24/06/2023
HIDUP YANG AMAN
Tidak, tidak ada apa pun yang aman. Itulah pesanku. Tidak ada yang bisa aman, karena hidup yang aman akan lebih buruk daripada kematian. Tidak ada yang pasti. Hidup ini penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan kejutan - itulah keindahannya!
Engkau tidak bisa pernah sampai pada suatu momen, ketika engkau bisa berkata, "Sekarang aku pasti." Ketika engkau mengatakan engkau pasti, engkau hanya menyatakan kematianmu, engkau telah melakukan bunuh diri.
Hidup terus bergerak dengan seribu satu ketidakpastian. Itulah kebebasannya. Jangan menyebutnya ketidakamanan. Aku bisa mengerti mengapa pikiran menyebut kebebasan sebagai ketidakamanan. Pernahkah engkau tinggal di penjara selama beberapa bulan atau beberapa tahun? Jika engkau telah tinggal di penjara selama beberapa tahun, ketika hari pembebasan tiba, narapidana itu mulai merasa tidak pasti akan masa depan.
Semuanya pasti di penjara; semuanya adalah rutinitas yang mati. Makanan disediakan untuknya, perlindungan diberikan kepadanya; tidak ada rasa takut bahwa dia akan lapar keesokan harinya dan tidak akan ada makanan - tidak! Semuanya pasti. Sekarang, tiba-tiba, setelah bertahun-tahun sipir datang dan berkata padanya, "Sekarang engkau akan dibebaskan." Dia mulai gemetar. Di luar tembok penjara, sekali lagi ketidakpastian; sekali lagi dia akan harus menyelidiki, mencari; sekali lagi dia akan harus hidup dalam kebebasan...Kebebasan menciptakan ketakutan. Orang-orang berbicara tentang kebebasan tetapi mereka takut.
Dan manusia belum menjadi manusia jika dia takut akan kebebasan. Aku memberimu kebebasan - aku tidak memberimu keamanan. Aku memberimu pemahaman - aku tidak memberimu pengetahuan. Pengetahuan akan membuatmu pasti.
Jika aku bisa memberimu sebuah rumus, rumus yang tetap, bahwa ada Tuhan, dan ada Roh Kudus, dan ada satu-satunya putra tunggal, Yesus; di sana ada neraka dan surga; dan ini adalah perbuatan baik dan ini adalah perbuatan buruk; lakukanlah dosa dan engkau akan berada di neraka; lakukanlah yang aku sebut tindakan bajik, dan engkau akan berada di surga - selesai! - maka engkau pasti.
Itulah mengapa begitu banyak orang telah memilih menjadi Kristen, menjadi Hindu, menjadi muslim, menjadi Jaina - mereka tidak menginginkan kebebasan. Mereka menginginkan rumus yang tetap.
OSHO ~ A Sudden Clash of Thunder, Chpt 6