23/01/2024
Mengajarkan cara muslimah berpenampilan sesuai syariat Islam kepada anak gadis harus menjadi agenda setiap keluarga muslim. Dengan demikian, mereka akan memiliki pemahaman yang benar sesuai tuntunan syariat sejak dini.
—
*Remaja Muslimah dan Skincare*
https://m.facebook.com/MuslimahNewsCom/posts/695823865998112
https://muslimahnews.net/2024/01/22/26549/
—
Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Menjamurnya produk-produk skincare hari ini sangat berpengaruh terhadap gaya hidup remaja muslimah, terutama dalam hal penampilan dan kecantikan. Terlebih jika zilenial menjadi model iklan produk skincare tersebut.
“Zamannya sudah berbeda,” komentar kebanyakan orang tua hari ini. “Bunda sewaktu masih muda tidak mengenal skincare, hanya memakai bedak saat keluar rumah. Mengenal make up wajah pun ketika sudah menikah.”
Orang tua muslim, terutama Bunda, tidak boleh menganggap remeh ketika menemui anak gadisnya sekarang sangat care dengan penampilan dan wajahnya. Saat mereka mulai minta uang jajan cukup banyak untuk membeli masker wajah, susu pembersih wajah, sunscreen, hand and body lotion, hingga parfum, ini adalah warning bagi orang tua terhadap anak gadisnya.
Sesungguhnya, pemahaman memengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang. Benar atau tidak pemahaman tersebut akan menentukan perilaku yang muncul, yakni perilaku baik atau menyimpang. Setiap muslim, laki-laki dan perempuan harus menjadikan pemahaman Islam sebagai standar perilakunya, apa pun sikap yang ditampakkan. Di sinilah orang tua harus peka dan segera menanamkan pemahaman Islam, serta melepaskan pemahaman yang keliru pada anak gadisnya.
—
Tidak Mengumbar Kecantikan
—
Ingin terlihat cantik adalah sikap yang muncul dari naluri seksual. Apalagi ada pujian dari lawan jenis terhadap penampilan seorang gadis. Dengan demikian, remaja putri akan berusaha tampil cantik dan menarik sehingga dis**ai dan dipuji orang lain.
Garizah Nau atau naluri seksual ini adalah fitrah yang ada pada setiap manusia, laki-laki dan perempuan. Ia bagian dari anugerah yang Allah Swt. ciptakan. Akan tetapi, Allah juga menurunkan Islam sebagai risalah yang akan menuntun hidup manusia. Islam menjadi panduan mengendalikan naluri seksual ini, termasuk mengatur penampilan perempuan agar sesuai syariat Islam.
Mengajarkan cara muslimah berpenampilan sesuai syariat Islam kepada anak gadis harus menjadi agenda setiap keluarga muslim. Dengan demikian, mereka telah memiliki pemahaman yang benar sesuai tuntunan syariat sejak dini. Islam tidak mengekang, tetapi juga tidak mengumbarnya. Namun, Islam mengendalikan naluri manusia sesuai tujuan penciptaannya.
Allah Swt. berfirman dalam QS Al Ahzab: 59, “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Juga firman-Nya di dalam QS An Nur: 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Allah Swt. juga berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.” (QS Al-Ahzab: 33).
Berdasarkan nas di atas, jelaslah bahwa kemolekan tubuh wanita justru wajib ditutup. Kalaupun wajah dan telapak tangan boleh terlihat, tetapi tidak boleh berhias seperti orang-orang jahiliah. Penampilan yang bisa merangsang timbulnya naluri seksual lawan jenis justru diharamkan dalam Islam.
Penggunaan skincare dan make up yang dilakukan remaja muslimah agar penampilannya terlihat cantik sehingga menarik perhatian dan memicu naluri seksual lawan jenis dengan munculnya rasa s**a laki-laki terhadapnya adalah perbuatan yang menyimpang dari ajaran Islam.
—
Jauhkan Remaja Muslim dari Budaya Konsumtif
—
Orang tua harus menanamkan pemahaman bahwa ada berbagai kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, sebaliknya ada keinginan yang bisa ditunda, bahkan tidak perlu dipenuhi. Anak gadis kita harus diajarkan agar bijak memilah antara needs dan desire, kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, tidak setiap promo produk skincare ingin mereka beli dan coba.
Remaja muslimah seharusnya sudah bisa diajak berpikir tentang pemenuhan kebutuhan hidup. Ada kebutuhan pokok yang menuntut segera direalisasikan dan ada kebutuhan pelengkap yang bisa ditunda pemenuhannya. Terlebih dalam kondisi ekonomi keluarga yang makin sulit hari ini. Setiap keluarga harus benar-benar memperhitungkan keuangan rumah tangga agar tetap bisa bertahan hidup. Sistem kapitalisme sekuler abai dan gagal memenuhi tercukupinya kebutuhan hidup masyarakat sehingga remaja muslim harus diajak care terhadap kondisi keuangan keluarganya.
Pola hidup sederhana harus ditanamkan sejak dini di dalam keluarga. Memang tidak mudah melakukan hal ini pada anak-anak. Terlebih budaya konsumtif memang digencarkan oleh negara-negara kapitalis terhadap negara berkembang yang menjadi pasar bagi produk mereka. Bonus demografi usia muda adalah pasar potensial bagi negara kapitalis.
Di sinilah perlunya membina keluarga muslim dengan Islam. Dengan demikian, keluarga bisa menjadi benteng terhadap pemahaman yang tidak sejalan dengan Islam. Keluarga yang terbina dengan Islam akan memiliki kesadaran bahwa mereka tidak hidup dalam sistem yang ideal bagi manusia. Kesadaran ini akan mendorong upaya mewujudkan sistem ideal tersebut dalam kehidupan masyarakat. Sistem ideal ini hanya ada dalam institusi Daulah Khilafah Islamiah yang akan menerapkan Al-Qur’an dan sunah, serta menjadi benteng besar nan kukuh bagi keluarga, generasi, dan seluruh umat muslim. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]
Mengajarkan cara muslimah berpenampilan sesuai syariat Islam kepada anak gadis harus menjadi agenda setiap keluarga muslim. Dengan demikian, mereka akan memiliki pemahaman yang benar sesuai tuntunan syariat sejak dini.
—
Remaja Muslimah dan Skincare
https://muslimahnews.net/2024/01/22/26549/
—
Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Menjamurnya produk-produk skincare hari ini sangat berpengaruh terhadap gaya hidup remaja muslimah, terutama dalam hal penampilan dan kecantikan. Terlebih jika zilenial menjadi model iklan produk skincare tersebut.
�Zamannya sudah berbeda,” komentar kebanyakan orang tua hari ini. “Bunda sewaktu masih muda tidak mengenal skincare, hanya memakai bedak saat keluar rumah. Mengenal make up wajah pun ketika sudah menikah.”
Orang tua muslim, terutama Bunda, tidak boleh menganggap remeh ketika menemui anak gadisnya sekarang sangat care dengan penampilan dan wajahnya. Saat mereka mulai minta uang jajan cukup banyak untuk membeli masker wajah, susu pembersih wajah, sunscreen, hand and body lotion, hingga parfum, ini adalah warning bagi orang tua terhadap anak gadisnya.
Sesungguhnya, pemahaman memengaruhi sikap dan tingkah laku seseorang. Benar atau tidak pemahaman tersebut akan menentukan perilaku yang muncul, yakni perilaku baik atau menyimpang. Setiap muslim, laki-laki dan perempuan harus menjadikan pemahaman Islam sebagai standar perilakunya, apa pun sikap yang ditampakkan. Di sinilah orang tua harus peka dan segera menanamkan pemahaman Islam, serta melepaskan pemahaman yang keliru pada anak gadisnya.
—
Tidak Mengumbar Kecantikan
—
Ingin terlihat cantik adalah sikap yang muncul dari naluri seksual. Apalagi ada pujian dari lawan jenis terhadap penampilan seorang gadis. Dengan demikian, remaja putri akan berusaha tampil cantik dan menarik sehingga dis**ai dan dipuji orang lain.
Garizah Nau atau naluri seksual ini adalah fitrah yang ada pada setiap manusia, laki-laki dan perempuan. Ia bagian dari anugerah yang Allah Swt. ciptakan. Akan tetapi, Allah juga menurunkan Islam sebagai risalah yang akan menuntun hidup manusia. Islam menjadi panduan mengendalikan naluri seksual ini, termasuk mengatur penampilan perempuan agar sesuai syariat Islam.
Mengajarkan cara muslimah berpenampilan sesuai syariat Islam kepada anak gadis harus menjadi agenda setiap keluarga muslim. Dengan demikian, mereka telah memiliki pemahaman yang benar sesuai tuntunan syariat sejak dini. Islam tidak mengekang, tetapi juga tidak mengumbarnya. Namun, Islam mengendalikan naluri manusia sesuai tujuan penciptaannya.
Allah Swt. berfirman dalam QS Al Ahzab: 59, “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Juga firman-Nya di dalam QS An Nur: 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya. Janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Allah Swt. juga berfirman, �Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu.� (QS Al-Ahzab: 33).
Berdasarkan nas di atas, jelaslah bahwa kemolekan tubuh wanita justru wajib ditutup. Kalaupun wajah dan telapak tangan boleh terlihat, tetapi tidak boleh berhias seperti orang-orang jahiliah. Penampilan yang bisa merangsang timbulnya naluri seksual lawan jenis justru diharamkan dalam Islam.
Penggunaan skincare dan make up yang dilakukan remaja muslimah agar penampilannya terlihat cantik sehingga menarik perhatian dan memicu naluri seksual lawan jenis dengan munculnya rasa s**a laki-laki terhadapnya adalah perbuatan yang menyimpang dari ajaran Islam.
—
Jauhkan Remaja Muslim dari Budaya Konsumtif
—
Orang tua harus menanamkan pemahaman bahwa ada berbagai kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, sebaliknya ada keinginan yang bisa ditunda, bahkan tidak perlu dipenuhi. Anak gadis kita harus diajarkan agar bijak memilah antara needs dan desire, kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, tidak setiap promo produk skincare ingin mereka beli dan coba.
Remaja muslimah seharusnya sudah bisa diajak berpikir tentang pemenuhan kebutuhan hidup. Ada kebutuhan pokok yang menuntut segera direalisasikan dan ada kebutuhan pelengkap yang bisa ditunda pemenuhannya. Terlebih dalam kondisi ekonomi keluarga yang makin sulit hari ini. Setiap keluarga harus benar-benar memperhitungkan keuangan rumah tangga agar tetap bisa bertahan hidup. Sistem kapitalisme sekuler abai dan gagal memenuhi tercukupinya kebutuhan hidup masyarakat sehingga remaja muslim harus diajak care terhadap kondisi keuangan keluarganya.
Pola hidup sederhana harus ditanamkan sejak dini di dalam keluarga. Memang tidak mudah melakukan hal ini pada anak-anak. Terlebih budaya konsumtif memang digencarkan oleh negara-negara kapitalis terhadap negara berkembang yang menjadi pasar bagi produk mereka. Bonus demografi usia muda adalah pasar potensial bagi negara kapitalis.
Di sinilah perlunya membina keluarga muslim dengan Islam. Dengan demikian, keluarga bisa menjadi benteng terhadap pemahaman yang tidak sejalan dengan Islam. Keluarga yang terbina dengan Islam akan memiliki kesadaran bahwa mereka tidak hidup dalam sistem yang ideal bagi manusia. Kesadaran ini akan mendorong upaya mewujudkan sistem ideal tersebut dalam kehidupan masyarakat. Sistem ideal ini hanya ada dalam institusi Daulah Khilafah Islamiah yang akan menerapkan Al-Qur’an dan sunah, serta menjadi benteng besar nan kukuh bagi keluarga, generasi, dan seluruh umat muslim. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]