04/03/2023
Bagaimana yang dimaksud dengan mengubah sudut pandang negatif menjadi positif ketika anak tidak mau melakukan apa yang kita mau. Padahal kita ingin mendisiplinkan anak. Bisa diberikan contohnya?
Parenting Bunda Erysha
WEBSITE INI BERISIKAN TENTANG ILMU PARENTING BAIK ITU PARENTING ANAK UMUM, PARENTING ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN KELUARGA
PARENTING
7 Pertanyaan yang Ditanyakan Orangtua yang Berkaitan dengan Cara Mendisiplinkan Anak
MONDAY, MAY 28, 2018 - 36 COMMENTS
7 pertanyaan yang ditanyakan orangtua yang berkaitan dengan cara mendisiplinkan anak
Pin on Pinterest
Pixabay
Malam yang lalu, saya diminta untuk mengisi sebuah Kulwap Parenting tentang cara mendisiplinkan anak oleh sebuah komunitas yang tidak saya kenal sebelumnya. Dan saya sangat berterima kasih diberikan kesempatan telah berbagi. Hanya saja, ketika saya diminta untuk memberikan kata-kata penutup, ada rasa getar di dalam hati ketika saya menuliskannya.
"Para Bunda hebat pembelajar yang ada di sini. Sebagai orangtua terutama sebagai ibu, membuat kita harus mau untuk terus belajar mengerjakan PR-PR parenting kita pada anak dalam jangka waktu yang sangat lama. Walau begitu, teruslah belajar dan jangan pernah menyerah. Lakukanlah semua itu karena Lillah. Percayalah jika hari ini belum tampak hasilnya, tapi suatu hari nanti pasti akan berbuah juga"
Ya Allah saya jadi merasa haru. Apapun itu, semoga Allah masih memberikan usia yang berkah pada kita dalam mengerjakan PR kita pada anak dan membersamai mereka dengan penuh cinta π.
Untuk materinya, bisa dilihat di sini ya "Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Kekerasan atau pun Teriakan" π. Nah, hari ini saya akan berbagi 7 pertanyaan yang ditanyakan orangtua tentang cara mendisiplinkan anak. Ini hasil dari Kulwap kemarin ya.
Pertanyaan yang Ditanyakan Orangtua yang Berkaitan dengan Cara Mendisiplinkan Anak
1β£ Bagamana supaya ketika kita memberikan reward pada anak karena telah disiplin, tidak terkesan menjadi bribe (suap)?
Jawaban
Sebaiknya pemberian reward itu, sesuatu yang sifatnya seperti pujian, memeluk anak dll. Kita boleh berikan reward berupa barang dengan tujuan untuk menyenangkan anak. Tetapi dengan syarat:
a. Sifatnya hanya sesekali saja
b. Tidak diimingi-imingi di awal pada anak. Karena jika kita mengiming-imingi dari awal, secara tidak langsung kita mengajarkan suap pada anak. Jadi, reward dengan benda itu yang sifatnya kejutan yang benar-benar special untuk anak tanpa kita janjikan pada anak terlebih dahulu
2β£ Sejauh mana/sebatas apa orangtua boleh memberi reward pada anak agar tidak jadi kebiasaan anak melakukan sesuatu atau disiplin karena ada rewardnya?
Jawaban
Kita harus sering memberikan reward berserta pujian pada anak setiap anak telah berusaha atau telah melakukan sesuatu yang baik dan disesuaikan dengan situasi dan kondisinya Misalnya "Wah anak Bunda hebat sekali sudah berusaha" dll.
Anak yang dibesarkan dengan pujian dan kata-kata yang positif, akan tumbuh menjadi anak yang penuh cinta, penuh penghargaan p**a pada orang lain, menghargai proses dan memiliki konsep diri yang positif pada dirinya sendiri.
3β£ Bagaimana yang dimaksud dengan mengubah sudut pandang negatif menjadi positif ketika anak tidak mau melakukan apa yang kita mau. Padahal kita ingin mendisiplinkan anak. Bisa diberikan contohnya?
Baca juga: 9 ALASAN INI MENGAPA ORANGTUA PERLU BELAJAR MENGHARGAI KETIKA ANAK BERANI BERKATA TIDAK
Jawaban
Maksud mengubah sudut pandang di sini adalah ketika kita marah pada anak karena ia menolak permintaan kita. Pada saat itu yang muncul adalah emosi & pikiran negatif pada diri kita. Tugas kita bagaimana mengubah sudut pandang negatif ini menjadi positif.
Misalnya kita menyuruh anak untuk makan karena telah waktunya makan. Tetapi, anak menolaknya. Karena masih ingin bermain.
Pada saat kita kesal, marah, BT itulah segera ubah emosi negatif tersebut dengan mengirimkan pesan pada diri sendiri bahwa "Wah, allhamdulillah anakku sekarang udah bisa mengeluarkan pendapatnya sendiri, udah mulai ada keberanian untuk mempertahankan pendapatnya, udah bisa untuk dilatih berpikir kritis dan mempunyai pilihannya sendiri dan ini bagus untuk pembentukan karakternya selanjutnya.
Ini adalah salah satu cara mengubah sudut pandang negatif menjadi positif. Tinggal kita cari solusinya antara kita dan anak dengan membuat kesepakatan/ negosiasi berdua agar bisa tercapainya sebuah tujuan. Contohnya seperti tips buat kesepakatan yang ada di materi. Semoga membantu Bunda π