Busana muslim katasuna

Busana muslim katasuna Barang serba Muslim dan muslimah Kami sediakan.

4 Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di bela...
22/12/2015

4 Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (QS. an-Nisaa’ : 9)
Sahabat TokoNabila, setiap orangtua mendambakan anak yang shaleh, cerdas, dan membanggakan, akan tetapi keinginan dan upaya yang dilakukan sering kali belum selaras.
Kita sebagai orangtua lebih banyak mengandalkan guru maupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anak kita, padahal kunci cerdasnya anak, justru ada di rumah, ada pada kedua orangtua!
Orangtua perlu memahami bagaimana tahapan mendidik anak sesuai dengan usianya. Berikut ini adalah tahapan cara mendidik anak ala Rasulullah yang insya Allah dapat mencerdaskan anak-anak kita, baik secara intelektual maupun emosional.
1. Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun: Perlakukan Anak sebagai Raja.
Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau Golden Age. Anak pada usia ini akan mengalami masa tumbuh kembang yang sangat cepat. Percepatan tumbuh kembang ini bisa dirangsang dengan mainan. Mainan akan sangat membantu agar anak menjadi anak yang cerdas.
Sedangkan Rasulullah sendiri menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak kita yang masih berusia dari 0 hingga 6 tahun. Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.
Zona merah: Jangan marah-marah! Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.
Jadikan anak merasa aman, merasa dilindungi dan nyaman bersama orangtua. Ketika anak nakal maka janganlah membiasakan untuk dipukul supaya anak mau menurut. Memukul ataupun memarahi anak pada usia ini bukanlah cara yang tepat. Berikanlah kesempatan pada anak agar merasakan kebahagiaan yang berkualitas dimasa kecil.
2. Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun: Perlakukan anak sebagai Tawanan Perang / Pembantu.
“Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)
Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini. Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat 5 waktu.
Pukullah anak ketika anak tidak mau mendirikan shalat. Tapi bukan pukulan yang menyakitkan atau pukulan di kepalanya. Atau kita bisa membuat sanksi-sanksi ketika anak melanggar, namun sanksi yang diberikan usahakan sesuai dengan kesepakatan antara anak dan orangtua.
Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri, misal cuci piring, cuci baju, menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.
3. Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan Anak seperti Sahabat.
Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak. Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.
Zona hijau: sudah boleh jalan. Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga.
Timbulkan rasa nyaman pada anak bahwa kita orangtua namun bisa bersikap seperti sahabat setia. Sahabat setia yang siap mendengar segala cerita dan curahan hati anak.
Masa ini adalah masa pubertas untuk anak-anak.
Jangan sampai ketika anak-anak punya masalah namun mereka cari solusi dan cari curhat ke tempat orang lain. Didiklah anak dengan membangun persahabatan meskipun kita adalah orangtuanya, agar anak tidak merasa bahwa kita adalah orang ketiga yang tidak boleh tahu tentang permasalahan dirinya.
Para orangtua juga dilarang untuk memarahi dan menghardik anak di hadapan adik-adiknya ataupun di depan kakak-kakaknya. Maksudnya supaya harga dirinya tidak jatuh sehingga anak tidak merasa rendah diri. Jalinlah pendekatan yang baik kepada anak.
4. Mendidik anak usia 21 tahun keatas: Lepas & Bebaskan mereka.
Usia ini menandakan fase kedewasaan anak kita. Tugas kita sebagai orang tua lebih kepada Penasihat agar segala tindakan mereka terkawal dan tidak bertentangan dengan Syariat Islam. Saatnya mereka mandiri dalam menghadapi kehidupan ini, tugas kita dalam memberikan dasar-dasar bekal kehidupan sudah selesai di fase ini. Pada prinsipnya Anak adalah Amanah & Tanggungjawab kita, bukannya Hak Milik.
Semoga bermanfaat.

Address

Jalan Raya Cipacing Cileunyi
Jawa
403363

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Busana muslim katasuna posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share