14/10/2020
*KAPOLRI HOEGENG*
Hari lahir Pak Hoegeng.
Hari ini, 14 Oktober 1921, adalah hari kelahiran tokoh hebat: Hoegeng Iman Santoso, Kapolri ke-5, sosok yang menjadi patron -suri tauladan- kejujuran tidak saja bagi Kepolisian tapi juga kita.
Kokoh pada pendirian dan jujur. Adalah dua hal yang tak bisa ditawar pada pria kelahiran Pekalongan ini.
Beliau adalah lulusan angkatan pertama, semua 15 orang, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Saat pelantikan namanya bikin bingung Presiden Soekarno:
"Soegeng?"
"Hoegeng, Pak"
Nama yang 'aneh' , bukan nama Jawa. Secara seloroh Soekarno pun minta namanya diganti, "pakai saja dari nama pewayangan"
Hoegeng sebenarnya memiliki empat nama: Abdul Latif (pemberian teman ayah seorang peramal Arab), Hoegeng Iman Santoso (pemberian ayah), Hoegeng Iman Soedjono (pemberian Eyang Putri), dan Hoegeng Iman Waskito (pemberian nenek buyut, ibu dari Eyang Putri).
Dia memilih nama pemberian ayahnya: Hoegeng Iman Santoso. Namun, dia lebih s**a memakai nama Hoegeng saja.
Ternyata, nama Hoegeng ada asal usulnya. Waktu kecil dia memiliki tubuh sangat gemuk. Maka, dia dijuluki si “bugel” (gemuk) seperti ubi. Namun, dalam panggilan sehari-hari berubah: dari “bugel” menjadi “bugeng” lalu “hugeng” (ejaan lamanya hoegeng).
“Rasanya (Hoegeng) sebuah nama yang meriah sekaligus lucu mengandung ironi,” kata Hoegeng. “Sebab dalam kenyataannya saya tak pernah lagi gemuk dan barang kali -juga- tak ingin.
Rentang tugasnya sebagai polisi dimulai 1944, setelah sempat mengenyam pendidikan militer ala Jepang. Saat diangkat jadi Pangak (Panglima Angkatan Kepolisian) ia mengusulkan pada Presiden Soeharto agar nana jabatan itu diubah.
Kepres no: 52, tahun 1969, mengubah Pangak jadi Kapolri.
Soal kejujuran ayah 3 anak ini tak bisa ditawar. Saat tugas di Medan ia mengembalikan semua perabot rumah tangga, mobil bahkan sepeda untuk anaknya dari oknum yang tidak ia kenal. Padahal, kalau mau, semua pemberian ini tak akan terlacak.
Sosoknya mengingatkan pada sosok Mohammad Hatta, Wakil Presiden Pertama, yang merinci detil semua pengeluaran perjalanan dinas saat tugas ke New York, bahkan minum kopi pun ia catat!