25/05/2026
Semua ini sebenarnya dimulai dari hal sederhana: ketertarikan pada sepatu kulit sejak 2018. Waktu itu cuma sebatas s**a belum kesampaian punya. Sampai akhirnya, September 2019 datang dengan cerita yang cukup absurd: undangan pernikahan mantan.
Saat itu aku sedang kerja praktik di Lhokseumawe, Aceh, ikut proyek pembangunan jalan provinsi. Jauh dari rumah, jauh dari Bandung, dan kupikir juga sudah jauh dari masa lalu.
Sampai suatu hari, seorang teman lama menelpon. Teman dekat, mantan pemain diklat Persib. Kami memang sudah jarang bertemu sejak lulus SMA tapi kami masih s**a bertukar kabar sesekali. Dan entah kenapa, sebelum mengangkat telepon itu, aku sudah punya firasat: ini bukan sekadar nanya kabar.
“Lu diundang ke nikahannya nggak?”
Aku jawab, “Nggak.” Jujur saja, waktu itu aku belum benar-benar move on. Jadi rasanya memang lebih baik tidak datang.
Tapi tengah malam, DM Instagram masuk. Dari dia.
Isinya undangan resepsi Sabtu malam. Dan kebetulan, aku memang sudah punya tiket pulang Sabtu pagi. Di situlah semuanya mulai terasa absurd.
Perjalanan dari Jakarta ke Bandung waktu itu bukan perkara mudah. Tiket kereta habis, tol MBZ belum jadi, dan macetnya bisa ditebak. Jam 5 sore, aku masih terjebak di tol Jakarta. Akhirnya aku telepon teman.
“To, kayaknya gue nyampe mepet. Bisa nggak beliin gue satu set baju sama sepatu moc toe LTHRKRFT? Nanti gue transfer.”
Karena satu hal yang jelas: aku nggak mungkin datang tanpa persiapan.
Jam 8.30 malam sampai Leuwipanjang. Dijemput ayah pakai motor. Ngebut ke rumah. Cuci muka seadanya. Ganti baju. Pakai sepatu yang baru dibeli tadi. Lalu berangkat lagi. Dan akhirnya sampai sebelum acara dimulai.
Sejak hari itu, sepatu tersebut jadi ikut ke mana-mana. Dipakai kuliah, freelance fotografer, sampai kerja di kilang Pertamina Balikpapan.
Hampir satu dekade dipakai, dan sekarang akhirnya masuk repair.
Beberapa hal dalam hidup, meski sudah melewati perjalanan panjang, tetap pantas untuk dijaga baik-baik bukan karena masa lalunya, tapi karena cerita yang ia bawa.
Cerita dari perjalanan 🥾