Ade Siti Suryani

Ade Siti Suryani Bismillah … tidak sempurna namun mencoba untuk menjadi terbaik

Akun ke dua ( keseharian)menyimpan untuk kenangan

27/07/2026

*Membangun Diri dengan Perbaikan Diri*

👉🏻 *Membangun diri bukanlah tentang menjadi lebih hebat dari orang lain, tetapi tentang menjadi lebih baik dari diri kita yang kemarin. Dalam Islam, perbaikan diri (ishlahun nafs) adalah perjalanan yang dilakukan sepanjang hidup, dengan niat mencari ridha Allah SWT.*

▶️ *Allah SWT berfirman:*

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”
(QS. Ar-Ra’d: 11)

👉🏻 *Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan yang hakiki dimulai dari dalam diri: memperbaiki niat, akhlak, ibadah, ilmu, dan amal. Ketika seseorang berusaha memperbaiki dirinya, Allah akan membukakan jalan kebaikan yang tidak disangka-sangka.*

▶️ *Rasulullah juga bersabda:*

“Orang yang cerdas adalah orang yang mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.”
(HR. Tirmidzi)

Perbaikan diri dapat dimulai dengan langkah-langkah sederhana:

* Memperbaiki hubungan dengan Allah melalui salat yang khusyuk, doa, dan membaca Al-Qur’an.
* Memperbaiki akhlak dengan menjaga lisan, menahan amarah, serta bersikap jujur dan amanah.
* Menambah ilmu yang bermanfaat dan mengamalkannya.
* Introspeksi diri (muhasabah) setiap hari agar kesalahan tidak terus diulang.
* Istikamah dalam kebaikan, walaupun sedikit, karena amal yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus.

👉🏻 *Jangan pernah merasa terlambat untuk berubah. Setiap hari adalah kesempatan baru untuk menjadi hamba yang lebih dekat kepada Allah. Perbaikan diri bukanlah perjalanan yang instan, tetapi proses yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati.*

▶️ *Renungan untuk diri kita*

*“Jangan sibuk mencari kesalahan orang lain, sementara diri sendiri belum selesai diperbaiki. Sebab, membangun diri adalah investasi terbaik yang manfaatnya akan dirasakan di dunia dan menjadi bekal berharga di akhirat. Semoga setiap langkah perbaikan yang kita lakukan menjadi sebab turunnya rahmat, ampunan, dan cinta Allah SWT.”*

👉🏻 *Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk terus memperbaiki diri, menguatkan hati dalam istiqamah, dan menjadikan setiap perubahan menuju kebaikan sebagai amal saleh yang diterima di sisi-Nya.*
*Aamiin Yaa Robbal’aalamiin*

24/07/2026

*Pembina Amin Muchtar*
*Kajian MT IBNU HAJAR & RAUDHAH ILMI*

👉🏻 *Doa ini mengajarkan bahwa seorang Muslim tidak hanya meminta surga sebagai tujuan akhir, tetapi juga memohon agar Allah membimbing setiap ucapan dan amalnya menuju surga.*

👉🏻 *Penjelasannya Lafaz doa*

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

*Allahumma innī as’alukal-jannata wa mā qarraba ilaihā min qawlin aw ’amal.*

*“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan segala perkataan maupun perbuatan yang dapat mendekatkanku kepada surga.”*

▶️ *Makna yang mendalam*

1. “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu surga”

Ini bukan sekadar meminta tempat yang indah di akhirat.

Ketika kita memohon surga, berarti kita memohon:

* Ridha Allah.
* Rahmat dan ampunan-Nya.
* Keselamatan dari azab kubur dan neraka.
* Kebahagiaan yang kekal tanpa kesedihan, penyakit, atau kematian.
* Kesempatan melihat wajah Allah di surga, yang merupakan nikmat terbesar bagi penghuni surga.

👉🏻 *Artinya, doa ini mencakup seluruh kebaikan dunia dan akhirat.*

1. “Dan segala perkataan yang mendekatkanku kepada surga”

Bagian ini sangat indah karena kita tidak hanya meminta hasil akhirnya, tetapi juga sebab-sebabnya.

Contoh perkataan yang mendekatkan ke surga:

* Mengucapkan syahadat dengan ikhlas.
* Berdzikir kepada Allah.
* Membaca Al-Qur’an.
* Berdoa.
* Berkata jujur.
* Mengucapkan salam.
* Berkata lembut kepada orang tua.
* Memberi nasihat yang baik.
* Menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dusta, dan kata-kata yang menyakiti.

▶️ *Rasulullah bersabda:*

*“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang diridhai Allah… Allah mengangkat derajatnya karenanya. Dan seorang hamba mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah… sehingga ia terjerumus ke dalam neraka karenanya.”*
(HR. Bukhari)

🌿 Ini menunjukkan bahwa satu ucapan bisa menjadi jalan menuju surga atau sebaliknya.

🌿 “Atau perbuatan yang mendekatkanku kepada surga”

*Yang dimaksud adalah seluruh amal saleh yang dicintai Allah, baik yang wajib maupun sunnah.*

Misalnya:

* Menjaga salat lima waktu.
* Berbakti kepada orang tua.
* Bersedekah.
* Membantu sesama.
* Menuntut ilmu.
* Menjaga amanah.
* Menyambung silaturahmi.
* Menutup aurat.
* Berakhlak mulia.
* Menolong orang yang kesusahan.
* Menjaga kebersihan.
* Bekerja dengan jujur.
* Ikhlas dalam setiap amal.

Dengan doa ini, kita memohon agar Allah memudahkan kita melakukan amal-amal tersebut.



Hikmah doa ini

Doa ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak cukup hanya berkata, “Aku ingin masuk surga.”

Ia juga memohon:

“Ya Allah, tuntunlah lisanku agar hanya mengucapkan yang Engkau cintai, dan tuntunlah seluruh amal perbuatanku agar menjadi jalan menuju surga.”

Jadi, doa ini bukan hanya meminta tujuan, tetapi juga memohon kekuatan untuk menempuh jalannya.



Pelajaran untuk kehidupan

Setelah membaca doa ini, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri:

* Apakah ucapanku hari ini mendekatkanku kepada surga atau justru menjauhkannya?
* Apakah pekerjaanku dilakukan dengan jujur dan amanah?
* Apakah media sosialku menjadi ladang pahala atau justru dosa?
* Apakah waktu yang Allah berikan telah digunakan untuk amal yang diridhai-Nya?

Karena setiap kata yang kita ucapkan dan setiap perbuatan yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Allah berfirman:

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasannya).”

(QS. Az-Zalzalah: 7–8)

Penutup Renungan

Surga bukan hanya tujuan yang diminta, tetapi jalan yang harus ditempuh setiap hari. Setiap dzikir, senyum yang tulus, sedekah yang ikhlas, salat yang khusyuk, dan ucapan yang baik adalah langkah-langkah kecil menuju surga.

Maka, ketika kita membaca doa ini, sesungguhnya kita sedang berkata:

“Ya Allah, jangan hanya masukkan aku ke surga. Jadikanlah setiap ucapan, setiap langkah, setiap pekerjaan, dan setiap detik hidupku sebagai jalan yang mengantarkanku kepada surga-Mu.”

👉🏻 *Semoga Allah mengabulkan doa ini, membimbing lisan dan amal kita kepada kebaikan, serta mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh di surga Firdaus.*

18/06/2026

Pernahkah kamu merasa malu untuk kembali berdoa,
hanya karena merasa dosamu terlalu banyak atau hatimu
sempat berpaling jauh dari-Nya?

Seringkali kita merasa tidak pantas.
Kita merasa bahwa setelah semua kelalaian yang
kita lakukan, Allah akan menutup pintu-Nya.

Namun nyatanya, kasih sayang-Nya jauh lebih besar
dari segala rasa bersalahmu.

Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar: 53:
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

Sejauh apa pun kamu melangkah pergi, jalan untuk pulang
selalu terbuka lebar. Allah tidak pernah meninggalkanmu;
Dia hanya sedang menunggumu kembali mengetuk pintu-Nya

Boash convention Center Bogor, 07 Juni 2026
07/06/2026

Boash convention Center
Bogor, 07 Juni 2026

07/06/2026
13/05/2026

📖 𝐐𝐒. 𝐀𝐥-𝐈𝐬𝐫𝐚' (𝟏𝟕): 𝟏𝟖

مَنْ كَانَ يُرِيْدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهٗ فِيْهَا مَا نَشَاۤءُ لِمَنْ نُّرِيْدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهٗ جَهَنَّمَۚ يَصْلٰىهَا مَذْمُوْمًا مَّدْحُوْرًا

📝 𝐓𝐞𝐫𝐣𝐞𝐦𝐚𝐡:

"𝐁𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤𝐢 𝐤𝐞𝐡𝐢𝐝𝐮𝐩𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧𝐠 (𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚𝐰𝐢), 𝐊𝐚𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐠𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐚𝐩𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐞𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤𝐢 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐊𝐚𝐦𝐢 𝐤𝐞𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤𝐢. 𝐊𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧, 𝐊𝐚𝐦𝐢 𝐬𝐞𝐝𝐢𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐧𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚 𝐉𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐦; 𝐝𝐢𝐚 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐜𝐞𝐥𝐚 𝐥𝐚𝐠𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐢𝐫 (𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡)."

📚 𝐓𝐚𝐟𝐬𝐢𝐫 𝐑𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐬:

𝐀𝐲𝐚𝐭 𝐢𝐧𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐝𝐮𝐚 𝐠𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧: 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐜𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐚𝐭. 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐤𝐞𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐬𝐢𝐚𝐩𝐚 𝐩𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐞𝐬𝐮𝐚𝐢 𝐤𝐞𝐡𝐞𝐧𝐝𝐚𝐤-𝐍𝐲𝐚, 𝐧𝐚𝐦𝐮𝐧 𝐤𝐞𝐬𝐮𝐝𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐠𝐢 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐚𝐛𝐚𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫𝐚𝐭 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐧𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚 𝐉𝐚𝐡𝐚𝐧𝐚𝐦. 𝐍𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐝𝐢𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐤𝐞𝐚𝐝𝐚𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐧𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐫𝐚𝐡𝐦𝐚𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡 𝐒𝐖𝐓.

💎 𝐊𝐞𝐬𝐢𝐦𝐩𝐮𝐥𝐚𝐧: 𝐉𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐢𝐩𝐮 𝐨𝐥𝐞𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐞𝐰𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐝𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐟𝐚𝐧𝐚. 𝐊𝐞𝐛𝐞𝐫𝐤𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐤𝐢𝐤𝐢 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐦𝐩𝐚𝐡, 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐝𝐚 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐡𝐢𝐝𝐚𝐲𝐚𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐢𝐛𝐚𝐝𝐚𝐡. 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐣𝐞𝐦𝐛𝐚𝐭𝐚𝐧, 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐮𝐣𝐮𝐚𝐧 𝐮𝐭𝐚𝐦𝐚.

09/05/2026

Ku titipkan kepada mu ya Allah

09/05/2026

Bismillah

Mengarungi hidup, hari demi hari, bak seorang yang sedang berjalan. Bila ada pertanyaan, dimanakah kita sekarang? Kemanakah akan pergi? Benarkah langkah - langkah itu dengan perhitungan yang pasti? yakinkah laju dengan rencana yang matang? Sungguh setiap langkah tak dapat lepas dari perhitungan di Yaumul Hisab.

Bila langkah itu hanya tergusur arus, terdorong ambisi pribadi, yang seringkali dibela dengan berbagai macam cara dan alasan, padahal Allah Swt mengajukan pertanyaan, faaina tadzhabun? Kemanakah kalian akan pergi?

Maka, selama kita hidup di dunia, berjalanlah di jalan yang diridhoi Allah, beramal sholeh dan menjauhi laranganNya, In Syaa Allah kita berada dijalan yang akan mengantarkan kita ke SurgaNya.

08/05/2026

*Ketika Allah Mrnginginkan Kebaikan Kepada Seorang Hamba*

Sungguh kagum melihat seorang yang banyak kebaikannya dan jasanya untuk umat namun ia tak pernah mengungkitnya di hadapan manusia apalagi di sosial media..

Jadi ingat perkataan Ibnul Qoyyim rohimahullah, beliau berkata:

“Sesungguhnya Allah apabila menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, dijadikan hatinya tak mengingat amal amal kebaikannya, dan dijadikan lisannya tak ingin mengabarkan amalnya kepada manusia. Allah jadikan ia sibuk mengingat dosa dosanya..

Senantiasa dosa itu berada di pelupuk matanya hingga ia masuk surga. Karena tanda amal diterima itu adalah menjadikan hati tak mengingatnya dan lisan tak mengabarkannya..”

📖 Thoriqul Hijrotain hal, 169-172.

Allah swt berfirman

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ٢٦٤

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir. (Al-Baqarah : 264)

Shabaahul khayr..

Address

Bogor

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ade Siti Suryani posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share