12/10/2022
- Ucapan Adalah Doa -
Ketika kecil, kita sering sekali mendengar kalimat kalimat larangan dari orang tua terlebih dari ibu. Bahkan sampai kini sudah dewasapun masih sering mendengar kalimat kalimat larangan namun lebih ke konteks dewasa tentunya.
Ibu : Nduk, jangan makan berutu nanti pelupa lho.
Ibu : Nduk, jangan duduk di pintu nanti jodohnya jauh.
Ibu : Nduk, jangan ajang lemper nanti hajatan nikahnya hujan terus.
Ibu : Nduk, jangan duduk di meja nanti gedenya nanggung banyak hutang.
Ibu : Nduk, jangan makan buah bekas dimakan codot nanti putingnya bernanah kalo nyusuin anakmu.
Ibu : Nduk, lagi hamil jangan nutup lubang nanti lahirannya susah.
Ibu : Nduk, lagi hamil jangan menjahit nanti daun telinga anakmu ada yg bolong.
Dan masih banyak lagi larangan larangan yg hampir semuanya adalah mitos.
Dan suatu ketika :
Masih muda tapi pelupa, itu bukan karna waktu kecil kita sering makan berutu, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Usia sudah matang tapi belum juga berjodoh, itu bukan karna kita sering duduk di depan pintu, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Sedang melaksanakan pesta pernikahan namun seharian diguyur hujan, itu bukan karna dulu kita sering ajang lemper, melainkan karna ucapan seorang IBU dan memang sedang musim penghujan.
Sudah dewasa menanggung banyak beban hutang, itu bukan karna waktu kecil kita sering duduk di meja, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Puting bernanah saat masa menyusui, itu bukan karna kita pernah makan buah bekas codot, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Kontraksi berhari hari namun belum ada pembukaan, itu bukan karna kita pernah menutup lubang saat hamil, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Saat anak lahir ada cacat di daun telinga seperti lubang sebesar jarum, itu bukan karna saat hamil kita pernah menjahit, melainkan karna ucapan seorang IBU.
Apa yang terjadi semua adalah atas izin Allah melalui ucapan IBU kepada anak anaknya.
"Janganlah sekali kali kamu mendoakan kejelekan atas anak-anakmu, (yg dikhawatirkan) doa tersebut benar benar terjadi dan menimpa mereka" (HR. Muslim)
Masih mau berkata MITOS seperti di atas ke anak anakmu bu?
Masih mau menjadi perantara keburukan anak anak melalui ucapanmu bu?
🥺🥺🥺🥺🥺