Galeri Umma

Galeri Umma Menjual Perlengkapan muslim seperti hijab, gamis, kaos anak, koko anak dll

15/09/2017
KENAPA kambingnya di sembelih? Kok kejam banget“Bunda, kasihan ya anak yang jualan plastik di pasar tadi,” kata Habibi s...
01/09/2017

KENAPA kambingnya di sembelih? Kok kejam banget

“Bunda, kasihan ya anak yang jualan plastik di pasar tadi,” kata Habibi setelah p**ang menemani ibunya berbelanja.

Ibunya menoleh menatap anak sulungnya ini, menunggu Habibi melanjutkan kalimatnya.

“Bajunya kotor, tidak pakai sepatu, tidak sekolah, harus berjualan bukannya bermain. Kan kasihan? Bunda, bukankah Allah Mahakuasa? Kenapa Allah membuat anak itu miskin?” tanya Habibi.

“Habibi, Allah menetapkan semuanya tidak dengan sia-sia. Coba bayangkan kalau semua orang kaya dan punya semuanya, apa yang akan terjadi?” ibunya mencoba menjelaskan sambil membuat Habibi berpikir.

“Semuanya kaya jadi senang semua, Bunda,” kata Habibi.

“Habibi, ada orang kaya ada orang miskin di dunia ini supaya kita saling membutuhkan dan saling tolong-menolong. Orang kaya menjadi belajar untuk bersyukur dan menolong orang miskin dengan memberikan hartanya untuk kebaikan. Sementara orang miskin belajar untuk berusaha keluar dari kemiskinan dan juga bersabar dengan cobaan yang dia hadapi,” jawab ibunya.

“Supaya saling membantu ya, Bunda. Kayaknya Habibi pernah belajar itu di sekolah. Surat Al-Ma’un ya Bunda?” Habibi menanggapi jawaban ibunya.

“Benar Habibi, apa perintah Allah di surat Al-Ma’un?” tanya ibunya.

“Tidak menghardik pengemis dan berbuat baik ke anak yatim, iya kan?” jawab Habibi.

“Benar, anak Bunda pintar!” balas ibunya sambil mengusap-usap kepala Habibi.

----

Perbedaan kaya dan miskin bukanlah bentuk diskriminasi Allah kepada hamba-hamba-Nya. Harta yang orang kaya miliki menjadi ujian baginya agar memperhatikan dan berbagi kepada fakir miskin. Sementara fakir miskin belajar untuk berusaha dengan lebih baik.

Begitu p**a ada orang-orang yang diberi kelebihan kepintaran dan ilmu, keahlian. Semuanya agar kita saling tolong menolong. Sikap saling memberi dan menerima adalah cara manusia untuk bisa mencapai rida Allah.

Manusia diciptakan menjadi makhluk yang memiliki kebebasan memilih dan juga kekuatan untuk membentuk pribadinya sendiri. Jika kita diberi harta, ilmu, kemampuan yang sama persis untuk setiap manusia, kita tidak akan punya rasa saling ingin membantu dan menolong orang lain.

Jika semua orang sama dalam hal rezeki, dimana akan didapatkan kasih sayang dari si kaya kepada si miskin? Kapan nampak amalan menyambung tali silaturahmi dengan harta?

Allah berfirman, “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfa’atkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (Az-Zukhruf:32).

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah menafsirkan firman Allah di atas,

“Maksudnya agar sebagian mereka dapat memanfa’atkan sebagian yang lain dalam aktivitas,profesi,dan produksi/karya. Kalau seandainya manusia sama dalam kekayaan dan sebagian mereka tidak membutuhkan sebagian yang lain, tentu akan terhambat berbagai maslahat dan urusan mereka yang bermanfa’at” (Tafsir As-Sa’di, hal. 908).

Namun, Allah adalah Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui itu telah membagi-bagi rezeki hamba-hamba-Nya. Sehingga manusia tidak sama dalam masalah rezeki. Ada yang kaya dan ada p**a yang miskin.

Maka Allah memerintahkan orang yang kaya untuk bersyukur dan berinfak dan memerintahkan orang yang miskin untuk bersabar serta mengharapkan kasih sayang dari-Nya.

Namun di balik harta yang Allah berikan kepada kita, Allah selalu menilai masing-masing dari diri kita dari satu hal: ketakwaan kita sebagai hamba-hamba-Nya.

Semoga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Jangan lupa untuk Share-Share terus kontennya agar sebagai ikhtiar kita semua untuk menyebarkan pesan kebaikan ke seluruh penjuru dunia dan jika ada saran atau masukkan bisa ketik di kolom komentar ya Ayah Bunda

Jangan Lupa like Fanspagenya untuk konten-konten lainnya
Klik di sini ==> bit.ly/LikeFanspage

Untuk order Kaos Afrakids
Klik di sini ==> bit.ly/OrderKaosAFRAKIDS

01/09/2017

Kambing bakar bersaus tiram
Sungguh nikmat untuk santapan
Allahu akbar walillaahil hamd
Selamat Idul Adha kami ucapkan

Asyik bisa di praktekkan nie besok
31/08/2017

Asyik bisa di praktekkan nie besok

UNGKAPAN HATI SEORANG IBUAnakku...Bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang in...
31/08/2017

UNGKAPAN HATI SEORANG IBU
Anakku...
Bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku...
Ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.

Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.

Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.

Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugend**g dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?

Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e’ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.

Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.

Anakku...
Pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.
Kini engkau sudah dewasa...
Aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.

Anakku...
Betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.

Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.

Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.

Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.

Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis… dan sebentar lagi pasti akan padam… untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.

Anakku...
Kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia.

Anakku...
Jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa p**ang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.

Akhirnya...
Sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.

Anakku...
Aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.

IBU-MU
=== Salam Sabar ===
Dikutip dari Ruang Hati (Karyanto Boris)

Jangan lupa untuk Share-Share terus kontenny agar sebagai ikhtiar kita semua untuk menyebarkan pesan kebaikan ke seluruh penjuru dunia dan jika ada saran atau masukkan bisa ketik di kolom komentar ya Ayah Bunda
Jangan Lupa like Fanspagenya

Klik di sini ===> bit.ly/LikeFanspage
Untuk order Kaos Afrakids

Klik di sini ==> bit.ly/OrderKaosAFRAKIDS

KENAPA ALLAH Nggak Kelihatan? Bukankah Allah Mahabesar? ::“Ayah, Allahu Akbar itu artinya Allah Mahabesar kan ya?” tanya...
26/08/2017

KENAPA ALLAH Nggak Kelihatan? Bukankah Allah Mahabesar? ::

“Ayah, Allahu Akbar itu artinya Allah Mahabesar kan ya?” tanya Alif.

“Iya, benar Kak,” jawab ayahnya.

“Kalau Allah memang Mahabesar, kenapa Allah nggak kelihatan, Yah?” tanya Alif lagi.

“Kak, Allah Mahabesar itu berarti Allah menguasai segala sesuatu. Allah tidak kelihatan karena mata kita tidak bisa melihat Allah. Alif, Allah itu Mahagaib. Allah memilih siapa saja yang bisa melihat-Nya. Selama kita hidup, kita tidak akan bisa melihat Allah,” jawab ayahnya.

“Kalau kita tidak bisa melihat Allah, dari mana kita tahu kalau Allah itu ada?” Alif kembali bertanya.

“Alif, kalau kamu lihat gedung yang ada di depan kita? Apakah kamu percaya kalau gedung itu ada yang membuatnya?” ayahnya kembali bertanya pada Alif.

“Percaya d**g, Yah,” jawab Alif.

“Begitu juga kita. Ayah, Alif, dan semua yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakan. Dan yang menciptakan kita semua itu Yang Maha Pencipta, Allah. Kitalah bukti kalau Allah itu ada,” kata ayahnya.

“Oooh begitu ya, Ayah,” balas Alif.

“Iya. Allah nanti akan menunjukkan “wajah”-Nya. Wajah Allah tidak seperti wajah kita atau makhluk lainnya, tidak ada yang serupa dengan Allah. Tapi wajah Allah itu sangat indah,” ayahnya menjelaskan.

“Kapan Allah menunjukkan wajah-Nya, Yah?” tanya Alif.

“Di surga nanti, Allah akan bertanya ke penghuni surga, apakah ingin melihat wajah Allah. Lalu saat Allah memperlihatkan wajah-Nya, waktu seperti berhenti. Tidak ada kenikmatan yang lebih besar daripada melihat wajah Allah. Alif senang banget kan saat ayah belikan mainan, rasa senangnya penghuni surga bisa melihat wajah Allah itu jauh lebih besar daripada itu,” kata ayahnya.

“Oooh begitu ya, Yah. Alif pengen juga bisa melihat wajah Allah,” kata Alif.

“Bagus Alif, yuk kita berdoa supaya Allah memasukkan kita ke surga,” ajak ayahnya.

Ayah Bunda, anak-anak membayangkan suatu hal sesuai dengan yang pernah ia lihat atau pun sesuai imajinasinya. Begitu p**a saat mendengar penjelasan tentang Allah. Ketika ia mendengar arti dari Allahu Akbar itu Allah Mahabesar, bisa jadi anak akan membayangkan Allah “besar” sesuai dengan yang bisa matanya lihat.

Padahal kemampuan mata kita sangatlah terbatas. Kita saja tidak bisa melihat semua makhluk Allah dengan mata telanjang, misalnya kita tidak bisa melihat bakteri secara langsung.

Sementara Allah tidak serupa dengan makhluk-makhluk-Nya. Jadi sekuat apa pun kita membayangkan, kita tidak akan mampu mengetahui dzat Allah. Namun kita diberi kemampuan oleh Allah untuk memahami makhluk-makhluk-Nya. Dari makhluk itulah kita bisa belajar memahami Allah.

Kita tidak bisa melihat Allah, tapi sebagai muslim kita memahami bahwa yang diciptakan pasti memiliki Pencipta. Dalam Quran Allah berkali-kali menyuruh kita memperhatikan ciptaan-Nya, yang akhirnya membuat kita makin memahami bahwa semuanya pasti diciptakan oleh Yang Maha Kuasa.

Pemahaman ini yang ditumbuhkan menjadi keimanan, sesuai firman Allah yang maknanya:

“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.” (QS Yasin [36] : 11)

dengan bekal keimanan inilah, semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya dan memberi kita kesempatan untuk bisa melihat-Nya, sesuai firman-Nya dalam surat Al-Qiyamah ayat 22-23 yang maknanya:

"Artinya : Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat RabbNya". [Al-Qiyamah : 22-23]

Semoga kita termasuk orang-orang mukmin tersebut dan bisa mendidik keimanan anak-anak kita.
Jangan lupa untuk Share-Share terus konten Afrakids agar sebagai ikhtiar kita semua untuk menyebarkan pesan kebaikan ke seluruh penjuru dunia dan jika ada saran atau masukkan bisa ketik di kolom komentar ya Ayah Bunda

Jangan Lupa like Fanspagenya
Klik di sini ===> bit.ly/LikeFanspage

Untuk order Kaos Afrakids
Klik di sini ==> bit.ly/OrderKaosAFRAKIDS

MUHASABAH SEBELUM TIDUR"Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kepada Allah danhendaklah setiap diri memperhatikanapa ...
25/08/2017

MUHASABAH SEBELUM TIDUR

"Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan
apa yang telah diperbuatnya untuk
hari esok (akhirat); dan bertakwalah
kepada Allah" (QS. Al-Hasyr:18)

Address

Sebrang Kantor Desa Cangkudu
Cisoka
15610

Telephone

+6283877476385

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Galeri Umma posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category