Arifatul Ulum

Arifatul Ulum Menjual berbagai jenis fasion dari suplier terpercaya, serta 80% kesesuaian dengan gambar item.

Menjual :
- Buku anak
- perabotan rumah tangga
- Perabotan keramik
- Baju Gamis Syar'i
- Jilbab Motif dan Polos
- Hiasan Jilbab yang Unik
- Busana Muslim Couple
- Baju Koko Dewasa Lengan Panjang
- Baju Koko Dewasa Lengan Pendek
- Baju Kemeja Kerja Lengan Panjang
- Baju Kemeja Lengan Pendek
- Sepatu Bayi
- Mukena
- Jaket
- Dll.

Assalamualaikum, sdh lama sekali tidak kembali ke fp ini..hr ini kita posting kembali ya..Bunga rajut asli hand made..ya...
13/11/2020

Assalamualaikum, sdh lama sekali tidak kembali ke fp ini..hr ini kita posting kembali ya..Bunga rajut asli hand made..yang mau boleh PO ya..

25/02/2019
21/06/2018
14/03/2017
semua akan sempurna jika kita fokus untuk menyempurnakannya..sajadah rajut ini di buat berbulan2,semoga selalu digunakan...
12/03/2017

semua akan sempurna jika kita fokus untuk menyempurnakannya..
sajadah rajut ini di buat berbulan2,semoga selalu digunakan sebagaimana mestinya agar mdh2 si pembuat mu ini jg mndpat pahala jika tuan baru mu menggunakan mu untuk ibadah



ada yg baru nih..
11/03/2017

ada yg baru nih..

09/03/2017

🦋🦋

Ketika hidup terasa sulit, cek kembali kedekatan kita pada Allah.. mungkin ad sekat yg membuat syukur tak lg ada..

🍇🍇

07/03/2017

*🌾Bulir Ibrah dan Hikmah🌾*

Dinukil dan diselia dari *"Mental Orang Kaya"*
Ippho Santosa, 2016

***

Pernahkah sesama orang pelit bersatu, misal membuat asosiasi atau komunitas? Hehe.. _nggak_ pernah. Ternyata orang pelit saja nggak s**a sama orang pelit lainnya. Betul? Apalagi orang dermawan!

Orang pelit, adakah gunanya? “Orang dermawan dan orang pelit, semuanya berguna bagimu. Orang dermawan, memberimu pertolongan. Orang pelit, memberimu pelajaran. Siapkan dirimu. Sesederhana itu.”_

Demikianlah pesan guru saya beberapa tahun yang lalu. Sebelum anda mengikuti pesan pesan pada tulisan ini, ada baiknya Anda memilih posisi duduk yang nyaman. Bukan apa-apa. Agar tulisan berikut bisa Anda nikmati dan hayati sepenuh hati. Boleh?

***

Dan ini pertanyaan pertama saya: Anda pilih mana, mentraktir atau ditraktir? Begini... Kalau kita minta-mnta, otak bawah sadar akan merekam, “Aku tidak mampu dan pantas dikasihani.” Kemampuan kita akan melemah. Sayangnya, betapa banyak orang di sekitar kita yang bersikap begitu. Jangan-jangan Anda juga termasuk, hehehe. Hm, _ngarep-ngarep_ ditraktir, malu _dikit napa?_

Ayo miliki ‪ #‎MentalKaya‬! Diberi, yah terima. Nggak diberi, jangan _ngarep-ngarep,_ jangan minta-minta. Nabi Muhammad sering diberi hadiah dan itu diterima oleh Nabi. Tapi, Nabi nggak pernah minta-minta. Harga diri pun terjaga.

_“Sesiapa yang meminta sesuatu kepada orang lain tanpa adanya kebutuhan, maka ia telah memakan bara api,”_ (HR Ahmad)

_Traktir d**g! Minta d**g! Gratis d**g! Oleh-oleh d**g!_ Pernah mendengar kalimat-kalimat itu? Sering kayaknya. Awal-awalnya cuma iseng, lama-lama jadi kebiasaan. Berurat-berakar. Ketika kemudian diingatkan, sudah tidak mempan lagi. Misal, kita perlu atau mau sesuatu, tapi nggak punya uang, terus gimana? Yah kerahkan tenaga. Umpama, anda ingin makan tapi nggak punya uang. Yah kerahkan tenaga. Masak bahan makanan seadanya... Sebisa mungkin... _Kalo_ cuma ada telor ya bikin telor ceplok.. _Kalo_ ngga ada telor ya berusaha kerja .. Bukan memelas apalagi memamerkan kemiskinan

***

Maaf, ini contoh saja. Agar Anda dan saya punya mental kaya. Oleh karena itu, Janganlah minta-minta pulsa, apalagi minta-minta saham. Maaf, sedikit_ngelantur,_ hehehe. Ingat ini. Walaupun kaya, tapi ia masih minta-minta pada sesama dan mempermalukan diri, itulah mental miskin. Kalau mental kaya? Walaupun belum kaya, ia terus berbagi dan menjaga harga diri. Anda pilih mana?

Saya menulis ini bukan untuk nyinyir atau _nyindir_ siapapun. Apalagi saya pribadi pernah hidup miskin selama belasan tahun.

***

Satu hal lagi. Sahabat sejati akan selalu mensupport bisnis temannya. Ini juga mental kaya. Bukannya malah murah-murahin. Sekiranya teman ngasih diskon, yah terima. _Te-ri-ma._ Tapi kita jangan minta-minta apalagi sampai murah-murahin. Kan kasihan teman kita. Wong bisnisnya belum gede-gede amat.

Dulu teman saya buka bisnis ticketing. Saya pun membeli tiket dari dia. Selalu. Padahal, kadang harga tiketnya 5% lebih mahal daripada tempat lainnya. Nggak masalah, saya beli terus. Karena saya bisa memaklumi. Kan dia baru buka usaha, yah wajar kalau harganya belum kompetitif.

Sekiranya saya dukung terus insya Allah harganya akan kompetitif. Dan benar, itulah yang terjadi kemudian.

Yakinlah, bahagia bukan lagi ketika mendapatkan. Melainkan ketika membagi-bagikan. Itulah sejatinya mental kaya. Kalaupun mau minta-minta, cukup kepada Sang Pencipta saja. Ke makhluk, mah jangan. Apalagi ke tuyul, hehehe.

Saya, Ippho Santosa, turut mendoakan agar kita semua memiliki mental kaya. Aamiin. Juga kaya _beneran._ Aamiin. Insya Allah bisa,
ketika masing-masing kita sudah pantas.

***

Address

Bengkulu

Telephone

+6285715711185

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Arifatul Ulum posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Arifatul Ulum:

Share