Wafa Kid

Wafa Kid Wafa Kid adalah sebuah brand Toko Online yang menyediakan kebutuhan anak - anak

02/06/2021

Ridhoi anak-anak kita

Ternyata Imam Syafi'i memiliki Murid "Slow Learner" dan Begini Cara Mengajarnya. _____Sangat mengesankan pada apa yang d...
25/05/2021

Ternyata Imam Syafi'i memiliki Murid "Slow Learner" dan Begini Cara Mengajarnya.
_____

Sangat mengesankan pada apa yang ditulis oleh Imam Baihaqi dalam kitab Manaqib Imam Syafii, bagaimana cara Imam Syafii, sebagai guru mengajar salah satu muridnya yang sangat lamban dalam memahami pelajaran.

Sang Murid itu adalah Ar Rabi’ bin Sulaiman, murid paling slow learner. Berkali-kali diterangkan oleh sang guru Imam Syafii, tapi Robi’tak juga faham. Setelah menerangkan pelajaran, Imam Syafii bertanya,
“Rabi’ Sudah faham paham belum ?”
“Belum faham, ”jawab Rabi’.

Dengan kesabaranya, sang guru mengulang lagi pelajaranya,lalu ditanya kembali, ”sudah faham belum? Belum.
Berulang diterangkan sampai 39x Rabi’ tak juga paham.

Merasa mengecewakan gurunya dan juga malu, Rabi’ beringsut pelan-pelan keluar dari majelis ilmu. Selesai memberi pelajaran Imam Syafii mencari Robi’, melihat muridnya. Imam Syafi'i berkata, ”Robi’ kemarilah, datanglah ke rumah saya !”.

Sebagai seorang guru, sang imam sangat memahami perasaan muridnya, maka beliau mengundangnya untuk belajar secara privat.
Sang Imam mengajarkan Rabi’ secara privat, dan ditanya kembali, ”Sudah paham belum ?
Hasilnya? Rabi’ bin Sulaiman tidak juga paham.

Apakah Imam Asy-Syafi’i berputus asa?
Menghakimi Rabi’ bin Sulaiman sebagai murid bodoh? Sekali-kali tidak. Beliau berkata,

”Muridku, sebatas inilah kemampuanku mengajarimu. Jika kau masih belum paham juga, maka berdoalah kepada Allah agar berkenan mengucurkan ilmu-Nya untukmu. Saya hanya menyampaikan ilmu. Allah-lah yang memberikan ilmu. Andai ilmu yang aku ajarkan ini sesendok makanan, pastilah aku akan menyuapkannya kepadamu.”

Mengikuti nasihat gurunya, Rabi’ bin Sulaiman rajin sekali bermunajat berdoa kepada Allah dalam kekhusyukan. Ia juga membuktikan doa-doanya dengan kesungguhan dalam belajar. Keikhlasan, kesalehan, dan kesungguhan, inilah amalannya Rabi’ bin Sulaiman.

Tahukah kita? Rabi’ bin Sulaiman kemudian berkembang menjadi salah satu ulama besar Madzhab Syafi’i dan termasuk perawi hadis yang sangat kredibel dan terpercaya dalam periwayatannya.

Sang slow learner bermetamorfosis menjadi seorang ulama besar.
Inilah buah dari kesabaran Imam Asy-Syafi’i dalam mengajar dan mendidik.

Adakah kita, para guru dan orangtua bisa meneladani kesabaran Imam Syafii dalam mengajar ?

Berapa kuat kita meyakini bahwa tidak ada anak dan murid yang bodoh?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua mendoakan anak-anak dan murid didik kita agar difahamkan pelajaran ?

Sudahkan kita, para guru dan orangtua Memotivasi anak murid kita agar gigih berdoa kepada Allah Taala?
Copas

KURIKULUM UNTUK ANAK (DIAJARKAN DI RUMAH)- Usia 1 sampai 10 tahun - ------------------------USIA 1-2 TAHUNMUALIM- Games ...
02/06/2020

KURIKULUM UNTUK ANAK (DIAJARKAN DI RUMAH)
- Usia 1 sampai 10 tahun -
------------------------
USIA 1-2 TAHUN
MUALIM
- Games edukasi
- Ma’rifatullah (mengenal Allah)
- Mengenal alam
- Tasmi (mendengarkan) Muratal surah2 pendek
- Simulasi shalat
- Nasyid-nasyid (tentang Nama-nama Nabi, Shalawat-shalawat, 20 sifat Allah, doa khatam Qur'an dsb)

MUHARIK
- Idem
------------------------
---------------------------
USIA 3 TAHUN
MUALIM
- Mengenal alam, benda-benda dan orang-orang
- Games edukasi
- Rukun Iman dan penjelasannya
- Tasmi (mendengarkan) dan mengikuti bacaan Muratal surah2 pendek
- Simulasi shalat & doa-doa pendek
- Adab-adab (kepada ortu, makan, ke kamar mandi, berpakaian, berjalan)
- Ortu Menceritakan kisah-kisah shahih tentang keajaiban-keajaiban, hewan-hewan, penciptaan langit & bumi, kejadian-kejadian masa lalu (yang ringan-ringan)
- Nasyid-nasyid (seperti di atas)

MUHARIK
- Idem
------------------------
------------------------
USIA 4 TAHUN
MUALIM
- Rukun Iman, Islam dan penjelasannya
- Belajar Iqro & hapalan surat-surat pendek
- Simulasi wudhu, shalat & doa-doa pendek
- Adab-adab (kepada ortu & guru, makan, ke kamar mandi, berpakaian, berjalan, berteman dsb)
- Games edukasi
- Tafakur alam
- Hobi naluriah berdasarkan jenis kelamin
- Mengenal alam, benda-benda dan orang-orang
- Menceritakan kisah-kisah Nabi & Rasul
- Nasyid-nasyid (seperti di atas)

MUHARIK
- Idem

------------------------
------------------------
USIA 5 TAHUN
MUALIM
- Rukun Iman, Islam dan penjelasannya
- Asmaul Husna & 20 sifat Allah
- Belajar Iqro, Tajwid, & hapalan surat-surat pendek
- Simulasi wudhu, shalat & doa-doa pendek
- Adab-adab (kepada ortu & guru, makan, ke kamar mandi, berpakaian, berjalan, berteman dsb)
- Games edukasi & olahraga
- Tafakur alam & study tour
- Hobi naluriah berdasarkan jenis kelamin
- Hapalan kisah-kisah Nabi & Rasul
- Belajar Membaca
- Nasyid-nasyid (seperti di atas)

MUHARIK
- Idem

------------------------
------------------------
USIA 6 TAHUN
MUALIM
- Rukun Iman, Islam dan penjelasannya
- Asmaul Husna & 20 sifat Allah
- Tilawah, Tahsin, hapalan juz 30
- Olahraga
- Tafakur alam & study tour
- Hobi naluriah berdasarkan jenis kelamin
- Bahasa Arab dasar (percakapan dasar)
- Wudhu, shalat & doa-doa
- Adab akhlak
- Kisah 25 Nabi, Sirah Nabi Muhammad, dan kisah orang shaleh
- Calistung dasar
- Nasyid-nasyid (seperti di atas)

MUHARIK
- Rukun Iman, Islam dan penjelasannya
- Asmaul Husna & 20 sifat Allah
- Tilawah, Tahsin, hapalan juz 30
- Olahraga
- Tafakur alam & study tour
- Hobi naluriah berdasarkan jenis kelamin
- Sejarah Islam dasar (kisah 25 Nabi (hapalan), Sirah Nabi Muhammad, dan ksatria-ksatria Islam)
- Wudhu, shalat & doa-doa
- Adab akhlak
- Calistung dasar
- Nasyid-nasyid (seperti di atas + Nasyid harokah)

------------------------
------------------------
USIA 7 TAHUN
MUALIM
- Aqidah
- Bahasa Arab dasar (Hapalan percakapan)
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat Sunnah
- Adab akhlak
- Tilawah dan hafalan 30 juz
- Olahraga
- Tafakur alam & study tour
- Mengenal gender dan etika pergaulan
- Hapalan Sirah Nabi Muhammad dan orang shaleh
- Calistung
- Nasyid-nasyid + Nasyid harokah

MUHARIK
- Aqidah
- Adab akhlak
- Tilawah dan hafalan 30 juz
- Olahraga + memanah
- Kerajinan tangan & seni
- Mengenal gender dan etika pergaulan
- Sejarah Islam dasar (kisah Nabi Muhammad dan ksatria-ksatria Islam (hapalan), kisah-kisah orang shaleh dan mengenal penemu-penemu Muslim)
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat
- Calistung
- Nasyid-nasyid (seperti di atas + Nasyid harokah)

------------------------
------------------------
USIA 8 TAHUN
MUALIM
- Aqidah
- Adab akhlak
- Fix hafal 30 juz beserta Tajwidnya
- Bahasa Arab dasar (kosakata dasar)
- Belajar ceramah
- Olahraga + memanah + berenang
- Tafakur alam & study tour
- Mengenal gender dan etika pergaulan
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat sunnah dan hapalan doa
- Sirah Nabi Muhammad, penemu-penemu Muslim & kisah orang shaleh (Hapalan), mengenal ksatria-ksatria Islam)
- Calistung
- IPA dasar
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

MUHARIK
- Aqidah
- Adab akhlak
- Fix hafal 30 juz beserta Tajwidnya
- Bahasa Arab (percakapan dasar)
- Olahraga + memanah + berenang
- Kerajinan tangan & seni
- Mengenal gender dan etika pergaulan
- Sejarah Islam (kisah Nabi Muhammad, kisah-kisah orang shaleh dan penemu-penemu Muslim (hapalan)
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat sunnah dan doa
- Calistung
- Sejarah Nusantara & Indonesia
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

------------------------
------------------------
USIA 9 TAHUN
MUALIM
- Aqidah
- Adab akhlak
- Fix hafal 30 juz beserta Tajwidnya
- Bahasa Arab (Fix mahir percakapan & kosakata dasar )
- Olahraga + memanah + berenang
- Tafakur alam & study tour
- Kewajiban Menutup Aurat dan etika pergaulan
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat sunnah dan hapalan doa (FIX hapal)
- Sirah Nabi Muhammad, kisah orang shaleh, penemu-penemu Muslim (Hapalan), mengenal ksatria-ksatria Islam)
- Calistung (di luar kepala)
- IPA dasar
- Ilmu komputer dasar
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

MUHARIK
- Aqidah
- Adab akhlak
- Fix hafal 30 juz beserta Tajwidnya
- Bahasa Arab (kosakata dasar)
- Olahraga + memanah + berenang
- Kerajinan tangan & seni
- Kewajiban Menutup Aurat dan etika pergaulan
- Sejarah Islam (Fix hapal kisah para Nabi, Sirah Nabi Muhammad, ksatria-ksatria Islam & penemu-penemu Muslim)
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat sunnah dan hapalan doa
- Calistung (di luar kepala)
- Sejarah Nusantara & Indonesia
- Nasionalisme
- Ilmu komputer dasar
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

------------------------
------------------------
USIA 10 TAHUN
MUALIM
- Aqidah
- Adab akhlak
- Hafizh 30 juz beserta artinya
- Bahasa Arab (percakapan & kosakata tingkat lanjut)
- Olahraga + memanah + berenang
- Tafakur alam & study tour
- Kewajiban Menutup Aurat dan etika pergaulan
- Hadits Arbain
- FIX hapal Sirah Nabi Muhammad, kisah orang shaleh, penemu-penemu Muslim & ksatria-ksatria Islam
- Nasionalisme
- IPA dasar
- Sejarah Nusantara & Indonesia
- Ilmu komputer dasar, internet, dan gadget
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

MUHARIK
- Aqidah
- Adab akhlak
- Hafizh 30 juz beserta artinya
- Bahasa Arab (fix mahir percakapan dan kosakata dasar)
- Olahraga + memanah + berenang
- Kerajinan tangan & seni
- Kewajiban Menutup Aurat dan etika pergaulan
- Sejarah Islam (Khulafaurasyidin)
- Fiqih Thaharah, wudhu & shalat + shalat sunnah dan hapalan doa (FIX hapal)
- Nasionalisme
- Sejarah Nusantara & Indonesia
- IPA dasar
- Ilmu komputer dasar, internet, dan gadget
- Nasyid-nasyid + nasyid Harokah

------------
--------------
BERSAMBUNG KE USIA 11-14 TAHUN.....(NANTIKAN)


Membangun Ikatan Persaudaraan Diantara AnakOleh Kiki BarkiahMembangun ikatan persaudaraan diantara anak-anak serta menja...
27/06/2019

Membangun Ikatan Persaudaraan Diantara Anak

Oleh Kiki Barkiah

Membangun ikatan persaudaraan diantara anak-anak serta menjaga keistiqomahannya itu tidak mudah. Namun sesungguhnya fitrah manusia itu berkasih sayang diantara sesama. Hanya saja kita perlu berikhtiar untuk membentuk lingkungan agar nilai-nilai persaudaraan dan kasih sayang itu dapat tumbuh subur.

Pertengkaran dan perselisihan adalah sesuatu yang wajar terjadi ketika mereka masih berusia kecil, hal ini terkait dengan keterbatasan pengalaman dan pemahaman mereka akan nilai-nilai kehidupan. Namun bagaimana kita merespon peristiwa perselisihan antar saudara ketika mereka kecil, menjadi salah satu faktor yang akan mewarnai bagaimana gambaran persaudaraan mereka di masa yang akan datang. Ketidakbijaksanaan orang tua dalam merespon pola hubungan antar saudara sering menjadi penyebab ketidak akuran hubungan saudara di masa yang akan datang. Terlebih bila ada ketidakadilan dalam pembagian perhatian dan kasih sayang, serta dalam hal ketegasan pendidikan dan penegakkan aturan.

Perlu memperbanyak momentum kebersamaan dalam kebahagiaan sehingga kenangan itu kelak akan menjadi pengikat hati di antara mereka. Perlu memperbanyak latihan empati, kepedulian, toleransi, dan sikap tolong menolong melalui kejadian-kejadian sehari-hari, agar kelak mereka dapat membangun sebuah persaudaraan yang saling membangunkan yang terjatuh, menopang yang rapuh, mendukung yang lemah, meluruskan yang khilaf. Sebuah persaudaaran yang saling tolong-menolong dalam kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Sehingga kelak ketika kita tiada, tongkat estafet penjagaan dan bimbingan anak dapat kita teruskan kepada saudara-saudara mereka.

Latihan kepedulian, empati, toleransi tolong-menolong harus kita latih dari hal-hal yang sederhana sedari mereka kecil. Agar mereka merasa menjadi bagian dari sebuah tim besar yang saling bekerja sama untuk memenuhi keperluan, kebutuhan dan mewujudkan tujuan bersama. Sehingga ketika tangan dan kaki ayah-ibu sedang tidak mampu untuk melakukan sesuatu kepada anaknya, maka ada pembagian tugas kepada saudara lainnya untuk membantu. Meskipun secara tanggung jawab menjadi tanggung jawab orang tua, namun secara tugas dapat didelegasikan. Mulailah dari hal-hal yang sederhana, agar mereka terbiasa saling mendukung dan membantu, dengan bobot yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.

Jangan mengambil semua beban dan melakukan segala hal sendiri seperti seorang super parent. Berbagilah beban dan tugas kepada seluruh anak, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan saudara lainnya agar mereka terbiasa saling bekerja sama, saling membantu, saling menopang. Sehingga adik-adik pun akan tumbuh rasa cinta dan kasih sayang kepada kakak-kakak mereka yang sering membantu. Kelak ketika sudah lebih dewasa adik-adik pun akan bergantian memberi kontribusi. Memilih untuk tidak mempunyai baby sitter dan melatih kakak-kakak menjadi baby sitter bagi adiknya, menjadi salah satu cara yang cukup efektif untuk membangun kepedulian dan empati itu, asalkan dilakukan dengan bijaksana dan sesuai dengan kemampuan kakak.

Bangun p**a komunikasi yang memungkinkan diantara saudara itu dapat saling memberikan nasehat dan masukan kepada saudara lainnya. Tentunya dengan terus mengajarkan mereka tentang adab dalam berkomunikasi dan menyampaikan pendapat. Kebanyakan keluarga hari ini sulit menemukan komunikasi yang berbobot dan hangat antar saudara, karena kesibukan mereka dengan dunia virtual.

Terakhir, jadikanlah anak-anak kita sebagai dai yang menyeru kepada kebaikan, beramar ma'ruf nahi mungkar. Sehingga sebelum ia melakukan hal itu kepada orang lain, maka kewajiban yang paling utama adalah kepada saudara terdekat. Maka mudah-mudahan kelak hubungan yang terbangun diantara mereka adalah hubungan dakwah yang sama-sama saling menguatkan untuk meraih kehidupan mulia di akhirat kelak.

23/02/2019

PENTING

Empat Titik Sentuhan pada Anak

27/01/2019

MASA BERSAMA ANAK

By. satria hadi lubis

Secara implisit tadi saya menyampaikan kepada bapak ibu peserta parenting di Depok bahwa waktu kita bersama dengan anak lebih singkat dari apa yang kita duga.

MASA bersama anak terbagi menjadi 4 fase :

1. Masa Intim
Masa Intim adalah ketika anak berusia 0-8 tahun. Masa dimana anak menempel terus kepada ortu. Masa manja-manjanya seorang anak, sehingga ia tidak sungkan dipeluk dan memeluk ortunya. Inginnya kemana-mana bersama orang tuanya dan sangat mudah untuk diajak ikut oleh orang tuanya.

Di masa ini, kadang orang tua merasa kewalahan, bahkan jengkel, karena anak menempel terus dan tidak bosan-bosannya menempel kepada orang tuanya.

2. Masa Kritis
Masa Kritis adalah ketika anak berusia 9-13 tahun. Masa dimana anak sudah masuk sekolah dasar dan mulai sibuk dengan lingkungan sekolah dan teman-teman seusianya.

Disini anak mulai belajar dari banyak sumber, termasuk dari guru dan teman-temannya. Ia juga mulai membandingkan perlakuan orang tuanya dengan perlakuan orang tua dari temannya.

Dari sumber belajar yang beragam tadi, seorang anak di masa ini mulai bersikap kritis terhadap pendapat orang tuanya. Lalu bertanya dan membantah, sehingga muncul perbedaan pendapat dengan ortunya.

Di masa ini juga mulai muncul perasaan tidak puas, kecewa atau sakit hati terhadap perlakuan orang tuanya yang tidak sejalan dengan keinginannya. Lalu memorinya menyimpan hal tersebut, sehingga ia mulai menjaga jarak kepada orang tuanya.

Mereka masih mau dipeluk atau ikut bersama orang tuanya, tapi mulai bertanya secara kritis mau kemana atau untuk apa ikut orang tuanya.

3. Masa Sibuk
Masa sibuk adalah ketika anak berusia 14-23 tahun. Ini masa dimana anak sudah sibuk dengan kegiatan sekolah di SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Pergaulan mereka juga biasanya makin luas, sehingga waktu bersama orang tuanya makin terbatas. Apalagi jika anak di sekolahkan di pesantren atau kuliah di lain kota.

Bagaimana bahasa tubuh mereka ketika dipeluk? Sudah mulai susah dan malu untuk dipeluk. Apalagi jika dipeluknya di tempat umum. Anak lelaki apalagi makin susah untuk diajak berpelukan oleh ayah ibunya.

Untuk diajak pergi-pergi sama orang tuanya juga makin sulit karena mereka sudah punya agenda lain. Sok sibuk lah...hehe😛

Keadaan menjadi berbalik. Dulu anak yang inginnya nempel terus kepada orang tuanya. Di fase sibuk ini, ortu yang inginnya nempel dengan anaknya. Bagi seorang ayah, ia ingin menggunakan waktunya yang sedikit (quality time) di tengah karirnya yang sedang menanjak untuk "bermesraan" dengan anaknya, tapi ternyata anaknya udah ogah. Patah hati deh orang tuanya....hadeuhh...😢

4. Masa Mandiri
Masa Mandiri adalah masa dimana anak berusia 23 tahun ke atas atau masa dimana anak sudah bekerja atau menikah. Inilah masa dimana anak sudah seharusnya mandiri dan kita sebagai ortu harus siap mental menghadapinya.

Anak mulai semakin jarang ketemu orang tuanya, karena makin sibuk dengan dunianya sendiri.

Bersama dengan tubuh yang makin tua dan ringkih, orang tua kembali menjadi "pengantin baru" lagi. Rumah menjadi sepi. Tidak ada lagi tawa dan tangis anak. Yang ada hanya tinggal kenangan manis di masa dulu bersama anak yang masih imut.

Kerja orang tua adalah menghitung hari, sambil melihat mainan anaknya di sudut rumah, kapan ya hari raya akan datang atau kapan ya anak sempat mampir ke rumah di tengah kesibukannya.

Masa bersama anak itu berlalu begitu cepat. Singkat. Rasanya baru kemaren anak kita gendong dan kita peluk. Tapi sekarang sudah sulit ditemui atau menemui kita.

Ada yang bilang ke saya, masa yang paling indah bagi orang tua adalah masa intim ketika anak masih imut-imut. Sampai-sampai pelawak Dono almarhum pernah berucap, "Momen yang paling membahagiakan saya adalah ketika saya main kuda-kudaan dengan anak saya dulu".

Makanya jangan sia-siakan masa intim tersebut. Ia adalah golden moment, sekaligus golden age. Punyalah waktu untuk anak ketika mereka kecil, sebelum mereka tidak mempunyai waktu untuk kita.

Namun begitulah hidup. Ia mengajarkan kita untuk tegar kepada perjalanan hidup anak-anak kita. Ia mengajarkan kita untuk terus bertanggung jawab dalam setiap masa pertumbuhan anak dengan proporsinya masing-masing.

Nanti...anak kita juga akan mengalami apa yang kita rasakan. Terus begitu bergulir sampai akhir jaman.

Yang abadi hanyalah doa. Doa yang dipanjatkan orang tua kepada anaknya. Dan doa yang dipanjatkan anak yang sholih kepada orang tuanya. Doa itulah yang menyambung kembali kebersamaan anak dengan orang tuanya. Nanti di akhirat kelak.

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya” (QS. Ar-Ra‘du ayat 23).

25/11/2018

Happy Weekend

🌼 AYO HUJAN HUJANAN 🌼Oleh : Budi Ashari Lc.Saya mengajak siapapun. Pasti yang paling senang anak-anak kita. Ayo nak, huj...
17/11/2018

🌼 AYO HUJAN HUJANAN 🌼

Oleh : Budi Ashari Lc.

Saya mengajak siapapun. Pasti yang paling senang anak-anak kita. Ayo nak, hujan-hujanan....

Hal ‘sepele’ ini perlu dibahas karena anak-anak pasti senang hujan-hujanan. Sementara para orangtua hari ini cenderung berkata: jangan, nanti sakit, nanti masuk angin, nanti demam, nanti pilek, dst...

Apakah itu konsep parenting yang benar?

Dengarkan kisah Anas bin Malik radhiallahu anhu berikut ini:

قَالَ أَنَسٌ: أَصَابَنَا وَنَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَطَرٌ، قَالَ: فَحَسَرَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَوْبَهُ، حَتَّى أَصَابَهُ مِنَ الْمَطَرِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ لِمَ صَنَعْتَ هَذَا؟ قَالَ: «لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى»

Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?

Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan hadits ini,

“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan. Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata: Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan. Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata: Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana.

Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,

“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.” (Al Mufhim)

Bahkan para ulama; Al Bukhari dalam Shahihnya dan Al Adab Al Mufrod, Muslim dalam Shahihnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.

Apa masih ada yang sangsi bahwa hujan-hujanan dianjurkan...?

Mengapa kita menuduh hujan yang berkah sebagai sumber malapetaka??

Kita sebagai orangtua tentu bisa mengamati kebugaran anak kita hari itu. Saat hujan turun. Kalau mereka tidak terlalu bugar kita bisa melarangnya. Tetapi kalau mereka sedang sehat dan bugar, mengapa kita larang. Tak usah khawatir. Hujan adalah keberkahan. Adalah kesucian. Hujan adalah pengirim ketenangan. Hujan bahkan penghilang kotornya gangguan syetan.

Selesai hujan-hujanan, silakan disuruh mandi, mengguyur kepalanya, minum madu, habbatus sauda’ dan lainnya. Agar kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahan lah yang telah mengguyur kepala dan sekujur badan mereka.

Sudah siap?

Ayo...hujan hujanan

Selamat menikmati berkah hujan....

29/10/2018

Ma syaa Allah... Allah telah menganugerahkan kepada kedua anak ini kemuliaan Al Qur'an...

Semoga Allah SWT juga berkenan memberikan anugerah yg sama kepada anak-anak kita...

Terkhusus kepada siapapun yg menonton video ini...

Aamiin ..

23/10/2018

Address

Jakarta
14350

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

081299283344

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Wafa Kid posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share