17/12/2017
copas dari
Afrakids Supermamong
"Ayah, tadi Alif dengar obrolan kakak-kakak SMP. Mereka ngomongin mimpi basah. Mimpi basah itu apa sih yah?" tanya Alif kepada ayahnya.
"Kalau yang kamu dengar soal mimpi basah dari obrolan tadi apa Lif?" ayahnya bertanya balik.
"Gitu yah. Alif banyak gak ngertinya. Tadi Alif denger di warung selintasan yah" Alif menjawab sambil merasa malu.
"Oh, jadi mimpi basah itu tanda kalau kamu sudah Allah anggap sebagai orang dewasa Lif. Kalau kamu mimpi basah, kamu sudah harus menjadi laki-laki yang bertanggung jawab sama diri kamu sendiri. Kamu sudah seperti ayah, ada kewajiban-kewajiban agama yang harus kamu lakukan. Kamu tahu apa akibatnya kalau tidak melakukan kewajiban?" jelas ayahnya.
"Berdosa yah" jawab Alif.
"Benar. Malaikat Raqib dan malaikat Atid di samping kamu sudah mulai mencatat kebaikan dan keburukan yang kamu lakukan, seperti pada ayah. Mimpi basah itu tanda dari Allah kalau kamu sudah baligh" kata ayahnya lalu berhenti sejenak.
Ayahnya melanjutkan, "Saat kamu mimpi basah nanti, kamu bakal bermimpi berhubungan mesra dengan perempuan. Dan saat kamu bangun nanti, kemaluan kamu akan mengeluarkan cairan, yang disebut mani. Habis itu kamu harus mandi wajib, nanti ayah jelaskan cara mandi wajib ya. Sekarang ayah mau tunjukkan mani itu seperti apa. Yuk kita ke dapur, kita buat cairan yang mirip mani, supaya jelas"
"Ayo yah" jawab Alif.
"Yuk lelaki jagoan! Nanti kalau kamu sudah mimpi basah, beri tahu ayah ya. Nanti ayah akan mewisuda kamu, kamu sudah lulus dari anak-anak menjadi pemuda" kata ayahnya.
"Siap yah!"
Bunda ayah, salah satu hal yang perlu kita didik pada anak adalah persiapan aqil baligh. Diantaranya tentang mimpi basah yang menjadi tanda bahwa anak sudah baligh.
Ayah, membicarakan masalah tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat. Hal ini masih terasa tabu untuk dibicarakan, namun harus dilakukan karena proses ini sangat penting dalam Islam. Obrolan mimpi basah ini sebaiknya dilakukan oleh ayahnya agar anak mendapatkan pelajaran tentang kemaskulinan ini dari sosok yang sudah mengalaminya.
Bagaimana cara membicarakan mimpi basah dengan anak lelaki?
Berikut ini tips-tipsnya yang disampaikan oleh psikolog, ibu Elly Risman, dimana untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu mimpi basah, bedanya mani dengan madzi, dan apa yang harus dilakukan jika keluar cairan tersebut.
Agar anak bisa membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih dahulu alat-alatnya :
- Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.
- Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU.
Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk membicarakannya. Apa saja yang harus disampaikan?
Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi mereka akan memasuki masa puber/baligh. Contohnya, "Nak, ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya. Tuh coba lihat kamu sudah makin tinggi, suaramu sudah agak berat. Wah, anak ayah sudah mau jadi remaja nih. Nah ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting menjelang seorang anak menjadi baligh"
Kedua, ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh, gunakan the power of touch. Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala anak laki-laki yang belum baligh. Hal ini dapat menumbuhkan keakraban antara ayah dengan anak.
Ketiga, gunakan juga jangkar emosi, yaitu panggilan khusus, yang bisa mendekatkan hubungan ayah dengan anak, misalnya "nak, buah hati papa, jagoan ayah" Dan lain-lain.
Keempat, sampaikan kepada anak kita tentang mimpi basah & mani, sebagai berikut :
- Bahwa karena ia telah memiliki tanda/ciri memasuki masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan mendapatkan cairan yang disebut mani. Ayah nantinya akan memberitahukan kepada anak contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita persiapkan. Peristiwa itu disebut mimpi basah.
- Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah, tandanya ia sudah menjadi seorang remaja muda. Dan mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.
- Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami mimpi basah, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci ("Aku berniat mensucikan diri dari hadats besar karena Allah").
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.
Kelima, jika ia melihat hal/gambar yang tidak pantas dilihat oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan mengeluarkan cairan yang disebut madzi. Ayah nantinya akan memberitahukan kepada anak contoh cairannya, yaitu lem UHU. Yang cara membersihkannya cukup dengan mencuci kemaluan, mencuci tangan, lalu berwudhu.
Hal-hal diatas harus dilakukan. Ingatkan pada anak, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa sholat dan tidak bisa membaca Al-Quran.
Setelah ayah terangkan, mintalah anak untuk mengulangi apa yang telah disampaikan. Itulah tips menyiapkan anak menghadapi mimpi basah dari ibu Elly Risman.
Selamat menyiapkan anak lelaki menghadapi salah satu fase kehidupan terpenting dalam hidupnya!
supermamong.agenafrakids.com