *Gamis* 💐~ Material bahan Flaz Crep, Bahanya Agak Glosy lembut, Halus, Serat nya Padat.~ Manset ...
26/01/2019

🍂Detail *MAULINA* Set🍂

💐 *Gamis* 💐

~ Material bahan Flaz Crep, Bahanya Agak Glosy lembut, Halus, Serat nya Padat.

~ Manset di padukan dengan kombinasi dua warna Dan menggunakan Kancing bungkus 2.
~ Krah bisban
~ Riz depan busui friendly
~ Saku kanan
~ Keliling rok 2,5 m

💐 *Khimar :* 💐

~ Material Khimar .
~ Panjang depan 110cm
~ Panjang belakang 135cm

💐 *Harga* 💐

~ Rp. 295k/Set Cadar Tali

ISTERI FIR'AUN, ASIYAH BINTI MUZAHIMWanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah ...
28/11/2018

ISTERI FIR'AUN, ASIYAH BINTI MUZAHIM

Wanita, sosok lemah dan tak berdaya yang terbayangkan. Dengan lemahnya fisik, Allah tidak membebankan tanggung jawab nafkah di pundak wanita, memberi banyak keringanan dalam ibadah dan perkara lainnya. Mereka adalah sosok yang mudah mengeluh dan tidak tahan dengan beban yang menghimpitnya. Dengan kebengkokannya sehingga Rasulullahshalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk bersikap lembut dan banyak mewasiatkan agar bersikap baik kepadanya. Oleh karena itu, tidak mengherankan kiranya jika Allah Tabaroka wa Ta’ala dengan segala hikmah-Nya mengamanahkan kaum wanita kepada kaum laki-laki.

Namun, kelemahan itu tak harus melunturkan keteguhan iman. Sebagaimana keteguhan salah seorang putri, istri dari seorang suami yang menjadi musuh Allah Rabb alam semesta. Seorang suami yang angkuh atas kekuasaan yang ada di tangannya, yang dusta lagi kufur kepada Rabbnya. Putri yang akhirnya harus disiksa oleh tangan suaminya sendiri, yang disiksa karena keimanannya kepada Allah Dzat Yang Maha Tinggi. Dialah Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun.

Ketika mengetahui keimanan istrinya kepada Allah, maka murkalah Fir’aun. Dengan keimanan dan keteguhan hati, wanita shalihah tersebut tidak goyah pendiriaannya, meski mendapat ancaman dan siksaan dari suaminya.

Kemudian keluarlah sang suami yang dzalim ini kepada kaumnya dan berkata pada mereka, “Apa yang kalian ketahui tentang Asiyah binti Muzahaim?” Mereka menyanjungnya.
Lalu Fir’aun berkata lagi kepada mereka,“Sesungguhnya dia menyembah Tuhan selainku.” Berkatalah mereka kepadanya,“Bunuhlah dia!”

Alangkah beratnya ujian wanita ini, disiksa oleh suaminya sendiri.

Dimulailah siksaan itu, Fir’aun pun memerintahkan para algojonya untuk memasang tonggak. Diikatlah kedua tangan dan kaki Asiyah pada tonggak tersebut, kemudian dibawanya wanita tersebut di bawah sengatan terik matahari. Belum cukup sampai disitu siksaan yang ditimpakan suaminya. Kedua tangan dan kaki Asiyah dipaku dan di atas punggungnya diletakkan batu yang besar.
Subhanallah…saudariku, mampukah kita menghadapi siksaan semacam itu? Siksaan yang lebih layak ditimpakan kepada seorang laki-laki yang lebih kuat secara fisik dan bukan ditimpakan atas diri wanita yang bertubuh lemah tak berdaya. Siksaan yang apabila ditimpakan atas wanita sekarang, mugkin akan lebih memilih menyerah daripada mengalami siksaan semacam itu.

Namun, akankah siksaan itu menggeser keteguhan hati Asiyah walau sekejap? Sungguh siksaan itu tak sedikitpun mampu menggeser keimanan wanita mulia itu. Akan tetapi, siksaan-siksaan itu justru semakin menguatkan keimanannya.

Iman yang berangkat dari hati yang tulus, apapun yang menimpanya tidak sebanding dengan harapan atas apa yang dijanjikan di sisi Allah Tabaroka wa Ta’ala. Maka Allah pun tidak menyia-nyiakan keteguhan iman wanita ini. Ketika Fir’aun dan algojonya meninggalkan Asiyah, para malaikat pun datang menaunginya.

Di tengah beratnya siksaan yang menimpanya, wanita mulia ini senantiasa berdo’a memohon untuk dibuatkan rumah di surga. Allah mengabulkan doa Asiyah, maka disingkaplah hijab dan ia melihat rumahnya yang dibangun di dalam surga. Diabadikanlah doa wanita mulia ini di dalam al-Qur’an,

“Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (Qs. At-Tahrim:11)

Ketika melihat rumahnya di surga dibangun, maka berbahagialah wanita mulia ini. Semakin hari semakin kuat kerinduan hatinya untuk memasukinya. Ia tak peduli lagi dengan siksaan Fir’aun dan algojonya. Ia malah tersenyum gembira yang membuat Fir’aun bingung dan terheran-heran. Bagaimana mungkin orang yang disiksa akan tetapi malah tertawa riang? Sungguh terasa aneh semua itu baginya. Jika seandainya apa yang dilihat wanita ini ditampakkan juga padanya, maka kekuasaan dan kerajaannya tidak ada apa-apanya.

Maka tibalah saat-saat terakhir di dunia. Allah mencabut jiwa suci wanita shalihah ini dan menaikkannya menuju rahmat dan keridhaan-Nya. Berakhir sudah penderitaan dan siksaan dunia, siksaan dari suami yang tak berperikemanusiaan.

Saudariku..tidakkah kita iri dengan kedudukan wanita mulia ini? Apakah kita tidak menginginkan kedudukan itu? Kedudukan tertinggi di sisi Allah Yang Maha Tinggi. Akan tetapi adakah kita telah berbuat amal untuk meraih kemuliaan itu? Kemuliaan yang hanya bisa diraih dengan amal shalih dan pengorbanan. Tidak ada kemuliaan diraih dengan memanjakan diri dan kemewahan.

Saudariku..tidakkah kita menjadikan Asiyah sebagai teladan hidup kita untuk meraih kemuliaan itu? Apakah kita tidak malu dengannya, dimana dia seorang istri raja, gemerlap dunia mampu diraihnya, istana dan segala kemewahannya dapat dengan mudah dinikmatinya. Namun, apa yang dipilihnya? Ia lebih memilih disiksa dan menderita karena keteguhan hati dan keimanannya. Ia lebih memilih kemuliaan di sisi Allah, bukan di sisi manusia. Jangan sampailah dunia yang tak seberapa ini melenakan kita. Melenakan kita untuk meraih janji Allah Ta’ala, surga dan kenikmatannya.

Saudariku…jangan sampai karena alasan kondisi kita mengorbankan keimanan kita, mengorbankan aqidah kita. Marilah kita teladani Asiyah binti Muzahim dalam mempertahankan iman. Jangan sampai bujuk rayu setan dan bala tentaranya menggoyahkan keyakinana kita. Janganlah penilaian manusia dijadikan ukuran, tapi jadikan penilaian Allah sebagai tujuan. Apapun keadaan yang menghimpit kita, seberat apapun situasinya, hendaknya ridha Allah lebih utama. Mudah-mudahan Allah mengaruniakan surga tertinggi yang penuh kenikmatan.

Maraaji’:
14 Wanita Mulia dalam sejarah Islam (terjemahan dari Nisa’ Lahunna Mawaqif) karya Azhari Ahmad Mahmud

***

Artikel muslimah.or.id

ANAK MONDOK ITU REZEKI ORANG TUALagi viral anak artis masuk pesantren. Semoga saja langkah keluarga pasangan artis ini m...
27/11/2018

ANAK MONDOK ITU REZEKI ORANG TUA

Lagi viral anak artis masuk pesantren. Semoga saja langkah keluarga pasangan artis ini menjadi motivasi dan pendorong bagi para publik figur lainnya, dan juga masyarakat umum untuk membawa anak mereka menimba ilmu Islam di Pondok Pesantren.

Berikut beberapa nasehat dari KH. Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Pesantren Modern Gontor) untuk para orang tua yang masih enggan memas**an anaknya kedalam pondok pesantren.

1. Terlalu memanjakan anak itu akan menghambat masa depannya, sebab nanti mereka gak bisa mandiri, gak paham agama, gak ngerti Qur'an, gak punya akhlaq, ujung-ujungnya gak bisa jadi amal jariyahmu kelak, kalau kamu telah tiada.

2. Ketika anak mau masuk pondok apalagi menghafal Qur'an gak usah ditangisi. Itu rezeki, kamu harus bersyukur.

3. Coba bayangkan jika anak-anakmu hidup di luar sekarang, apa iya kamu tega setiap jam 4 pagi memaksa mereka untuk bangun Tahajud? Apa iya setiap hari kamu ada waktu menyimak setoran hafalan mereka?

4. Coba kamu lihat dirimu sekarang sudah yakinkah kira-kira dengan sholatmu, puasamu, bisa membuat kamu masuk surga-Nya Allah?

5. Jika kamu yakin amalmu bisa menjamin kamu masuk surga yo sak karepmu. Urusen anakmu dengan budaya barat yang sekarang lagi trend di luar sana.

6. Anak-anak kecil wes podo pinter dolanan hape buka situs apa saja bisa, bangga punya ini itu: baju, sepatu, tas ber-merk, lha pas di suruh ngaji blekak blekuk. Ditanya tentang agama prengas-prengep, arep dadi opo?

7. Kamu hanya dititipi mereka, nanti kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Kira-kira kalau anakmu lebih bangga kenal artis, lebih bangga dengan barang ber-merk, lebih seneng menghafal lagu ora genah, gak kenal Gusti Allah, gak kenal kanjeng Nabi, gak bisa baca dan paham Qur'an gak ngerti budi pekerti. Lha kamu mau jawab apa kelak dihadapan Gusti Allah?

8. Apa hakmu menghalangi anak-anakmu lebih dekat dengan pemiliknya dengan jalan tholabul ilmi di lingkungan yang mendukung mereka menjadi lebih arif dan berbudi? Ingat kamu hanya perantara, dipinjami, dititipi, dan diamanahi.

Semoga Allah ﷻ memudahkan para generasi umat Islam untuk menjadi penghafal dan pembela Al-quran, yang kelak dengannya akan memberikan syafaat kepada kedua orang tuanya, Aamiin.

Sumber: Ichal Aydoğan

Renungan  # APA KATA AL QUR'AN TENTANG USIA??1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam... karena Allah ...
26/11/2018

Renungan

# APA KATA AL QUR'AN TENTANG USIA??

1. Semakin bertambah usia semakin lemah tangan menggenggam... karena Allah sedang mendidik kita agar melepaskan cinta dunia.
_*( Qs. Hud : 15-16 )*_

2. Semakin bertambah usia semakin kabur mata kita... karena Allah sedang mencerahkan mata hati untuk melihat Akhirat.
_*( Qs. Al Isra:72 )*_

3. Semakin bertambah usia semakin sensitif perasaan kita... karena Allah sedang mengajarkan bahwa pautan hati dengan makhluk senantiasa menghampakan, namun hati yang berpaut kepada Allah tiada pernah mengecewakan.
_*( Qs. Al Lukman : 22 )*_

4. Semakin bertambah usia semakin gugur gigi² kita... karena Allah sedang mengingatkan bahwa suatu hari kita akan gugur kedalam tanah selamanya.
_*( Qs. Ali Imran : 145 )*_

5. Semakin bertambah usia semakin ditarik nikmat kekuatan tulang dan sendi kita... karena Allah sedang mengingatkan bahwa tak lama lagi nyawanya akan di ambil.
_*( Qs. An Nisa : 78 )*_

6. Semakin bertambah usia semakin putih rambut kita... karena Allah sedang ingatkan kain kafan yang putih.
_*( Qs. Ali Imran : 185 )*_

7. Begitu juga hati kita... semakin bertambah usia semakin sepi dan ingin bersendirian, karena Allah sedang mendidik kita untuk melepaskan cinta manusia dan dunia.
_*( Qs. Al-An'am : 32 )*_

Barakallahu fiik

*Muslimah

🌹SUAMII DI USIA SENJA🌹Yang membaca jangan menangis ya? Saya s**a postingan ini, meski sudah berulang kali membacanya... ...
26/11/2018

🌹SUAMII DI USIA SENJA🌹

Yang membaca jangan menangis ya? Saya s**a postingan ini, meski sudah berulang kali membacanya... 😊

Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.
Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.

Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.
Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.

Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.

Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.
Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra :
“Kenapa Bu?”
Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.
“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.
Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.

Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.
Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.
Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.

“Bagaimanapun usahaku untuk ber terima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya".

Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku p**ang kerja,

Kaki yang telah mengantar anak-anakku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.

Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama….

Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.
Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.
Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :
“Terima kasih ya Bu ”.
“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. ☺😊

“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan.
Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.

Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri ......
“Bapak kok bicara begitu?
Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.
Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.
Semuanya dapat kita hadapi bersama”.

Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan.
Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,
Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.
Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya.......
Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia.
Ia telah p**ang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.

Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.
*"Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji'uun"*

“Subhanallah.... sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir shalat Jum'at....

Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid.
Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan "Selamat Tinggal ...".
Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,

Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.

Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.

Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.
Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut.
“Apa yang Bapak lakukan?", tanya istrinya senang bercampur bingung.
“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang...
» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.
» Bapak selalu butuh Ibu.
» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang "Pendampingnya tertinggal", Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.

Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata :
“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian....
Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan."
Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.

❤Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ

*_"Istri mu itu adalah 'Bajumu' dan Suamimu itu adalah 'Bajumu' p**a"_*
*QS Al-Baqarah : 187*

Semoga bisa mempererat cinta kasih yang sejati pasutri (pasangan suami istri), ... karena Allah... Aamiin.😭😭😭

Ya Rabb... jadikan keluarga kami _Sakinah Mawaddah wa Rahmah_, wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHATIMAH...Aamiin..

* Muslimah*

Rasanya seperti ada sesuatu yang mengiris hati ketika tetangga terdekat kesulitan namun, kita tidak tahu kalau mereka se...
24/11/2018

Rasanya seperti ada sesuatu yang mengiris hati ketika tetangga terdekat kesulitan namun, kita tidak tahu kalau mereka sedang mengalami masa sulit.

"Kemarin aku gak punya beras sama sekali tau teh, tapi suami cari pinjaman Alhamdulillah dapet 20 ribu..."
___________

Ya Alloh .. serasa diseret ke 4 tahun lalu waktu awal-awal nikah.

Waktu hamil muda Hisyam jualan tempe mendoan sambil ngider pake nampah bambu (nyiru).
Pengen es kelapa muda aja gak kebeli..
Cukup nelen ludah maasyaAlloh sambil ngusap perut yang lagi hamil.

Bulan-bulan pertama pasca lahiran Hisyam, gak punya beras, gak punya Gas dan minyak goreng.

Ingat sekali waktu itu tetangga kirim jagung manis mentah, dan direbus di Magicom.
Ada 5 biji jagung suami kasih semuanya buat aku karena lagi ASI.

Kebayang gak lagi nyusuin lagi doyan"nya ngemil tapi gak ada apapun untuk dimakan dan dicemil.
Setiap hari sedia air di botol Aqua 2 liter air penuh, setiap laper minum sampe bolak balik kamar mandi..
Hahaha

Yang paling Horor itu waktu punya uang cuma 5 ribu dan kita beliin mie goreng isi 2.
Belum bisa beli Gas jadi kita masak di Magicom.
Lagi masak mie tiba-tiba Ayah datang ke rumah nengok Hisyam tanpa ngabarin.

Deg-deg-deg bingung mau ngasih ayah makan apa..
Pura-pura nawarin makanan.
"Pa, udah makan belum...?"

Ayah jawab "udah neng Alhamdulillah"

Ya Alloh leganya lebih lega hati aku saat itu daripada lapangan basket.
😂😂

Cuma 10 menit ayah main langsung pamit p**ang.

Aku langsung lari ke dapur liat mie di Magicom yang udah jadi bubur 🤣🤣🤣
Tapi tetep dimakan berdua sama suami sambil ketawa-ketawa dan bersyukur Ayah gak sampe tau kalo anak gadis nya begini.
😂😂

Pas, abis makan Hisyam nangis pengen Mimi..
Ternyata ayah ninggalin uang 300 ribu dibawah bantal Hisyam ..

Gak kerasa air mata netes Ah, apakah orangtua sepeka itu...??

Sebisa mungkin menutupi kesedihan dari mereka, sebisa mungkin menutupi kesulitan hidup dari mereka..
Mereka orangtua adalah orang yang tidak akan pernah bisa di bohongi oleh anak tercintanya.

________

Dulu..
Masa-masa itu terasa sulit dan setiap waktu yang berjalan begitu lambat.
Tak ada waktu untuk tidak berpuasa, karena hampir setiap hari kami berpuasa meskipun bukan hari" Sunnah.
Bukan karena kami rajin, hanya saja tak ada apapun untuk kami makan berdua.

Sekarang, orang lain banyak mengeluh akan kehidupan rumah tangganya.
Seakan paling menderita dan sedih.

Mereka lupa setiap rumahtangga memiliki air mata nya sendiri.
Hanya untuk membuktikan mampu atau tidak kita memperjuangkannya bersama.

Hari ini yang kita keluhkan mungkin akan menjadi masalalu yang sangat berharga.

Masa lalu itu sekarang selalu menjadi suntikan disaat diri ini lalai. Betapa sekarang Alloh telah memberikan banyak kenikmatan...

Rasanya tak pantas lagi untuk meminta lebih.
__________
🌸🌸🌸🌸

Bersyukur bersyukur bersyukur

Oleh : Zakiyatul Umami

"SEMUA ORANG PASTI MATI.."  "Di area pemakaman.. "Seorang  dokter  menangis  di   depan  sebuah  makam   yg  tanahnya   ...
23/11/2018

"SEMUA ORANG PASTI MATI.."


"Di area pemakaman..

"Seorang dokter menangis di depan sebuah makam yg tanahnya masih merah.

Uniknya di pusara makam terletak batu NISAN berbentuk HATI yg cukup besar serta mencolok.

*Ustadz* :
"Sudah... IKHLASKAN saja jgn terus Menangis..!"

*Dokter* :
"Ustadz.. gimana saya tidak sedih...
Bagaimana kalau saya yg mati.. ???!"

*Ustadz* :
"Semua orang pasti mati.. Dok... !!!"

*Dokter* :
"Begini pak Ustadz.., yg mati ini teman saya..!" .
Kami para kump**an Dokter Spesialis sudah sepakat.., Siapa saja di antara kami yg mati maka akan dibuatkan batu nisan dgn gambar sesuai bidang spesialis yg kami tekuni..! "

*Ustadz* :
"Ooo... Teman dokter yg mati ini apa spesialis-nya.. ???!"

*Dokter* :
"Dia spesialis HATI.., Maka-nya batu nisan dia ber-Bentuk HATI...! "

*Ustadz* :
"Lalu apa yg membuat anda begitu khawatir.. ???!"
*Dokter* : "Lahh.. kalau saya mati.., gak bisa ngebayangin batu nisan yg akan dibuat utk saya ...!"

*Ustadz* :
"Emang dokter spesialis apa.. ???!"

*Dokter* :
"Saya kan Dokter spesialis KELAMIN.., Pak Ustadz... ! !!"

*Ustadz* :
"Astaghfirullah haladzim...!!"

( Ustad sampai melompat.... mikir dan tersenyum krn gak bisa nahan ke-tawa akhirnya ustad bilang )

"Gak apa-apa.., Tenang aja.. Entar batu NISAN-nya dipakein CELANA ...!!"
😃 😃😃😃 😃 😃😃 🖐

```Нaªªнaªªнaªªнaªª```

si Dokter akhirnya ketawa juga..!"

_Semua masalah ada solusinya & tersenyum bikin awet muda_

😄 😄😄 😄😄 😄😀 😀
LUPAKAN SEJENAK BEBAN HIDUP-MU.. DAN TERSENYUMLAH .. OK.. !!!😛😜😝🤣

Copas & silahkan shareSemoga bermanfaat untuk kita semua.🌼IBU TANPA BEKAL AGAMA🌼----------------------------------------...
23/11/2018

Copas & silahkan share
Semoga bermanfaat untuk kita semua.

🌼IBU TANPA BEKAL AGAMA🌼
-----------------------------------------------------
Seorang ibu insya Allah tidak akan ada NIAT menjerumuskan anaknya ke sesuatu yg mudharat, apalagi SENGAJA ingin mencelakakan dunia akherat anak anaknya.
Namun... Karena minimnya ilmu agama maka seorang ibu bisa saja tanpa sadar sangat mungkin melakukan hal2 negative yg justru menjerumuskan anaknya saat mendidiknya.
Lihatlah hari ini betapa banyak seorang ibu yg mendadani anaknya agar menarik dan imut, dgn cara memakaikan pakaian2 yg sexy ala orang dewasa.
Berapa banyak seorang ibu yg mengajarkan anaknya berjalan melenggak lenggok ala peragawati, agar ia kelak tumbuh memiliki talent seorang model.
Berapa banyak seorang ibu memotivasi anak gadisnya agar mencari laki2 yg kaya dan mapan, tp sangat sedikit sekali yg menyaranakan agar mendapat calon suami yg sholeh,
Berapa banyak seorang ibu yg membiarkan anak gadisnya dandan cantik dan wangi setiap keluar rumah dan bangga saat anaknya memiliki pacar.
Berapa banyak seorang ibu yg mendaftarkan anaknya ikut *lomba2 kontes model kecantikan yg umbar urat dan bangga saat anaknya menjadi artis*.
Berapa banyak seorang ibu yg sengaja menyuap ke kantor2 supaya menerima anaknya bekerja dan bangga saat anaknya memegang jabatan yg tinggi dgn hasil yg curang.
Berapa banyak seorang ibu yg dgn rasa kasihan dan tdk teganya enggan membangunkan anaknya untuk shalat subuh dan isya' meskipun sudah baligh tanpa berfikir gimana nasib anaknya kelak di neraka.
Berapa banyak seorang ibu yg meng up-load foto anak gadisnya tanpa menutup aurat di sosial media,
Berapa banyak seorang ibu yg membujuk suaminya untuk membelikan anak2nya gadget laptop maupun TV di kamar masing2 supaya anak tdk ketinggalan informasi, nyatanya benda2 tersebutlah yg menjadi jln anaknya mengenal pornografi dan kecanduan game.
Berapa banyak seorang ibu yg lebih senang mengajarkan anaknya nyanyian2 dan tarian2 dibanding khusus mengajarkan lafadz2 Quran dan bangga saat anaknya msh kecil fasih me-niru2 lirik dan gerakan orang dewasa.
Berapa banyak seorang ibu yg menjejali anaknya dgn aneka les2 pengetahuan dunia tp enggan mengajarkan perkara shalat, ngaji dan ibadah lain pada anak2nya dan bangga anaknya menjadi *orang "bergelar" tapi bahkan gak tau doa masuk wc.
Berapa banyak seorang ibu yg membelikan pakaian2 sexy dan pernak-pernik agar anaknya tampil cantik.
Wahai ibu engkaulah yg paling dekat dengan anak2 mu di banding dengan suami mu.
Wahai ibu...sebab itulah engkau di juluki sebagai "AL UMMU MADRASAH AL ULA" (Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya)
Dan sungguh begitu b*k "kejahilan-kejahilan" yg di lakukan seorang ibu karena minimnya agama.
Ketahuilah ibu, Anak2 itu amanah,
Tidakkah engkau sayangkan mengandungnya 9 bulan penuh perjuangan dan kesakitan, namun mengapa begitu anak mu sudah besar engkau biarkan auratnya terumbar, engkau biarkan ia di zinai pacarnya berkali2, engkau biarkan dia melakukan maksiat dan dosa.
Wahai ibu.. janganlah engkau Didik anak mu sesuai nafsu dunia, tapi Didik ia menjadi anak yg sholehah,
Wahai ibu... Segerelah dan cegahlah anak mu di jalan yg salah, sebelum semua terlambat dan engkau akan menyesalinya dunia dan akhirat,
Wahai ibu... Ayo segera singkirkan baju2 anak gadis mu yg ketat, sexy dan mengumbar aurat, sebelum ia kenakan terus dan menjadi santapan para laki2,
Wahai ibu... ayo bekali dirimu ilmu agama,
Jangan malas datang kekajian ilmu agama.
Jadikan Quran dan Hadits sbg pedoman hidup mu,
Dan Amalkan dalam engkau mendidik anak2 mu.
Ingatlah bahwa Kita tidak bisa lolos dari hisab dgn alasan "Maaf Tuhan saya tidak tau kalau harus ajari ini itu"
Karna perintah menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.
Tdk terhenti saat kita menikah, tdk terhenti saat kita jadi nenek kakek, terus sampai kita meninggal.
Jadikan diri kita setiap harinya sebagai seorang ibu teladan kebaikan,
Jadikan diri kita seorang ibu pencari ilmu.
Jadikanlah anak mu sholeh sejak


Address

Bandar
35363

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pakaian Bayi Dan Anak posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share