Forkis

Forkis FORKIS founded in 2014. This brand adopted the simple art concept of Authentic. Made in Bali - Indonesia

14/08/2021

Best Funny Video

13/09/2019
"APAKAH TUJUAN HIDUP MANUSIA?"πŸ€”Jawabannya ada didalam artikel dibawah ini:πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡NOTE : ⚠️ Sukai Halaman Imanuel Corporation...
24/07/2019

"APAKAH TUJUAN HIDUP MANUSIA?"πŸ€”

Jawabannya ada didalam artikel dibawah ini:
πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

NOTE :
⚠️ Sukai Halaman Imanuel Corporation,
Jika Saudara merasa diberkati πŸ˜‡

⚠️ IKUTI halaman Imanuel Corporation,
Jika Saudara ingin UPDATE tentang
Halaman Imanuel Corporation πŸ˜‡πŸ™

APAKAH TUJUAN HIDUP MANUSIA??
πŸ˜‡πŸ˜‡β€οΈβ€οΈ
=============================

Ilustrasi oleh Laura Roesyella

β€œApakah Tujuan Hidup Manusia?”

Pertanyaan yang sangat fundamental ini menyangkut aspek filosofis dan praktis. Para filsuf memikirkannya. Orang biasa pun menggumulkannya. Apakah jawabannya? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa hidup memiliki tujuan?

Hal PERTAMA

yang perlu dipikirkan adalah kompleksitas dan keteraturan alam semesta maupun tubuh kita. Semua yang rumit dan teratur pasti menyiratkan sebuah tujuan. Kerumitan tanpa keteraturan adalah kekacauan dan hanya bersifat kebetulan. Tumpukan sampah, misalnya, mengandung kompleksitas tetapi tanpa keteraturan. Kita dapat melihat bahwa kerumitan dan keteraturan di alam semesta dan tubuh kita. Semua anggota tata surya bergerak dengan pola yang teratur. Dibutuhkan kesesuaian dengan hukum alam yang begitu kompleks untuk memiliki alam semesta seperti sekarang ini. Begitu p**a dengan tubuh kita. Perkembangan ilmu biomolekuler menunjukkan bahwa DNA manusia jauh lebih kompleks daripada yang dipikirkan oleh banyak orang. Bukan hanya ada struktur yang jelas dan rumit, tetapi juga mengandung semacam informasi di dalamnya.

Hal KEDUA

yang menyiratkan tujuan hidup adalah pencarian nilai hidup. Semua orang ingin hidupnya bermakna. Makna ini dipengaruhi oleh tujuan yang diyakini oleh orang tersebut. Segala sesuatu yang dianggap tidak selaras atau mendukung pencapaian tujuan tersebut akan dianggap kurang bernilai. Begitu p**a dengan sebaliknya. Hal-hal yang berhubungan dengan tujuan itu dipandang bernilai. Tanpa kesadaran tentang tujuan hidup, seseorang akan merasa hidupnya kurang bernilai. Apalah artinya seorang manusia di antara miliaran yang pernah ada di bumi? Apalah artinya seorang manusia di tengah-tengah alam semesta yang sedemikian besar?

Pada akhirnya, kita mengetahui bahwa hidup mempunyai tujuan karena Alkitab mengajarkan demikian. Misalnya, manusia diciptakan untuk memuliakan Allah (Yesaya 43:7). Segala sesuatu adalah dari, oleh, dan untuk Dia (Roma 11:36).

Hampir semua orang memikirkan kebahagiaan sebagai tujuan hidup. Manusia ada untuk menikmati kebahagiaan. Menariknya, Alkitab maupun teologi Kristen yang benar tidak menolak hal ini. Allah menciptakan dunia yang sedemikian baik untuk didiami oleh manusia (Kejadian 1:31). Semua yang baik di dalamnya disediakan untuk dinikmati oleh manusia (1Timotius 4:4). Katekismus Singkat Westminster juga mengajarkan: β€œTujuan tertinggi hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya.” Ada kenikmatan yang disinggung di sana. Tujuan hidup memang berkaitan dengan kebahagiaan. Persoalannya, manusia seringkali tidak memahami kebahagiaan yang sejati, p**a bagaimana mencari kebahagiaan. Atau, benarkah kebahagiaan perlu dicari? Mungkinkah kebahagiaan merupakan konsekuensi (hasil) dari mencari yang lain?

Realita hidup mengungkapkan bahwa hal-hal yang non-material membawa kepuasan yang lebih daripada hal-hal yang material. Beragam survei menunjukkan bahwa manusia mendapatkan kepuasan yang lebih pada saat mereka membagi apa yang mereka miliki dengan orang lain daripada menggunakannya untuk diri sendiri.

Lalu, banyak orang juga menyetujui bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh seberapa banyak yang dimiliki oleh seseorang, tetapi seberapa banyak orang itu bisa mengapresiasi apa yang dia miliki. Ada orang kaya yang tidak berbahagia karena selalu merasa kurang. Sebaliknya, ada orang yang hidup sederhana namun bahagia.

Kenyataan juga mengajarkan bahwa orang rela menguras harta mereka demi sesuatu yang non-material. Sebagai contoh, semua orang yang berpikiran jernih pasti akan sependapat bahwa uang pada dirinya sendiri tidak membawa kebahagiaan. Uang hanyalah sarana untuk mendapatkan hal lain yang mampu memberi kebahagiaan. Dengan uang yang melimpah, seseorang bisa membeli barang-barang yang berharga, sehingga dia mendapatkan pengakuan atau penghargaan dari orang lain. Orang mau kehilangan begitu banyak uang untuk operasi plastik dan perbaikan penampilan, demi mendapatkan pujian dari orang lain.

Lebih jauh, di antara semua hal yang non-material, kita menemukan bahwa hal-hal yang bermoral adalah lebih bernilai daripada yang lain. Kita mengeluarkan uang untuk berlibur dan menikmati keindahan alam. Yang kita peroleh dari aktivitas ini juga non-material, yaitu pengalaman, kenyamanan, dan ketakjuban. Namun, harus diakui, orang lain akan lebih mengapresiasi apabila kita menggunakan uang kita untuk sesuatu yang mengandung bobot moralitas, misalnya proyek misi atau kemanusiaan di pedesaan atau tempat terpencil.

Pengamatan terakhir: Keutamaan hal-hal yang personal juga terlihat pada saat manusia berada di penghujung hidupnya. Orang tidak lagi memusingkan hal-hal yang material. Bahkan pencapaian-pencapaian moral pun seringkali dianggap kurang begitu penting. Yang diutamakan adalah relasi. Keluarga. Orang-orang yang dia kasihi.

Semua penjelasan di atas – keutamaan hal-hal yang non-material, bermoral, dan personal – seyogyanya menuntun kita untuk memahami tujuan hidup yang sesungguhnya. Apa yang sering ditawarkan oleh dunia sebagai tujuan hidup atau kebahagiaan hidup ternyata tidak esensial, apalagi fundamental. Semua hanya di permukaan belaka (superfisial). Tidak heran, semakin besar upaya mereka untuk memperoleh kebahagiaan, semakin besar kekecewaan mereka.

Allah memang menyediakan kebahagiaan bagi manusia. Namun, jalan menuju ke sana sangat berbeda degan yang diberikan oleh dunia. Kebahagiaan bukan motivasi atau destinasi, namun sebuah KONSEKUENSI atau HASIL dari memuliakan Tuhan. Tatkala manusia berhasil mencapai tujuan hidupnya – yaitu memuliakan Penciptanya – manusia akan mendapatkan kenikmatan, sebab ia telah mendapatkan arti, nilai, serta tujuan hidup. Inilah pencapaian yang sesungguhnya. Inilah jalan menuju kebahagiaan versi Alkitab. Maka, jangan menyia-nyiakan hidupmu!

Renungkanlah:

Sudahkah kita menemukan tujuan hidup yang sejati dalam Kristus, serta menghidupinya?

* * *




03/07/2019
01/07/2019

MENGHADAPI PENDERITAAN TIDAK DENGAN SIKAP CENGENG πŸ€”πŸ€”
==========================

Oleh Salsabila Patria, Jakarta

Masa kecil adalah masa-masa di mana kita mulai belajar dan mengenal berbagai perasaan, salah satunya adalah perasaan takut ketika mainan kita diambil. Namun, ketika kepunyaan kita diambil, biasanya orang tua kita akan memihak pada kita dan memberikan mainan itu kembali.

Ketika kita beranjak dewasa, kita mulai menyadari bahwa dunia tidak selalu berpihak kepada kita. Banyak ketidakadilan yang sering terjadi di sekitar kita dan kita merasa berhak untuk menuntut keadilan jika ketidakdilan itu menimpa kita. Salah satu contoh sederhana yang mungkin sering kita alami adalah kesedihan dan kekecewaaan kita ketika Tuhan tidak mengabulkan doa kita. Atau, ketika banyak masalah yang datang menimpa kita padahal kita merasa sudah melakukan banyak hal untuk melayani Tuhan. Tanpa sadar, kita lupa bahwa kesedihan dan kekecewaan kita tersebut mencerminkan sebuah cara untuk mengatur Tuhan agar Dia memenuhi keinginan-keinginan kita sesuai dengan apa yang kita kehendaki.

Mungkin penjelasan-penjelasan di atas terdengar membosankan karena terlalu sering kita mendengarnya dari pendeta-pendeta di gereja. Mungkin juga, ketika kita mendengarnya lagi, kita merasa hal itu tidak mungkin kita alami karena kita juga sudah terlalu sering mendengar β€œmengikut Kristus bukanlah perkara mudah”. Mengapa aku berkata demikian? Karena aku mengalaminya.

Selama ini aku memahami bahwa mengikut Kristus merupakan perkara yang tidak mudah dan penuh tantangan. Aku pun selalu mendapatkan penguatan-penguatan dari orang-orang di sekitarku mengenai hal tersebut. Namun, ada kalanya aku tetap merasa sedih dan mempertanyakan kesedihanku kepada Tuhan.

Belakangan aku merasa lelah dengan imanku. Sudah empat tahun aku mengikut Kristus secara diam-diam (Sebelumnya sudah pernah kutuliskan di sini). Sejak kelas 3 SMA, aku menyembunyikan imanku kepada Kristus dari keluarga dan sebagian besar teman-temanku. Awalnya aku sangat menggebu-gebu dan penuh sukacita menjalaninya, namun belakangan aku merasa lelah. Semuanya terasa seperti sandiwara. Aku sedih kehilangan relasi dengan sahabat-sahabatku karena imanku. Aku pun lelah karena ada orang-orang yang justru berburuk sangka tentang imanku. Mereka mengira aku tidak sungguh-sungguh mengikut Kristus. Mereka kira aku sekadar ikut-ikuan dan terpengaruh orang lain. Bahkan, ada juga yang mengira aku mengikut Kristus demi menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.

Kelelahanku membuatku bertanya-tanya kepada Tuhan, β€œTuhan mengapa aku tidak dilahirkan di keluarga Kristen? Mengapa aku harus melalui semua ini? Mengapa orang-orang itu tidak memandangku dengan baik meski aku telah mengikut Engkau? Mengapa mereka bukannya menguatkan tapi malah menjatuhkan? Mengapa ibuku semakin fanatik dengan imannya dan membuatku sulit untuk mengabarkan Injil kepadanya? Mengapa ayah kandungku meninggal saat aku SD dan aku mendapatkan ayah baru yang fanatik? Mengapa aku harus berpura-pura? Sungguh, aku lelah Tuhan hidup dalam dua β€˜dunia’ seperti ini. Sampai kapan Tuhan? Apa yang harus aku lakukan, Tuhan?” dan sederet pertanyaan lainnya.

Pilihan sikap untuk menghadapi penderitaan

Aku menangis selama beberapa waktu sampai suatu hari aku diingatkan saat ibadah Minggu melalui firman yang ditulis oleh Petrus dalam 1 Petrus 2:11-3:12. Dalam bacaan tersebut, Petrus mengingatkan kembali bahwa identitas baru kita dalam Tuhan tidak mengubah relasi sosial kita dalam kehidupan bermasyarakat. Petrus secara khusus mengingatkan para hamba-hamba (budak) pada ayat 18 untuk tetap tunduk kepada tuan mereka, bukan hanya kepada tuan yang baik namun juga kepada tuan yang bengis. Tidak hanya itu, setelah para budak, Petrus juga menguatkan para istri untuk tunduk kepada suami mereka, bukan hanya kepada suami yang taat, namun juga kepada yang tidak taat.

Jika kita lihat dalam ayat-ayat tersebut, Petrus menghubungkan budak dengan istri melalui teladan Kristus. Mengapa demikian? Pada saat itu, para budak dan istri adalah dua kelompok masyarakat yang penderitaannya paling mirip dengan penderitaan yang Kristus alami (Innocent suffering). Petrus mengingatkan para budak dan para istri agar tetap menghormati tuan dan suami mereka dan tetap berbuat baik kepada mereka agar terang Kristus boleh terpancar melalui setiap perbuatan baik mereka.

Tentunya ini bukan hal yang mudah. Bagi para budak, mereka adalah kaum yang tidak dianggap dan sering mengalami penderitaan. Tetapi, justru secara khusus Petrus menuliskan surat yang menguatkan mereka dan mengingatkan mereka bahwa identitas mereka adalah manusia yang Tuhan kasihi; identitas mereka tidak bergantung kepada tuan mereka dan Tuhan telah rela mengalami penderitaan yang serupa karena kasih-Nya kepada manusia. Begitupun para istri yang menerima identitas baru dalam Kristus. Mereka mungkin tidak bisa mengabarkan Injil melalui perkataaan mereka kepada suami atau keluarga mereka. Mereka dikenal sebagai kaum yang sulit dipercaya dan harus selalu patuh kepada suami mereka. Dengan iman mereka yang baru (iman kepada Kristus), masyarakat akan menganggap mereka telah mencoreng nama baik keluarga, merusak relasi mereka dengan suami dan anak-anak mereka. Bahkan, mereka bisa saja diceraikan, dibuang, dan dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, Petrus menekankan agar mereka, para istri, tetap tunduk menghormati suaminya sebagai bentuk penyembahan mereka kepada Kristus.

Tidak hanya para istri, Petrus juga melanjutkan suratnya kepada para suami yang telah beriman kepada Kristus. Dalam suratnya, Petrus mengingatkan agar para suami yang pada zaman itu sangat berhak memaksa dan mengatur kehidupan keluarganya, tetap berlaku bijaksana dan menghormati istri mereka, walaupun mungkin istri dan anak-anak mereka bukan orang percaya. Petrus mengingatkan bahwa Kristus tidak mengajarkan pemaksaan, meskipun Kristus tentu memiliki kuasa untuk memaksa atau melawan musuh-musuh-Nya dalam penderitaan-Nya.

Mendengar setiap firman yang disampaikan itu, pikiranku benar-benar melayang, membayangkan keadaan pada masa itu dan membayangkan setiap peran yang Petrus sebutkan. Aku membayangkan pasti sangat sulit bagi para budak yang sudah melakukan setiap pekerjaan mereka dengan baik namun tetap harus menerima dengan kasih setiap bentakan, cacian, dan siksaan dari majika yang kejam. Kemudian, aku mengaitkan kondisiku saat ini dengan kondisi para istri yang mungkin mirip sepertiku. Ya, aku seperti mereka. Aku belum bisa mengabarkan kabar baik secara langsung (lisan) kepada keluargaku. Tapi, aku tetap harus berbuat baik serta menghormati mereka dengan kasih Kristus. Aku juga membayangkan seandainya aku menjadi suami pada zaman itu, mungkin aku akan sangat tergoda untuk memaksa istri dan keluargaku untuk mengikuti iman yang sama seperti yang kuikuti. Akan sangat mudah bagiku untuk menjalani hidup tanpa harus merasaakn rasa malu dari masyarakat sekitar maupun teman-teman karena imanku yang berbeda dari keluargaku.

Aku kembali merefleksikan semua itu kepada teladan yang Kristus ajarkan. Aku kembali menangis. Ya, kali ini aku menangis karena aku merasa terlalu cengeng jika dibandingkan dengan mereka semua yang Petrus sebutkan, terlebih lagi jika dibandingkan dengan Kristus. Aku kembali mengingat betapa Kristus sungguh mengasihiku sehingga Dia rela menderita, rela ikut β€œjatuh” ke dalam lumpur dosa, rela diam ketika dicaci dan dihina, bahkan rela terpisah dengan Bapa untuk menolong kita. Begitupun dengan Bapa yang rela memalingkan pandangan-Nya dari Anak yang sangat dikasihi-Nya, agar pandangan-Nya yang penuh kasih bisa sepenuhnya tercurah kepada kita.

Mungkin penderitaaan yang kita alami saat ini terasa sangat sulit untuk dilalui, namun marilah terus memandang kepada teladan yang Kristus telah berikan kepada kita. Jika Kristus sudah begitu mengasihi kita, maukah kita menerima kasih-Nya dan melalui setiap penderitaan kita dengan tetap berpengharapan dan bersukacita? Jika kita telah merasakan kasih-Nya yang begitu besar bagi kita, maukah kita juga mengabarkan kasih anugerah keselamatan itu kepada mereka yang belum mendengarnya melalui tiap perkataan dan tindakan kita?

Meski terkadang aku masih merasa lelah, namun kini aku selalu berusaha mengingat bahwa setiap kelelahan yang kualami tidak seberapa dengan kelelahan yang Tuhan telah alami. Selain itu, aku juga berusaha untuk melihat orang-orang lain yang mengalami penderitaan lebih berat daripada yang kualami. Semisal, ada beberapa pengungsi dari negara-negara terkoyak perang yang juga pengikut Kristus dan harus menyembunyikan imannya, sama sepertiku. Tak hanya itu, mereka pun harus bergumul dengan hal-hal lain yang lebih berat sepertit empat tinggal, makanan, bahkan kewarganegaraan. Aku tidak sedang menjalani perjalanan ini sendirian, ada Yesus yang menyertaiku juga kita sekalian. πŸ˜‡πŸ˜‡

12/06/2019

Ini adalah Video Penjelasan Paduan Utama saat kita Pergi Berlibur / Jalan - jalan di Bali.

Selama kita berada di Bali, apa saja yang akan kita lihat, kita makan dan apa saja yang akan kita lakukan saat berada di Bali.

SELAMAT MENONTON VIDEO INI! 😍😍

DIJUAL RUMAH πŸ‘πŸ‘πŸ˜====================ALAMAT :JL.KARYA WISATA - KOMPLEK J.CITYPERUMAHAN J.METROPOLIS 1 NO.40MEDAN JOHORSPE...
29/05/2019

DIJUAL RUMAH πŸ‘πŸ‘πŸ˜
====================

ALAMAT :
JL.KARYA WISATA - KOMPLEK J.CITY
PERUMAHAN J.METROPOLIS 1 NO.40
MEDAN JOHOR

SPESIFIKASI :
βœ“ AIR SANYO
βœ“ LISTRIK 2200WATT
βœ“ TOKEN LISTRIK PINTAR
βœ“ LANTAI KERAMIK 4OX40
βœ“ KAMAR TIDUR 3
βœ“ KAMAR MANDI 2
βœ“ DAPUR DALAM
βœ“ BANGUNAN 2 1/2 LT
βœ“ ATAP RUMAH DI COR BETON
βœ“ SERTIFIKAT SHM
βœ“ SECURITY 1X24JAM
βœ“ LOKASI AMAN & STRATEGIS

BAGI TEMAN - TEMAN YANG SERIUS INGIN MEMBELI, HUBUNGI :

CP. +6282168266228
(FILJA KEMBAREN)

29/05/2019

DIJUAL RUMAH πŸ‘πŸ‘πŸ˜
====================

ALAMAT :
JL.KARYA WISATA - KOMPLEK J.CITY
PERUMAHAN J.METROPOLIS 1 NO.38
MEDAN JOHOR

SPESIFIKASI :
βœ“ AIR SANYO
βœ“ LISTRIK 2200WATT
βœ“ TOKEN LISTRIK PINTAR
βœ“ LANTAI KERAMIK 4OX40
βœ“ KAMAR TIDUR 3
βœ“ KAMAR MANDI 2
βœ“ DAPUR DALAM
βœ“ BANGUNAN 2 1/2 LT
βœ“ ATAP RUMAH DI COR BETON
βœ“ SERTIFIKAT SHM
βœ“ SECURITY 1X24JAM
βœ“ LOKASI AMAN & STRATEGIS

BAGI TEMAN - TEMAN YANG SERIUS INGIN MEMBELI, HUBUNGI :

CP. +6282168266228
(FILJA KEMBAREN)

DIJUAL RUKO!! πŸ‘πŸ‘=================ALAMAT :JL.SUNGGAL - KOMPLEK SUNGGAL INDAHNO.A8/200 - MEDAN SPESIFIKASI :βœ“ BANGUNAN 3 1...
29/05/2019

DIJUAL RUKO!! πŸ‘πŸ‘
=================

ALAMAT :
JL.SUNGGAL - KOMPLEK SUNGGAL INDAH
NO.A8/200 - MEDAN

SPESIFIKASI :
βœ“ BANGUNAN 3 1/2 LT
βœ“ LT 1 KERAMIK
βœ“ LT 2 GERANIT
βœ“ LT 3 KERAMIK MOTIF KAYU
βœ“ LT PALING ATAS KERAMIK
βœ“ LUAS BANGUNAN 4X16M
βœ“ LUAS TANAH 4.5X25M
βœ“ TANAH SERTIFIKAT SHM

COCOK UNTUK BUKA USAHA APA SAJA - KANTOR - DSB
(SANGAT DIREKOMENDASIKAN)
πŸ‘πŸ‘πŸ˜πŸ˜

BAGI TEMAN - TEMAN YANG BERMINAT BISA MENGHUBUNGI :

CP. +6282168266228
(FILJA KEMBAREN)

Address

Jalan A. Yani Utara 134 Denpasar
Denpasar

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Forkis posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Forkis:

Share