14/05/2026
[SAVE&SHARE] Waktu ajak orang tua Umrah, aku sadar satu hal ritme mereka nggak bisa disamain sama aku yang masih muda. Yang ada malah drop di hari kedua. Ini 5 cara aku mengatur strategi jalan supaya mereka tetap bugar:
1. Alhamdulillah, dengan ritme yang 'santai tapi pasti' ini, bapak dan ibu bisa menyelesaikan semua rukun dengan senyum setiap jalan dari hotel ke masjid atau sebaliknya, aku wajibkan berhenti setiap 15 menit buat istirahat berdiri atau minum air sebentar. Jangan tunggu mereka bilang 'capek', karena biasanya orang tua itu s**a sungkan.
2. Tawaf di Jalur 'Teduh', Aku nggak maksa mereka masuk ke area Mataf yang padat di bawah matahari langsung. Kami pilih tawaf di lantai atas yang lebih adem dan luas, meskipun jalurnya lebih panjang tapi udaranya jauh lebih bersahabat buat pernapasan lansia.
3. Strategi Shalat di Kursi Meski mereka merasa kuat, aku selalu cari posisi shalat yang dekat dengan pilar & pakai kursi masjid. Jadi kalau di tengah-tengah shalat atau nunggu adzan mereka merasa pusing, sandaran dan tempat duduk sudah siap.
4. Minum Air Zam-zam 'Suhu Ruang' Aku selalu bawain botol isi air zam-zam yang not cold. Air dingin emang seger, tapi buat lansia seringkali bikin tenggorokan kering dan memicu batuk.
5. Aku sarankan ke mereka, 'Satu hari maksimal 2-3 kali ke masjid'. Sisanya, aku minta mereka istirahat di hotel & ibadah dimushola hotel. Lebih baik simpan energi buat rukun wajib, agar tidak lemas pas ibadah umrahnya. Opsi lain bisa sewa jasa kursi roda untuk setiap berangkat ke masjid
Alhamdulillah, dengan ritme yang 'santai tapi pasti' ini, bapak dan ibu bisa menyelesaikan semua rukun dengan senyum. Kalau ada pengalaman berangkat dengan orang tua, bisa share ya!