03/10/2015
Wahai anakku….
Ummi tidak memaksa kalian harus pandai matematika atau IPA, karena begitu banyak pilihan bagi kalian dalam mengambil peran kekhalifahan. Seandainya kalian s**a matematika, ummi tidak akan menghabiskan kapasitas otakmu dengan skill berhitung cara cepat, sehingga kalian harus kursus ini itu yang mengurangi jadwal kalian bermain. Tenang saja anakku, berhitung cepat itu bisa dibantu kalkulator. Ummi lebih s**a kalian mengasah logika matematika dengan memprogram gerakan robot atau membuat programming games. Ummi tidak memaksa kalian harus bisa membaca sebelum sd yang membuat kamu merasa terpaksa sehingga kelak membenci buku. Ummi hanya ingin kalian s**a membaca meski saat ini masih dibacakan atau sekedar presentasi dari gambar. Karena kelak buku yang akan membantu ummi membimbing kalian dalam proses belajar seperti yang ummi harapkan diatas. Harapan ummi diatas juga tidak berarti bahwa kau harus meraih nilai ujian yang tinggi dan rapot yang membanggakan, sehingga kau tidak perlu repot-repot mencontek saat ujian atau membeli kunci jawaban soal. Seandainya engkau membawa pulang angka-angka 90 atau 100, maka ummi sangat bahagia asalkan itu kau raih dengan kejujuran. Memang betul, ummi meyodorkan berjuta buku dimasa kecil kalian, tapi kita tidak pernah kurang waktu untuk bermain kan? karena ummi pun senang bermain bersama kalian. Ummi juga tidak meminta kalian menghafal sejuta isi buku yang ummi berikan. Ummi hanya ingin kalian menjadi manusia pembelajar yang menjadikan “membaca” sebagai amalan harian kalian sebagaimana wahyu pertama dari Allah kepada Rasulullah adalah “Iqro!!!”. Jika kalian sudah cinta belajar dan belajar setiap saat, maka kalian tidak perlu repot-repot menghadapi ujian dengan SKS atau sistem kebut semalam yang membuat ilmu itu cepat hilang saat selesai ujian. Jangan seperti ummi ya nak, yang meraih sekolah favorit dan rapot yang baik sampai dapat ijazah sarjana di kampus yang baik namun membayar semuanya dengan sistem kebut semalam. Mengapa? karena nyaris semua ilmu itu hilang setelah melahirkan kalian hahahahaha. Ah…. ummi jadi teringat konflik bersama Ali beberapa tahun lalu. Ali yang sangat cinta belajar dan cinta ilmu itu TIDAK MAU BERSEKOLAH meski ia memborong semua piala olimpiade di sekolah. Seperti petir menggelegar terdengar di telinga saat ia menjelaskan kalau ia bosan bersekolah, padahal sekolah tersebut adalah sekolah yang sangat baik di kota kami. ummi katakan pada ali bahwa ummi tau kamu s**a belajar, ummi tau ijazah itu bukan segala-galanya. Namun dengan ijazah begitu banyak peluang kebaikan yang terbuka. Ummi katakan saat itu kalau memang kamu tidak mau sekolah silahkan tapi kamu harus siap untuk hidup tanpa ijazah. artinya, kamu harus bekerja keras untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Akhirnya Ali setuju saat ummi menawarkan homeschooling dan ikut ujian paket, sampai akhirnya ummi dan bapak mendirikan sekolah di Batam. Sekolah yang memberi ruang bagimu untuk belajar sesuai keinginanmu. Bagi ummi kalian boleh belajar apa saja yang kalian mau namun karena kita hidup di planet bumi, maka ikutilah aturan negara dimana kalian tinggal saat ini. Pinta ummi, tetaplah kalian belajar materi apa yang akan diujikan untuk bisa mendapat ijazah itu walau terpaksa sedikit menghafal. Bagi ummi menggigit konsep itu lebih penting, menghafal itu tidak perlu kecuali menghafal Al-Quran, karena dalam dunia nyata kamu bisa mencotek “manual book” saat kalian memecahkan persoalan. Namun karena ummi bukan menteri pendidikan, mau tidak mau kalian harus berdamai dengan aturan yang ada, mau tidak mau kalian harus belajar menghadapi ujian nasional. Pesan ummi, gigitlah konsep ilmu, sehingga jika ada 70 soal turunan dari sebuah konsep dan 30 soal hafalan, minimal angka 70 sudah cukup untuk membuatmu meraih ijazah. Kalau suatu hari ada anak ummi yang jadi menteri pendidikan, hapuskan saja ujian nasional nak! hapuskan saja ujian naik kelas nak! ganti dengan tugas membuat proyek dan mempresentasikannya, sehingga tanpa ujianpun sang guru sudah tau bahwa anak sudah belajar. Karena bagi ummi, saat kalian berhasil membuat proyek, proses itu pasti akan memaksa kalian untu belajar dan mengerti. Itulah mengapa setiap hari kita “ngulik”, masak bersama, membuat art and craft, atau percobaan science. Bukan berarti kamu harus jadi cheft, atau pengrajin lho…… Ummi hanya ingin menumbuhkan budaya berkaya sejak kalian kecil. Harapan ummi sejalan dengan ilmu yang kalian terima, kelak kalian akan membuat sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. terakhir pesan ummi, ingatlah sebuah kalimat ini, kalimat ini dibuat olah uwa kalian mohammad ibrahim yang sangat gemar belajar saat ia berusia remaja. LIFE for STUDY and STUDY for LIFE. Hanya saja ummi tambahkan “and that’s all for Allah”
Sepenggal kisah d buku seri parenting "5 Guru Kecilku" by Kiki Barkiah... 😍
Penasaran kisahnya yg lain..? Yukk ikutan pre order 😍😄