Hijab Division

Hijab Division Untukmu yang ingin berhijab syar'i dalam hijrahmu :)

Islam Selamatkan Wanita Dari Kehinaan JahiliyahIslam membebaskan kaum wanita dari belenggu jahiliyah, mengangkat derajat...
05/05/2016

Islam Selamatkan Wanita Dari Kehinaan Jahiliyah

Islam membebaskan kaum wanita dari belenggu jahiliyah, mengangkat derajatnya, dan memuliakannya dengan al-Qur’an dan as-Sunnah. Bahkan, tidak sedikit ayat al-Qur’an yang menyebutkan kisah tentang wanita yang patut dijadikan sebagai teladan.

Pada era jahiliyah, wanita dianggap sebagai perhiasan yang tiada harganya. Umar bin al-Khaththab mengemukakan, “Demi Allah, dahulu kami di masa jahiliyah tidak menganggap wanita sebagai sosok manusia, sampai Allah menurunkan firman-Nya tentang mereka dan memberikan kepada mereka apa yang menjadi hak mereka.”

Pada masa jahiliyah, wanita tidak mendapat hak waris sama sekali. Orang-orang jahiliyah mengatakan, “Tidak ada yang mewarisi harta kami selain orang yang memanggul senjata dan menjaga perbatasan!” Maksudnya, kaum pria.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, beliau mengatakan “Dahulu, orang-orang jahiliyah memaksa para wanita mereka untuk berzina, kemudian mereka ambil upahnya. Sementara itu, di dalam al-Qur’an, Allah telah menyebutkan perbuatan mereka, yaitu ketika salah seorang dari mereka dikabari tentang lahirnya anak perempuan di tengah-tengah keluarganya. Allah berfirman,

“Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. Dia bersembunyi dari orang banyak disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.” (an-Nahl: 58-59)

Sebagian kaum jahiliyah menetapkan tidak ada hukum qishash bagi pria yang membunuh wanita. Bahkan, diyat (tebusan) pun tidak ada. Sebagian mereka juga memaksa anak wanitanya untuk menikah dengan pria yang tidak dis**ainya.

Pada masa jahiliyah, wanita dimiliki dan tidak memiliki. Bahkan, suami memiliki hak penuh untuk menggunakan harta yang jelas-jelas milik istrinya tanpa harus ada izin dari istri. Inilah sebagian gambaran perilaku kaum jahiliyah terhadap wanita. (al-Mar’ah baina Haqiqatil Jahiliyyah wal Islam)

Islam Memuliakan Wanita

Segala puji bagi Allah yang telah memuliakan wanita muslimah, menganugerahinya kenikmatan iman dan Islam, serta menjaganya dengan hijab, kesucian, dan sifat malu. Di antara buktinya adalah sebagai berikut.

1. Islam mengembalikan wanita ke sisi kemanusiaannya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Wahai manusia, sungguh, Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (al-Hujurat: 13)

Dalam ayat ini Allah menyebutkan bahwa kaum wanita berserikat dengan kaum pria di awal penciptaannya sebagai manusia.

Di ayat yang lain, Allah menyebutkan bahwa mereka juga berserikat dalam hal pahala dan hukuman atas amal perbuatan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami berikan balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl: 97)

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

“…sehingga Allah akan mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, serta orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan; dan Allah akan menerima tobat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (al-Ahzab: 73)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Sesungguhnya kaum wanita adalah saudara kandung (menyamai) kaum pria.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah)

Al-Imam al-Khaththabi berkata, “(Maksudnya) sama dalam hal penciptaan dan watak, sehingga mereka (para wanita) seolah-olah bagian dari kaum pria.” (Ma’alimus- Sunan)

2. Islam memuliakan wanita sebagai ibu

Bukti akan hal ini adalah riwayat dari Abu Hurairah rahimahullah, beliau berkata, “Seorang lelaki datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan pergaulan baik dariku?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu bertanya lagi, “Lalu siapa?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu pun bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasulullah tetap menjawab, “Ibumu.” Lelaki itu pun masih bertanya, “Kemudian siapa?” Rasulullah menjawab, “Bapakmu.” (HR. al-Bukhari)

3. Islam memuliakan wanita sebagai anak perempuan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik rahimahullah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Siapa saja yang mengurus dua anak perempuan hingga keduanya dewasa, pada hari kiamat aku dan dia akan datang….” Beliau merapatkan jari-jemari beliau, maksudnya bersama-sama. (HR. Muslim)

4. Islam menetapkan hukuman cambuk sebanyak delapan puluh kali kepada orang yang melemparkan tuduhan dusta kepada wanita

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang menuduh perempuan-perempuan yang baik (dengan tuduhan berzina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, deralah mereka delapan puluh kali, dan janganlah kalian terima kesaksian mereka untuk selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (an-Nur: 4)

5. Islam memberikan hak warisan kepada wanita

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepada kalian tentang (pembagian warisan untuk) anak-anak kalian, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan...” (an-Nisa’: 11)

6. Islam menjaga wanita dengan ikatan pernikahan yang sah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untuk kalian dari jenis kalian sendiri agar kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sungguh, dalam hal itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (ar-Rum: 21)

Allah juga berfirman,

“…dan mereka (para perempuan) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajiban mereka menurut cara yang patut.” (al-Baqarah: 228)

7. Islam memberikan kebebasan kepada wanita untuk memilih pria yang akan menjadi pasangan hidupnya. Orang tuanya tidak berhak memaksanya hidup bersama pria yang tidak dis**ainya.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Seorang gadis tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai izin, dan seorang janda tidak boleh dinikahkan sebelum dimintai pendapat.” (HR. al-Bukhari)

8. Islam menetapkan bahwa wanita mendapat hak nafkah, pakaian, dan tempat tinggal

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan para ibu hendaklah menyusui anak-anak mereka selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut.” (al-Baqarah: 233)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian, dan janganlah kalian menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. “ (ath-Thalaq: 6)

Barangkali, di antara hal terbesar yang menunjukkan tingginya kedudukan wanita dalam Islam adalah wasiat yang disampaikan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pada saat Haji Wada’. Beliau bersabda,

“Sampaikanlah wasiat kebaikan untuk para wanita.” (HR. al-Bukhari)

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menjadikan para wanita muslimah sebagai teladan bagi sesama, dan mudah-mudahan Allah menjaga mereka dari segala kejelekan dan keburukan. Wallahu a’lam.

Mari di download aplikasi "Kenalilah Islam" yang bermanfaat ini, asli gratisnya, bukan aplikasi berbayar :)
04/05/2016

Mari di download aplikasi "Kenalilah Islam" yang bermanfaat ini, asli gratisnya, bukan aplikasi berbayar :)

Assalamu'alaikum...Dear ummahat fillah :)PERUMAHAN EKSKLUSIF "FIRDAUS REGENCY". HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERK...
02/05/2016

Assalamu'alaikum...

Dear ummahat fillah :)

PERUMAHAN EKSKLUSIF "FIRDAUS REGENCY". HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.

Ada Kavling Perumahan murah dan nikmat. Rugi besar kalau dilewatkan, ayo segera DP, ajak keluarga dan sahabat-sahabat semua.

🏤
Tersedia 4 Type:
1. Jannatun Na'i'm
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)

FASILITAS:
- Sungai susu Salsabila
- Danau indah Al-Kautsar
- View tak terbatas
- Akses Masuk 8 Pintu
- Taman Main Anak-Anak Sholeh/Shalihah
- Taman & kebun jutaan hektar dengan buah segar, nikmat & siap santap
- Bonus: Bidadari-bidadari yang cantik jelita
- Hak milik kekal abadi

SYARAT Pemesanan:
1. Taubat & kembali kepada jalan-Nya
2. Berpegang teguh pada agama-Nya dengan petunjuk Al-Qur'an & Sunnah
3. Melaksanakan syari'at-Nya dengan sungguh-sungguh
4. Berasal dari rizki yang Halal & Thoyib

DP (Down Payment):
- Sholat Fardhu 100% + Sunnah
- Sisihkan harta untuk Zakat
- Rajin ber-infaq & shodaqoh dengan ikhlas 100%
- Sempatkan waktu untuk selalu baca & pahami Al-Qur'an
- Mengejar ilmu yang bermanfaat & mengajarkannya kepada yang lain
- Beramal sholeh & selalu berbuat kebaikan
- Menyambung & mempererat tali silaturrahim
- Selalu mendoakan kedua orang tua
- Nasihat menasihati dalam kebenaran & kesabaran
- Menjauhi maksiat & menghindari fitnah.
- Mengayomi yatim & dhuafa
- Hormati yang tua, sayangi yang belia

Waktu sangat terbatas!
Stock hunian tidak terbatas!
Dijamin dapat, asalkan memenuhi syarat & husnul khatimah!

Alamat KONTAK:
Sholat Tahajjud setiap malam.

Alamat CABANG:
Masjid, Musholla, Ponpes, Majlis Ta'lim, dll.

Inilah sebaik-baik tempat tinggal. Ayo segera DP sekarang juga, tidak perlu menunggu tua, jadi kaya, jadi pejabat, atau pintar.

Salam Fastabiqul Khairaat...

Rasulallah SAW bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan satu ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Wallahu a'lam...

Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu SajaDalam perjalanan sebuah biduk pernikahan, dengan berlalunya waktu, ta...
29/04/2016

Ketika Pernikahan Mulai Berjalan Begitu-Begitu Saja

Dalam perjalanan sebuah biduk pernikahan, dengan berlalunya waktu, tak jarang kehidupan terasa menjadi sebuah rutinitas yang begitu-begitu saja. Pulang ke rumah sekedar menjadi rutinitas bagi suami, tak lagi seperti dulu, rumah selalu menjadi tempat yang dirindukan. Begitu juga dengan istri, kedatangan suami tak lagi menjadi sesuatu yang spesial baginya. Semuanya sekedar menjalankan tugas dan rutinitas.

Kehidupan rumah tangga senantiasa memerlukan pembaruan. Benih cinta suami istri harus selalu disiram agar tetap bersemi. Kasih sayang dalam keluarga harus selalu dijaga, agar rumah dapat mendatangkan kebahagiaan bagi penghuninya. Kalau sudah begini, siapakah yang harus memulai memperbaiki?

Pembaruan adalah tugas bersama antara suami dan istri. Masing-masing punya peran tersendiri. Masing-masing dari suami istri harus mengerti dengan baik apa saja perannya dan apa yang bisa dia perbuat untuk perbaikan. Jika satu pihak bersikap aktif sementara pihak lain bersikap acuh, maka ini akan mematikan semua usaha dalam melakukan perbaikan. Sikap aktif suami harus diimbangi dengan sikap aktif dari pihak istri. Begitu juga sebaliknya.

Ada seorang istri yang jika mendekati suaminya, dan mencandainya dengan kata-kata indah dan ungkapan-ungkapan perasaan, suaminya berkata dengan wajah muram, “Bukan sekarang waktunya, saya sedang sibuk.” Dan jika suatu saat suami melontarkan kata-kata menarik di telinga istrinya, tapi bertepatan ketika istrinya sedang sibuk, maka ia tidak menanggapi suaminya.

Memperbaiki pernikahan memerlukan peran aktif masing-masing pasangan dalam menyambut perasaan pasangan terhadapnya, dengan penuh perhatian dan bahagia. Dan ini sebenarnya tidak begitu susah untuk dilakukan. Sesungguhnya saat yang jernih dalam kehidupan ini sepertinya jarang ditemukan. Maka orang yang cerdas adalah orang yang memanfaatkan saat-saat seperti ini dan tidak menyia-nyiakan.

Ketika suami atau istri mendapatkan penolakan atau sikap acuh secara terus-menerus dari pasangannya, maka ia akan membuatnya tidak mau lagi mendahului untuk melakukan langkah-langkah perbaikan.

Bismillah...Peran Istri Shalihah, Menenangkan Hati SuamiDalam sejarah awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallalla...
29/04/2016

Bismillah...

Peran Istri Shalihah, Menenangkan Hati Suami

Dalam sejarah awal turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau merasa takut dan tegang karena bertemu malaikat Jibril, sosok asing yang tentunya sangat aneh bagi beliau.

Kemudian setelah itu beliau p**ang menemui istri beliau Khadijah radhiyallahu ‘anha. Mendapati suaminya dalam keadaan pucat, takut dan tegang, yang dilakukan pertama oleh Khadijah adalah menenangkan beliau, bukan mencecar dengan berbagai pertanyaan. Khadijah menghibur bahwa Allah tidak mungkin menghinakan beliau, karena beliau adalah seorang yang bersifat demikian dan demikian. Karena hiburan dari istrinya, Nabi pun menjadi tenang dan kejadian ini sangat berkesan bagi beliau.

Inilah salah satu hikmah dan peran istri shalihah, menjadi penenang suami ketika keresahan dan kegalauan sebagai sifat manusiawi muncul.

Istigfar adalah sarana untuk menghindari kelaparan dan kekurangan, serta sarana untuk meminta banyaknya anak, banyakanya...
26/04/2016

Istigfar adalah sarana untuk menghindari kelaparan dan kekurangan, serta sarana untuk meminta banyaknya anak, banyakanya buah-buahan, dan pemandangan yang indah lagi menyenangkan. Istigar menyebabkan datangnya kebaikan dunia dan akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam menjelaskan keadaan Nabi Nuh ‘alahissalam,

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (p**a di dalamnya) untukmu sungai-sungai.’” (QS. Nuh: 10-12)

Barang siapa yang ditimpa kekeringan dan menginginkan turunnya hujan, maka hendaklah beristigfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Barang siapa yang tidak dikaruniai anak atau sedikit anak, maka beristigfarlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Barang siapa yang posisinya fakir atau rezekinya sempit, maka beristigfarlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Barang siapa yang menginginkan jenis makanan, air minum, tumbuh-tumbuhan, kesenangan, dan kekuatan secara umum maka beristigfarlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Untuk Dua Orang yang Saling Mencintai di Jalan AllahSyaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,Bila dua orang saling menc...
26/04/2016

Untuk Dua Orang yang Saling Mencintai di Jalan Allah

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata,

Bila dua orang saling mencintai di jalan Allah, masalah duniawi tak akan memutuskan hubungan mereka berdua.
Mereka membangun hubungan di atas kecintaan di jalan Allah.
Maut yang akan memisahkan.
Bahkan, andai salah satu berbuat salah terhadap yang lain atau dia tidak menunaikan hak-haknya, maka dia tak ambil pusing.

(Syarah Riyadhush Shalihin, 3: 26)

Bismillah...Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Saat Haid?Permasalahan ini sering kali muncul pada banyak wanita. Tentang ...
25/04/2016

Bismillah...

Bolehkah Memotong Kuku dan Rambut Saat Haid?

Permasalahan ini sering kali muncul pada banyak wanita. Tentang hukum memotong rambut,kuku dan bagian lainnya di masa haid. Muncul keyakinan batil di kalangan mereka bahwasanya bagian tubuh manusia kelak akan dikumpulkan di hari kiamat. Tatkala seorang wanita membuang bagian tubuh dalam kondisi hadast besar seperti junub, haid, atau nifas, maka kelak di hari kiamat, tubuh tersebut akan kembali dalam keadaan najis karena belum pernah disucikan. Ini adalah ucapan keliru dan khayalan semata, sama sekali tidak benar.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang junub kemudian memotong kuku,kumis atau menyisir kepalanya, apakah bermasalah baginya? Sebagian mereka menyatakan keyakinan akan hal ini dengan berkata,

“Jika orang yang junub memotong rambut, kuku maka potongan-potongan tersebut akan dikembalikan kelak di akherat. Dia akan dibangkitkan dengan membawa bagian tubuh yang masih junub sebanyak potongan yang berkurang saat ia junub di dunia. Maka setiap rambut (yang hilang saat junub) memiliki bagian junub di akherat.” Apakah keyakinan ini benar?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjawab,

“Terdapat hadits shahih dari Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam, diriwayatkan oleh Hudzaifah dan dari Abu Hurairah radhiallahu’anhuma, tatkala Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang seorang yang junub. Beliau mengatakan,

“Jasad seorang mukmin tidaklah najis.”

Dalam Shahih Al Hakim disebutkan,

“Baik hidup ataupun saat mati.”

Saya tidak mengetahui dalil syar’i yang memakruhkan potong rambut dan kuku saat junub. Bahkan sebaliknya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang yang baru masuk Islam,

“Buanglah rambut kekafiran darimu dan berkhitanlah,” (HR. Abu Dawud No. 356 dan di nilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwaul Ghalil (1/120))

Kemudian setelah itu beliau memerintahkan orang tadi untuk mandi. Beliau tidak memerintahkan agar khitan dan memotong rambut ditunda setelah mandi.

Dari sabda beliau ini menunjukkan kedua hal tersebut boleh dilakukan. Mandi dulu atau potong rambut dulu.

Demikian juga wanita haid diperintahkann untuk menyisir rambut saat mandi sementara sisiran rambut itu bisa merontokkan rambut.” (Majmu’ Fatawa, 21/120-121)

Yang dimaksud Syaikhul Isalm dengan menyisir rambut bagi wanita haid adalah hadis ‘Aisyah radhiallahu ‘anha saat menunaikan haji Wada’, beliau mengalami haid. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah radhiallahu’anha,

“Urailah kepangan rambutmu dan bersisirlah, mulailah untuk ibadah haji dan tinggalkan ibadah umrah.” (HR. Bukhari No1556 dan Muslim No1211)

Umumnya,menyisir bisa merontokkan rambut wanita. Meski demikian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengijinkan hal tersebut dilakukan oleh orang yang sedang ihram dan haid.

Para ulama syaf’iyyah mengatakan dalam Tuhfatul Muhtaj (4/56),

Dalil dari madzab ini menunjukkan wanita haid boleh melakukannya (yaitu potong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak).

Dalam fatwa Nur ala Darb Ibn Utsaimin rahimahullah ditanya tentang masalah ini,

Pertanyaan: Aku mendengar wanita haid tidak diperbolehkan menyisir rambut, potong kuku dan mandi (janabah). Apakah ini benar?

Beliau rahimahullahu ta’ala menjawab:

Tidak benar. Wanita haid diperbolehkan memotong kuku dan menyisir kepalanya dan diperbolehkan mandi janabah. Misalnya jika dia mimpi basah ketika haid maka diperbolehkan mandi janabah. Atau bercumbu dengan suami tanpa hubungan badan lalu keluar mani maka wanita tersebut diperbolehkan mandi janabah.

Ucapan yang tersebar dikalangan banyak wanita ini bahwasanya tidak diperbolehkan mandi janabah, menyisir rambut, memotong kuku adalah ucapan yang tidak memiliki dalil syariat, sepanjang pengetahuanku. (Fatawa Az Zinah wal Mar’ah, Soal No.9)

Juga tidak ada satupun ulama pakar fikih yang mengatakan bahwa hukumnya adalah makruh. Larangan diatas hanya disebutkan di dalam kitab-kitab ahli bid’ah dari kelompok-kelompok yang menyelisihi ahlussunnah seperti di dalam kitab Syarhul Nil wa Syifaaul ‘Aliil (1/347) oleh Muhammad bin Yusuf Al Ibadhi.

Allahu a’lam...

Bismillah...Bolehkah Istri Menolak Bercumbu dengan Suaminya Ketika Haid?Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang h...
25/04/2016

Bismillah...

Bolehkah Istri Menolak Bercumbu dengan Suaminya Ketika Haid?

Sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam tentang haid,
“Lakukanlah segala sesuatu kecuali nikah (jima’).” (HR. Muslim)

Seorang suami boleh bersenang-senang dengan istrinya dengan tidur bersama (satu selimut) dengan istrinya, menciumnya asalkan tidak melakukan hubungan badan.

Namun jika sang istri mengenal karakter suaminya s**a bermudah-mudahan dalam hal ini, tidak mengapa jika dia menjauh dari suaminya agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan munkar. Dengan catatan seperti tadi, jika dia mengetahui karakter suaminya yang menganggap enteng larangan ini dan karena kurang ilmu agamanya.

Namun jika ia tahu bahwa suaminya berhati-hati, tidak bermudah-mudah (menerjang larangan Allah) maka tidaklah mengapa jika suami tersebut bersenang-senang dengan istrnya.

Sebagaimana sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,
“Berbuatlah segala sesuatu kecuali jima’. (Shahih Ibnu Majah)

Source: Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 21/287

Bekerjalah Karena AllahSiapa yang tak ingin hidup layak, dihargai, dan dihormati. Semua orang tentu menginginkan hidup y...
25/04/2016

Bekerjalah Karena Allah

Siapa yang tak ingin hidup layak, dihargai, dan dihormati. Semua orang tentu menginginkan hidup yang demikian itu. Tetapi, untuk bisa hidup layak, tidak bisa hanya dengan santai-santai, apalagi malas. Harus ada upaya keras (perjuangan) dan doa.

Hidup layak hanya bisa dicapai dengan cara bekerja keras, memeras keringat banting tulang. Bukan dengan cara menipu, korupsi, apalagi berdusta. Kalaupun dapat hidup layak dengan cara yang tidak semestinya, sesungguhnya ia telah mendudukkan diri dalam ketidaktenangan lahir batin yang menyusahkan diri dan seluruh keluarganya. Kondisi itu tak bisa dimungkiri sebab ketika seorang manusia berani berdusta dan hidup bergelimang harta karena kedustaannya itu, sesungguhnya ia telah mencampakkan eksistensi kemanusiaannya. Kemudian, cepat atau lambat ketidakjujurannya itu akan mengantarkannya pada kesengsaraan abadi.

Seorang Muslim haram berbuat dusta (korupsi, menipu) dalam usahanya mencari rezeki untuk keluarga. Bahkan, Islam tidak s**a kepada orang yang bekerja secara tidak baik alias kerja asal jadi.

Sebaliknya, Islam sangat mencintai hamba-hamba Allah yang tekun, cermat, hati-hati, serta penuh inovasi dalam bekerja atau menjalankan tugas-tugas yang diembannya.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah senang bila seorang di antara kalian melaksanakan tugas dengan cermat.” (HR Baihaqi)

Artinya, setiap Muslim hendaklah memiliki sifat cermat, teliti, serta hati-hati dalam bekerja karena takwa kepada Allah. Bahkan, wajib bagi seorang Muslim yang bekerja, berupaya keras untuk senantiasa meningkatkan kualitas kerjanya.

Selain itu, Islam juga menghendaki seluruh umatnya bekerja dengan niat yang lurus dan ikhlas karena Allah. Tidak boleh bekerja dengan niatan, kalau ia tidak mengerjakannya, pekerjaan itu akan terbengkalai atau bukan semata-mata hanya karena mengukur upah. Namun, ia bekerja dengan teliti dan cermat sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemberi amanah (mandat, otoritas) agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar mencapai target bersama sehingga tercitptalah maslahat bersama.

Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa bekerja mencari rezeki harus menyertakan iman dan Islam. Karenanya, sangat memprihatinkan jika melihat fenomena hari ini di mana perilaku sebagian besar orang Islam tak lagi mencerminkan ajaran agamanya. Allah SWT sangat murka kepada orang yang bekerja sekehendak hatinya dan sengaja meninggalkan syariah-Nya. Apalagi dalam situasi seperti itu, dia tak pernah merasa bersalah dan berdosa. Terhadap manusia seperti ini Allah sungguh sangat murka.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, “Telah bersabda Rasulullah SAW, ‘Sesungguhnya Allah SWT murka kepada setiap orang yang ahli dalam urusan dunia, (namun) bodoh dalam urusan akhirat).'” (HR Hakim)

Bodoh dalam urusan akhirat artinya tidak mengerti hukum syariat Allah (halal/haram hantam) dan tidak mau memahaminya dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, mari kita berbenah untuk menjadi Muslim yang bahagia. Yaitu, dengan cara menjadi Muslim yang bekerja karena Allah dengan berusaha membangun mentalitas kerja yang andal, cermat, teliti, dan penuh inovasi.

Wallahu a’lam...

Semangat ya shalihat ;)
24/04/2016

Semangat ya shalihat ;)

Alhamdulillah...Ketika tidak punya uang.Maka Alhamdulillah masih diberi nikmat yang lain.Ketika menderita sakit.Maka Alh...
24/04/2016

Alhamdulillah...

Ketika tidak punya uang.
Maka Alhamdulillah masih diberi nikmat yang lain.

Ketika menderita sakit.
Maka Alhamdulillah dosa menjadi berkurang, dan pahala serta kesabaran menjadi bertambah.

Ketika orang lain membenci.
Maka Alhamdulillah Allah SWT telah mengajarkan untuk memaafkan dan tidak membalasnya dengan kebencian.

Ketika musibah datang.
Maka Alhamdulillah artinya Allah SWT masih sayang agar iman dan kesabaran meningkat.

Ketika harus kehilangan.
Maka Alhamdulillah karena itu berarti bahwa Allah SWT ingin mengajarkan keikhlasan dan akan memberi dengan yang lebih baik.

Ketika diri tiada lagi berdaya.
Maka Alhamdulillah artinya Allah SWT ingin mengajarkan tawakal.

Ketika hidup kekurangan.
Maka Alhamdulillah karena Allah SWT memberikan kesempatan untuk berusaha lebih baik lagi.

Ketika diberi rizqi apa adanya.
Maka Alhamdulillah Allah SWT masih mencukupi segala kebutuhan.

Ketika Allah SWT belum mengijinkan untuk menikah.
Maka Alhamdulillah berarti punya banyak waktu untuk bersama Allah SWT.

Ketika satu orang tidak lagi mau berteman.
Maka Alhamdulillah masih banyak orang yang lebih membutuhkan.

Dan Alhamdulillah tiada kata yang lebih indah selain segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-NYA.

Karena tiada seorang pun yang dapat menikmati hidup dalam keadaan apapun kecuali dengan rasa syukur.

Karena tiada lagi yang dapat menghibur diri kita kecuali datang dari diri kita sendiri dengan senantiasa mensyukuri apapun adanya.

Dan ingatlah jika satu derita mampu membuat Kita bersedih maka ingatlah masih banyak kenikmatan yang bisa membuat Kita tersenyum dan bersyukur, dan tetaplah Husnudzan kepada-NYA.

Karena Allah SWT berfirman; ‘‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Tuhanmu akan menambah (kenikmatan) kepada kalian...!!!’’ (QS. Ibrahim: 7)

Karena sesungguhnya Allah SWT tidak pernah mendzalimi hamba-NYA, maka bersyukurlah. Ucapkanlah: Alhamdulillah....

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu, hidayah dan perlindungan Allah Subhana wata’ala dimanapun kita berada.

Aamiin ya Rabbal’alaamiin...

Address

Jakarta
12550

Opening Hours

Monday 07:00 - 21:00
Tuesday 07:00 - 21:00
Wednesday 07:00 - 21:00
Thursday 07:00 - 21:00
Friday 07:00 - 21:00
Saturday 07:00 - 22:00

Telephone

087777688809

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hijab Division posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Hijab Division:

Share