30/01/2018
=====Sup Kaldu, Sayur Lodeh=====
Tulisan di ambil dari buah pikiran Ustadz Salim A. Fillah yang dituangkan dalam buku berjudul "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan"
Adu sup kaldu yang bumbunya dimakan dulu. Atau kalau anda penggemar sayur lodeh, itu pun boleh. Kias ini dimaksudkan sebagai umpama atas ketergesaan menikmati sisi-sisi indah dalam hubungan dua insan sebelum dihalalkan.
Ketika pacaran, mereka sudah merasai semua bumbu yang seharusnya digunakan untuk menyedapkan kehidupan rumahtangga. Saling mencurahkan perasaan, berbagi, meredakan gelisah, memberi perhatian..., semua sudah. Pandangan kasih nan sayu, sentuhan mesra, kerapatan fisik, sandaran, singgungan dan tekanan kulit yang ternikmat, semuanya sudah. Pergi berdua, bertualang bersama, bertamasya mesra, semuanya juga sudah.
Sungguh, jiwa begitu mudah bosan. Takkan ada yang istimewa dan menjadikan kenangan selama hidup di pernikahan malam pertama. Kalau semuanya sudah dilakukan, kini mau apa? Takkan ada lagi salah tingkah yang begitu mengasyikkan lagi mengundang kesyukuran.
Klau anda menikah dan pernah pacaran, anda akan membandingkan pacaran dengan dengan pernikahan. Dan pasti pacaran lebih indah, karena pacaran memang hanya mencari rasa yang indah. Lalu, jadilah kenangan pacaran sebagai penyesalan dalam hidup rumahtangga. Atau, kalau anda membandingkan isteri anda dengan pacar anda, pasti pacar anda dahulu lebih sempurna. Ya, karena selama pacaran, hanya sifat baiknya saja yang ditunjukkan pada anda.
Pacaran? Udah engga lakukan lagi, bukan lagi jamannya. Udah halalin aja atau putusin aja? Kita punya pilihan untuk itu semua, mau menjadi calon sebaik-sebaiknya atau calon seburuk-buruknya,
Ingat bumbu asin, manisnya kemesraan yang tulus hanya didapatkan dalam rumahtangga yang halal dan tidak akan pernah di temukan dalam hubungan tanpa status yang halal