07/01/2024
"Apakah saya harus memaafkan orang yang telah menyakiti saya?" tanya klien.
"Tidak ada yang bisa mengharuskan Anda. Anda yang memutuskan apakah akan tetap membawa kemarahan dalam hati Anda. Bila Anda merasa nyaman dengan kondisi ini, silakan diteruskan. Bila tidak, Anda perlu melepas semua emosi negatif yang berhubungan dengan kejadian atau orang itu," jawab terapis.
"Tapi perasaan benci dan marah ini sudah sekian tahun saya rasakan dan mengganggu hidup saya. Kalau saya maafkan orang itu, kan yang enak dia. Sudah melukai hati saya, kini dia dapat maaf dari saya," jawab klien.
"Ini namanya sesat pikir. Anda bilang Anda sudah menderita sekian tahun karena menyimpan kemarahan. Logikanya, untuk kembali menjadi nyaman, Anda perlu melepas semua emosi negatif ini. Bila Anda merasa nyaman dengan penderitaan Anda, menikmati penderitaan Anda, silakan terus menyimpan emosi ini di hati Anda. Anda bisa bawa terus emosi-emosi ini sampai Anda merasa puas dengan penderitaan Anda," jawab terapis.
Sahabat, banyak yang kurang mengerti pentingnya melepas emosi negatif, apa pun itu. Banyak yang menyimpan dan memelihara emosi negatif dalam hidup mereka. Emosi-emosi ini cepat atau lambat pasti memengaruhi berbagai aspek kehidupan mereka. Baik itu aspek kesehatan, mereka jadi mudah sakit atau mengalami penyakit psikosomatis, aspek relasi, komunikasi, finansial, bahkan spiritual. Banyak aspek akan terganggu akibat emosi negatif.
Emosi negatif, terutama perasaan marah, benci, dendam, kecewa, terluka, sakit hati, kesedihan mendalam, dan malu, ibarat bara api. Saat api ini masih kecil, walau mengganggu namun kita masih dapat berpikir dengan baik.
Saat api ini sudah berkobar besar, karena sering disirami dengan berbagai pikiran atau informasi berdasar asumsi atau persepsi yang salah, ia akan membakar diri kita.
Menyimpan emosi negatif sama seperti kita memegang bara api. Yang terluka adalah kita, bukan orang yang kita benci.
Melepas emosi negatif adalah untuk kesejahteraan, kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian diri kita sendiri, bukan untuk orang lain.
Demikianlah adanya...
Demikianlah kenyataannya...
(Catatan: Bahagia yang paling bahagia adalah bahagianya anak kecil)