Songkok Awing

Songkok Awing Songkok Kopiah Peci Awing Songkok Awing
KOPIAH / Kopyah adalah tutup kepala yang terbuat dari beludru warna gelap dengan ketinggian antara 6 sampai 12 cm.

Di tempat lain KOPIAH / kopyah juga disebut sebagai SONGKOK ada juga yang menyebut PECI

Persiapan Puasa RamadhanYuk di orderHubungi CS 0838 2338 3838
25/03/2019

Persiapan Puasa Ramadhan
Yuk di order
Hubungi CS 0838 2338 3838

Kami segenap team SongkokAwing.com mengucapkan: Taqabbalallahu Minna wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamakum. Selamat Hari Ra...
26/06/2017

Kami segenap team SongkokAwing.com mengucapkan:
Taqabbalallahu Minna wa Minkum,
Shiyamana wa Shiyamakum.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Testimoni Pelanggan
21/02/2017

Testimoni Pelanggan

Jazakillah khairan Bunda Diah Puji Astarinidi tunggu order berikutnyaTokoPedia.com/SongkokAwing
31/01/2017

Jazakillah khairan Bunda Diah Puji Astarini
di tunggu order berikutnya
TokoPedia.com/SongkokAwing

Testimoni Pelanggan TokoPedia.com/SongkokAwing
12/01/2017

Testimoni Pelanggan TokoPedia.com/SongkokAwing

Testimoni Pelanggan

Kalau melihat foto Kang Emil saat jalan bareng dengan Presiden Jokowi cs, tampak ada yang berbeda dari kang Emil dari ke...
11/01/2017

Kalau melihat foto Kang Emil saat jalan bareng dengan Presiden Jokowi cs, tampak ada yang berbeda dari kang Emil dari kebanyakan orang yang difoto saat itu. Yaitu kopiah atau peci atau songkok yang dipakainya. Kalau melihat foto-foto sejarah pendiri bangsa, kemana-mana sering pakai songkok atau kopiah. Sebut saja misalnya Soekarno, Hatta, Agus Salim, Natsir, Sutan Syahrir, dan Wahid Hasyim.

Menurut laman wikipedia, Songkok, yang disebut juga sebagai peci atau kopiah merupakan sejenis topi tradisional bagi orang Melayu. Di Indonesia, songkok yang juga dikenal dengan nama peci ini kemudian menjadi bagian dari pakaian nasional, dan dipakai tidak hanya oleh orang Islam. Songkok juga dipakai oleh tentara dan polisi Malaysia dan Brunei pada upacara-upacara tertentu. Penutup kepala ini merupakan variasi dari Fes atau Tharbusy yang berasal dari Maroko.

Songkok populer bagi masyarakat Melayu di Malaysia, Singapura, Indonesia dan selatan Thailand. Perlengkapan ini dikatakan berasal dari pakaian yang dipakai di Ottoman Turki. Songkok menjadi pop**ar dikalangan India Muslim dan menurut pakar kemudiannya berangsur menjadi songkok di dunia Melayu.

Sedangkan dari segi bahasa, sebagaimana diungkap oleh Gustaaf Kusno di kompasiana.com, istilah ‘kopiah’ di adopsi dari kata Arab ‘keffieh’, ‘kaffiyeh’, atau ‘kufiya’, namun wujud topi ini sama sekali berbeda dengan tutup kepala orang Melayu ini. Kaffiyeh berbentuk kain katun segi empat yang ditangkupkan di atas kepala dan pola kainnya biasanya berbentuk kotak-kotak kecil seperti jala ikan. Tokoh yang populer mengenakan kaffiyeh ini adalah Yasser Arafat, pejuang Palestina. Sebagaimana kata-kata Arab lain yang diserap ke dalam bahasa Melayu, suara ‘f’ berubah pelafalan menjadi ‘p’, sehingga ‘kufiah’ pun menjadi ‘kopiah’.

Tutup kepala orang Melayu ini ternyata juga dikenal dengan nama ‘peci’. Istilah ini kemungkinan besar ‘diperkenalkan’ oleh penjajah Belanda dengan sebutan ‘petje’, yaitu kata ‘pet’ yang diberi imbuhan ‘-je’ (kebiasaan orang Belanda menambahkan akhiran ‘je’ atau ‘tje’ yang makna harfiahnya ‘kecil’). Namun sama halnya seperti ‘kaffiyeh’, ujud topi ‘pet’ ini sangat berbeda dengan ‘peci’ yang kita kenal sekarang ini. Topi pet ini mempunyai pinggiran pelindung matahari dan biasanya dipakai oleh tentara di daerah operasi. Penamaan yang sebetulnya keliru dari orang Belanda ini, akhirnya malah kita adopsi menjadi kosakata Indonesia. Jadilah ‘petje’ ini menjadi ‘peci’. Sama halnya seperti ‘je’ atau ‘tje’ lainnya, seperti ‘panje’ menjadi ‘panci’, ‘schuitje’ menjadi ‘sekoci’ (perahu penyelamat), ‘laje’ menjadi ‘laci’.

Bagaimana p**a dengan istilah ‘songkok’? Dalam bahasa Inggris dikenal istilah ‘skull cap’ ( dari skull = batok kepala, cap = topi). Skull cap ini juga topi yang biasa dikenakan masyarakat di Timur Tengah, bentuknya setengah bundar dan menutupi bagian ubun-ubun (crown) kepala, mirip dengan ‘topi haji’ yang sering dipakai orang di tanah air kita. Di kawasan Melayu yang dahulu dijajah Inggris, istilah ‘skull cap’ ini juga mengalami metamorfosa pelafalan, dari bunyi ‘skol-kep’ menjadi ‘song-kep’ dan akhirnya ‘song-kok’. Istilah ‘songkok’ di tanah air kita cukup populer di zaman Soekarno, namun di masa kini sepertinya agak jarang diucapkan orang. Berbeda dengan di Malaysia dan Brunei, kata ‘songkok’ ini masih sangat galib dipakai dalam wacana sehari-hari.

Begitulah sejarah dan asal usul istilah kopiah, peci, atau songkok telah populer sejak zaman sebelum kemerdekaan. Yang mempopulerkan justru bangsa kita sendiri sehingga melekat pada kebudayaan kita. Bahwa orang melayu, orang Indonesia terkenal dengan kopiahnya. Kalau ada orang pakai kopiah kemungkinan besar itu orang Indonesia atau orang melayu. Benarlah apa yang dikatakan oleh kang Emil, sebagaimana dikatakannya di twitternya, "Saya itu terbiasa berpeci di setiap acara kedinasan. peci adalah simbol nasionalisme."

[ Cara Jitu Memotivasi Anak Agar Rajin Sholat ]"Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman, demi Allah tidak...
08/01/2017

[ Cara Jitu Memotivasi Anak Agar Rajin Sholat ]

"Allah akan memperlihatkan kepada hambanya yang beriman, demi Allah tidak ada sesuatupun yang lebih menyejukkan pandangan mata seorang muslim dari pada ketika dia melihat anak, cucu, saudara dan orang-orang yang dicintainya tha’at kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
(Imam Hasan Al-Bashri )

Sahabat Ummi, memiliki anak yang rajin mendirikan sholat tentu sangat menyejukan mata dan hati kita. Ada harapan kelak dia akan terjaga dari akhlak buruk karena sholat insya Allah mampu mencegahnya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar.
Kita sudah mengajarinya bacaan dan tata cara sholat, selalu mengajaknya sholat berjamaah di masjid. Kita pun sudah memasukannya ke sekolah yang membiasakan sholat dhuhur berjamaah di masjid sekolah.

Namun anak kita terlihat masih belum bersegera sholat ketika azan atau iqomah terdengar, masih harus disuruh-suruh. Bahkan mereka seperti sengaja menunda takbiratul ikhrom sampai sedetik sebelum ruku, masih tengok kanan tengok kiri selama sholat, dan tak jarang sholat sambil ngobrol atau sambil bercanda tertawa cekikikan dengan kawan sebelahnya.
Malah anak laki-laki tak sedikit yang sholat sambil main berantem-beranteman dengan kawannya.

Bagaimana ya cara memotivasi anak-anak itu agar tertib sholatnya? Bagaimanalah bisa khusyu jika tertib saja belum.

Berikut ini cara jitu untuk memotivasi mereka, patut dicoba:

1.Ingatkan terus mengenai tujuan sholat

Ajak anak membuka Al-Qur’an Surat Thaha (20) ayat 14 : "Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku, dan dirikanlah shalat, untuk mengingat Aku.”
Setelah salam dan berdoa, cobalah tanyakan pada anak, apakah selama sholat tadi dia ingat kepada Allah? Jika anak menjawab belum, maka berbincanglah dari hati ke hati mengapa dia belum bisa mengingat Allah selama sholat.

Bantu anak melakukan refleksi atas sholatnya, lalu lakukan evaluasi dengan memancing ide anak kira-kira apa yang bisa ia lakukan agar sholat berikutnya lebih bisa mengingat Allah. Tantang dia agar berkomitmen melakukan idenya sendiri. Lakukan terus perbincangan ini dari hati ke hati, minimal sekali dalam sehari. Jika belum juga terlihat hasilnya, bersabarlah tanpa berhenti berusaha.
“Dan perintahkanlah keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam melakukannya.” (QS Thaha (20) : 132)

2.Kenalkan anak dengan karakter Al-Mushollin

Ajak anak membuka Al-Qur’an Surat Al-Ma’arij (70) mulai dari ayat 11 hingga 34. Berikan pengantar seperti bunyi ayat 11 hingga 21, bahwa pada hari kiamat, ada orang yang sangat ingin menebus dirinya dari siksa api neraka, dengan anaknya, atau dengan istrinya, atau dengan saudaranya, atau dengan keluarganya, bahkan kalau perlu dengan semua manusia di bumi. “Biarlah mereka masuk neraka semua, asalkan saya bisa selamat”, begitu kira-kira.

Mereka masuk neraka karena selama hidup di dunia, selalu menyikapi sesuatu tidak pada tempatnya. Jika mereka mendapat kesulitan, mereka selalu berkeluh kesah, menggerutu, ngambek, marah atau memukul. Jika mereka mendapat kebaikan atau kekayaan, mereka pelit bukan main, sombong, atau boros. Apapun yang terjadi, sikap mereka selalu negatif.
Masuk dan beri penekanan pada ayat ke 22 : “Ilaal musholliin, Kecuali orang-orang yang mendirikan sholat (secara berkesinambungan).” Hanya orang-orang yang berkarakter Al-Mushollin yang bisa selamat dari api neraka. Ini karena sholat membuat golongan Al-Mushollin mampu untuk bersikap positif terhadap apapun yang terjadi padanya.

Bantu anak melakukan refleksi, apakah sholatnya selama ini sudah bisa masuk kategori Al-Mushollin atau belum, misalnya : Menurutmu kalau sholatnya sambil bercanda, masuk golongan Al-Mushollin tidak?
Kalau sholat sengaja ditelat-telatin, masuk golongan Al-Mushollin tidak? Buat daftar terperinci tentang sikap sholat anak selama ini, dan tanyakan satu per satu padanya mana yang menurutnya sudah masuk kategori Al-Mushollin dan mana yang belum. Beri tantangan apakah ia ingin masuk golongan Al-Mushollin atau tidak. Jika ingin, bantu ia melakukan evaluasi apa saja yang harus ia perbaiki dari sholatnya.

Selain sholat secara berkesinambungan, ada ciri-ciri lain golongan Al-Mushollin yang disebutkan di ayat 24 hingga 33. Jika saat ini kita baru ingin menekankan sholat, maka ciri lain tersebut bisa kita kenalkan di lain waktu saat kondisinya lebih sesuai. Kita bisa langsung loncat ke ayat 34 : "Dan orang-orang yang memelihara shalatnya."

Karakter Al-Mushollin yang dikenalkan Allah di surat ini, dibuka dengan sholat (ayat 22) dan ditutup dengan sholat (ayat 34). Beri penekanan pada anak, bahwa ini menunjukan betapa pentingnya kedudukan sholat dalam agama Islam. Tantang dia untuk mulai sholat dengan tertib, tertib tata caranya dan tertib bacaannya.

3. Minta anak selalu sholat di sebelah kita, orang tuanya.

Anak perlu role-model, bahkan dalam urusan sholat. Sangat jarang ada anak yang bisa langsung tertib sholatnya. Semua perlu waktu dan usaha. Rasulullah menyuruh kita mulai mengajarkan dan membiasakan anak sholat di umur 7 tahun, bahkan boleh memukulnya jika sampai usia 10 tahun belum bisa sholat dengan tertib.

Ada rentang waktu 3 tahun di sana, kurang lebih 5475 kali sholat fardhu. Alangkah baiknya jika 5475 kali sholat itu, anak melakukannya dalam pengawasan kita atau orang yang kita percaya. Anak bisa langsung melihat cara kita sholat, untuk kemudian menirunya. Jika ada yang salah dengan sholatnya pun, kita bisa langsung menegurnya seusai sholat.

4. Ajarkan anak doa agar istiqomah dalam sholat

Bersamaan dengan usaha kita memotivasi anak, jangan lupa mengajarinya doa Nabi Ibrahim a.s yang sudah terkenal mustajab.
“Rabbiij'alnii muqiimash-shalaati wamin dzurrii-yatii, rabbanaa wataqabbal du'aa, Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang selalu mendirikan shalat, demikian juga anak keturunanku. Ya Tuhanku, perkenankan do'aku." – (QS. Ibrahim (14) : 40)

Mintalah anak untuk membaca doa ini setiap selesai sholat. Tentu kita sendiri pun harus juga sering-sering membacanya. Wamin dzurrii-yatii, dan demikian p**a anak keturunanku.
Mudah-mudahan Allah menumbuhkan dalam jiwa anak kita keinginan untuk sholat dengan tertib secara berkesinambungan, hingga suatu saat bisa mencapai derajat sholat khusyu. Amiin.
Karena anak adalah salah satu investasi yang tak akan pernah putus.
..rawat ..jaga dan bimbinglah selalu di jalanNya yang lurus.
Foto ilustrasi: SongkokAwing.com
Profil Penulis: Pida Siswanti
Sumber : http://www.ummi-online. com

KOPIAH / Kopyah adalah tutup kepala yang terbuat dari beludru warna gelap dengan ketinggian antara 6 sampai 12 cm. Di te...
08/01/2017

KOPIAH / Kopyah adalah tutup kepala yang terbuat dari beludru warna gelap dengan ketinggian antara 6 sampai 12 cm.

Di tempat lain KOPIAH / kopyah juga disebut sebagai SONGKOK ada juga yang menyebut PECI
Kopiah ini sudah cukup lama dipakai oleh masyarakat Islam Nusantara terutama kalangan pesantren.

Salah satu tokoh besar Indonesia yang identik dengan kopyah adalah B**g Karno.
Beliau adalah salah seorang penghobi berat kopiah,
karena itu ia memilih bahan sendiri untuk pembuatan kopiah dengan beludru terbaik dari luar negeri.
Karenanya tidak salah jika hingga kini Awing mengeluarkan salah satu varian di beri nama seri PRESIDENT

Songkok Awing didirikan sejak 1986 oleh H. Anwar Ilyas dengan mengkoordinasi beberapa perajin songkok yang ada di sekitar rumahnya.
Bersama salah satu orang kepercayaannya, Abed Hakim atau biasa dipanggil Awing, mereka membuat inovasi songkok tanpa kertas.
Dulu bagian dalam songkok menggunakan kertas karton. Selain tidak tahan lama dan mudah bau juga songkok cenderung panas,
Melihat kelemahan-kelemahan itu, Songkok Awing beralih menggunakan bahan kain yang kaku dan keras sebagai pengganti kertas.
Kain-kain itu diimpor dari Jepang, sedangkan bagian luar yang berbahan kain beludru lokal mapun impor dari Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Harganya memang lebih mahal, tapi kami mengutamakan kualitas.

Stock TERBATAS segera pesan atau hubungi :
WA/SMS : 0838 2338 3838
Pin BBM : 51b0 2ae1
SongkokAwing.Com

New Hajj
08/01/2017

New Hajj

Oman Emas AC
08/01/2017

Oman Emas AC

New Antique Putih
08/01/2017

New Antique Putih

Address

Jalan KH Kholil
Gresik
61116

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00
Saturday 08:00 - 17:00
Sunday 08:00 - 17:00

Telephone

+6283823383838

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Songkok Awing posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category