31/12/2011
Renungan diakhir tahun masehi...
TAULADAN
Rasulullah hanya diam dan terus menyuapi pengemis dgn penuh kelembutan. Setiap hari Rasulullah mendatangi pengemis itu & tetap menyuapi dia penuh kelembutan. Dan setiap kali p**a pengemis itu tetap menjelek2kan Rasulullah. Itu terjadi selama bertahun2.
Ketika Rasululullah dlm keadaan sakit menjelang ajal, beliau memanggil Abu Bakar R.A., beliau meminta tolong sahabatnya itu agar menggantikan tugasnya menyuapi pengemis itu. Abu Bakar lalu mendatangi pengemis itu. Ketika disuapi, pengemis itu tiba2 berteriak, "hei, siapa engkau? Kamu bukan orang yg biasanya menyuapiku". "Aku Abu Bakar, aku menggantikan dia krn dia saat ini sdg sakit. apa ada yg salah?". "Oh, pantas. Orang itu selalu menggilingkan terlebih dahulu makanan keras ini sampai lembut, baru kemudian menyuapkannya ke aku, krn gigi2ku tdk mampu lg mengunyah". Abu Bakar menurutinya.
Seperti yg sebelum2nya, pengemis itu tetap saja mencacimaki Rasulullah. Abu Bakar sangat terkejut, lalu menghentikan suapannya & menangis tersedu2.
"Hei kenapa kau menangis?" Tanya pengemis itu. "Apakah kau selalu mencacimaki Muhammad seperti ini?", tanya Abu Bakar. Pengemis itu mengiyakan. Abu Bakar menangis semakin keras. "Orang tua, tahukah engkau siapa yg tlah menyuapimu selama bertahun2 ini setiap hari?". Pengemis buta itu menggeleng.
"Dialah Muhammad Rasulullah, org yg menyuapimu selama bertahun2, yg engkau cacimaki p**a setiap hari. Dia sekarang dalam keadaan sakit tapi masih memikirkan engkau dan menugaskan aku utk menggantikan tugasnya menyuapimu". Pengemis itu sangat terkejut bukan main. Dia sama sekali tdk pernah menyangka kalau org yg menyuapi dia dgn penuh kelembutan slm bertahun2 tanpa dia tahu namanya itu adlh org yg dia hujat & cacimaki setiap hari.
Sambil menangis pengemis itu berkata, "Abu Bakar, aku bersaksi tiada Tuhan selain ALLAH dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasulullah". >
Semoga kisah ini menginspirasi kita semua dalam meneladani RASULLAH SAW dalam kebersahajaan beliau menyebarkan energi positif ISLAM sebagai ajaran Rahmatan Lil Alamin.
Inilah konsep dan metodologi sebagaimana teladan yang diberikan Rasulullah kepada kita. Teladan inilah yg juga diteruskan oleh para wali dlm menyebarkan cahaya islam di nusantara berabad lalu shg islam menjadi besar spt skrg ini.
Insya ALLAH... ALLAH SWT ridha dengan upaya kita meneladani RASULLAH SAW... aamiin