03/09/2014
Bobotoh Ini Sebarkan Kebaikan dan Cinta Damai
Satu pemandangan berbeda terlihat ketika Persib Bandung
melakoni laga melawan Persita Tangerang akhir pekan kemarin.
Stadion Si Jalak Harupat, mendadak didatangi sekelompok pria
berbaju muslim.
Usut punya usut, mereka adalah pendukung Maung Bandung
sama halnya dengan komunitas Persib lainnya yang lebih
duhulu ada. Mereka adalah Bobotoh Taqwa atau dikenal
dengan sebutan Botaq.
Di dunia suporter, Botaq bisa dikatakan bukan pendatang baru.
Secara resmi Botaq didirikan musim 2008. Totalitasnya dalam
mendukung Persib atau di luar lapangan, tak lagi diragukan.
Lalu apa yang mengilhami mereka hingga Botaq lahir di
komunitas suporter sepak bola Jawa Barat. Terlebih jargon
mereka adalah "Kebai Cindai" yang artinya sebarkan kebaikan
dan cinta damai.
Berikut wawancara INILAH bersama salah satu pendiri Botaq,
Dede Mustiawan. Apa yang mengilhami pendirian Botaq?
Bobotoh Taqwa berawal dari sebuah Rumah Sakit, tepatnya RS
Al Islam. Karyawan di sini, mayoritas pecinta Persib. Dari sana
muncul ide untuk membentuk komunitas dan lahir lah Bobotoh
Taqwa. Tentunya Botaq lahir karena mendapat dukungan dari
tempat kami bekerja.
Dulu nama Botaq dikenal di lingukngan RS saja, tepatnya
Botaq berdiri tahun 2008. Ya itu tadi, Botaq tadinya hanya
sebuah wancana. Seiring berjalannya waktu dan banyak juga
yang tertarik, maka saya bersama tiga rekan,Triadi Suhendra,
Wawan SB & Ust Baban mendirikan Botaq.
Botaq sendiri sudah tersebar di mana saja?
Anggota Botaq kurang lebih 300, itu yang terdata belum yang
tidak terdata. Botaq tersebar di wilayah Cimahi, Purwakarta,
Cianjur dan Majalengka. Itu yang sudah konfirmasi kepada
kita. Kebetulan yang sering berkomunikasi dengan pusat empat
wilayah itu.
Apa yang membedakan Botaq dengan komunitas lain?
Bobotoh taqwa ini memang landasannya tauhid di atas
segalanya, jadi kita memang totalitas mendukung Persib.
Mudah mudahan bisa besar seperti komunitas lain, kalaupun
tidak minimal semangat kita untuk menyebarkan kebaikan cinta
damai bisa menular ke bobotoh lain bahkan ke supporter lain.
Salah satu jargon kita Sebaik Cindai (Sebarkan kebaikan dan
cinta damai).
Identitas Botaq sendiri seperti apa?
Kita tidak ada identitas yang harus ditunjukan, termasuk
memakai baju koko, tidak diharuskan. Cuma kata taqwa ini
dipakai untuk menyemangati rekan-rekan, bahwa kita
mendukung Persib harus dengan akhlak memberikan contoh
baik. Kata taqwa ini, mudah-mudahan sebagai rem ketika kita
mau melakukan sesuatu yang jelek.
Seberapa aktif Botaq dalam mendukung Persib di lapangan?
Kita ada semacam kordinator untuk ke stadion, karena anggota
kami kebanyakan karyawan. Kita juga masih malu-malu kucing,
kita belum menunjukkan Botaq terang terangan di stadion.
Sementara ini kita aktif di media social seperti Twitter,
Facebook. Banyak anggota yang gabung juga melalui media
social.
Kita selalu hadir dalam mendukung Persib di lapangan seperti
saat Persib melakukan pertandingan kandang dan tandang.
Terakhir kita mendukung Persib di Jepara. Dan tidak ada
persyaratan khusus untuk bergabung dengan Botaq.
Kegiatan di luar mendukung Persib?
Kegiatan di luar mendukung Persib, kita kerjasama dengan
salah satu Lembaga Kemanusiaan Nasional (PKPU), kita punya
produk yang dijual kepada anggota dan keuntungan yang
didapat kita sisihkan titipkan ke PKPU. Seperti untuk donasi ke
Palestina.
Kita juga sering terlibat aksi solidaritas aksi damai. Waktu itu
solideritas untuk Mesir, Palestina. Kemarin kita dapat
undangan dari KNRP, kebetulan ada ulama dari Gaza, saya
hadir dan bobotoh taqwa menitipkan donasi.
Selain itu, di lingkungan masyarakat kita juga sering
melakukan baksos. Kemarin sebelum puasa, ada bagi sembako
di Cianjur dan rencana ke depan di Korwil masing-masing, kita
agendakan. Harus ada kegiatan yang bermanfaat (bakti sosial)
dalam bentuk apapun.
Selain itu?
Kita ada kegiatan intern, “Dugem” duduk gemar mengaji. Itu
konsepnya meniru salah satu partai, kebetulan anggota banyak
yang aktif di partai. Istilahnya ngariung, walau satu dua orang,
tetapi kita duduk mengaji untuk saling mengingatkan.
Minimal satu bulan sekali harus terlaksana “Dugem” itu, itu
program pusat sebenarnya, karena di wilayah belum semuanya
berjalan.
Harapan Persib di Babak Delapan Besar ?
Harapan, tentu semua bobotoh rindu Persib juara, sudah 19
tahun puasa gelar. Mudah-mudahan Persib juara dan juara
juga bobotohnya.
Insya Allah, saya melihat skuat sekarang untuk peluang juara
terbuka lebar. Tinggal meningkatkan ikhtiar dari Persib dan
bobotoh. Jangan sampai peluang tersebut terganggu oleh
banyaknya hukuman-hukuman yang disebabkan ulah dari
bobotoh.