Pojok Hijab ID

Pojok Hijab ID Pojok Hijab ID - Solusi Busana Muslimah Syar'ie, Berkualitas, Unik dan Trendi

09/04/2017

Dari Ibn Abas, ia berkata: "Rayah (Panji) Rasulullah SAW berwarna hitam dan Liwanya berwarna putih. Tertulis padanya : Laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah"

*SAKSIKAN SERENTAK DI 10 KOTA*

*MASIRAH PANJI RASULULLAH*, di berbagai penjuru Tanah Air pada hari Ahad, 9 April 2017.

Ikuti tayangan live streaming dan reportase kirab serta Tabligh Akbar di 10 fanpage yang terjadwal sebagai berikut :

05.30 WIB (07.30 WIT)
*Luwuk, Banggai* : http://fb.com/BanggaiBersyariah

06.00 WIB (08.00 WIT)
*Jayapura* : http://fb.com/DakwahPapua

06.00 WIB (08.00 WIT)
*Sorong* : http://fb.com/DakwahSorong

06.00 WIB
*Pangkalan Bun* : http://fb.com/DakwahKalteng

06.30 WIB (07.30 WITA)
*Baubau* : http://fb.com/DakwahButon

06.30 WIB (08.30 WIT)
*Ternate* : http://fb.com/dakwahsyariahMU

07.00 WIB (08.00 WITA)
*Bima* : http://fb.com/BimaRinduSyariah

07.30 WIB
*Pekanbaru* : http://fb.com/MelayuBersyariah

08.00 WIB (09.00 WITA)
*Mataram* : http://fb.com/NTBbersyariah

08.30 WIB
*Bengkulu* : http://fb.com/Bengkulu.Bersyariah

Jangan Lupa Bersyukur Ya, Kak! :)
01/08/2016

Jangan Lupa Bersyukur Ya, Kak!
:)

Allah Swt berfirman:وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّ...
31/07/2016

Allah Swt berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sungguh kampung akhirat iti lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memahaminya?” (QS. Al An’am 32)

Pernah galau, gelisah dan bimbang merana ? *hadeuuh.Pasti setiap manusia akan dihadapkan pada pilihan2 hidup yg harus se...
14/07/2016

Pernah galau, gelisah dan bimbang merana ? *hadeuuh.
Pasti setiap manusia akan dihadapkan pada pilihan2 hidup yg harus selalu di ambil.

Apapun keputusan yg diambil akan meminta konsekuensi.
Keputusan memilih beriman atau ingkar.
Memilih tetap berada dalam kebaikan atau kemaksiyatan.
Memilih satu pekerjaan dari sekian banyak tawaran pekerjaan.
Atau memilih jodoh.

Maka, di situlah ada keluarga, sahabat dan guru yg bisa dimintai saran,pendapat dan pandangannya.

Dan tentu, semua pilihan harus dikonfirmasi. Apa Alloh ridho atas pilhan tersebut. Apakah hati kita tenang atas pilihan tersebut. Apa kita bahagia dengan pilihan tersebut.

Akan selalu ada sholat malam, sholat hajat dan istikhoroh atas semua bimbang dan keraguan.

Wess, gitu aja.

IG: .

Umat Nabi Muhammad yg tersandera!Mari doakan mereka saudara Muslim kita.Ingat juga Muslim di Suriah dan Myanmar/Burma.
13/07/2016

Umat Nabi Muhammad yg tersandera!
Mari doakan mereka saudara Muslim kita.
Ingat juga Muslim di Suriah dan Myanmar/Burma.

Catet!
13/07/2016

Catet!

Hayo siapa yang s**a main Pokemon GO ?

Jangan lupa Sholat ya!

Bisa jadi pokemon kamu, bentuknya macem2.
Bisa jadi pokemon kamu dalam bentuk pekerjaan, harta dunia, kesenangan sesaat bahkan yang lebih sereem kemaksiyatan.

Jangan lupa Sholat...
Klik, like and share ya. Supaya makin banya yang dapat manfaatnya dan pahala terus ngalir.

Pantau terus Akun Dakwah Sosmed nya wargi Ujungberung.
Ujungberung Bersyariah.

Saat "Cangkul" sekarang memiliki citra yg agak suram dengan adanya kasus "Eno" di Tangerang... Atau kasus Yuyun, dan kas...
02/06/2016

Saat "Cangkul" sekarang memiliki citra yg agak suram dengan adanya kasus "Eno" di Tangerang... Atau kasus Yuyun, dan kasus lainnya yg bikin bulu kuduk merinding.
Fenomena gunung es, apa yang diberitakan hanya sedikit dari kasus rusaknya tata aturan pergaulan generasi muda.
So, apa yang harus dilakukan? terutama bagi generasi muda Muslim?
Simak paparan lebih mendalam Kajian Majelis Dakwah Islam tentang fenomena pergaulan masa kini, bersama Ust. Ir. Eri Taufiq Abdulkariim (Pimpinan Majelis Inspiring Qur'an Bandung).
Kapan ?
Jumat 3 Juni 2016, bertempat di Masjid Al Jihad Unpad Dipatiukur.
Pukul 15.30 s.d Selesai.
GRATIS, Terbuka untuk Umum (ikhwan dan Akhwat).
Konfirmasi pendaftaran cek info lengkap di poster publikasi ya.
Hatur Nuhun.

Duh pertanyaannya serem kakak?  Ayo lekas menutup aurat yaa,supaya kelas sesal tak datang belakangan...
30/05/2016

Duh pertanyaannya serem kakak? Ayo lekas menutup aurat yaa,supaya kelas sesal tak datang belakangan...

Tulisan bagus dari mba Siti Maryamah tentang gamis syar'i yang tak lagi syar'i 😟Sependek ingatan saya, pada tahun 90-an ...
27/05/2016

Tulisan bagus dari mba Siti Maryamah tentang gamis syar'i yang tak lagi syar'i 😟

Sependek ingatan saya, pada tahun 90-an dulu frasa gamis syar’i belum ada. Gamis ya syar’i lah. Apalagi? Frasa gamis syar’i waktu itu mungkin setara dengan frasa jomblo ngenes sekarang. Jomblo ya sudah tentu ngenes. Mau bagaimana lagi? Jadi, kata ‘syar’i’ itu inheren dalam kata gamis, seperti halnya kata ‘ngenes’ dalam jomblo. Semacam oksimoron.

Pada tahun 90-an itu, jilbab dan gamis itu pasti panjang, tebal, warna kalem atau gelap, longgar dengan model sederhana. Itu-itu saja. Rasanya ada aura ruhiyah tertentu saat mengenakannya. Rasanya lho, ya. Namun, belakangan ini perasaaan itu lebih mirip seperti ilusi saja.

Masa itu jilbab dan gamis adalah ekspresi dari ketundukan dalam hati pada titah Sang Pencipta. Simbol lahiriah dari esensi batiniah. Mengenakannya adalah ibadah, menetapi perintah menutup aurat. Tak lain tak bukan, tak lebih tak kurang. Hingga kemudian, sampailah kini kita di zaman yang sedemikian rupa berbeda.

Inilah zaman di mana mengenakan jilbab dan gamis tak jauh berbeda seperti soal memilih menu makanan. Mana yang dis**a dimakan, mana yang bosan ditinggalkan. Tak ada bobot ruhiyah atau nuansa spiritualitas apapun di sana. Tak ada urusan hidayah di situ. Apa lagi getaran hati yang menggoncang-goncang jiwa ketika memutuskannya. Tak ada.

Pakai gamis tak lebih dari ganti koleksi isi lemari. Hal yang bisa dilakukan tanpa perlu menjemput hidayah datang. Hal yang sama yang akan dilakukan oleh para korban kebakaran dan banjir bandang, mengganti isi lemari. Yang pertama dilakukan penuh s**acita karena terpuaskan nafsu belanja, yang kedua dilakukan dengan terpaksa karena baju hangus dan hanyut di kali.

Hari gini, memakai gamis dan jilbab, juga bisa terjadi hanya karena tak enak pada tetangga dan teman sejawat. Peer pressure. Terpesona pada artis-artis dan model peraga busana muslim di sebuah fashion show. Ngiler pada manekin-manekin butik-butik nan mahal di mal-mal. Apa sajalah pemantik nafsu konsumtif. Tak ada pergumulan batin apapun di sana. Pergumulan isi dompet, iya. Urusannya seenteng ganti sepatu, tas, menu makanan bahkan pacar, karena bosan saja. Impulsif.

Tentu saja, tetaplah ada jilbaber dan gamis user yang melalui proses panjang dan mengharu biru ketika mengenakannya. Hal seperti itu selalu akan ada. Sebab hidayah tak pernah bosan menjemput orang-orang yang berhijrah di tiap zaman.

Tak seperti Hayati, hidayah tak pernah lelah, Bang.

Setelah potensi bisnis gamis syar’i terendus oleh kapitalis industri mode, situasi tak lagi sama. Segala sesuatu jika sudah tersentuh industrialisasi, biasanya memang bakal berganti dimensi. Film sebagai karya seni dan film sebagai industri, logikanya berbeda. Beternak ayam sebagai kegiatan pendukung kehidupan dan beternak sebagai industri, filosofinya berbeda. Menulis sebagai hobi dan menulis karena tuntutan industri, output-nya berbeda. Begitu juga gamis syar’i saat tercelup industri, auranya pun menjadi berbeda.

Yang tadinya bersimpel-simpel, jadi berimpel-rimpel. Yang tadinya tebal menutup bisa jadi tipis menerawang. Yang tadinya longgar semriwing jadi ketat membentuk. Pendeknya yang tadinya dimaksudkan untuk menutupi pesona, jadi menebar pesona.

Duhai ukhti, kemana gerangan engkau mengambil teladan?

Esensi gamis syar’i sebagai ekspresi penghambaan auranya itu kesunyian. Sedangkan konsekuensi gamis syar’i sebagai industri, auranya adalah kemeriahan dan tepuk tangan. Menjadi paradoks yang begitu banal jika kedua hal itu dikawinkan. Yang terjadi kemudian adalah kawin paksa dengan banyak KDRT di dalamnya.

Hedonisme sebagai suplier energi industri mode adalah sesuatu yang bersebrangan dengan nilai-nilai kesederhanaan sebagai salah satu esensi ajaran Islam paling sublim. Enggak nyambung di level substansi, tapi di level permukaan, bisa disulap jadi serasi. Ini dampak dahsyat ketika jargon bisnis akhirat telah tersemat. Logika dan nalar sehat dipersilakan beristirahat.

Mari kita lihat.

Ketika ingin mewarnai industri mode, muslimah diprovokasi untuk terbiasa berhias, tabarruj, menebar pesona demi layak dilihat publik mode. Tampak memalukan, norak, dan ndeso jika datang–apalagi berpartisipasi–dalam sebuah fashion show dengan muka polos, pucat dan berkilat-kilat karena muka berminyak kena cahaya lampu. Itu wajah apa wajan, sih, sebenarnya?

Riasan yang sudah susah payah ditempel-tempel ke wajah, bisa sayang dihapus waktu berwudlu. Ikhtilat, campur baur laki-laki dan perempuan yang wangi-wangi bukan muhrim dalam fashion show adalah hal biasa. Fashion show busana muslim sekalipun. Substansi ajaran Islam yang mengatur gaya hidup, diperkosa oleh misi kapitalis yang mempromosikan hidup gaya.

Inilah salah satu KDRT dalam perkawinan Islam dan kapitalis. Sebuah kekalahan telak yang malah ditepuktangani si pecundang dengan meriah.

Sebuah label besar bahkan menjadikan salah satu oknum terindikasi LGBT sebagai ikon dan desainernya. Dia tampil percaya diri dan advis-advis modenya diamini oleh para penganut keyakinan yang menentang keras orientasi seksual si idola. Para pemuja brand tertentu konon ada yang nangis-nangis karena kalah cepat rebutan koleksi limited yang diincarnya. Ieu teh kumaha, Iteung?

Bagi industri mode sendiri, istilah gamis gaul dan gamis syar’i tak ada beda substansi. Masalahnya hanya perbedaan lini dan segmentasi. Keduanya sama-sama pengumpul pundi-pundi. Satu pabrikan bisa membuat beberapa label untuk masing-masing lini, dan semua laris manis diserap pasar nan hedonis dan gigantis. Urusan menginventarisasi nama-nama label dan share pasarnya, serahkan saja pada Kalis Mardiasih.

Tapi tentu saja, selalu ada pengecualian atas segala sesuatu. Tetap ada para pengusaha gamis dan busana muslim yang rela menempuh jalan sunyi memproduksi perlengkapan muslim tanpa memprovokasi orang untuk berlebihan berkonsumsi. Saya sangat percaya itu dan respek sepenuh hati pada mereka ini. Semoga bisnisnya senantiasa diberkahi. Aamin.

Akhirul kalam wahai para keponakan, dengarkan Tante Gober bersabda :

Jika gamismu lebaran nanti adalah gamismu sepuluh tahun lalu, hidupmu akan baik-baik saja. Lebaran akan tetap jatuh pada 1 Syawal dan takbirnya tetap Allahu Akbar. Sadarlah, tak ada tim hisab dan rukyat ormas manapun yang memperhitungkan keberadaan gamis barumu sebagai dasar pengambilan keputusan.

Tak ada yang berani mengganti bunyi takbir jadi Innalillahi hanya karena kau tak punya gamis OSD pujaan para ukhti.

Sumber: akun fb Za Fah

Ingeet yaa.... jumatan tanpa tapi, tanpa embel2... duh mbak yg di kiri atas wlwpun blm berhijab aja sdh ngingetin...
20/05/2016

Ingeet yaa.... jumatan tanpa tapi, tanpa embel2... duh mbak yg di kiri atas wlwpun blm berhijab aja sdh ngingetin...

Ayo kakak, d cek lagi hijabnya
18/05/2016

Ayo kakak, d cek lagi hijabnya

Address

Arcamanik Endah
Bandung Satu
40295

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pojok Hijab ID posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share