S Trie

S Trie Penulis

19/10/2022
03/05/2016

“Leiden is lijden” (memimpin itu menderita) Agus Salim.
Aneh mungkin ketika melihat seorang diplomat bangsa hidup dalam kesederhaan, dan ini fakta sejarah, bukan dongeng.

Kenapa? Karena fakta hari ini banyak sekali para pemimpin dunia yang hidup dalam glamor, mewah, tak perduli yang dipimpinnya kelaparan, kehausan, kepanasan, bahkan terlantar dari kejinya pengusiran atas nama tata kota dan pembangunan, lalu untuk siapa pembangunan di bangun. Pemerintah semakin tak asik saja kebijakannya untuk rakyat kecil.
Boleh jadi pemimpin hidup dalam kegilaan dunia, poya-poya, jabatan dan kekuasaan menjadi alat sebagai pemuas diri. Meminpin menjadi alat menundukan orang lain serta kepemimpinan menjadi alat merampas hak keadilan dan kesejahteraan orang lain. Siapa saja bisa dan mau menjadikan memimpin adalah presitise, tapi tidak bagi haji Agus Salim menteri dan diplomator ulung negara Republik Indonesia. Memimpin adalah,“Leiden is lijden” (memimpin itu menderita) begitu kata Agus Salim sang diplomator ulung bangsa yang hidup sangat memprihatinkan, dipuncak kesuksesannya.
Memimpin adalah penderitaan, karena harus menjadi teladan, tahan untuk senang-senang, dan hidup sepi, sepi pujian mulut-mulut dengan lidah menjulur seperti Anjing yang meminta sepotong daging.
Dan kata-katanya menjadi fakta dalam hidupnya. Ia dan istri beserta keluarga hidup di kontrakan sempit, tidak layak untuk seorang dipolmat umumnya. Jalan kesederhanaan di ambilnya. Bahkan WC-nya sering mampet. Lalu mana uang negara? Rupanya ia tahu betul memimpin bukan media merampok uang rakyat, tapi amanah dan tugas dari rakyat.
Lalu kenapa hari ini? Dari pemimpin tingkat Rt hinggal penghuni istana negara begitu rakus merampok uang rakyat? Makan dan minum sepenuh perut dan leher, namun diluar sana, rakyat yang mendukungnya nyaris mati kelaparan. Sudah matikah rasa kepemimpinan mereka.
Mereka lupa bahwa jauh sebelum mereka hidup telah lahir pemimpin-pemimpin teladan. Atau merka buta sejarah bangsanya? Lantas kenapa mereka bisa memimpin bangsa yang sejarah dan kebesaran dilupakannya?

“Leiden is lijden” (memimpin itu menderita) kata Agus Salim. Mentri sekaligus diplomat negeri ini yang hidup penuh kesahajaan.

Address

Jakarta
15446

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when S Trie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share