06/10/2017
Hijrahku (Part 2):
Ketika ada orang lain yg mengetahui rencana kita utk berhijrah, mungkin saja ada pertanyaan yg muncul "jadi selama belasan/ puluhan tahun kerja di bank, kenapa baru sekarang 'sadar' nya?"
Ini pertanyaan yg sangat wajar. Kalau pakai bahasa anak gaul mungkin bunyinya..... "jadi selama ini loe ke mana aja?" π
Jujur saja.... saya sendiri memasuki 4 kondisi level of thinking sebagaimana saya uraikan di Hijrahku (Part 1), nyaman terninabobokan, semua serba tercukupi, sampai pada akhirnya tergantung sepenuhnya dan kita tak berdaya.
Ketika suatu hari kesadaran kita muncul kita merasa ngeri setengah mati membayangkan azab Allah. Tapi kemudian pelan2 lenyap tertelan oleh kesibukan kerja sehari-hari.
Ketika suatu hari kesadaran muncul kembali, lalu fikiran kita terbayang anak dan isteri di rumah....."kalau saya berhenti, dari mana anak-istri kita makan?, dari mana biaya sekolah anak2?".... dan kesadaran kita akan riba akhirnya tertutup kembali.
Ketika sekian bulan atau sekian tahun kemudian banyak kajian tentang riba dan membuat kita semakin faham, lalu yg terfikir di otak kita adalah.... bisnis apa ya yg bisa saya lakukan utk menggantikan profesi banker ini?.... lalu kita coba searching sana-sini, membayangkan, menghitung hitung dst... dan akhirnya pelan2 padam seiring dg kesibukan dan genjotan boss utk mengejar target RKA.
Di lain hari, ketika kesadaran makin kuat, kita selalu berdo'a siang malam...."Ya Allah berilah aku jalan keluar yang baik, berilah jalan nafkah yg halal sebagai pengganti nafkahku saat ini sebagai pegawai bank".
Do'a terus kita panjatkan namun jalan nafkah barupun tak kunjung jelas. Banyak yg terbayang namun bingung mana yg harus dijalani. Bingung harus mulai dari mana... dan akhirnya gelap gulita.
Sekian tahun kemudian mencoba memulai usaha dagang... ngontrak ruko, dijalani sambil kerja, istripun dilibatkan, dijalani setahun, dan.... rugi, lalu tutup.
Demikianlah hal itu terus berlangsung, samoai akhirnya do'a jahilpun terucap dari mulut dan hati saya... "Ya Allah aku mau meninggalkan riba ini, asal engkau berikan pengganti nafkah yg cukup untuk ku dan anak-isteriku".... Ehemmmmm... π
(Bersambung)
=====================================
(Penulis adalah mantan Wakil Pemimpin Wilayah BRI yang baru resign per tanggal 30 September 2017. Semoga Allah subhana wataala selalu membimbing dan melindungi langkah beliau selanjutnya).
Silakan di-like dan di-share, semoga bisa membawa kebaikan untuk kaum muslimin. Allahuma amin.