Creator Custom Case

Creator Custom Case Kami menjual aneka custom case terlengkap dan murah dengan design/foto kamu sendiri. Menjual aneka custom case terlengkap dan murah

Untuk ORDER dan tanya stok, silahkan hubungi :
http://ceksini.info/w/Creator

Dear Customer Creator Custom Case.Berikut dibawah ini adalah warna yang sedang bermasalah di printing custom case, print...
11/03/2017

Dear Customer Creator Custom Case.

Berikut dibawah ini adalah warna yang sedang bermasalah di printing custom case, printernya sedang diperbaiki dgn waktu yg belum diketahui.

Bagi teman teman yang mau order custom case, harap dihindari pemilihan warna berikut.

Harap Maklum.

Terimakasih

ABADIKAN MOMEN TERBAIK KAMU DI CASING HP! Desain sendiri casing HP mu, atau gunakan foto pribadi yang mengingatkanmu den...
09/03/2017

ABADIKAN MOMEN TERBAIK KAMU DI CASING HP!
Desain sendiri casing HP mu, atau gunakan foto pribadi yang mengingatkanmu dengan momen-momen indah, bersama pasangan, keluarga, atau sahabat.

Material : Softcase (Jelly lentur) & Hardcase (keras)

HARGA PROMO :
1̶50̶.̶0̶0̶0̶ ̶-̶ ̶1̶90̶.̶0̶0̶0̶
99.000 - 150.000 ( Sesuai Tipe HP )
Belum termasuk ongkir

Untuk informasi dan pemesanan, langsung hubungi kontak dibawah :

http://ceksini.info/w/Creator

MEMAHAMI APA ITU BISNISSebuah hal yang difahami, dapat lebih diamalkan dengan benar ketimbang sesuatu hal yang tidak kit...
16/02/2017

MEMAHAMI APA ITU BISNIS

Sebuah hal yang difahami, dapat lebih diamalkan dengan benar ketimbang sesuatu hal yang tidak kita fahami. Sesuatu yang kita fahami maksudnya, kita fahami maknanya, kita fahami substansinya... akan lebih ringan kita jalankan. Karena jiwa kita bertenaga dan bernergi.

Sama dengan bisnis, jika kita tidak dapat memahami apa bisnis itu, maka kita akan terjebak dalam aktivitas yang melelahkan dan membosankan. Hari-hari hanya sibuk berjualan tanpa makna. Hari-hari hanya beroperasi tanpa substansi. Kosong dan kehilangan ruh.

Maka ijinkan Saya berbagi tentang makna bisnis yang Saya fahami.

Akhir-akhir ini Allah seakan memberikan pelajaran ke Saya, melalui berbagai pemaparan berbagai guru yang isinya hampir bersamaan.

Coach Imam Elfahmi dalam pengajarannya selalu menegaskan, bahwa bisnis adalah pelayanan terhadap nilai-nilai ketinggian manusia. Produk yang ditawarkan adalah produk yang meningkatkan kualitas hidup manusia.

Restoran harus beroperasi dengan bersih dan cepat.
Rumah sakit harus memudahkan pasiennya dalam proses pelayanan medis.
Sarana pendidikan swasta harus benar-benar mencetak anak didik yang siap untuk bertarung.
Perusahaan Fashion harus mentransfer nilai-nilai luhur yang tersemai didalam busananya.

Jack Ma secara lebih gamblang lagi menjelaskan, uang adalah bentuk dari kepercayaan masyarakat. Profit adalah bentuk TRUST dari market. Market percaya kepada Anda, maka dia beli produk Anda, yang harus Anda pastikan adalah benefit produk Anda harus sampai ke market.

Richard Branson dengan virgin airnya hanya berniat membuat kehidupan orang lain lebih baik. Itulah yang sering beliau utarakan dalam setiap pemaparan bisnisnya.

Semangat Tony Fernandes di Air Asia juga sama : setiap orang harus bisa akses transportasi pesawat. Mari kita bikin murah.

Bunda Ika Kartika owner KeKe selalu memancang : produk bagus, harga harus menangin market, nguntungin jaringan.

Ketika seorang pebisnis bertekad melayani kehidupan manusia, maka hal itu akan NYAMBUNG sama apa yang difikirkan MARKET, karena market juga mau produk yang bagus, market juga ingin kehidupannya menjadi lebih mudah, dan terbantu dengan produk Anda.

Disinilah pemahaman bisnis yang sejati, maka Saya memberi judul buku bisnis pertama Saya dengan UNDERSTANDING BUSINESS .... faham jauh lebih penting... sebelum amal...

Itu...

Rendy Saputra - CEO KeKe Busana

SOLUTIVE VS DISRUPTIVECEO WordsSabtu, 30 Januari 2016Sedang ramai diperbincangkan tentang sebuah zaman yang akan menggil...
06/02/2017

SOLUTIVE VS DISRUPTIVE

CEO Words
Sabtu, 30 Januari 2016

Sedang ramai diperbincangkan tentang sebuah zaman yang akan menggilas mereka yang tidak mau berubah : DISRUPTION ERA.

Konon kabarnya, kemajuan dunia teknologi dan telekomunikasi akan memporak-porandakan bisnis model yang ada. Disctarra yang harus tutup, MNC yang deg-deg an akan kehadiran netflix, perusahaan distribusi yang mulai terpangkas oleh jalur penjualan online, sampai sampai seminar-seminar offair yang pelan-pelan beralih ke webinar.

Sebenarnya bagaimana sebuah bisnis tergilas, lalu bisnis seperti apakah yang dapat menggilas? Berikut paparan saya,

*****

Sekitar tahun 90an tengah, rumah saya kedatangan om-om petugas telkom lengkap dengan baju lapangannya. Sebuah perangkat kecil dipasang dipojok ruang keluarga. Mereka bilang itu "telepon".

Semenjak benda itu terpasang, Saya yang ber-ayah-kan orang lapangan, sedikit demi sedikit mulai terobati dengan obrolan via telepon antara Balikpapan dan Badak Operation.

Selang hampir 20 tahun, alhamdulillah alat itu masih terpasang di rumah. Faktanya, hari ini alat itu tidak terpakai sama sekali. Kami semua sudah terhubung via mobile phone.

mungkin Anda juga mengalami hal yang sama.

*****

Oleh para pakar bisnis, hal ini disebut dengan disruption, atau penggilasan sebuah bisnis model baru terhadap bisnis model yang lama.

Dahulu Telkom memanfaatkan jejaring kabel untuk mengalirkan gelombang suara lewat fix line. Kemudian hadir era GSM. Alhamdulillah Telkom sudah menyiapkan unit usaha untuk menggilas dirinya sendiri : TELKOMSEL.

Tapi ini tidak terjadi pada PT POS. Bisnis model yang berawal dari pengiriman surat harus dilumat oleh email. Jasa transfer uang via wesel pos juga harus pasrah dihajar bank-bank pendatang. PT POS skrg mati-matian ganti gigi bisnis model jadi payment gateway dan berfokus pada ekspedisi. Semoga berhasil.

Ada disctarra yang tutup karena MP3 dan Film digital bajakan sudah tersedia open source. Ada ratusan perusahaan travel yang harus gigit jari dilumat Traveloka. Ada ratusan kios-kios HP yang harus ridho bersaing harga miring sinting dengan Lazada. Apa boleh buat. Mereka tergilas oleh penggilas.

*****

Tapi saya gak setuju jika isu utama kita adalah gilas menggilas. Sebenarnya, yang terjadi hanyalah gerak market yang sangat alami.

Pasar atau market akan beralih pada produk barang atau jasa yang lebih memberikan solusi ke mereka. Lebih baik, lebih murah, lebih cepat dan lebih menyenangkan. Itulah pasar.

Email melumat PT POS karena memang lebih cepat, relatif gratis (jika nempel di wifi tetangga), lalu menyenangkan : bisa attach, bisa reply, cepat, tersimpan dengan baik.

GSM melumat fix line phone. Karena memang bisa dibawa kemana-mana. Ringkas dan cepat. Belum lagi jika perangkatnya adalah smartphone.

Dan perusahaan selular pun, harus siap-siap turun pendapatan karena mereka kehilangan pendapatan dari SMS dan voice. Ingat : aplikasi smartphone sudah dapat memberikan mereka kenyamanan chat dan phone calling lewat layanan data. Mengerikan.

Sekali lagi, yang lebih memberikan solusi, akan menggilas yang kurang memberikan solusi. Sesuatu yang lebih SOLUTIVE akan menggilas mereka yang kurang solutive. Akur.

*****

Sahabat Ziders yang budiman, inilah pentingnya member Zid Club memahami Disruption Era. Kuncinya bukan pada pemakaian teknologi atau gegap gempitanya pola digital dalam bisnis Anda. Yang sangat substantif adalah pertanyaan pertanyaan berikut ini :

1. Anda harus terus berfikir, apakah produk Anda sudah memberikan solusi kepada banyak orang?

2. Apakah ada perusahaan lain yang dapat menyediakan solusi lebih baik?

3. Apakah solusi yang anda tawarkan melalui produk Anda memiliki harga yang kompetitif.

Yuk.. jadilah SOLUTIVE.. atau Anda DISRUPTIVE...

*****

Jika artikel ini manfaat, mohon like - share - comment ya... aksimu adalah apresiasimu..

Rendy Saputra
CEO KeKe Grup

Saat membangun bisnis, salah satu pertanyaan yg selalu Saya tanyakan pada diri Saya sendiri adalah:"Bagaimana cara agar ...
04/02/2017

Saat membangun bisnis, salah satu pertanyaan yg selalu Saya tanyakan pada diri Saya sendiri adalah:

"Bagaimana cara agar Saya dapat meleverage bisnis ini?

Kenapa begitu?

Karena Saya meyakini, bisnis yang menyenangkan adalah bisnis yang dapat di-LEVERAGE

Intinya, kita dituntut untuk bekerja dengan CERDAS, bukan KERAS

Pekerjaan yang dijalankan dengan keras, belum tentu menghasilkan rupiah yang banyak. Saya rasa Saya tidak perlu memberikan contohnya. Anda pasti paham soal hal ini..

Di era konseptual seperti sekarang, ditambah informasi bertebaran di dunia digital, segala sesuatunya bisa dilakukan mudah. Syaratnya, kita menguasai ilmu leverage ini..

Ilmu tentang leverage ini makin Saya pikirkan selepas Saya berbaring selama 52 hari di rumah sakit. Alhasil, banyak hikmahnya lah pokoknya...

Kebayang, selama 7 pekan sakit, Saya tidak bisa menjalankan bisnis2 Saya. Untungnya, Saya sudah menggunakan ilmu leverage ini, sehingga walaupun terbaring sakit, masih bisa menghasilkan miliaran rupiah. Alhamdulillah..

Pertanyaan yang mesti terus kita tanyakan pada diri kita sendiri untuk menguji leverage ini adalah:

"Bagaimana cara agar Saya bisa menjual produk kepada orang lain sementara Saya tidur...?"

Kalau kita sudah bisa menjawab pertanyaan ini, maka masalah leverage terpecahkan...

Coba pikirkan, apa kira2 yang Anda lakukan untuk bisa menjawab pertanyaan di atas....

Saya kasih contoh aja ya, supaya kebayang..

Awalnya Saya ngisi seminar Copywriting dimana2, dibayar 8 juta per sesi, tapi sekarang Saya buat mentoring online "Mahir Copywriting", sekali buat, jual berkali2, harga jual Rp 650rb-an, total member lebih dari 2070 orang. Dapatnya lebih banyak, tanpa harus capek2 ngomong hal yang sama di berbagai tempat... inilah LEVERAGE.

Dulunya Saya ngisi workshop Finansial Literacy di beberapa perusahaan, dibayar lumayan mahal. Tapi sekarang, Saya buat mentoring online "MELEK FINANSIAL", sekali buat, dijual berkali2, harga jual Rp 649rb, total member 1580 orang. Dapatnya lebih banyak, capeknya cuma sekali.... inilah LEVERAGE.

4 tahun lalu, Saya ngisi training penjualan ke berbagai kota di Indonesia. Ngomongin hal yang sama, intinya: jualan. Lalu Saya nulis beberapa buku. Royalti dan incomenya sampai saat ini udah miliaran. Sekali buat, sekali capek, uangnya datang berkali2... inilah LEVERAGE.

Masih banyak praktek ilmu leverage yang Saya praktekkan dalam bisnis dan kehidupan Saya... Intinya, kerja LEBIH CERDAS, bukan hanya LEBIH KERAS!

Mau contoh lain? Okelah Saya bocorin lagi rahasianya... ^_^

Saya menyisipkan banyak link affiliate di buku dan ebook Saya. Semakin banyak yang baca, semakin besar potensi penghasilannya... ini LEVERAGE.

Saya membangun ribuan reseller di setiap bisnis Saya. Jadi, Saya gak jualan pun, mereka tetap jualan... ini LEVERAGE.

Leverage itu, memulai bisnis dengan sedikit uang, bahkan tanpa uang sama sekali. Caranya? Pakai uang orang lain. Pikirkan sendiri ya.. ^_^ he

Leverage itu, menbayar orang terbaik untuk perusahaan kita dan dapat menggantikan peran kita di bisnis..

Leverage itu, meminjam ketenaran selebriti untuk memberikan endorse..

Leverage itu, menggembangkan bisnis dengan menggunakan uang pelanggan atau supplier..

Leverage itu, memanfaatkan social media untuk mempromosikan produk secara cuma2...

Leverage itu, membangun database pelanggan yang bisa kita kontak kapanpun kita mau...

Leverage itu, menggunakan Autoresponder email (misal: http://bit.ly/kirimemailaja) untuk mempromosikan produk secara berulang..

Leverage itu, membaca buku2 praktis hasil pengalaman penulis bertahun2 untuk kita contek polanya....dan masih banyak lagi. Capek ngetiknya. Hehe ^_^
Udah dulu ya. Silakan endapkan. Pahami. Lalu praktikkan..
Semoga bermanfaat... ^_^

Kalau pengen sharing topik ini di Facebook, silakan. Saya ridho. Ilmu kan baiknya disebarkan. Iya, kan?
I love u..

By : DEP

MENTAL LOOSER SEORANG LEADERSeorang leader bermental winner, akan bertanggung jawab 100% dengan apa yang terjadi para pe...
04/02/2017

MENTAL LOOSER SEORANG LEADER

Seorang leader bermental winner, akan bertanggung jawab 100% dengan apa yang terjadi para perusahaan dan karyawannya.

Seorang leader bermental looser, akan selalu menyalahkan orang lain ketika terjadi sesuatu para perusahaannya.

Dan biasanya, yang jadi "korban" dan kena semprot adalah karyawannya sendiri.

"Dia kerjanya gak bener..."
"Dia ngerjain gini aja gak becus..."
"Dia kerja gak sih?
..dsb

So, sadarlah wahai leader, mereka gak salah. Kitalah yang salah...

Mungkin kita kurang fleksibel dengan pendekatan kita ke mereka. Atau mungkin, kita memang belum pantas disebut sebagai leader yang baik.

Yuk terus memperbaiki diri!

Alkisah ada 2 orang sekawan yang memutuskan untuk bisnis bersama dan membangun sebuah toko online bernama ###.Bulan pert...
03/02/2017

Alkisah ada 2 orang sekawan yang memutuskan untuk bisnis bersama dan membangun sebuah toko online bernama ###.

Bulan pertama berjalan, 2 orang ini berjuang pagi, siang, malam, untuk datangkan trafik ke toko online mereka.

Orderan datang gak terlalu banyak, omzet pun masih bisa dibilang cuma seuprit. Tapi karena punya semangat 45, 2 sekawan ini pantang menyerah dan terus menerus berjuang mati2an agar toko online ### miliknya jadi laris.

Dan hasilnya mulai kelihatan di bulan ketiga. Dengan skill FB Ads yang baru dikuasainya, dan skill Copywriting yang juga dipelajari berkat ikut kursus Copywriting, akhirnya setiap bulan mereka mulai mendulang profit 10 juta per bulan.

Sebagai bentuk syukur, si Jono dan si Aceng (pemilik toko online ###) ini akhirnya saling mengungkapkan kebahagiaannya,

Jono: "Ceng, alhamdulillah ya... Bulan ini profit kita tembus 10 juta"
Aceng: "Iya Jon. Gw juga gak nyangka, bulan ke-3 kok udah dapat segini. Alhamdulillah...."
Jono: "Kita harus terus semangat, Ceng.. Uangnya kita simpen dulu ya. Jangan dipake dulu. Ini uang kita bersama"

Akhirnya mereka berdua sepakat untuk menyimpan profit tersebut di perusahaan dan digulirkan ulang untuk bisa stok barang dalam jumlah yang besar.

6 bulan berjalan, toko online ### nya makin laris di pasaran. Produk2nya langsung ludes setiap kali ada varian baru. Profitnya pun tembus 50 juta per bulan.

Terjadilah percakapan,

Jono: "Ceng, Gw gak nyangka, profit kita sekarang udah tembus 50 juta lho!"
Aceng: "Iya Jon. Gw juga kaget. Kerja keras kita akhirnya menuangkan hasil. Kita dapat 50 juta gede banget"
Jono: "Iya, ceng. Kita simpen lagi ya, supaya makin gede lagi nanti uangnya. Kita puterin dulu"

Dan mereka pun sepakat memutarkan kembali uang keuntungannya agar bisa stok barang dari supplier dalam jumlah lebih banyak.

Singkat cerita, 1 tahun berlalu. Mereka berdua berhasil membukukan profit per bulan hingga 100 juta.

Dan keadaan mulai berbeda. Si Jono dan Si Aceng hubungannya mulai retak.

Jono: "Ceng, ente kok diem mulu sih. Gw capek2 ngiklan setiap hari. Ente cuma diem doang, nikmatin hasil.."

Aceng: "Eh, Jon! Perasaan lo yang enak2 aja. Ide toko ### in dari gw. Ide2 marketingnya juga dari gw. Lo enak cuma ngiklan. Biaya ngiklan dari Gw. Enak aja lo ngomong..."

Jono: "Heh, ceng. Ini duit gw. Ente gak inget apa modal awal bisnis ini dari siapa? Dari Gw! Lo cuma modal ide doang. Gw juga bisa nyari sendiri. Tetep aja ini duit gw!"

Dan pertengkaran serta adu mulut pun terjadi.

Kalau dilanjutin ceritanya, Saya capek ngetiknya. hehehe

Kisah di atas adalah fiktif. Saya cuma iseng2 aja ngetik pagi ini, untuk menunjukkan bahwa fenomena itu sering terjadi dalam bisnis.

Awal2 ngakunya bisnis bareng. Uang, uang bersama. Berjuang, berjuang bersama. Eh giliran udah duitnya banyak, malah saling merasa bahwa dirinya paling berperan. Parahnya, merasa bahwa uangnya adalah uang dia seorang.

1 Juta? Ini uang kita....
10 Juta? Ini uang kita....
100 Juta? INI UANG SAYA! Enak ajah....

hehehe...

Pernah ngalamin? ^_^

Saya lagi gak ngomong sama Anda kok.
Cuma ngingetin aja, jangan sampai itu terjadi.

Boleh dishare, kalau menginspirasi....

By : DEP

MENDETEKSI SAHABAT PALSUNgakunya teman baik, pas kita jatuh, eh malah menjauh...Ngakunya kawan dekat, pas kita sekarat, ...
03/02/2017

MENDETEKSI SAHABAT PALSU

Ngakunya teman baik, pas kita jatuh, eh malah menjauh...

Ngakunya kawan dekat, pas kita sekarat, eh gak ikut melayat...

Ngakunya dia sahabat, pas kita melarat, eh gak ada di dekat...

Semuanya itu palsu, hanya omong kosong belaka.

Sahabat yang sesungguhnya tidak terjalin hanya karena ada kepentingan semata, tapi lebih daripada itu...

Sahabat yang sesungguhnya tidak terikat pada kepentingan materi semata, tapi lebih daripada itu...

Sahabat yang sesungguhnya tidak hanya terjadi pada asas kebermanfaatan semata, tapi lebih daripada itu...

Sahabat sesungguhnya ada karena saling cinta.

Bukan karena kepentingan, materi, atau kebermanfaatan semata, tapi karena Allah memerintahkan kita untuk saling mencinta, sesama saudara, tanpa memandang latar belakang suku dan agama.

Cintai sahabatmu, sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.

Bersamai sahabatmu, sebagai Allah membersamaimu saat sendiri.

INJURY TIME, FERGIE TIMETeknik Mematikan Melumpuhkan Hati Pelanggan agar Segera Melakukan TransferanSaya bukanlah pengge...
03/02/2017

INJURY TIME, FERGIE TIME
Teknik Mematikan Melumpuhkan Hati Pelanggan agar Segera Melakukan Transferan

Saya bukanlah penggemar Machester United, tapi Saya seringkali menonton pertandingan MU versus tim2 hebat lainnya saat masih dilatih oleh Sir Alex Ferguson.

Ada yang unik dari pelatih yang satu ini, yakni tentang gerakan favoritnya di pinggir lapangan saat memasuki injury time. Hal ini banyak dikenal dengan sebutan Fergie Time.

Sebelum dia pensiun menukangi MU, ia mengakui bahwa taktiknya berdiri di touchline dan menunjuk ke arah jam tangannya adalah taktik untuk mempengaruhi wasit dan lawan timnya. Tapi, bagaimana tepatnya "taktik" tersebut bekerja?

'Fergie Time' adalah trik yang ia digunakan ketika Manchester United sedang mencari gol di tahap akhir pertandingan, biasanya sampai di injury time. Ferguson, yang memenangi 38 trofi selama masa jabatan 26 tahunnya di Old Trafford, mengatakan bahwa taktiknya tersebut dilakukan untuk mempengaruhi pikiran wasit dan juga tim lawan.

Ferguson menjelaskan: "Itu lah kenapa saya selalu melihat jam tangan saya. Padahal saya tidak pernah benar-benar melihat [waktu di jam tangan saya]. Saya tidak pernah tahu berapa menit yang tersisa."

"Saya melakukannya agar sampai ke benak lawan dan wasit, yang merupakan sedikit trik. Masalahnya, pada 10-15 menit terakhir pertandingan, terutama di Old Trafford, ada 65.000 orang di sana."

"Pada akhir babak pertama (half-time) saya selalu stres: jangan panik, bersabarlah, tunggulah. Dalam 15 menit terakhir Anda dapat melakukan apa saja yang Anda s**a. Saya adalah seorang gambler, saya gemar berdiri di depan, dan akhirnya saya benar-benar berjudi... Hal itu memang tidak selalu bekerja, tetapi lebih sering membawa keberhasilan."

Saya salut!

Karena ternyata Ferguson bukan saja ahli taktik, tapi juga seorang psikolog handal yang bisa mempengaruhi kawan dan lawannya, bahkan wasit sekalipun...

Lantas, apa hubungannya dengan penjualan?

Ini dia.

Saya pun sering melakukan teknik "Fergie Time" saat berjualan.

Sekarang, setelah Anda mengetahuinya, Anda pun bisa melakukannya. Caranya?

Inilah yang harus Anda perhatikan:

Pertama, Promo Produk Anda HARUS berbatas Waktu.

Maksudnya, jangan dibuka terus-terusan promonya. Kenapa? Karena faktor scarcitynya enggak ada. Hal inilah yang menyebabkan market memiliki alasan untuk "beli segera", karena takut keburu ditutup promonya.

Kedua, Waktu Promonya Jangan Terlalu Lama.

Artinya, kalau ngadain promo atau launch produk baru, waktunya cukup 3-5 hari aja. Maksimal banget 7 hari. Kenapa? Toh orang2 akan gencar transaksinya di akhir2 promo. Tinggal, next time Anda buka lagi promonya, sesuai kebutuhan.

Ketiga, Promo Brutal di Detik-Detik Akhir.

Gunakan semua channel yang Anda miliki untuk berpromosi. Lakukan sesering mungkin di akhir2 masa promo. Jangan ragu, jangan takut. Selain untuk mengingatkan market, ini juga akan menjadi peringatan terakhir buat mereka.

Kebayang?

Saya sudah merasakan kenaikan omset signifikan setelah mempraktikkan teknik ini.

Dan sekarang..

Saya rasa Anda sudah mulai berpikir bagaimana jadinya jika teknik Fergie Time ini diterapkan dalam bisnis dan penjualan Anda.

By : DEP

Bermanfaat? Share ya...

JUALAN DIDALAM JUALANCEO Words,kamis, 2 Februari 2017Kembali menulis tentang peristiwa bisnis yang terjadi akhir-akhir i...
03/02/2017

JUALAN DIDALAM JUALAN

CEO Words,
kamis, 2 Februari 2017

Kembali menulis tentang peristiwa bisnis yang terjadi akhir-akhir ini. Film sequel Surga yang Tak Dirindukan, kembali hadir di layar bioskop di 9 Februari ini. Film pertama yang berhasil meraih hampir 2 juta penonton ini kemudian hadir kembali dengan lanjutan cerita.

Perhatian Saya tertuju pada promo dan penjualan CD Soundtrack di restoran cepat saji KFC.

Pertanyaannya mudah :

- apakah MD sebagai rumah produksi menjadikan CD sebagai produk turunan?

- ataukah MD menggunakan penjualan CD di KFC sebagai wahana promosi?

Memperkenalkan dan berjualan film memang tidak mudah. Seseorang harus rela menempuh perjalanan ke bioskop, membayar terlebih dahulu, lalu menonton filmnya. Maka dibutuhkan pondasi keberkenalan film yang sangat kuat.

KFC yang tersebar merata hampir di jabodetabek nampaknya sesuai dengan target pasar film. 80% lebih layar bioskop ada di jabodetabek.

Mari kita hitung traffic harian KFC. Berapa ratus atau ribu orang walk in per outlet, dikali sekitar 45 hari lebih penjualan CD di KFC. Pengunjung KFC yang makan kemudian duduk, mendengar soundtrack, menonton clip, targeted sekali.

Apa yang bisa kita pelajari dari MD dan KFC adalah mutual connection. Entah bagaimana kerjasamany, namun nampaknya MD mempermudah proses penjualan CD nya ke KFC. Begitupun KFC yang kemudian mendapatkan potensi UPsales dari pengunjung yang membeli CD.

Maka, dapat kita simpulkan, terjadi jualan dalam jualan. Menjual CD, namun juga sekalian menancapkan keberkenalan film di kepala penonton.

Semoga tulisan ini memberi manfaat pada sahabat-sahabat sekalian. Alhamdulillah, kemarin Saya sudah nonton SYTD2, alangkah baiknya nonton bareng pasangan hidupnya, insyaAllah... sahabat akan menghargai kebersamaaan yang ada.

Rendy Saputra - CEO KeKe
Pengajar di sekolah bisnis http://bit.ly/2jGTlZx

BERTARUNG DI PASAR SESAKAda yang menarik saat Saya berdiskusi dengan Adan Rahman Sarsono tentang bisnis pelayanan umroh....
02/02/2017

BERTARUNG DI PASAR SESAK

Ada yang menarik saat Saya berdiskusi dengan Adan Rahman Sarsono tentang bisnis pelayanan umroh. Bisnis ini nampaknya benar-benar jadi red ocean. Setiap orang bisa dnegan mudah membuat sebuah palet perjalanan umroh, bekerjasama dengan travel-travel besar.

Akibatnya, pasar jadi sesak dan penuh. Setiap jamaah memiliki pilihan yang sangat luas dan beragam. Tidak ada lagi penguasa market yang memegang tampuk status Quo.

Kunci persaingan di medan sempit ini ada 2 :

Yang pertama adalah mengunci persepsi pasar pada brand yang ada. Dan untuk hal ini, khalifah tour berhasil melakukan positioning di pasar umroh kelas atas. Pelanggannya loyal dan siap bayar mahal. Pelayanannya pun bintang 5. Termasuk emotional engagement dengan para tokoh ustadz yang resmi menjadi mitra khalifah. Hal itu menguatkan pasar.

Yang kedua adalah membangun harga yang kompetitif dan kualitas produk yang diatas logika harga.

Akhirnya, Saya dan Mas Adan menemukan, bagaimana agar perjalanan umroh dapat berada di angka 1700$, namun dengan pelayanan yang setaraf bintang 4 atau bintang 5.

Pesawat direct jeddah dan pulang dari madinah..
Hotel Mekkah di Marriot dan di Madinah di Elaf Bakkah...
Kualitas Bus dan city tour luxury...
Semua all in di angka 21 sd 23 jutaan....

Baru saja kami memulai menemukan formula ini, ternyata ada salah satu tour travel yang sudah melakukan hal ini, bukan pola bayar mengendap satu tahun, tetapi bayar langsung berangkat. Raihan jamaah hajinya 7000 pax per tahun. Cukup besar untuk sebuah travel yang berumur 1 tahun.

Inti dari formula harga ini adalah All Cost Leadership. Sebuah travel harus mendapatkan harga terbaik di segala struktur biaya : harga maskapai terbaik, harga hotel terbaik, land arrangement yang terbaik.

Definisi terbaik adalah murah dan bagus. Dan itu ADA.

Caranya bagaimana, itu ada dalam blackbox perusahaan khalifah tour.. hehehehe... bagaimana membuat paket 23 juta yang layanannya setara dengan 35 jutaan...

***

Sahabat, didalam bisnis, menbangun jarak persaingan seperti ini dinamakan building CHASM. Atau jurang antara kita dengan pesaing.

Kenapa hari ini bisnis kita gak jalan?
Kenapa produk kita hari ini tidak dipilih oleh market?
Kenapa market cepat berpindah ke lain hati?

Karena kita tidak membuat jarak dengan kompetitor.
Kita dan kompetitir sama-sama aja produknya.. harganya.. rasanya.. emosinya.. jadilah benturan persaingan terasa selalu...

Maka, setiap pebisnis harus membuat Chasm dengan yang lain...

Anda harus memiliki layanan yang lebih cepat dari yang lain...
Anda memiliki SDM yang lebih solid untuk melayani...
Anda meniliki insentif bonus yang lebih menarik bagi orang-orang hebat di industri Anda...
Anda memiliki supplier dan vendor yang mampu mengahdirkan harga termurah di industrinya.. dan bagus...

Sehingga, Anda berbeda dengan yang lain...

"Sorry ya.. Saya gak tarung sama kalian... silaka 35 juta untuk layanan begitu... kami bisa 23 juta..."

Semoga difahami... ini penting...

NGOTOTNYA SOLARIACEO WordsRabu, 1 Februari 2017Tanggal 28 Januari kemarin, Saya menggunakan kereta dalam perjalanan dari...
02/02/2017

NGOTOTNYA SOLARIA

CEO Words
Rabu, 1 Februari 2017

Tanggal 28 Januari kemarin, Saya menggunakan kereta dalam perjalanan dari Malang sampai dengan Solo. Perjalanan menggunakan kereta dari jam 14.25 sd 21.00.

Ada yang menarik saat Saya memesan makanan yang dijajakan oleh tim Restoran Kereta Api. Sang Pramuniaga membawa beberapa box makanan yang sudah terkemas dalam box plastik cantik. Dan setelah Saya membelinya, ternyata ini produk kemasan Solaria.

Saya kira akan ada perubahan pada rasa. Atau mungkin kualitas yang menurun. Namun hal itu tidak begitu terasa. Makanan kemas saji Solaria masih nyaman untuk dinikmati, mungkin karena Saya lapar.

Pertemuan Saya dengan nasi box Solaria langsung merangsang otak Saya untuk berfikir. Betapa NGOTOTnya Solaria "memaksa" penjualan produknya.

Tergambar sekian banyak perjalanan kereta. Tergambar sekian banyak penumpang yang terjajakan produk Solaria. Tergambar berapa banyak pertambahan omset yang berhasil dicetak Solaria. Menurut Saya, Solaria berhasil memanfaatkan Restoran Kereta Api sebagai kanal distribusi.

Makanan cepat saji yang lain mungkin tidak terfikir membangun produk seperti Solaria. Terbayang bungkusan box kertas ayam cepat saji jika disajikan bertumpuk di lorong kereta api. Pasti berminyak dan basah.

Tidak dengan Solaria. Box plastik cantik ini dikemas dengan baik. Terbungkus plastik dengan rapat. Sendok dan garpu tersedia. Tissue tersedia. Bahkan nasi berbungkus lapisan kertas tipis. Nampaknya Solaria sangat berfikir tentang bagaimana menghadirkan produk di moda transportasi yang terus bergerak.

Dari kisah Solaria diatas, kita dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya mengoptimalkan kanal distribusi. Terkadang kita harus NGOTOT untuk mencari kanal yang potensial. Kita harus memaksa seluruh sel-sel otak kita bekerja mencari jalan. Dan Solaria melakukan itu.

"Jika makanan dibungkus, bisa basi dan gak segar."
Solaria mengemas terpisah antara lauk dan nasi, dan mengemasnya dengan wrap plastik tertutup. Hak ini tentu membantu memperpanjang daya tahan.

"Jika dijual dikereta, kondisi kereta tidak stabil, bisa bergoyang."
Solaria telah mengemas makanannya sehingga tidak musah tumpah atau.

"Jika makanannya dibungkus, bungkus makanan bisa basah dan berminyak"
Solaria memakai box plastik. Aman.

Disitulah beberapa kengototan Solaria yang Saya tangkap. Semoga kita dapat mengambil pelajaran besar atas hal tersebut.

Rendy Saputra - CEO KeKe Busana

Semoga berkenan untuk like, comment and share...

Address

Bekasi
17530

Opening Hours

Monday 09:00 - 21:00
Tuesday 09:00 - 21:00
Wednesday 09:00 - 21:00
Thursday 09:00 - 21:00
Friday 09:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 21:00
Sunday 09:00 - 21:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Creator Custom Case posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share