19/05/2026
Jumaria (70) tumpah tangisnya. Perempuan sebatang kara di pelosok di Desa Kuru Sumange, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ini sudah lebih dari sepekan berada di Mekkah, Arab Saudi.
”Kenapa aku bisa sampai di sini, aku orang miskin…,” kata Jumaria bergetar saat melihat Kabah dan menginjakkan kaki di Masjidil Haram, kiblatnya dalam shalat lima waktu.
”Kenapa aku bisa sampai di sini, aku orang miskin…,” kata Jumaria tak sanggup melanjutkan kata-kata. Air mata dan tangisnya pun tak terbendung.
Nenek Jumaria tak percaya bisa sedekat itu dengan kiblat yang selama ini hanya bisa dibayangkan tiap menunaikan shalat.
Jerih payah perjuangan selama 20 tahun, menabung dari upahnya sebagai kuli kebun, tak sia-sia menjadi nyata.
Di usia senjanya, raut muka Jumaria memancarkan energi dan semangat hidup pantang menyerah.
Di kampung halamannya, daerah pelosok di Kabupaten Maros, Jumaria tinggal sebatang kara di sebuah rumah panggung.
Petugas Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, yang mengunjunginya sebelum ia berangkat haji, melihat banyak lubang di rumah itu.
”Lebih dari 20 tahun (saya hidup) sendiri,” ujar Jumaria.
Sejak Jumaria berpisah dari suaminya puluhan tahun silam, ia hidup sendiri. Dia tetap bersabar dan ikhlas meski hidup sebatang kara.
Perjalanan ke Tanah Suci adalah perjalanan pertama Jumaria keluar dari Pulau Sulawesi. Juga penerbangan pertamanya.
”Pertama saya agak ragu karena kenapa (pesawat ini) bisa naik ke atas toh. Takut. Lama-lama ya sudah baik rasanya. Alhamdulillah,” katanya.
Jumaria mendaftar naik haji pada 2011. ”Saya kumpul (uang tabungan), setelah cukup, saya pergi mendaftar. (Untuk melunasinya) kalau saya dapat uang, saya simpan-simpan lagi,” tuturnya.
”Lebih dari 20 tahun (mengumpulkan uang), saya baru bisa ke sini (Mekkah). Saya kumpul uang sedikit-sedikit, saya jadi bisa ke sini,” lanjut Jumaria.
Berapa banyak nenek Jumaria menabung per hari?
Tangisnya kembali pecah. Jumaria teringat, betapa tidak mudah hidupnya agar bisa menabung.
Selengkapnya: https://www.sintesanews.com/jumaria-menangis-di-depan-kabah-bukti-nyata-ikhlas-dan-sabar/