02/06/2015
Ibumu Adalah Malaikatmu..
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan:
“Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana, saya begitu kecil dan lemah,” kata si bayi.
Tuhan menjawab,”Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu”.
“Tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa, ini sudah cukup bagi saya untuk bahagia,” demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab,”Malaikatmu akan bernyanyi untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”.
Si bayi pun bertanya kembali,”Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara dengan-Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara berdoa”.
Si bayi pun belum puas, ia pun bertanya lagi,”Saya mendengar di bumi banyak orang yang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab,”Malaikatmu akan melindungimu dengan taruhan nyawanya sekalipun”.
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,”Tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”.
Dan Tuhan menjawab,”Malaikatnu akan menceritakan tentang Aku dan akan mengajarimu bagaimana agar kamu bisa kembali Kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”.
Saat itu surga begitu tenang sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi dengan lirih bertanya…
“Tuhan…jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhan pun menjawab,”Kamu dapat memanggil malaikatmu…IBU…”
Kenanglah ibu yang menyayangimu…
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi…
Ingatlah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu…
Ingatlah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu dan ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika melihatmu terbaring sakit…
Berbaktilah kepada ibumu sebelum waktu terlambat dan kau tersadar bahwa ia telah tiada…
Ciumlah kaki ibumu sebagai wujud bukti baktimu kepadanya…