Sabda Santri

Sabda Santri konten kreator

30/01/2024
πŠπ€πŽπ’ ππ„πŒπ„π‘π’π€π“π” π”πŒπ€π“!! MERAJUT IKATAN,MERAWAT KEBERSAMAAN,MERAIH PERSATUAN !!ππ‘πŽπŒπŽ BELI 2 DISKON 60 RIBUDesain yang elega...
17/04/2021

πŠπ€πŽπ’ ππ„πŒπ„π‘π’π€π“π” π”πŒπ€π“
!! MERAJUT IKATAN,MERAWAT KEBERSAMAAN,MERAIH PERSATUAN !!

ππ‘πŽπŒπŽ BELI 2 DISKON 60 RIBU
Desain yang elegan dan memakai bahan baku 100% katun yang halus dan lembut ,Sangat cocok untuk anda yang ingin tampil beda dari lainnya.

ππˆπ’π€ ππ€π˜π€π‘ πƒπˆ π“π„πŒππ€π“ < π‚πŽπƒ > π’πŽπ‹π”π’πˆ 𝐁𝐄𝐋𝐀𝐍𝐉𝐀 π€πŒπ€π π•πˆπ€ πŽππ‹πˆππ„

KLIK BELI SEKARANG
https://sabdasantri.com/MYHERO

11/02/2021


ΩˆΩŽΨΊΩŠΨ±Ω…Ψ§ΨΆ Ω…Ψ«Ω„Ω‡ Ω‚Ψ― ΨΉΩ…Ω„Ψ§ # Ψ₯Ω† ΩƒΨ§Ω† ΨΊΩŠΨ±Ω…Ψ§ΨΆ Ω…Ω†Ω‡ Ψ§Ψ³ΨͺΨΉΩ…Ω„Ψ§

"Ilmu yang belumkau pelajari itu bisa dikaji sendiri bilailmu yang pokok telah kau kuasai serta tekun untuk memperdalamnya (seperti ilmu nahwu, shorof, balaghoh dan manthiq)".



11/02/2021

Kemuliaan bulan Rajab bukan hanya milik manusia-manusia di Makkah. Atau orang-orang yang shalat di depan Ka’bah. Bulan Rajab itu, di sudut Baitul Makdis, seorang perempuan dengan tekun menghadap tuhannya. Bukan hanya bulan Rajab sebenarnya. Ia juga rajib beribadah di bulan-bulan sebelumnya. Namun khusus bulan itu, ia membaca surat al Ikhlas sebelas kali setiap harinya.

Demi mengagungkan mengagungkan bulan itu, ia juga enggan memakai pakaian yang indah. Ia menggantinya dengan pakaian lusuh. Dengan keengganannya itu ia seperti ingin melepaskan segala ego dan kepentingan duniawi, dan memilih mendedikasikan dirinya untuk beribadah dan berbakti.

Di tengah ketekunannya itu, ia jatuh sakit. Sakit yang parah. Sebegitu parahnya, ia bahkan merasa tak bakal sembuh. Ia pun berwasiat kepada putranya, barangkali maut menjemput sewaktu-waktu. β€œAnakku, ketika aku meninggal nanti, kuburkan aku dengan kain lusuh.” Ia sepertinya benar-benar telah memutus hubungannya dengan nafsu duniawi.

Dan tibalah waktu itu. ia meninggalkan dunia tempatnya memunajatkan harapan dan permohonan-permohonan. Sayangnya, satu permohonan yang ia pintakan pada anaknya ternyata tak terwujud. Sang anak tidak melakukan apa yang ibunya inginkan. Sebaliknya, ia memilih mengkafani ibunya denga kafan yang baru. Akan sangan memalukan bagi dirinya kalau saja ibundanya dikafani dengan kain lusuh. Apa kata masyarakat nanti.

Seusai pemakaman, ia terlelap. Dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu ibunya. β€œAnakku, mengapa tak kau tunaikan wasiat dariku?” sang anak merasa ada sesuatu yang mengganja hatinya: rasa bersalah. β€œAku tak meridloimu.”

Seperti mendengar sambaran petir, ia sontak bangun dari tidur. Ia merenung. Sedih. Takut. Hatinya dipenuhi rasa bersalah yang teramat sangat. Tanpa menunggu waktu, ia bergegas menuju pemakaman ibunya. Ia gali kembali kuburan ibunya. Ia tak menemukan apapun selain tanah yang kosong. Jenazah ibunya tak ada. Kesedihannya semakin menjadi-jadi. Hatinya hancur. Jiwanya remuk. Ia hanya bisa menangis. Tersedu sedan.

Tiba-tiba ada suara yang berbicara di dekatnya. Barangkali suara itulah yang menghibur dirinya nanti. β€œTak tahukah engkau bahwa bulan Rajab adalah bulan agung. Orang yang memuliakannya tak akan dibiarkan di dalam tanah sendirian.”

Ia masih bersedih. Ia menyesal karena tak memenuhi permohonan terakhir dari ibunya. Tetapi tentu ia juga bahagia. Kini ia tahu ke mana jenazah dan jiwa ibunya: ada di tempat istimewa di samping tuhannya.

_______________________________________

Penulis: M. Hisyam Syafiqir Rahman www.lirboyo.net

10/02/2021

Yen Wani Aja Wedi-Wedi, Yen Wedi Aja Wani-Wani

Peribahasa Jawa β€œyen wani aja wedi-wedi, yen wedi aja wani-wani” ( kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan sok berani ) yang artiya peringatan agar dalam bertindak jangan setengah-setengah . Orang harus berani dan bisa mengukur kemampuan diri sendiri sebelum melakukan suatu tindakan. Sebuah filsafat Jawa yang penuh sarat dan makna untuk mengarungi kehidupan di alam fana ini. Filsafat ini merupakan pelajaran hidup untuk kita semua manusia bagaimana kita akan melangkah dalam memilih jalan hidup kita sendiri.

Sebagai salah satu contoh kasus misalnya apabila akan membuka usaha baru, maka jangan sekali-kali merasa ragu untuk melangkah. Haruslah berani dalam mengambil keputusan apa yang harus dilakukan dan apa saja yang harus dikerjakan. Filsafat ini mengajarkan bahwa kita tidak ragu-ragu dalam memilih jalan kehidupan kita karena keragu-raguan akan membuat diri kita gagal dalam kehidupan ini. Dalam segala bidang apapun juga kita memerlukan fisafat ini untuk selalu kita pegang teguh dengan harapan apa yang kita putuskan ( ambil ) benar-benar mempunyai tekad yang benar-benar bulat.

Apabila kita merasa ragu-ragu atau bahkan bimbang maka sering kali kita merasa terombang-ambing untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu tidak ada salahnya kalau kita bisa mengejawantahkan filsafat ini untuk selalu mendampingi setiap langkah yang kita tempuh dalam kehidupan di dunia ini. Pepatah ini masih berlaku bagi siapapun sampai saat ini. Kalau kamu berani jangan takut-takut dan ragu-ragu lagi tetapi kalau kamu takut jangan sekali-sekali berani, karena bisa jadi nanti mendapatkan bilahi. Kalau memang melakukan hal yang benar kenapa harus takut ! Melangkah terus dengan hati yang lurus, tapi kalau memang salah ( luput ) belum terlambat untuk menelusuri apa saja yang membuat kalut.

Apabila kita mempunyai cita-cita mulia hendaknya dipikirkan lebih dahulu secara seksama bagaimana caranya agar dapat diraih semua tentu saja dengan konsekuensi resiko apapun. Sekali melangkah harus tetap berjalan ke depan, janganlah berhenti sebelum tercapai semuanya. Apalagi malah berbalik arah kembali ke asal mula, pantang bagi kita untuk tidak melanjutkannya. Haruslah secara totalitas memperoleh hasil kerja tidak boleh ragu-ragu apalagi membabi buta.

Sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang haruslah secara baik dilaksanakan. Kalau sesuatu yang sudah direncanakan tersebut tidak jadi atau batal maka akan dapat mengubah semua perjalanan juga dapat mengubah seluruh urusan. Alangkah baiknya kalau sudah berani memutuskan maka harus berani p**a mempertanggungjawabkan. Dengan mempertaruhkan semua perjuangan apapun sesuai dengan kondisi dan hasilnya diterima dan jangan lupa selalu bersyukur kepada Tuhan.

Pitutur Jawa β€œyen wani aja wedi-wedi, yen wedi aja wani-wani” ( kalau berani jangan takut-takut, jika takut jangan berani-berani ). Pitutur ini mengungkapkan tentang totalitas ketika mengerjakan sesuatu. Rasa takut hanya akan menghalangi kemampuan baik fisik maupun mental dalam menghadapi sesuatu. Untuk menghadapi rasa takut salah satu kiatnya adalah menghadapi permasalahan langsung ke jantungnya. Yaitu dengan menghadapi inti masalah secara langsung dan meletakkan diri dalam posisi aktif. Karena dalam posisi aktif ini, cenderung akan fokus untuk menghadapi masalah yang ada, sehingga hilanglah rasa takut itu dalam diri sendiri. Perlu diketahui bahwa rasa takut itu merupakan karunia yang sangat besar sekali yang dianugerahkan oleh Tuhan YME.

Fungsi rasa takut ini juga sangat penting sekali bagi manusia, yaitu agar mengenali sesuatu yang membahayakan atau merugikan diri sendiri. Bisa dibayangkan apabila manusia tidak memiliki rasa takut. Tanpa rasa takut, maka tidak akan bereaksi ketika manusia berbuat jahat kepada yang lain, tidak menghindar ketika ada istri / suami orang lain yang mendekati anda, atau malah tidak menghindar ketika mengajak untuk selingkuh. Atau jangan-jangan malah lupa mempersiapkan masa depan, karena tidak peduli sama sekali dengan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Ibarat sirine atau alarm yang selalu mengingatkan akan bahaya, itulah rasa takut. Misalnya ada sirine detektor asap atau api, untuk menghindari bahaya kebakaran. Ketika sirine itu berbunyi, maka akan menjadi siaga untuk melakukan sesuatu dalam mengatasi kebakaran. Begitu juga dengan adanya rasa takut, menjadi siaga untuk menghadapi bahaya atau sesuatu yang merugikan hidup kita. Namun kadangkala dengan diberikan karunia rasa takut bisa berubah menjadi keburukan ketika salah dalam menerapkannya. Rasa takut seringkali menghentikan langkah untuk melakukan usaha dalam mencapai keberhasilan. Rasa takut yang berfungsi mendukung, justru berubah menjadi penghambat.

Rasa takut akan reda dengan sendirinya. Rasa takut itu manusiawi, akan muncul kapan saja dan manusia tidak bisa menghindar darinya. Yang bisa dilakukan hanyalah dengan berdamai saja, dengan cara mengenali kehadirannya. Setelah itu dihadapi langsung pokok permasalahannya. Kalau kamu takut, janganlah sekali-sekali berani. Kalau kamu berani, jangan sekali-sekali takut. Jika iya katakan iya, jika tidak katakan tidak. Apabila hendak melakukan sesuatu hal, pasti akan diingatkan akan pilihan, apakah berani atau tidak.

Kalau berani jangan sekali-sekali timbul perasaan takut. Tetapi kalau takut, janganlah memaksakan diri untuk berani. Maksudnya agar dalam menjalani kehidupan ini kita tidak ragu-ragu karena keraguan merupakan pembunuh keberhasilan. Bukan berarti mengajari untuk menjadi seorang pengecut. Kalau memang setelah dilakukan analisis hasilnya membahayakan, ya jangan dilakukan. Kalau sudah oke tentunya juga tetap menggunakan perhitungan dan harus percaya diri untuk tidak maju mundur lagi. Dalam menghadapi masalah ada dua pilihan. Kalau takut, ya secepatnya menyelamatkan diri. Tetapi kalau memang berani, gunakan otak, jangan tunjukkan kekuatan.

Sikap ksatria merupakan kunci sebuah keberhasilan, untuk itu dibutuhkan sebuah motivasi agar dapat belajar memaknai hidup agar hidup makin berwarna.Makna dari ungkapan itu bahwa sebagai manusia harus mempunyai sifat ksatria, kalau kita berani ya harus berani meskipun di depan ada aral rintangan yang harus dihadapi apaun resikonya akan dihadapi. Begitu sebaliknya kalau kita takut jangan sesekali mencoba melakukannya. Hidup memang penuh dengan resiko, untuk itu jangan setengah-setengah dalam melangkah. Karena tindakan yang stengah-setengah hasilnyapun pasti juga setengah-setengah.

Semoga dengan sedikit gambaran ini bisa membuat diri kita semakin mantap dalam mengambil langkah atau keputusan dalam menjalani kehidupan ini. Untuk diri penulis sendiri agar tidak pernah takut menghadapi apapun bila memang berada di pihak yang benar, jujur dan bersih. Wong jujur iku luhur. Semoga tidak berhenti melakukan kejujuran!

09/02/2021

SATU TENDANGAN KEPADAKU LEBIH AKU CINTAI DARIPADA PERJALANAN INI

Hadis-hadis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam yang sampai pada zaman kita dimana kita bisa membacanya dalam kitab-kitab hadis tidak lepas dari peran para ulama yang berjuang dan merelakan segala-galanya demi mencari dan menulis hadis-hadis nabawiyyah yang mereka riwayatkan. Diantara mereka bahkan ada yang rela bepergian selama tiga bulan hanya untuk mengetahui satu hadis, ada yang rela makan ikan mentah karena tidak memiliki waktu untuk memasaknya dll diantara kisah-kisah perjuangan para ulama dalam hal ini adalah kisah Yahya bin Ma'in yang menguji kualitas hafalan seorang perawi hadis bernama Abu Nu'aim :

alkisah suatu hari Yahya bin Ma'in, Salah seorang ulama ahli hadis terkemuka dimasanya, melakukan sebuah perjalanan bersama Imam Ahmad bin Hambal dan Ahmad bin Manshur Ar-Ramadi dari Irak menuju ke Yaman untuk mengaji hadis kepada Al-Hafidz Imam Abdurrazaq bin Hammam Ash-Shan'ani. Saat setelah ber-istifadah di Yaman, Yahya bin Ma'in mengutarakan bahwa ia ingin pergi ke Kufah untuk menguji Al-Hafidz Abu Nu'aim Al-Fadhl bin Dukain yang masyhur dikenal seorang perawi hadis yang kuat hafalannya serta kecerdasan dan ketelitiannya yang tinggi.

Sebelum berangkat, Imam Ahmad bin Hambal sempat mengingatkan Yahya bin Ma'in bahwa ia tak akan berhasil menguji Al-Hafidz Abu Nu'aim, karena beliau seorang perawi yang tsiqqoh, namun Yahya bin Ma'in tetap bersikukuh ingin pergi ke Kufah.

Akhirnya ia pun berangkat bersama kedua temannya tsb, sebelum berangkat Yahya bin Ma'in mengambil secarik kertas dan menulis 30 hadis Abu Nu'aim, lalu menyelipkan satu hadis lain (yang tidak diriwayatkan Abu Nu'aim) disetiap sepuluh hadis terakhir. Setelah mempersiapkan teka-teki itu, mereka pun berangkat menghadap Abu Nu'aim. Saat sampai dirumahnya, mereka mengajaknya keluar dan berbincang-bincang di sebuah toko. Dalam kesempatan tsb, Yahya bin Ma'in mengeluarkan secangkir minuman seraya membacakan sepuluh buah hadis, ketika menginjak hadis ke-11, Abu Nu'aim menyanggah "ini bukan hadisku, pisahkanlah ia" Yahya bin Ma'in lalu membaca sepuluh hadis berikutnya dan Abu Nu'aim tetap berdiam. Ketika hadis ke 21 dibacakan, Abu Nu'aim kembali spontan menyangkal "ini bukan hadisku pisahkanlah ia" Yahya bin Ma'in terus melanjutkan bacaannya, saat sampai pada hadis terakhir, raut muka Abu Nu'aim tiba-tiba berubah begitu juga pandangan matanya. Ia lalu berkata : "yang melakukan hal seperti ini (mencampurkan hadis lain kedalam hadis-hadisku) pasti bukan orang ini (Imam Ahmad bin Hambal) dan orang ini (Ahmad bin Manshur Ar-Ramadi) juga tidak s**a dengan hal seperti itu, akan tetapi kamulah yang melakukan kekonyolan ini!" Abu Nu'aim lalu mengangkat kakinya dan menendang Yahya bin Ma'in yang ada dihadapannya, ia lalu pergi p**ang ke rumahnya meninggalkan mereka bertiga.

Imam Ahmad bin Hambal lalu berkomentar : ''bukankah aku telah mengingatkanmu bahwa ia adalah perawi yang jujur dan kuat hafalannya"

"Demi Allah, satu tendangan lebih aku s**ai daripada perjalananku ini"

Jawab Yahya bin Ma'in

Dalam sebuah riwayat yang lain dikisahkan : Yahya bin Ma'in langsung beranjak berdiri menghampiri Abu Nu'aim lalu menciumnya dan berkata : "semoga Allah melimpahkan kebaikan kepadamu, tiada seorangpun yang mengguruimu dalam disiplin ilmu hadis, aku hanya ingin mengujimu"

Wallahu'alam bis showab

πŸ“– : Min Qoshosi Aimmati al-Hadis al-Mutaqoddimin wa Nawadirihim fi Tatabbu'i Sunnati sayyidi al-Mursalin wadz Dzabbi Anha. Hal 8

Address

Tebuireng
Jombang
61471

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sabda Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sabda Santri:

Share

Category