22/03/2022
Kenapa Ada Aturan?
Oleh : Julia Sarah Rangkuti
Penulis Tamu di dalam buku : Dialog Iman
Saat itu, selepas waktu Isya’...
Abang & Kakak : “Buuun, boleh ga kita main di luar?”
Kedua anak kami, Abang (7y) dan Kakak (5y) bertanya. Wajah mereka terlihat berbinar penuh harap. Memelas meminta persetujuan saya setelah mengintip keluar teman-temannya sedang ramai bermain di jalan.
Bunda: “Apa yang harus kita lakukan saat malam hari, Nak?”
Alih-alih menjawab permintaan mereka, saya malah menjawabnya dengan pertanyaan p**a.
Abang & Kakak : “Istirahaaaat.”
Bunda : “Nah...itu sudah tahu."
Saya tersenyum 'menang'.
Ya, di sekolah anak-anak memang sudah belajar tema waktu sehingga mereka telah mengetahui apa yang harus dilakukan saat pagi hari, siang hari, sore hari, juga malam hari.
Abang & Kakak : “Sekali iniiii aja, Bun."
Bunda : “Tidak, Nak."
Abang & Kakak : “Tapi kok temen-temen pada boleh main di luar malem-malem sama Mamanya, Bun?”
Bunda : “Hmmm..mungkin mereka belum tahu, Nak. Atau bisa jadi aturan di rumah mereka berbeda dengan di rumah ini.”
Abang & Kakak : “Hfftt.. kenapa sih mesti ada aturan.”
Kali ini mereka mulai mengeluh. Merasa tak diperlakukan dengan adil. Saya lalu mencoret-coret sebuah kertas.
Bunda : “Sini deh Bang, Kak. Coba lihat gambar Bunda...
Bersambung....
Kira-kira Bunda Julia Sarah corat-coret apa ya? 😃
Dan bagaimana Dialog Iman yang dibangun, sehingga si Abang dan Kakak (di usianya) bisa paham??
Penasaran?
Baca selengkapnya di buku Dialog Iman, ya.
Insya Allah rekomended... 😁👍
====
Buku : Dialog Iman - Menumbuhkan Iman Ananda sejak Belia.
Berisikan 57 pengalaman nyata kisah para Ayah Bunda berdialog Iman dengan Ananda dalam kesehariannya.
Pre Order hingga 30 Maret 2022