Mbojo Cloting

Mbojo Cloting Kaos bertemakan warisan tutur dari suku mbojo
Kami menjual dan membuka agen distrobutur dimana pun

31/07/2024

Harapan Baru Untuk Kota Bima

27/12/2018

Suku Mbojo termaksud daerah yang kental dengan keislaman
setiap petuah-petuah katanya mengandung kemulian yang memberikan semangat dan perjuangan

27/12/2018
27/12/2018

Ketegasan Berujung Fitnah

“Bima adalah urusanku, bukan urusan Belanda. Soal perdagangan silahkan lakukan dengan sebebas-bebasnya, tapi soal negeriku dan kesultanan, aku yang berkuasa. “ (M.Hilir Ismail, Peranan Kesultanan Bima Dalam Perjalanan Sejarah nusantara, hal 103). Itulah ketegasan Sultan Jamaluddin, Sultan Bima ke-4 terhadap rencana monopoli dagang Belanda.

Tanggapan tegas itu membuat Belanda tidak berani bertindak tegas dan mengangkat senjata. Belanda hanya bersikap wait and see. Pada tahun 1693, Belanda berhasil menciptakan situasi yang menjatuhkan Sultan Jamaluddin atas kematian permaisuri Sultan Dompu yang tidak lain adalah bibinya sendiri. Sultan Jamaluddin dituduh membunuh bibinya. Tanggal 27 Agustus 1693, Sultan Jamaluddin dimasukan dalam penjara di Benteng Fort Rotterdam(Makassar) selama 2 tahun dan dibawa ke Batavia pada tanggal 30 Agustus 1695. Pada tahun 1696, Sultan Jamaluddin meninggal di penjara Batavia, sekarang Museum Fatahillah.

Belanda menyembunyikan kabar kematian Jamaluddin, namun tiga tahun kemudian tepatnya pada 1699, Majelis Adat Dana Mbojo secara tegas meminta kerangka kenazahnya dipulangkan. Akhirnya direstui dan Jamaluddin dimakamkan kembali di kompleks makam Tolobali disamping makam ayahnya Sultan Nuruddin dan kakeknya Abdul Khair Sirajuddin.

ArujikiArujiki atau Rezeki adalah karunia Allah SWT bagi kehidupan ummat manusia. Tetapi rejeki tidak mungkin turun atau...
27/12/2018

Arujiki

Arujiki atau Rezeki adalah karunia Allah SWT bagi kehidupan ummat manusia. Tetapi rejeki tidak mungkin turun atau datang begitu saja tanpa ada ikhtiar atau usaha dari kita. Sikap berpangku tangan, berdiam diri tanpa berusaha sangat dilarang. Rejeki seseorang tentu bergantung pada ikhtiar dan usaha. Leluhur Dana Mbojo mengibaratkan dengan satu ungkapan “ Arujiki Jimba Tiloa Weha Ba Mbe’e “ Jimba berarti domba. Wati loa berarti tidak boleh. Weha berarti ambil atau mengambil. Sedangkan Mbe’e berarti kambing. Secara harfiah, ungkapan ini berarti rejeki Domba tidak bisa diambil oleh Kambing. Makna ungkapan ini adalah rejeki seseorang tergantung usaha dan kerja masing-masing dan tidak mungkin tertukar. Dengan kata lain, rejeki seseorang seirama dengan usaha dan kerja keras masing-masing.

Untuk mendapatkan rejeki yang halal dan berkah bagi kehidupan tentunya harus disertai dengan usaha. Untuk hal ini, tetua Dana Mbojo memberikan motivasi dengan “ Warasi dama wara di kadami “ . Kata Warasi berasal dari kata Wara yang berarti ada. Kemudian mendapatkan tambahan si, maka berarti jika ada. Dama berarti memegang. Di kadami berarti yang dicicipi atau dimakan. Warasi dama wara di kadami secara harfiah berarti jika ada yang dipegang atau dikerjakan, maka tetap ada yang dicicipi atau dimakan. Petuah dan motivasi ini mengandung pengertian bahwa jika ada yang dikerjakan tentu ada yang didapatkan. Ungkapan ini bermuatan hukum sebab akibat. Ada yang dikerjakan dan ada yang dipetik hasilnya.

Masih berkaitan dengan arujiki, para tetua juga sering mengingatkan dan memberikan motivasi agar kita tetap selalu berusaha dan berikhtiar untuk masa depan dan kesejahteraan hidup lahir dan batin. “ Warasi ra ngguda, wara dipoke “. Ungkapan ini berarti jika ada yang ditanam tentu ada yang dipetik. Filosofi ini tentu sangat berkaitan erat dengan kondisi alam Bima dan mata pencaharian penduduk di bidang pertanian. Istilah “ Ngguda “ atau menanam, poke atau petik, pako atau panen merupakan istilah yang umum sebagai gambaran masyarakat agraris. Maka petuah pun menyesuaikan dengan aktivitas keseharian masyarakat.

Dalam ajaran islam, Allah SWT berfirman “Tidak suatu binatangpun (termasuk manusia) yg bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya.”(QS. Hud: 6). Berkaitan dengan usaha dan ikhtiar untuk mendapaatkan rejeki, Allah SWT juga menjanjikan “Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya” (QS. An-Najm: 39).Oleh karena itu, marilah kita syukuri berbagai nikmat dan rejeki itu agar kita menjadi insan yang ikhlas. “… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7). Orang-orang yang pandai bersyukur akan dapat merasakan kasih sayang Allah dan mendapat rezeki yang lebih banyak. Itulah Janji Allah! Orang yang pandai bersyukurlah yg dapat hidup bahagia, sejahtera dan tentram.

Kutipan Alan Malingi

Address

Bima
84119

Telephone

082323517172

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mbojo Cloting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Mbojo Cloting:

Share