Info Promo Menarik

Info Promo Menarik Informasi Berita kriminal terupdate dan terlengkap

Bosan dengan warna dinding yang itu-itu saja?Kini hadir cat warna berkualitas dengan hasil cerah, halus, dan tahan lama ...
17/01/2026

Bosan dengan warna dinding yang itu-itu saja?
Kini hadir cat warna berkualitas dengan hasil cerah, halus, dan tahan lama ✨
✔ Warna tajam & elegan
✔ Mudah diaplikasikan
✔ Tidak mudah pudar
✔ Cocok untuk rumah, toko, dan kantor
Ubah suasana rumah jadi lebih nyaman & estetik 💖
📦 Stok terbatas — pesan sekarang!

Untuk order klik link shopee 👉🏻 https://s.shopee.co.id/7VAD2kBPwC

checkidot lampu philip murah, momen 1.1 26
01/01/2026

checkidot lampu philip murah, momen 1.1 26

harga spesial 1.1 2025
01/01/2026

harga spesial 1.1 2025

01/01/2026

murmer ini bun, langsung check aja ya di shopee

30/12/2025
12/12/2025

shopeeeee

Penasaran kategori yang paling banyak kamu beli selama ini? Yuk, lihat momen Shopee-mu di sini!

Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku Penganiayaan Asisten Zaskia Adya Mecca: Motor Tanpa PelatKasus penganiayaan terhada...
24/09/2025

Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku Penganiayaan Asisten Zaskia Adya Mecca: Motor Tanpa Pelat

Kasus penganiayaan terhadap Faisal, asisten rumah tangga (ART) artis Zaskia Adya Mecca, masih dalam tahap penyelidikan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (22/9/2025) pagi.

Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan saksi serta rekaman CCTV di sekitar lokasi. Namun, upaya pengungkapan identitas pelaku terhambat karena motor yang digunakan tidak dilengkapi pelat nomor.

“Pada saat kejadian, motor yang dipakai pelaku tidak menggunakan pelat nomor. Jadi masih cukup sulit untuk melacaknya,” ujar Anggiat, Rabu (24/9/2025).

Hingga kini, polisi sudah memeriksa tiga orang saksi, termasuk Faisal sebagai korban, serta dua warga sekitar yang melihat langsung keributan antarpengendara tersebut. Polisi pun masih berupaya mencari saksi tambahan untuk memperkuat penyelidikan.

“Kalau ada warga yang melihat dan bisa memberikan keterangan lebih jelas, kami harap dapat kooperatif. Sementara ini informasi yang kami dapat hanya sebatas adanya keributan sesama pengendara motor,” jelas Anggiat.

Sementara itu, kondisi Faisal dipastikan tidak mengalami luka serius. Meski hasil visum resmi belum keluar, polisi menyebut korban hanya mengalami memar di tangan dan kaki.

“Tidak ada luka berat, hanya memar saja,” tambahnya.

Kronologi Kejadian

Insiden bermula ketika Faisal tengah mengantarkan Kala, anak Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo, ke sekolah. Saat melintas di depan restoran Shabu Hachi, Kemang, sekitar pukul 07.15 WIB, motor Vespa berwarna pink tiba-tiba melaju melawan arah dan hampir menabrak motor yang dikendarai Faisal bersama Kala.

Faisal kemudian membunyikan klakson sebagai peringatan. Namun, pengendara Vespa itu justru berbalik arah, merasa tidak terima, dan menghadang Faisal.

“Motor pink itu marah setelah diklakson, langsung menghadang Faisal,” tulis Zaskia di Instagram.

Pelaku lalu memaksa Faisal turun dan melakukan pemukulan. Kala yang berada di jok belakang panik, namun berhasil diamankan seorang penjual bubur di lokasi.

“Faisal dipukuli hingga jatuh, bahkan leher, pinggang, dan kepalanya diinjak sampai helmnya hancur,” ungkap Zaskia.

Akibat penganiayaan itu, Faisal mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan medis. Zaskia menyebut sempat ada warga yang mencoba menahan pelaku, tetapi pelaku berhasil kabur.

“Semoga pelaku bisa segera ditemukan. Mohon doa dan bantuannya, teman-teman,” tulis Zaskia.

Ia juga membagikan ciri-ciri pelaku, yakni pengendara motor Vespa pink dengan nomor polisi B 3701 FRM.

Briptu Rizka Sintiani Diperiksa Propam Usai Jadi Tersangka Kasus Kematian Suaminya, Brigadir EscoBriptu Rizka Sintiani r...
24/09/2025

Briptu Rizka Sintiani Diperiksa Propam Usai Jadi Tersangka Kasus Kematian Suaminya, Brigadir Esco

Briptu Rizka Sintiani resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kematian suaminya, seorang anggota intel Polri bernama Brigadir Esco Fasca Rely. Usai penetapan tersebut, anggota Polres Lombok Barat itu kini ditahan di Rutan Polda NTB untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain proses pidana, Rizka juga tengah menghadapi pemeriksaan Propam Polda NTB terkait dugaan pelanggaran kode etik.

“Sedang dalam pemeriksaan Propam ya,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhamad Kholid.

Pemeriksaan Keluarga Korban

Tidak hanya Rizka, pihak keluarga Brigadir Esco juga dimintai keterangan oleh Propam. Hal ini dibenarkan oleh kuasa hukum keluarga korban, Muhanan.

Menurutnya, pihak keluarga sudah dihubungi Propam Polda NTB untuk memberikan keterangan tambahan terkait kode etik yang melibatkan Rizka.
“Pertemuan sekitar 10–15 menit di Polres, hanya untuk memperjelas soal kode etik. Kemungkinan kami akan kembali dimintai keterangan,” jelasnya.

Muhanan menambahkan, hingga kini belum ada kepastian soal sanksi kode etik yang akan dijatuhkan kepada Rizka. Ia menduga proses pidana dan sidang kode etik akan berjalan beriringan, seperti kasus sebelumnya yang menimpa Kompol Yogi.

Tanggapan Kuasa Hukum Briptu Rizka

Di sisi lain, kuasa hukum Briptu Rizka, Rossi, membenarkan bahwa kliennya saat ini ditahan di Rutan Polda NTB.
“Benar, surat penahanan sudah kami terima,” ujarnya.

Rossi masih mempelajari langkah hukum yang akan diambil, termasuk kemungkinan mengajukan penangguhan penahanan.
“Saat ini kami sedang mendalami dulu opsi hukum yang tersedia,” tambahnya.

Kronologi Penemuan Jasad Brigadir Esco

Brigadir Esco dinyatakan hilang sejak 19 Agustus 2025. Hampir sebulan kemudian, pada Senin (25/8/2025), jasadnya ditemukan dalam kondisi tergantung dengan tubuh terikat di sebuah lokasi yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari rumahnya.

Jasad Esco ditemukan pertama kali oleh mertuanya, H Saiun, yang saat itu tengah mencari ayam peliharaannya.
“Awalnya saya kira itu anjing yang tergantung. Setelah saya dekati ternyata mayat. Setelah dicek lebih lanjut, ternyata menantu saya,” tutur Saiun.

Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak hingga wajahnya sulit dikenali. Hal ini menimbulkan dugaan awal bahwa korban bunuh diri. Namun keluarga dan warga sekitar menilai banyak kejanggalan.

Kejanggalan Kematian Korban

Saiun mengungkapkan, posisi tubuh korban tidak seperti orang yang bunuh diri. Tali yang menjerat lehernya justru dalam kondisi kendor, sementara tubuh korban berada dalam posisi miring telentang, tergantung pada pohon kecil.
“Masyarakat di sini tidak percaya dia bunuh diri,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Suhaimi. Ia juga meragukan dugaan bunuh diri karena posisi jasad tidak wajar.
“Banyak kejanggalan, tapi kami serahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang,” ujarnya.

Penetapan Tersangka

Setelah melakukan penyelidikan, penyidik akhirnya menetapkan Briptu Rizka Sintiani sebagai tersangka pada Jumat (19/9/2025).

Penetapan ini dilakukan setelah pemeriksaan terhadap 53 saksi, melibatkan ahli pidana dan kriminologi, serta penggunaan lie detector. Meski begitu, polisi belum mengungkap motif pembunuhan maupun kemungkinan adanya pelaku lain.

“Hasil gelar perkara menetapkan istri korban, Briptu Rizka Sintiani, sebagai tersangka,” kata Kombes Pol Mohammad Kholid.

Kasus ini masih terus didalami, baik dari sisi pidana maupun kode etik, untuk memastikan kebenaran di balik kematian Brigadir Esco.

Dua Pemuda Bersaudara Meninggal Usai Tenggak Minuman OplosanKabar duka datang dari Papalang Mamuju. Dua pemuda yang masi...
23/09/2025

Dua Pemuda Bersaudara Meninggal Usai Tenggak Minuman Oplosan

Kabar duka datang dari Papalang Mamuju. Dua pemuda yang masih memiliki hubungan darah alias bersaudara dilaporkan meninggal dunia setelah menenggak minuman oplosan.

Peristiwa ini menyisakan luka mendalam, terutama bagi orang tua korban yang harus merelakan kepergian anak-anak mereka di usia muda.

Kejadian tragis tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda agar lebih berhati-hati dalam menjalani masa remaja. Masa transisi menuju dewasa memang penuh tantangan, namun bila tidak dikendalikan dengan baik, risiko yang dihadapi bisa sangat besar.

Apabila terjerumus pada hal-hal yang merusak diri, keselamatan semakin sulit diraih, dan jika pun selamat, jalan menuju kesuksesan akan terasa semakin jauh.

Untuk itu, kepada para remaja yang sedang berjuang membentuk masa depan, bijaklah dalam mengambil langkah dan keputusan. Jangan sampai satu kesalahan justru membawa penyesalan seumur hidup.

Kabar duka dari Papalang ini benar-benar menyayat hati para orang tua, sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua agar lebih peduli pada keselamatan generasi muda.

Terungkap Motif Pembunuhan Karyawan PNM di Sulbar, Mayatnya Ditemukan Tak Bercelana di Kebun KelapaKasus kematian tragis...
23/09/2025

Terungkap Motif Pembunuhan Karyawan PNM di Sulbar, Mayatnya Ditemukan Tak Bercelana di Kebun Kelapa

Kasus kematian tragis menimpa Hijrah (19), seorang karyawati PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Awalnya, Hijrah dilaporkan meninggal dunia saat melaksanakan tugas menagih setoran nasabah. Namun hasil penyelidikan polisi kemudian mengungkap fakta mengejutkan: ia menjadi korban pembunuhan.

Kronologi Kejadian

Jenazah Hijrah ditemukan di kebun kelapa, Dusun Tangga-Tangga, Desa Sarjo, pada Sabtu (20/9/2025). Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya diketahui bahwa pelakunya adalah Risman (33), suami dari salah satu nasabah PNM bernama Nurlina.

Kasus bermula saat Hijrah mendatangi rumah Nurlina di Dusun Urabanua untuk menagih angsuran. Di sana ia bertemu dengan Risman yang mengaku belum memiliki uang. Malam harinya sekitar pukul 21.00 WITA, Hijrah kembali datang dan mendesak pembayaran. Risman sempat mencoba mencari pinjaman ke tetangga dengan ditemani korban, namun tidak berhasil.

Dalam perjalanan pulang, keduanya terlibat adu mulut. Menurut pengakuan pelaku, korban sempat melontarkan ucapan yang menyinggung perasaannya: “Kalau tidak bisa bayar utang, jangan berutang.” Ucapan itu membuat Risman emosi hingga melakukan tindak kekerasan.

Hijrah ditendang hingga jatuh, kepalanya dibenturkan ke tanah, lalu dicekik. Tak berhenti di situ, Risman menggunakan jilbab korban untuk menjerat lehernya hingga tewas. Setelah memastikan korban tak bernyawa, pelaku bahkan melakukan aksi keji dengan menanggalkan celana korban untuk mempermalukannya.

Motor milik Hijrah disembunyikan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, sementara pelaku pulang berjalan kaki seolah tidak terjadi apa-apa.

Penemuan Jasad

Keesokan paginya, warga bernama Gufran bersama anggota Linmas, Hamal, menemukan jasad korban di kebun kelapa. Penemuan itu langsung menggegerkan warga sekitar. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Ako, sebelum akhirnya tim forensik RS Bhayangkara Mamuju melakukan autopsi.

“Berkat kerja cepat tim, pelaku berhasil kami ringkus kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad korban,” ungkap Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, IPTU Rully Marwan.

Penetapan Tersangka

Dari hasil penyelidikan, keterangan saksi, serta autopsi, polisi mengantongi bukti cukup untuk menetapkan Risman sebagai tersangka. Ia kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pasangkayu.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan utang-piutang dapat berujung tragedi apabila emosi tidak terkendali.

Rumah Pelaku Dibongkar Warga

Aksi balasan datang dari keluarga korban dan warga Desa Sarjo. Pada Minggu (21/9/2025), rumah Risman dibongkar beramai-ramai sekitar pukul 15.00 WITA. Warga menggunakan balok kayu dan besi untuk merobohkan bangunan, sementara barang-barang di dalamnya telah dikosongkan sebelumnya. Bahkan keluarga korban berencana menarik pondasi rumah dengan truk agar pembongkaran lebih cepat selesai.

Menurut Harmina, keluarga korban, aksi itu merupakan wujud kekecewaan atas perbuatan Risman. “Tidak hanya keluarga dari Desa Maponu, tapi juga dari luar desa ikut membantu. Warga Sarjo pun mendukung, karena pelaku dianggap sudah mencoreng nama kampung,” ujarnya.

Kapolsek Bambalamotu, Iptu Yauri Yusuf, menegaskan pihaknya akan menjaga agar situasi tetap kondusif. “Aksi sudah selesai dan keluarga memastikan tidak akan ada tindakan lanjutan,” jelasnya.

Dengan ditangkapnya pelaku, masyarakat diimbau tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

Address

Bogor

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Info Promo Menarik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share