01/05/2024
Dikutip dari fb kak Riana Siska Tambunan
Baca salah satu postingan di grup yang aku ikuti. Ada laki-laki yang bertanya, bagaimana cek HIV di Puskesmas. Dia mau cek tapi malu sama petugasnya.
Kenapa dia cek HIV? Karena dia sudah aktif melakukan zina sejak kelas 1 madrasah Tsanawiyah. Bergonta-ganti pasangan. Dan saat ini, usianya 25 tahun. Dia ada niat menikah. Tapi takut sudah kena HIV. Makanya mau cek dulu.
Banyak saran yang diberikan oleh anggota grup. Diantaranya:
1. Harus cek HIV dan IMS secara berkala. Tidak hanya sekali. Karena bisa jadi virus HIV masih dalam periode jendela dan ada kemungkinan menularkan ke orang lain. Setidaknya pastikan 2 sampai 3 tahun aman. Hasil tes negatif baru menikah.
Lalu bagaimana jika hasil tes positif? Untuk HIV, bisa konsumsi ARV sampai virus tidak terdeteksi dan tidak menular ke orang lain. Baru putuskan untuk menikah. Kalau IMS? Lakukan pengobatan rutin ke dokter. Pastikan sembuh dulu.
2. Lakukan terapi ke psikolog untuk menguatkan taubat. Karena kebiasaan berzina tidak bisa berhenti begitu saja. Apalagi kebiasaan menikmati yang haram bisa jadi menghilangkan kenikmatan yang halal.
3. Belajar agama dengan sungguh-sungguh. Perdalam juga ilmu pernikahan serta parenting.
Baca postingan itu gimana rasanya? Sesak?Kalau dulu iya. Kalau sekarang istighfar banyak-banyak.
Saat ini, anak-anak sudah ada yang aktif melakukan zina sejak usia SD. Baik dengan lawan jenis ataupun sesama jenis. Dan ini luput dari pantauan orang tua. Maka tidak heran, kasus-kasus HIV sudah banyak ditemukan pada usia belasan. Saat mengajar dulu, beberapa kali menyelipkan materi tentang zina ke anak-anak. Walau kadang, harus siap dengan fakta yang membuat dada sesak dan mau nangis saat itu juga.
Tapi yang namanya fakta harus kita terima. Jangan sampai gara-gara kita selalu menolak fakta, jadi tidak ada usaha untuk mengubah keadaan. Karena sering sekali menemukan, banyak orang yang lebih memilih untuk tidak percaya tanpa mencari tahu kebenarannya dulu. Atau sebenarnya tidak siap menerima fakta yang ada.
Ini hanya status random. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Untuk yang mau menikah, zaman sekarang jangan hanya lihat tampilan sholehnya, hafal Al-Qur'annya, aktif di lembaga dakwahnya, tapi ajak cek HIV/IMS kalau perlu konsultasi ke psikolog. Perlu hati-hati. Karena orang-orang dengan kriteria di atas pun gak sedikit yang punya perilaku seks menyimpang. Ini bukan perkara LGBT saja tapi B**M, masokisme, Fe**sh, predator anak dan dewasa, kecanduan PMO (ini banyak banget jumlahnya) dll. Wallahu a'lam.