11/11/2015
Edisi Inspiratif. Bio. Sturbuck dan CEO Howard Schlutz
Siapa yang tidak tahu Starbuck, yang merupakan perusahaan kopi dan jaringan Cafe Kopi terbesar didunia yang bermarkas di Seattle, Washington. Kini Starbuck memiliki lebih dari 20.000 kedai kopi yang tersebar di puluhan negara. Keberhasilan Starbuck tidak terlepas dari tangan dingin sang CEO Howard Schlutz, yang memiliki pandangan bahwa kopi bukan hanya sekedar minuman namun bagian dari kehidupan sosial, dan Starbuck menawarkan suasana cafe yang nyaman dan tempat orang berinteraksi sambil menikmati sajian kopi. Howard Schultz merupakn lulusan Sarjana Komunikasi di Northen Michigan University tahun 1975. Setelah lulus Howard bekerja di Xerox selama 3 tahun sebagai sales dan pindah ke Hammarplast perusahaan penjual mesin kopi di Amerika Serikat, disana Howard ditugaskan untuk menjual peralatan dapur, dan mesin kopi. Pesanan mesin kopi datang dari Starbuck. Starbuck awalnya merupakan perusahaan penyedia kopi lokal berkualitas dan masih sangat kecil yang didirikan oleh Jerry Baldwin, Zev Siegl dan Gordon Bowker yang didirikan pada tahun 1971. Tertarik dengan perkembangan Starbuck akhirnya Howard pun meminta untuk bisa bekerja disana, meskipun gaji yang didapat lebih kecil dari yang didapat di Hammarplast, pada tahun 1982 howard pun bekerja untuk Starbuck. Howard saat itu mendapat tugas ke Italia untuk mencari resep kopi, saat berjalan di Roma howard terkesima melihat cafe kopi disana yang sangat ramai dimana orang-orang bersantai sambil menikmati kopi. Sepulang dari italia howard menyampaikan idenya itu kepada jerry baldwin namun ditolak. Merasa tidak sejalan maka howard memutuskan keluar dari Starbuck dan membuka cafe kopinya sendiri dengan meminjam modal di Bank sebesar 1,7juta dollar. Pada april 1986 cafe yang diberi nama Il Giornale resmi dibuka dan pengunjung setiap hari mencapai 300 orang, kesuksesan Il Giornale tidak sampai disana namun mampu membuka cabang di daerah Amerika Serikat dan sukses total. Berbanding terbalik dengan Starbuck, saat itu Starbuck dinyatakan bangkrut, dan menjual sahamnya. Pada tahun 1992 Howard membeli seluruh saham Starbuck dan mengganti nama cafenya dengan nama Starbuck. Starbuck menargetkan standar yang tinggi dari pemilihan biji kopi, barista yang terampil pegawai yang harus pintar berinteraksi dengan pelanggan dan suasana cafe yang nyaman. Kini Starbuck merambah ke sajian Teh, Jus dan aneka kue. Howard mampu melihat peluang dan ide tersebut yang merubah hidupnya sampai sekarang, dari keluarga yang miskin dengan biaya kuliah dari beasiswa olahraganya, hingga menjadi pemilik Starbuck yang merupakan salah satu perusahaan yang sangat diminati oleh investor didunia.