02/01/2022
Tips Berbisnis Kaos Combed Untuk Pemula π₯
Bisnis produksi pakaian terbilang awet karena permintaan pasar yang selalu ada. Termasuk kaos combed yang walaupun berbeda soal motif dan model, namun kebutuhan pasar akan kaos combed tak pernah turun. Tertarik untuk mencobanya? Simak dulu nih tips berbisnis kaos combed untuk pemula sepertimu.
1. Tentukan Jenis Bisnis
Sebelum mengetahui tips berbisnis kaos combed secara detail, terlebih dulu kamu harus menentukan jenis bisnis kaos combed. Yakni berbisnis dengan mengambil stok kaos polos combed dan kaos combed motif jadi dari supplier, atau memproduksi sendiri kaos di perusahaan konveksi yang kamu ajak bekerjasama.
Keduanya memiliki sedikit perbedaan dan nilai plus yang berbeda. Jika kamu menginginkan proses yang singkat (tanpa tambahan desain yang ada di kaos) maka kamu bisa mengambil stok kaos polos combed dari supplier.
Sedangkan jika kamu memilih memproduksi sendiri, maka kualitas akan lebih terjaga dan motif atau penambahan desain akan lebih bervariasi sesuai dengan kehendakmu. Konsumen pun akan dimanjakan dengan banyak pilihan desain yang menjadi ciri khas produk kaos buatanmu.
2. Cari Konveksi atau Supplier Terpercaya
Kemudian, tips berbisnis kaos combed selanjutnya adalah mencari partner kerja yang terpercaya. Saat ini sudah banyak perusahaan konveksi dan supplier murah. Hanya saja kamu tetap perlu waspada soal reputasinya. Sebab jika perusahaan tersebut abal-abal, kemungkinan kamu akan mengalami pemesanan yang tidak sesuai harapan kualitas kaos, atau bahkan terkena penipuan.
Tanda perusahaan konveksi dan supplier terpercaya yakni kehandalan dalam mengurus pesanan dalam jumlah besar, pelayanan yang ramah, harga murah namun masih batas wajar, dan memiliki banyak pelanggan atau direkomendasikan banyak orang. Di daerah Pulau Jawa biasanya perusahaan konveksi dan supplier berada di Jabodetabek, Bandung, dan Yogyakarta.
3. Kenali Tingkat Ketebalan Jenis Bahan Kaos Combed
Kemudian, kamu juga harus mengenali tingkat ketebalan jenis bahan kaos combed. Ini akan penting untuk memutuskan tingkat ketebalan jenis bahan yang mau dipakai pada produk kaosmu. Bahan Cotton combed terbuat dari serat kapas 100 persen yang lembut, halus, menyerap keringat, dan adem. Berikut info detail mengenai tingkat ketebalan jenis bahan tersebut :
a. Cotton Combed 20s
Bahan cotton combed 20s ini dikenal dengan gramasi dari bahan kaos dengan ukuran 180-220 gr/m2 dan menggunakan rajutan single knitt. Bahan ini menjadi salah satu bahan yang paling populer dibandingkan dengan cotton combed lainnya, apalagi setelah bermunculannya jenis kaos polos yang memudahkan pihak konveksi atau pun vendor untuk melakukan sablon dengan lebih mudah.
b. Cotton Combed 24s
Meskipun dikenal dengan karakter rajutan yang sama yaitu menggunakan single knitt namun untuk tingkat gramasi yang dimiliknya hanya berkisar pada angka 170 hingga 210 gr/m2 saja. Jenis cotton combed yang satu ini banyak digunakan oleh pihak konveksi kaos yang ada di Bandung, dan beberapa clothing line yang ada di Jakarta. Selain nyaman, cotton combed ini juga dikenal sebagai bahan kaos yang tidak terlalu tebal serta tidak terlalu tipis untuk digunakan.
c. Cotton Combed 30s
Cotton combed 30s dikenal sebagai bahan yang paling banyak diminati oleh anak-anak perkotaan, bahkan bahan ini sangat diandalkan oleh pihak distro serta clothing line. Hat tersebut tentunya berkaitan dengan kondisi bahan combed itu tadi yang dikenal dengan serat tipis sehingga tidak panas saat digunakan. Untuk gramasi yang dimilikinya pun hanya berkisar pada angka 140 hingga 160 gr/m2 sedangkan jenis rajutannya menggunakan single knitt.
d. Cotton Combed 40s
Dibandingkan dengan beberapa bahan cotton combed di bagian atas tadi, tentunya bahan yang satu ini dikenal sebagai bahan yang paling tipis. Hal ini berkaitan dengan tingkat gramasi yang dimilikinya yang hanya 110 hingga 120 gr/m2 saja. Selain itu ia juga menggunakan jenis rajutan single knitt.
4. Lengkapi Koleksi
Tips berbisnis kaos combed yang ke-empat adalah keragaman soal ukuran, warna, model dan motif kaos. Kamu disarankan untuk melengkapi koleksi agar pembeli bisa memiliki banyak pilihan, tidak cuma ukuran all size dan warna basic saja (seperti hitam, putih, krem, abu-abu).
Terbukalah untuk mengikuti tren yang ada di pasaran. Misalnya, saat ini sedang tren kaos polos combed dengan warna cerah ala musim panas di tahun 1990-an. Kamu bisa memilih warna mustard, merah, ungu muda atau lilac, hijau, dan lain sebagainya. Untuk desain atau motif yang disablon, kamu bisa mendesain sendiri atau mengajak kerjasama dengan desainer grafis.
5. Jual Harga Murah
Siapa sih yang tidak tertarik dengan produk berharga murah? Sebagian konsumen enggan mengeluarkan kocek besar untuk sekadar kaos polos combed. Nah, jika kamu menyasar konsumen menengah ke bawah, jual lah dengan harga murah.
Tapi, jika kaos polos combed dijual dengan desain original dan terbatas, tidak ada salahnya jika kamu menjual dengan harga sedikit mahal untuk target konsumen menengah ke atas. Tapi, pastikan kamu tahu cara promosi sesuai target konsumen.
6. Buka Pembelian Grosir dan Reseller
Jika kamu sudah mulai berbisnis kaos combed, maka penjualan bisa ditingkatkan dengan membuka kesempatan partner untuk membeli produk dalam jumlah banyak (grosir) atau menjadi reseller. Harga penjualan ke reseller dan grosiran tentu harus lebih murah dibandingkan penjualan ke konsumen langsung. Tenang saja, sebab penjualan skala besar tetap menguntungkan dan menjaga konsumen tetap alias langganan.
7. Maksimalkan Berjualan di Medsos
Cara promosi yang dimaksud pada tips berbisnis kaos combed nomor 5 tadi berkaitan dengan soal penggunaan akun jualan di media sosial atau medsos. Media sosial bisa membantumu menaikkan penjualan lewat postingan foto, caption jelas, pemberian hashtag, pemasangan iklan, maupun endorsement. Sesuaikan terbitan iklan dan influencer yang kamu pilih untuk di-endorse dengan target konsumen yang kamu inginkan. Jika kamu menyasar konsumen muda dengan harga jual kaos combed yang murah, maka kamu bisa endorse influencer usia setara yang menyukai bidang fashion.