Macemacem Busana Wanita

Macemacem Busana Wanita Mau cari busana wanita terlengkap ?! Berkualitas ?! Murah dengan pelayanan yang optimal?!

Pusat Busana Wanita Terlengkap, menyediakan koleksi baju muslim yang keren, trendy, terkini, harga murah tapi kualitas tetep oke.. Jam Kantor :
Sen-Jum 09.00-16.30 WIB

Diskon :
diskon 10% : untuk pembelian min.3pcs boleh campur sejenis
diskon 15% : untuk pembelian min.6pcs boleh campur sejenis

Office:
Jalan Irian Jaya
Depok, Jawa Barat
Indonesia

Wooohooo, she is wearing our "Kerudung Segiempat Paris Swarovski Motif Bunga" (Kode SWFL no 27) during her trip to Jedda...
26/06/2015

Wooohooo, she is wearing our "Kerudung Segiempat Paris Swarovski Motif Bunga" (Kode SWFL no 27) during her trip to Jeddah.

Kerudung segiempat bahan katun paris dengan motif bunga dan taburan manik seperti swarovski ini siap mempercantik tampilanmu di bulan Ramadhan, juga di Hari Raya Idul Fitri nanti.
Koleksi kerudung SWFL masih tersedia dalam beberapa warna, tapi sangaaat terbatas, yuk segera order sebelum kehabisan! ;)

Update kode warna yang masih tersedia (cek warna di postingan sebelumnya tentang SWFL):
2, 3,
7,
11,12, 13, 14, 15,
17, 18, 19, 20, 21,
24, 25, 26,
28,
30, 31, 32

Happy Shopping

10/05/2015

DUA ORANG IBU DAN PEMILIK TOKO

Suatu hari, ada 2 orang ibu memasuki toko pakaian dan ingin membeli baju. Ternyata pemilik toko itu lagi "bad mood" sehingga dia tidak melayani pelanggannya dengan baik, termasuk kedua orang ibu tadi. Malah si pemilik toko terkesan buruk, tidak sopan dengan muka cemberut.
Ibu pertama JENGKEL menerima layanan yang buruk seperti itu. Yang mengherankan, ibu kedua TETAP ENJOY, bahkan bersikap sopan pada penjualnya.
IBU PERTAMA : "Mengapa Ibu bersikap demikian sopan pada penjual yang menyebalkan itu?"
IBU KEDUA : "Kenapa saya harus mengizinkan dia MENENTUKAN CARAKU dalam bertindak? Kitalah penentu atas hidup kita, bukan orang lain."
IBU PERTAMA : "Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali?"
IBU KEDUA : "Itu masalah dia. Kalau dia mau "bad mood", tidak sopan, melayani dengan buruk, toh tidak ada kaitannya dengan kita kan? Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan menentukan hidup kita, padahal kita yang bertanggung jawab atas diri kita".
Tindakan kita kerap kali dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Kalau orang memperlakukan kita buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang buruk juga dan sebaliknya. Kalau orang tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit pada kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi demikian pelit jika harus berurusan dengan orang tersebut. Ini berarti tindakan kita dipengaruhi oleh tindakan orang lain.
Kalau direnungkan, sebenarnya betapa tidak arifnya tindakan kita. Kenapa untuk berbuat baik saja, harus menunggu orang lain baik dulu? Jagalah suasana hati kita sendiri, jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak !!!
Kita yang bertanggung jawab atas hidup kita, bukan orang lain. Hidup kita terlalu berharga, oleh sebab itu: "BUATLAH DIRIMU MEMILIKI ARTI BAGI ORANG LAIN" PEMENANG KEHIDUPAN adalah orang yang TETAP SEJUK di tempat yang PANAS. TETAP MANIS di tempat yang sangat PAHIT. TETAP MERASA KECIL meskipun telah menjadi BESAR. Dan yang TETAP TENANG di tengah BADAI yang paling HEBAT.

10/05/2015

7 Hal Kecil yang Membahagiakan Suami

Sangat banyak aktivitas istri yang membuat suami merasa dicintai dan dibutuhkan.
Misalnya ketika suami p**ang ke rumah dari bepergian, coba lakukan hal-hal kecil berikut untuknya:
1. Ketika suami tiba di rumah, sambut suami anda dan peluklah ia. Jangan asyik dengan gadget, membaca koran atau hal lain ketika suami masuk rumah.
2. Berikan pertanyaan sederhana untuk menyapa, seperti:
"Bagaimana kabar kantor Bang?"
"Abang mau minum apa?"
3. Berikan kesempatan untuk rehat dan santai sekitar 30 menit. Agar suami berganti pakaian dan membersihkan diri.
4. Jangan langsung anda ajak suami untuk berdiskusi atau anda paksa ia untuk mendengarkan curhat anda. Ia perlu waktu jeda sejenak setelah tiba di rumah.
5. Berikan apresiasi atas kerja keras dan kesungguhan usaha suami ketika ia p**ang dari kerja.
6. Tawarkan bantuan untuk membuatnya lebih nyaman. Seperti memijit atau menyiapkan air panas untuk mandi dan lain sebagainya.
7. Bila ia tengah bicara dengan anda, letakkan gadget, koran atau matikanlah televisi dan berilah ia perhatian sepenuhnya.

By : Cahyadi Takariawan

09/05/2015

Jangan Bersedih . . .

Jangan bersedih saudaraku,
Sebab rasa sedih itu laksana angin puyuh
Yang hanya akan mengacaukan arah angin,
Membuat air bah di mana-mana,
Mengubah cuaca langit,
Dan menghancurkan bunga-bunga nan indah yang ada di taman.
Kesedihan itu hanya akan mendorong dirimu untuk menghentikan putaran roda zaman,
Mengikat matahari agar tak terbit,
Memutar jarum jam kembali ke masa lalu,
Berjalan ke belakang,
Dan membawa air sungai kembali ke sumbernya semula..
Jadi, Janganlah engkau bersedih saudaraku..
Karena Allah masih ada bersama kita..

09/05/2015

Ayah, Ajaklah Anakmu Bermain

Jam menunjukkan pukul 05.30 ketika mobil ayah mulai dinyalakan untuk dipanaskan. Ayah harus berangkat pagi sekali bila tidak mau terjebak macet dan terlambat sampai di kantor. Bunda mengantarkan ayah di pintu sambil menggendong adek yang masih dalam usia menyusu. Kakak pun menggandeng tangan Bunda sambil terus mengajak bicara sang ayah. Ayah yang tergesa dan khawatir terlambat hanya menimpali sesekali. Itu pun ketika kakak sudah menanyakan hal yang sama berulang kali hingga membuat ayah bosan dan mulai merasa terganggu.
Jam 05.45 ayah pun berangkat ke kantor. Kakak dan adik menghabiskan waktu bercengkrama dengan bunda sepanjang hari. Bunda melakukan semua pekerjaan rumah sambil mengasuh kakak dan adik. Makanan bergizi pun terhidang. Baju tercuci dan tersetrika rapi. Rumah bersih dan wangi. Lalu bunda mengajarkan kakak membaca dengan telaten sambil menyusui adik. Malam pun tiba, Bunda dengan penuh kasih sayang menutup kegiatan hari ini dengan berkisah untuk kakak dan adik yang mulai mengantuk.
Tiba-tiba terdengar bunyi pagar rumah yang dibuka dan derum suara mobil ayah memasuki halaman. Anak-anak pun berlarian ke depan menyambut ayah.
“Ayah, kakak tadi diajari membuat pesawat oleh Bunda. Ayo Yah kita main, kakak sudah tunggu Ayah dari tadi”.
Ayah menjawab,”Sama bunda saja yah mainnya, ayah lelah sekali. Sekarang ayah mau mandi dan langsung istirahat. Jangan ganggu ayah yah, ayah kan seharian kerja cari uang untuk kalian.”
Kakak pun menggandeng bunda dan minta bunda menyimpankan pesawatnya sambil berkata,”Bunda, ayah capek yah cari uang untuk kita? Kalau begitu kakak main sama ayah hari Ahad saja yah Bun, kalau ayah sedang tidak bekerja.”
Ahad pun tiba. Ayah sudah mandi dan rapi di pagi hari. Melihat ayah sudah rapi, Kakak yang terlambat bangun langsung minta diambilkan pesawat untuk mengajak ayahnya bermain. Namun ayah berkata,”Mainnya sama bunda saja yah Nak, Ayah ada janji reuni dengan teman-teman ayah.Nanti p**ang ayah belikan mainan pesawat yang bagus untuk kakak.”
“Asiiik, nanti kita main ya Yah…” seru Kakak.
Ayah pun menyahut,”Sepertinya ayah akan p**ang malam hari ini, Kak. Mainnya besok sama Bunda saja yah. Yang penting, besok pagi ketika kamu bangun tidur, mainan pesawat yang baru dan bagus sudah ada di meja belajarmu.” Kakak pun mengangguk. Entah apa yang ada di hatinya…
***
Banyak dari para suami yang mengira bahwa mendidik anak adalah tanggung jawab istri. Suami tidak dituntut kecuali untuk memenuhi kebutuhan materi anak-anak dan istrinya.
Akibatnya, suami sering menghabiskan waktunya di luar rumah bersama rekan-rekannya dan ketika kembali ke rumah langsung beristirahat di kamar sambil meminta istrinya menemani anak-anak mereka agar tidak menganggu istirahatnya. Jika demikian keadaannya, keluarga tersebut jelas dalam keadaan bahaya (Asy-Syantut, 2005).
Ayah, tidak malukah pada Rasulullah, sang pemimpin ummat? Yang dalam kesibukannya yang tak terbayangkan, Beliau tetap menyediakan waktu bercengkrama dengan anggota keluarganya.
Ingatkah kisah bagaimana Rasulullah pernah sholat sambil menggendong Umamah? Beliau memberikan keteladanan dan contoh nyata cara sholat dan adabnya yang dirasakan langsung oleh si kecil Umamah, sekaligus memberikan ilmu kepada para sahabat.
Tidakkah kita ingin mencontoh kemesraan antara Rasulullah dengan Hasan dan Husein radhiallahu anhum ketika mereka duduk dan bercanda bersama? Bagaimana Beliau menyediakan punggung dan dadanya untuk dinaiki oleh kedua cucu kesayangannya, sambil mencium dan mendoakan mereka. Lihatlah nilai yang ditanamkan dari kedekatan emosional yang dibangun oleh Rasulullah dengan Hasan dan Husein.
Juga tidak lupa kita akan kisah dilarangnya Hasan memakan kurma sedekah. Penanaman nilai halal haram yang diberikan bahkan ketika si kecil sedang digendong di atas bahunya.
Tidakkah itu cara efektif menanamkan nilai keimanan? Gabungan antara kasih sayang, bermain dengan aktivitas fisik yang membangun kedekatan emosional , yang semuanya berpadu dengan ketegasan khas seorang ayah. VIP! Eksklusif hanya Ayah….. Ya! AYAH!
***
Ajaklah anakmu bermain, Ayah…
Mengoptimalkan waktu yang tidak banyak di antara kesibukanmu mencari nafkah,
Karena anakmu menanti dan menikmati kebersamaan bersamamu…
Itu semua adalah peranmu, Ayah…
Dalam mendidik anakmu, harapan terbesarmu, asetmu yang paling berharga
Karena hanya dirimu yang memiliki kombinasi lengkapnya…
Ayah,
Dirimu lah sang pemimpin keluarga ,
Dimana peran besar pendidikan keluarga ada di tanganmu,
Dirimu lah yang kelak akan mempertanggungjawabkan kepemimpinanmu terhadap kami semua di hadapan Allah pada akhirnya…

Oleh : Poppy Yuditya

08/05/2015

IKHLAS

Saat Allah menghendaki kebaikan pada kita, maka tak ada yang dapat menghalangi.
Sebaliknya, saat Allah ingin menguji kita dengan sesuatu maka tak ada yang mampu membantu.
Seringkali masalah terasa berat jika kita tak berpasrah dengan takdirNya.
Sebaliknya, masalah seberat apapun dengan KEIKHLASAN, akan terasa ringan.
Seperti mentari yang ikhlas mencurahkan sinarnya setiap hari
Seperti rembulan yang taat menerangi pekatnya malam
Seperti seorang bunda yang ridho melahirkan, membesarkan juga mendidik putra putrinya.
Ikhlas bukan berarti diam, tapi bergerak dengan keyakinan,
Berjuang dengan kesungguhan, namun menyerahkan semua hasil pada Dia yang Maha Kuasa,
Karena dia yang paling tahu takdir terbaik untuk dunia akhirat kita.
Semoga kita tergolong orang yang ikhlas menerima semua takdir dariNya, aamiin.

By : Setia Furqon Kholid

08/05/2015

Hal-hal Kecil yang Membahagiakan Istri

Sangat banyak aktivitas suami yang membuat istri merasa disayangi dan dimengerti.
John Gray, Ph.D dalam bukunya Men are from Mars, Women are from Venus memberikan contoh, ketika suami p**ang dari bekerja, lakukan hal-hal berikut di rumah:
1. Setiba di rumah, carilah istri terlebih dahulu sebelum anda melakukan hal-hal lain, dan peluklah ia.
2. Berikan pertanyaan sederhana seperti 'Bagaimana kabar si kecil hari ini?' Dan biarkan ia menjawab panjang lebar.
3. Dengarkan pembicaraannya. Ingat perempuan makhluk yang memproduksi 20.000 kosa kata setiap hari. Ia butuh didengarkan.
4. Berilah ia perhatian penuh selama 20 menit setelah anda tiba di rumah. Jangan asyik dengan gadget, membaca koran atau hal lain selama waktu tersebut.
5. Pujilah penampilan dan pelayanannya saat menyambut anda p**ang.
6. Tawarkan bantuan padanya untuk mengerjakan urusan rumah.
7. Bila ia tengah bicara dengan anda, letakkan gadget, koran atau matikanlah televisi dan berilah ia perhatian sepenuhnya.
Dan ingat, jika anda p**ang terlambat, teleponlah ia dan beritahukan padanya.
Lakukan, dan lihat hasilnya..... :)

By : Cahyadi Takariawan

07/05/2015

Wajarlah apabila kita yang sedang ditimpa suatu musibah atau kemalangan pada akhirnya mengeluh. Karena sekali lagi, itu adalah fitrah. Kini masalahnya, jangan mengeluh terlalu banyak! Itu tidak akan membantu kita sama sekali.
Ketauilah, semua keluh kesah kita hanya akan merusak diri sendiri, menyenangkan hati setan, dan memurkakan Allah.
Tapi sebaliknya, jika kita bersabar dan menerima musibah tanpa keluh kesah, diri kita akan lega, setan akan marah, dan Allah akan ridha serta sayang kepada kita.
Apapun yang sudah terjadi, itu sudah terjadi. Kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kita tidak bisa memundurkan waktu. Satu-satunya jalan adalah menuju ke depan.

07/05/2015

KISAH SECANGKIR KOPI

Suatu hari di sebuah universitas terkenal. Sekelompok alumnus bertamu di rumah dosen senior, setelah bertahun-tahun mereka lulus. Setelah mereka semua menggapai kesuksesan, kedudukan yang tinggi serta kemapanan ekonomi dan sosial.
Setelah saling menyapa dan berbasa basi, masing-masing mereka mulai mengeluhkan pekerjaannya. Jadwal yang begitu padat, tugas yang menumpuk dan banyak beban lainnya yang seringkali membuat mereka stress.
Sejenak sang dosen masuk ke dalam. Beberapa saat kemudian, beliau keluar sambil membawa nampan di atasnya teko besar berisikan kopi dan berbagai jenis cangkir.
Ada cangkir-cangkir keramik tiongkok yang mewah. Cangkir-cangkir kristal. Cangkir-cangkir melamin. Dan cangkir-cangkir plastik. Sebagian cangkir tersebut luar biasa indahnya. Ukirannya, warnanya dan harganya yang waahh. Namun ada juga cangkir plastik yang biasanya berada di rumah orang-orang yang amat miskin.
Sang dosen berkata, “Silahkan.. masing-masing menuangkan kopinya sendiri”.
Setelah setiap mahasiswa memegang cangkirnya, sang dosen berkata,
“Tidakkah kalian perhatikan bahwa hanya cangkir-cangkir mewah saja yang kalian pilih? Kalian enggan mengambil cangkir-cangkir yang biasa?
Manusiawi sebenarnya, saat masing-masing dari kalian berusaha mendapatkan yang paling istimewa. Namun seringkali itulah yang membuat kalian menjadi gelisah dan stress.
Sejatinya yang kalian butuhkan adalah kopi, bukan cangkirnya.
Akan tetapi kalian tergiur dengan cangkir-cangkir yang mewah. Terus perhatikanlah, setelah masing-masing kalian memegang cangkir tersebut, kalian akan terus berusaha mencermati cangkir yang dipegang orang lain!.
Andaikan kehidupan adalah kopi, maka pekerjaan, harta dan kedudukan sosial adalah cangkir-cangkirnya.
Jadi, hal-hal itu hanyalah perkakas yang membungkus kehidupan. Adapun kehidupan (kopi) itu sendiri, ya tetap itu-itu saja, tidak berubah.
Saat konsentrasi kita tersedot kepada cangkir, maka saat itu p**a kita akan kehilangan kesempatan untuk menikmati kopi.
Karena itu kunasehatkan pada kalian, jangan terlalu memperhatikan cangkir, akan tetapi nikmatilah kopinya…”.
Sejatinya, inilah penyakit yang diderita manusia. Banyak orang yang tidak bersyukur kepada Allah atas apa yang ia miliki, setinggi apapun kesuksesannya. Sebab ia selalu membandingkannya dengan apa yang dimiliki orang lain.
Setelah menikah dengan seorang wanita cantik yang berakhlak mulia, ia selalu berfikir bahwa orang lain menikah dengan wanita yang lebih istimewa dari istrinya.
Sudah tinggal di rumah sendiri, namun selalu membayangkan bahwa orang lain rumahnya lebih mewah dari rumah sendiri.
Ia bukannya menikmati kehidupannya beserta istri dan anak-anaknya. Tapi justru selalu memikirkan apa yang dimiliki orang lain, seraya berkata, “Aku belum punya apa yang mereka punya”.
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,
"Barang siapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya dan memiliki makanan untuk hari itu; seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya". (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan oleh al-Albani).
Seorang bijak berpetuah,
“Alangkah anehnya kebanyakan manusia! Mereka korbankan kesehatan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Setelah terkumpul, gantian mereka gunakan harta tersebut untuk mengembalikan kesehatannya yang telah hilang!
Mereka selalu gelisah memikirkan masa depan, namun melupakan hari ini. Akibatnya, mereka tidak menikmati hari ini dan tidak p**a hidup di masa datang.
Mereka senantiasa melihat apa yang dimiliki orang lain, namun tidak pernah melihat apa yang dimilikinya sendiri. Akibatnya, ia tidak bisa meraih apa yang dimiliki orang lain dan tidak p**a bisa menikmati milik sendiri.
Mereka diciptakan untuk satu tujuan, yakni beribadah. Dunia diciptakan untuk mereka gunakan sebagai sarana beribadah. Namun justru sarana tersebut malah melalaikan mereka dari tujuan utama”.
Maka, mari kita nikmati kopi kehidupan tersebut, apapun cangkirnya…
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Lihatlah orang yang ada di bawah dari kalian, jangan melihat yang ada di atas kalian, karena yang demikian lebih mendorong untuk tidak mengurangi nikmat Allah atasmu."

06/05/2015

RESEP MENAMBAH RASA CINTA BAGI SUAMI ISTRI
1. Saling PENGERTIAN..
2. Menjaga PERASAAN pasangan..
3. BERSABAR dan tidak mudah marah..
4. Memahami SIFAT dan karakter pasangan..
5. Rasakan KERINDUAN bila jauh dan bermesralah ketika berdekatan..
6. Lakukan KEGIATAN Bersama selama memungkinkan..
7. Jangan MENDIAMKAN pasangan dan merasa kesepian..
8. Memberi KEJUTAN berupa sesuatu yang paling disukai pasangan..
9. SUAMI hendaknya memberi tanpa diminta, dan ISTRI melayani tanpa disuruh..
10. Selalu berusaha menjadi sahabat SETIA untuk pasangan..
Pernahkan Anda melakukannya, sebagian atau semuanya..??
Jika tidak mari kita berusaha untuk menjadi orang yang terbaik bagi pasangan kita masing-masing, Insya ALLAH hidup akan terasa tenang dan tentram..

Semoga BERMANFAAT.. :)

06/05/2015

Apa yang Bisa Menahanmu dari Marah?
Setiap ibu perlu bisa menjawab pertanyaan ini. Karena marah bisa terjadi kapan saja, kalau kita tidak tahu remnya
Jawabannya akan khas untuk setiap ibu karena setiap ibu punya pengalaman dan kemampuan yang berbeda beda.
Salah satu yang bisa menahan saya marah adalah mengawali marah dengan mengucapkan label positif pada anak.
"Kakak kan anak sabar..."
"Kakak kan anak lembut..."
"Kakak cantik... Sholihah..."
Jadi sebelum saya marah ngga karuan, ketika lisan ini mengucapkan harapan harapan saya pada anak, bisa jadi rem untuk berkata atau bertindak di luar kendali, jadi ngga jadi marah.
Karena ketika kita bilang
"Kakak kan anak sabar " maka berarti saya harus mencontohkan sabar
"Kakak kan lembut, baik" maka ibupun semestinya demikian.
Dan lain seterusnya
Dampak baiknya, anak juga belajar menahan diri ketika mendengar label positif. Ia akan berusaha membuktikan bahwa adalah benar, bahwa ia anak positif
Cara lain:
1. Posisikan diri setara anak.
2. Memeluk
Kondisi yang perlu di cegah
1. Ngantuk
2. Lapar
3. Overload pekerjaan
Yuk identifikasi hal yang bisa menjadi kendali diri kita. Mengenali diri itu menyenangkan. Semakin kita mengenali diri, semakin mudah kita mengenali orang lain, apakah orangtua, pasangan, anak, kerabat.

Oleh : Lita Edia

05/05/2015

Duhai suamiku...

Sejatinya tugasmu bukan hanya sekedar memberi ku nafkah berupa kecukupan materi dan ketenangan batin. Melainkan... Kesabaran dalam membimbingku memahami Agama.
Setiap isteri pasti bahagia ketika suaminya pandai dalam mencari uang.
Namun... Aku akan jauh lebih bahagia ketika aku tahu... Suamiku bukan sekedar mencari banyaknya uang, melainkan mampu membedakan mana yang syubhat, haram dan yang berkah.
Setiap isteri pasti gembira, ketika suaminya selalu memberi kejutan dalam setiap kesempatan.
Namun bagiku... Akan lebih gembira ketika melihatmu rajin berangkat kemasjid untuk shalat berjamaah.
Setiap isteri pasti tersanjung ketika menikah, suaminya sudah memiliki segalanya.
Namun bagiku... Akan lebih tersanjung, bila aku sudah berada disampingmu, dan menemanimu dari 0.
Setiap isteri pasti bangga ketika suaminya bekerja diperusahaan ternama, dengan gaji yang besar, dan berpenampilan trendy.
Namun tidak bagiku... Dengan kesibukanmu mencari nafkah, meski tempat kerjamu tidak ternama, gajimu tidak besar, dan penampilanmu sederhana, namun disela semua rutinitas duniamu. Kau sempatkan waktumu untuk mengajariku membaca Al Qur'an, membimbingku untuk tahu kewajiban seorang muslimah dan isteri, menasihatiku ketika aku lalai, mengingatkan aku untuk tetap berbakti pada ibu dan bapakku, melindungiku dengan tidak mudah memberi ijin ketika aku hendak keluar tanpa dirimu dan mengajakku bersama istiqomah dijalan yang diridhoi-Nya sampai ke Surga.
Itu sudah cukup buatku bangga padamu dan aku tidak peduli dengan orang lain tentang dirimu. Karena yang aku tahu, dirimu adalah amanah dari-Nya, untuk aku bersandar sampai habis sisa usiaku :')

Address

Depok
Depok Jaya
16432

Opening Hours

Monday 09:00 - 12:00
13:00 - 16:30
Tuesday 09:00 - 12:00
13:00 - 16:30
Wednesday 09:00 - 12:00
13:00 - 16:30
Thursday 09:00 - 12:00
13:00 - 16:30
Friday 09:00 - 12:00
13:00 - 16:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Macemacem Busana Wanita posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share