27/08/2016
Pencerahan🌟 sabtu pagi ini 🌞
🌹 DENGKI PENUTUP REJEKI 🌹
Lawannya sayang adalah benci. Di mana dengki adalah salah satu turunannya. Sebagai motivator Indonesia , hal ini sering saya ingatkan. Hati-hati!
Ada yang mengatakan bahwa dengki itu lumrah dan alamiah. Manusiawi, kononnya. Maaf, saya tidak setuju. Dengki itu sekat, bagaimana mungkin saya bisa setuju? Di buku Hanya 2 Menit , telah saya bahas panjang-lebar bahwa dengki itu bisa menutupi potensi dan menghalangi rezeki.
Sekali lagi, menutupi potensi dan menghalangi rezeki. Kok bisa begitu? Sudahlah, percaya saja. Apa Anda mau, untuk menerima penjelasan ini, Anda harus menghadap-Nya sekarang? Hehehe, nggak mau kan? Makanya, percaya saja!
Bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. Ngeri!
Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Sebagai motivator Indonesia, saya pun bertanya, "Yang konyol, siapa coba?" Tolong dijawab.
Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, jabatan, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut.
Hm, seberapa pandaikah kita sehingga kita merasa lebih tahu daripada Dia tentang kepantasan rezeki seseorang? Maka patutlah seorang alim menasihati bahwa dengki itu bisa merusak iman! Hati-hati!
Sekian dari saya,
Ippho Santosa.